Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Pertunangan Revan dan Rima


__ADS_3

Rima yang mendengar ponselnya berbunyi langsung saja mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menelponnya. Ternyata itu panggilan dari Tiara, Rima langsung saja mengangkat panggilan itu.


[Hallo ada apa?]


[Seharusnya aku yang nanya kenapa kamu menelponku tadi.]


[Oh aku mau ajak kamu besok ikut aku ke salon seharian.]


[Siap aku juga mau merawat diri kan lusa acara pertunangan kamu.]


[Oke, besok aku kabari jam berapa ke salonnya kita ketemu disana saja biar gak tunggu-tungguan.]


[Siip, kamu ajak Sisil juga gak?]


[Aku ajak tapi tu anak juga susah dihubungi.]


[Ya sudah kalau gitu biar nanti aku coba hubungi dia.]


[Oke deh kalau gitu sampai bertemu besok aku mau tidur dulu.]


[Tumben jam segini mau tidur?]


[Aku gak mau nanti pas acaraku mataku bentuk mata panda.]


[Benar juga ya sudah kalau kayak gitu, sampai ketemu besok.]


Rima setelah menutup panggilan dari Tiara langsung saja berbaring diranjangnya. Rima membayangkan bagaimana acara pertunangannya besok lusa pasti akan meriah. Mamanya pasti mengundang banyak orang yang dia kenalnya apalagi kalau sampai bercerita tentang pertunangannya pasti setelah ini tak ada lagi perempuan yang berani mendekati Rayyan terutama Lydia sekalipun.


Rima setelah menghayal langsung saja tertidur sedangkan dirumah Rayyan dia pulang dari rumah Bagas langsung saja naik ke atas menuju kamarnya. Dia tak jadi menginap dirumah Bagas.


Rayyan sampai kamarnya langsung saja masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya. Saat dia baru keluar kamar mandi ternyata mamanya sudah duduk diranjangnya.


"Mama ngapain disini?"kata Rayyan.


"Mama mau tanya sama kamu?"kata mama Dahlia.


"Mama mau tanya apa?"kata Rayyan.


"Tadi kamu pulang dari beli cincin kemana?"kata mama Dahlia.


"Aku langsung kembali ke Rumah Sakit, memangnya kenapa ma?"kata Rayyan.


"Kamu gak nganterin Rima pulang ke rumahnya?"kata mama Dahlia.


"Aku gak ada waktu buat nganterin dia pulang, kalau aku nganterin dia dulu nanti aku dimarahin oleh pihak Rumah Sakit."kata Rayyan yang langsung dianggukin oleh mamanya karena apa yang dikatakan putranya itu memang benar.


"Ya sudah kalau begitu mama mau ke kamar dulu, tadi mama hanya mau tanya itu saja. Oh ya jangan lupa kamu kasih undangan pertunangan kamu pada teman-teman magangmu."kata mama Dahlia.


"Iya besok kalau tidak lupa ma."kata Rayyan.


"Iya kalau tidak lupa ma."kata Rayyan.


"Mama akn ingatkan besok pagi saat kamu mau berangkat ke Rumah Sakit."kata mama Dahlia langsung pergi dari kamar Rayyan.


Rayyan yang ditinggal mamanya keluar langsung saja menngambil bajunya dilemari untuk dia pakai. Setelah itu dia langsung berbaring diranjangnya. Saat dia baru saja berbaring ponselnya berbunyi ternyata itu panggilan dari Panji, Rayyn langsung saja mengangkat panggilan itu.


[Hallo Ji ada apa malam-malam telepon aku?]


[Kamu sudah liat media sosialnya Lydia sama kedua temannya belum?]


[Aku belum melihat memangnya kenapa?]


[Coba kamu liat sendiri nanti juga akan tau sendiri.]


[Kamu gak usah buat aku penasaran deh.]


[Kamu mau gak penasaran liat saja sendiri.]


[Ya sudah kalau kayak gitu aku tutup dulu panggilannya.]


Rayyan setelah mematikan panggilan dari Panji langsung saja membuka media sosialnya dan benar saja Sandra menguploade beberapa foto saat mereka bermain dipantai.


