Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Ayah Danny pulang kerja


__ADS_3

Ayah Danny mendekati kedua perempuan kesayangan Ryan, kedua perempuan itu tak sadar kalau dirinya berjalan mendekati mereka berdua.


"Kalian sedang membicarakan apa kok serius banget?"kata ayah Danny membuat kedua perempuan itu terkejut.


"Ayah ngagetin saja, kok sudah pulang ini jam berapa?"kata bunda Airin.


"Ini sudah jam 6 bun, kalian sedang bicarain apa kok kayaknya seru banget ayah liat daritadi?"kata ayah Danny.


"Mau tau saja ini urusan perempuan iya gak Ly?"kata bunda Airin minta agar Lydia membantunya.


"Iya yah, ayah tumben sudah pulang biasanya 'kan pulang malam?"kata Lydia.


"Ayah hari ini kerjaannya selesai cepat tapi besok kayaknya ayah pulang larut soalnya mau keluar kota untuk mengcek produk baru yang mau dipasarkan disana."kata ayah Danny.


"Pantas saja hari ini pulang cepat ternyata besok berangkat pagi pulang pagi."kata bunda Airin membuat Lydia tersenyum.


"Bukannya sekarang sudah ada temannya kalau ayah tinggal? Apa mau ikut papa keluar kota besok tapi jangan ngeluh capek?"kata ayah Danny.


"Ish ayah ni, lagian bunda juga gak mau ikut lebih asik tinggal disini daripada ikut ayah. Disini aku bisa ajak Lydia jalan-jalan lagi."kata bunda Airin.


"Oh ya kalian tadi jalan-jalan beli apa memangnya?"kata ayah Danny.


"Gak beli apa-apa yah, tadi hanya beliin satu set perhiasan buat Lydia. Sama makan sudah itu saja."kata bunda Airin.


"Iya yah, bunda bilang saat dirumah mau habisin uangnya kak Ryan tapi nyatanya saat ada dimall bunda gak mau beli apa-apa."kata Lydia.


"Itulah bundamu? Kalau dirumah saja bilangnya mau belanja tapi nyatanya bundamu gak mau membeli apa-apa. Ayah dulu awal menikah juga bingung tapi semakin kesini ayah sudah terbiasa bagi bundamu dengan keliling mall saja sudah senang."kata ayah Danny.


"Ayah tau gak ternyata menantu kita ini juga sama dengan bunda, dia juga gak mau membeli satu barang apapun."kata bunda Airin.


"Pantas saja kalian bisa akrab, Ly ayah minta tolong besok tolong jaga bundamu saat ayah pergi."kata ayah Danny.


"Siap yah, kenapa bunda gak diajak saja kalau ayah gak rela meninggalkan bunda sendirian?"kata Lydia.


"Kalau bunda ikut kamu bagaimana?"kata bunda Airin.


"Aku gak papa kok kalau bunda mau ikut ayah pergi."kata Lydia.


"Malas capek pasti ayahmu kalau mengcek produk yang mau dipasarkan langsung pulang, masak baru sampai setelah 2jam langsung pulang?"kata bunda Airin.


"Itulah bundamu, biar dirumah saja agar kalian bisa jalan-jalan nanti."kata ayah Danny.


Saat mereka bertiga berbicara Ryan dan Dayat masuk kedalam rumah, kedua pria itu menghampiri ketiga orang yang ada diruang keluarga. Ryan langsung duduk disamping Lydia membuat istrinya itu terkejut.


"Ish kakak ngagetin aku saja."kata Lydia.


"Masak kaget sih? Nih titipanmu mau makan sekarang atau nanti?"kata Ryan sambil membelikan martabak pada Lydia.


"Nyebelin banget sih, tu bun kak Ryan selalu ngegetin terus mentang-mentang aku kagetan."kata Lydia mengadu pada bunda Airin.


"Sekarang ada tempat mengadu ya?"kata Ryan sambil mencubit hidung Lydia membuat istrinya itu semakin kesal.


"Bun..."kata Lydia membuat ketiga orang yang ada disana tersenyum.


"Bunda gak bisa bantu Ly karena kita sudah lama gak liat Ryan jahil sama perempuan."kata bunda Airin membuat Lydia memandang kearah mertuanya itu.


"Memangnya dulu siapa yang sering kak Ryan jahili bun?"kata Lydia membuat Ryan terdiam membuat bunda Airin juga menyesal karena telah berbicara seperti itu.


"Sudah gak usah dengerin bundamu."kata ayah Danny yang ingin mengalihkan pembicaraan.


"Apa perempuan itu perempuan yang bernama Vira?"kata Lydia membuat orangtua Ryan terkejut sedangkan Ryan menghela nafas membuat Lydia yakin jika perempuan itu adalah Vira.


"Sudah gak usah dibahas lagi bisa gak?"kata Ryan dingin membuat Lydia terdiam.


Bunda Airin yang melihat kalau menantunya terdiam dan ada kekecewaan disorot matanya membuat dia merasa bersalah. Bunda Airin yakin jika Lydia ingin tau masalalu suaminya tapi bunda Airin juga tau itu menyakitkan bagi Ryan.


"Bun, aku ke kamar dulu mau mandi. Yat kamu makan malam disini saja ya."kata Ryan.


"Iya tuan."kata Dayat menghela nafasnya Ryan akan dingin jika disebut nama Vira tapi Ryan gak sadar jika ada seorang perempuan yang telah dia sakiti tanpa dia sadar.


Ryan pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Lydia, sebenarnya Lydia kecewa tapi dia berusaha untuk biasa saja agar kedua mertuanya itu tak sedih. Saat mereka sedang terdiam terdengar ponsel Lydia berbunyi membuat mereka semua terkejut.

__ADS_1


"Maaf ya aku angkat panggilan dulu."kata Lydia sambil pergi dari sana.


Lydia pergi ke dekat kolam untuk mengangkat panggilan dari Rima, tumben perempuan itu menghubunginya makanya Lydia cepat-cepat mengangkat panggilan itu.


[Hallo Asalamualikum...]


[Walaikumsalam, kamu sibuk gak?]


[Gak, aku gak sibuk ada apa?]


[Kita besok bisa ketemuan gak aku mau bicara sama kamu sesuatu penting?]


[Memangnya kamu mau bicara soal apa tumben kamu menghubungiku gak biasanya kamu menghubungiku kalau ada masalah?]


[Kamu pasti kenal dengan mantan istrinya mas Kevin kan?]


[Aku tau tapi gak terlalu kenal memangnya kenapa?]


[Aku gak bisa jelasin ditelepon lebih baik kita ketemuan saja, aku bingung sekarang.]


[Ya sudah kalau kayak gitu mau ketemuan dimana?]


[Dicafe biasanya saja bagaimana?]


[Oke jam 10 kita ketemuan besok kamu liburkan?]


[Oke, aku tutup dulu panggilannya sampai berjumpa besok.]


Lydia menghela nafasnya setelah mengakhiri panggilan dengan Rima memangnya ada apa dengan hubungan Kevin dan mantan istrinya itu. Apa perempuan itu berbuat ulah lagi jika benar kayaknya Lydia akan bertindak sudah cukup dulu Widya menderita gara-gara perempuan itu. Lydia mencari kontak milik Kevin untuk menanyakan apa yang terjadi untung saja tak lama Kevin mengangkat panggilan itu.


[Hallo Asalamualikum dek tumben kamu menghubungiku ada apa?]


[Walaikumsalam kak, maaf kalau aku ganggu kamu. Aku mau tanya sesuatu sama kamu boleh gak?]


[Boleh dek, memangnya kamu mau tanya apa?]


[Ini soal mantan istri kakak.]


[Tadi Rima mnghubungiku dia mengajak aku ketemuan katanya mau menanyakan tentang mantan istrimu kak makanya aku menghubungimu. Apa kalian ada masalah?]


[Kamu tau sendiri bagaimana sikap mantan istriku dek, dia baru saja ditinggalkan suaminya bukan ditinggalkan sih tapi dia yang meninggalkan karena suaminya bangkrut.]


[Lalu apa hubungannya dia sama kakak kok sampai Rima ingin tanya tentang mantan kakak?]


[Kamu ini sampai kapan sih bilang mantan istriku terus panggil nama kenapa?]


[Malas karena dia hidup Widya menderita.]


[Hidup Widya atau Hendru?]


[Ish ngapain nyangkut pautin ke kak Hendru lagian aku bersyukur kakak yang nikah sama dia bukan kak Hendru kalau sampai kak Hendru aku yang akan balas dendam.]


[Dasar punya adik pilih kasih, dek bagaimana dengan traumamu katanya kemarin kamu ke Bogor lagi?]


[Masih sama kayak dulu kak, kak bisa bantuin aku satu hal gak?]


[Apa kalau aku bisa bantu akan senang hati aku bantuin?]


[Aku mau ke makam dia, kakak mau anterin aku gak?]


[Dek kamu yakin? Aku gak mau kalau kamu histeris jika teringat kejadian itu?]


[Aku harus coba ikhlas kak, sudah saatnya kita buka kebenaran itu aku gak mau orang itu menganggu terus.]


[Apa maksutmu dek, kakak gak ngerti?]


[Besok saja aku jelaskan saat kita bertemu dicafe tempat aku bertemu sama calon istrimu aku gak mau salah bicara malah buat hubungan kalian bermasalah.]


[Kamu memang adikku yang paling baik.]


[Ciee kalau ada maunya disanjung-sanjung kalau gak paling dilupakan?]