Rayyan yang melihat foto-foto bahagia Lydia langsung tersenyum, semoga saja bahagia itu terus berlanjut pada Lydia. Walaupun Lydia tak bahagia dengan dirinya tapi tetap saja Rayyan senang dengan hal itu. Rayyan setelah melihat foto-foto itu langsung tertidur pulas.


Keesokan harinya Rayyan memulai aktifitas seperti biasanya tapi undangan yang diberikan oleh mamanya dia buang ditong sampah. Dia hanya mengundang Panji dan Bagas saja sedangkan teman-temannya yang lain gak.


"Cie yang mau tunangan besok semangat kerjanya."kata Panji.


"Sialan kamu."kata Rayyan sambil melempar botol air minumnya kearah Panji.


"Wieeer gak kena."kata Panji membuat Rayyan kesal.


"Awas kamu."kata Rayyan.


"Sudah sudah kalian itu berdebat terus, ayo sekarang sudah waktunya kerja."kata Bagas mengingatkan kedua temannya jika sekarang sudah saatnya bekerja.

__ADS_1


Mereka bertiga langsung saja berdiri dan berjalan ketempat magang mereka masing-masing. Rayyan hari ini sebenarnya malas untuk bekerja tapi mau bagaimana lagi ini adalah tugasnya. Dia tak boleh mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan.


"Kamu kenapa Yan, kok kayak banyak masalah gitu?"kata Yasmin.


"Gak ada apa-apa hanya saja aku mikir setelah magang mau ngapain?"kata Rayyan.


"Oh ya Yan, aku dengar ada test buat kerja diRumah Sakit yang ditempatkan diSurabaya kamu mau gak ikut test siapa tau kamu lulus."kata Yasmin.


"Kamu gak ikut test disana?"kata Rayyan.


"Aku mau ikut test dijogja dekat dengan orangtuaku disana."kata Yasmin.


"Oh ya kamu tinggal diJogja ya aku lupa, kapan-kapan aku mau main kesana boleh?"kata Rayyan.


"Bolehlah, kamu kalau mau main bilang saja."kata Yasmin.


Mereka berhenti mengobrol saat dokter yang membimbing mereka datang. Mereka langsung saja bangun dan mengikuti dokter yang membimbingnya itu. Saat beristirahat Rayyan mengajak Yasmin untuk pergi ke kantin karena dia tak ada temannya.


"Kamu mau pesan apa? Biar aku yang memesannya."kata Rayyan.


"Samain saja sama kamu tapi minumnya aku teh anget."kata Yasmin.


"Baiklah tunggu sebentar."kata Rayyan langsung pergi untuk membeli makanan.


Tak butuhh waktu lama Rayyan sudah kembali ke tempat duduk mereka berdua. Rayyan langsung saja menyerahkan pesanan Yasmin.


"Berapa ini tadi?"kata Yasmin sambil menerima makanan pesanananya.


"Sudah makan saja, hari ini aku yang traktir."kata Rayyan.


"Ada apa nih, kok traktir aku segara?"kata Yasmin.


"Gak ada apa-apa hanya saja sebagai tanda terimakasih karena kamu sudah mau temanin aku dikantin."kata Rayyan.


"Benar hanya itu saja?"kata Yasmin.


"Iya hanya itu saja."kata Rayyan.


"Aku dengar kamu mau cuti lagi besok?"kata Yasmin sambil makan makanannya.


"Iya aku besok cuti ada acara keluarga."kata Rayyan.


"Oh aku pikir kamu mau tunangan, aku dengar dari anak-an kalau kamu mau tunangan sama Rima."kata Yasmin membuat Rayyan terkejut.


"Kamu tau darimana?"kata Rayyan.


"Kamu ya, sudah tau masih nanya lagi."kata Rayyan pura-pura kesal.


"Bukannya kamu pacaran sama Lydia kok bisa tunangan sama Rima?"kata Yasmin.


"Aku dijodohin sama orangtuaku."kata Rayyan.


"Oh terus hubungan kamu sama Lydia bagaimana?"kata Yasmin.


"Aku sudah lama putus sama dia sejak ada gosip kemarin."kata Rayyan sambil menghera nafasnya.


"Oh ya sudah kalau gitu ayo kita kembali ke ruangan sudah waktunya masuk."kata Yasmin.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang magang mereka dan memulai untuk memeriksa pasien-pasien mereka masing-masing. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Rayyan sudah dibangunkan mamanya. Mereka akan segera pergi ke hotel untuk mengghadiri acara pertunangan mereka. Keluarga Rayyan sampai sana ternyata keluarga Rima sudah sampai disana juga ada orangtua Lydia.


"Tan, kok Lydia gak ikut?"kata Rima yang sebenarnya ingin mama Intan mengajak Lydia biar lydia tau jika sekarang Rayyan sudah jadi miliknya dan Lydia tak akan bisa merebut darinya.


"Dia sedang bekerja dan gak bisa minta izin untuk cuti hari ini."kata mama Intan berbohong padahal yang sebenarnya dia tak cerita pada Lydia jika hari ini Rayyan dan Rima bertunangan. Mama Intan takut jika putrinya itu akan bersedih.


"Ya padahal aku berharap dia bisa datang buat ucapin selamat sama aku dan Rayyan."kata Rima sambil tersenyum.


"Nanti saat kalian menikah pasti Lydia akan datang."kata mama Intan.


"Baiklah kalau begitu."kata Rima.


"Ya sudah tante mau kesana dulu."kata mama Intan sambil menunjuk kearah papa Irwan.


"Iya tan, salam buat om."kata Rima.


Rima sedikit kesal karena Lydia tak datang dipertunangannya. Tapi itu gak membuat kebahagiaannya tak berkurang karena sebentar lagi Rayyan akan menjadi miliknya seutuhnya.


"Mama darimana?"tanya papa Irwan yang melihat istirnya baru saja datang.


"Menemui keponakan tersayangmu."kata mama Intan.


"Oh papa pikir kamu bergosip sama perempuan-perempuan itu?"kata papa Irwan.


"Malas pa bergabung sama mereka pasti mereka akan bergosip."kata mama Intan.

__ADS_1


"Siapa tau mereka bergosip tentang acara ini."kata papa Irwan.


"Lalu apa urusan dengan mama?"kata mama Intan.


"Kamu kan pasti dapat nama."kata papa Irwan yang langsung mendapat tabokan dari papa Irwan.


Mereka berhenti berbicara saat Sahrul datang dan duduk didepan mereka. Tapi dia tak datang sendirian Sahrul datang dengan ke papa Hans.


"Wan, Tan kenalin ini Hans."kata Sahrul, mereka langsung berkenalan satu sama lain.


"Jadi ini calon besan kamu?"kata Irwan.


"Iya begitulah semoga saja kita bisa jadi teman."kata Hans.


"Iya."kata papa Irwan padahal dalam hatinya kesal karena orang yang ada didepannya ini sudah membuat putrinya sakit hati. Apalagi saat dia mengingat jika orang ini sudah menghina putrinya.


Mereka berempat saling bicara satu sama lain tapi pembicaraan itu hanya seputar bisnis dan keinginan Sahrul yang ingin membuka bisnis sendiri.


Tapi saat lagi seru-serunya berbicara pembawa acara memanggil papa Hans dan Sahrul untuk naik keatas panggung untuk memulai acara pertunangan ini.


Pertunangan itu berlangsung dengan melihat, wajah Rima terlihat sangat bahagia beda lagi dengan wajah Rayyan yang masam dan tersenyum karena terpaksa.


"Kamu kok gak tersenyum sih?"kata Rima.


"Ini bukannya sudah tersenyum ya?"kata Rayyan.


"Tersenyum yang tulus memangnya gak bisa ya?"kata Rima.


"Ini sudah tersenyum gak usah meminta aku untuk tersenyum tulus karena aku gak mengingginkan pertunangan ini."kata Rayyan.


"Aku akan memastikan kamu akan mencintaiku setelah ini."kata Rima.


"Kita liat saja nanti."kata Rayyan.