__ADS_1


Tanpa Lydia sadari dari ruang tamu ada yang memandangnya dengan tajam, mertua dan Dayat juga bergidik ngeri saat melihat tatapan itu. Ryan sudah lama gak bersikap seperti itu.


"Bi, tolong bilang sama Lydia kalau kita mau makan. Tanya sama dia mau makan malam sama kita atau makan sendiri?"kata Ryan.


"Yan, kok kamu ngomongnya gitu sih?"kata bunda Airin yang gak suka dengan sikap Ryan.


"Dia sibuk aku gak mau menganggu lagian aku sudah lapar."kata Ryan sambil berjalan meninggalkan keempat orang itu menuju meja makan.


"Sudah bi, biar aku saja yang ajak Lydia makan. Kalian ke meja makan saja duluan."kata bunda Airin.


Bunda Airin meninggalkan suami dan Dayat untuk memanggil menantunya. Bunda samar-samar mendengar suara bahagia Lydia yang jarang sekali dia liat.


"Ly..."kata bunda Airin saat sudah dekat dengan Lydia.


"Eh bunda ada apa bun?"kata Lydia.


"Kamu mau makan malam sekarang atau nanti?"kata bunda Airin.


"Yang lain bagaimana bun?"kata Lydia.


"Mereka makan sudah ada dimeja makan hanya tinggal menunggu kamu."kata bunda Airin.


"Iya bun, kalian makan dulu saja sebentar lagi aku nyusul."kata Lydia sambil tersenyum.


Bunda Airin berjalan duluan menuju meja makan, Ryan yang melihat bundanya datang sendirian hanya diam lalu mengambil makanannya sendiri.


"Kalau mau tau siapa yang ditelepon istrimu tanya sama dia baik-baik jangan didiami malah membuat masalah nanti."kata ayah Danny.


"Hmmmm."kata Ryan.


Lydia setelah mengakhiri panggilan dengan Kevin berjalan menuju meja makan. Lydia baru saja duduk tapi sudah mendengar pertanyaan nyelekit dari Ryan membuat ketiga orang yang ada disana terdiam sedangkan Lydia hanya biasa saja walaupun sebenarnya dia kesal karena dia gak tau apa salahnya.


"Aku pikir gak mau makan?"kata Ryan.


Lydia daripada menjawab malah bikin berantem memilih untuk diam, dia mengambil makanan yang mau dia makan.


"Kalau ditanya tu dijawab kenapa?"kata Ryan.


"Memangnya siapa yang ditanya kalau aku boleh tau?"kata Lydia santai.


"Kamulah siapa lagi? Lagian yang datangnya akhir siapa?"kata Ryan.


"Oh tanya sama aku, aku pikir sudah gak perduli lagi."kata Lydia membuat Ryan terkejut.


"Apa maksutmu?"kata Ryan yang sudah tersurut emosi.


"Kamu pikir saja sendiri."kata Lydia.


"Kamu bisa gak gak usah bikin masalah?"kata Ryan dengan nada tinggi membuat Lydia terkejut dan tangannya sudah gementaran tapi dia mencoba untuk tenang.


"Aku gak salah dengar?"kata Lydia.


"Serah kamulah, aku sudah selesai makan."kata Ryan sambil pergi dari meja makan membuat mereka menghela nafasnya.


Lydia mencoba untuk menikmati makanan itu walaupun dia merasakan hambar saat memakannya. Lydia memutuskan untuk kembali ke kamar saat sudah selesai makan malam, tapi saat dia mau membuka pintu kamarnya ternyata pintu kamarnya itu dikunci dari dalam membuat Lydia menghela nafasnya. Lydia memutuskan untuk pergi dari rumah itu untuk cari ketenangan tapi dompetnya ada didalam akhirnya dia memutuskan untuk mengambil uang diatm pakai ponselnya.


"Bun, yah aku mau izin keluar sebentar."kata Lydia saat melihat mertuanya ada diruang tengah.


"Kamu mau kemana malam-malam begini apalagi hanya pakai-pakaian seperti itu?"kata bunda Airin yang melihat menantunya hanya memakai baju rumahan.


"Aku mau beli sesuatu sebentar bun, boleh ya?"kata Lydia berbohong.


"Ya sudah kalau kayak gitu hati-hati."kata bunda Airin.


Lydia keluar dari rumah itu dengan jalan kaki saat dijalan utama dia memanggil taksi lalu meminta sopir itu untuk mengantarkannya ke atm setelah itu pergi ke apartemen Rima. Sampai diapartemen Rima, Lydia mengetuk pintu apartemen itu.


"Kamu Ly malam-malam kok kesini pakai baju kayak gini lagi?"kata Rima khawatir.


"Aku boleh masuk gak?"kata Lydia.


"Bolehlah, ayo masuk."kata Rima.

__ADS_1


__ADS_2