Mereka berhenti berbicara saat teman-teman mama Dahlia datang dan ingin berkenalan dengan Rima. Mereka ingin tau apa benar calom menantu mama Dahlia benar-benar keponakan dari keluarga Emirat.


Beda lagi ditempat kerja Lydia yang hari ini benar-benar sibuk tak ada waktu untuk bermain ponsel. Saat dia sudah pulang ke kosan pun kedua temannya gak kayak biasanya. BIasanya setelah pulang bekerja mereka akan masuk ke kamar mereka masing-masing tapi hari ini mereka berdua menemani membuat Lydia curiga.


"Kalian kenapa kok hari ini aneh banget?"kata Lydia.


"Kita aneh bagaimana sih?"kata Sandra.


"Kalau pulang kerja biasanya kalian akan langsung masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat."kata Lydia.


"Memangnya kita gak boleh ngumpul sama kamu saat pulang kerja gini?"kata Sandra.


"Iya kamu gak suka jika kita temani disini?"kata Ita.


"Bukannya gitu, aku curiga pasti terjadi sesuatu."kata Lydia.


"Gak ada kita hanya mau ngumpul disini saja."kata Sandra.


"Oh ya gimana kalau libur ini kita pergi jalan-jalan lagi?"kata Ita.


"Memangnya mau kemana?"kata Sandra.


"Aku mau tapi cari tempat yang murah ya karena uangku sudah menipis."kata Lydia.


"Oke siap, bagaimana kalau sekarang kita cari rekomendasi tempat-tempat yang murah?"kata Sandra.


"Benar juga, laptop kamu mana Ly?"kata Ita.


Lydia langsung bangun untuk mengambil laptopnya setelah itu dia duduk lagi didekat teman-temannya. Mereka bertiga mencari rekomendasi tempat yang asik dan murah. Mereka bertiga berdebat satu sama lain dan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke puncak.


"Oke deh kalau gitu aku kembali ke kamarku."kata Sandra yang mulai mengantuk.


"Iya aku juga mau kembali ke kamarku, sudah ngantuk banget nih."kata Ita.


Mereka berdua setelah berpamitan langsung saja keluar dari kamar Lydia. Lydia sendiri yang ditinggal oleh kedua temannya langsung saja masuk ke kamar mandi untuk mandi setelah membereskan kamarnya yang berantakan karena ulah Sandra dan Ita.


Selesai mandi dia langsung berbaring diranjangnya tanpa melihat ponselnya karena badannya sudah sangat lelah dan mengantuk.


Keesokan harinya, Sandra bingung harus bagaimana karena yang pasti saat mereka sampai dikampus berita tentang pertunangan antara Rayyan dan Rima sudah tersebar. Benar saja saat mereka menunggu dihalte ada surat kabar yang beredar tentang pertunangan salah satu keluarga Emirat. Lydia yang penasaran karena ada nama keluarga Emirat, dia langsung saja membeli satu buah koran itu.


Lydia terkejut karena itu berita tentang pertunangan Rayyan dan Rima. Sandra yang melihat wajah sedih Lydia langsung memeluknya untung saja dihalte itu masih belum banyak orang.


"Sabar ya."kata Sandra.


"Kalian berdua sudah tau seja semalamkan? Makanya kalian berdua semalam pulang kerja berkumpul dikamarku gak langsung pulang."kata Lydia sambil menyeka airmatanya.


"Maaf ya kita gak mau kamu sedih karena mendengar berita ini."kata Sandra meminta maaf pada Lydia.


"Kamu gak perlu meminta maaf karena aku tau jika kalian mau agar aku tak sedih, tapi cara kalian salah aku lebih suka tau soal ini dengan aku tau maka aku akan bisa mengambil sikap."kata Lydia.


"Maafkn kami, kamu gak marah sama kami berduakan?"kata Sandra.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa marah sama kalian? Kalian itu adalah temanku yang selalu aa buatku disaat suka dan duka."kata Lydia.


"Makasih Ya sekarang jangan sedih lagi oke."kata Sandra yang dianggukin oleh Lydia sambil menghapus airmatanya.


__ADS_2