
Keesokan paginya Lydia dan Ryan sama-sama bangun pagi hanya saja mereka terbangun dirumah dan tempat berbeda. Lydia gugup karena ini pertama kali dia mulai kerja. Habis mandi saat Lydia membuak lemari dia menemukan kotak jam tangan yang mau dia berikan pada Ryan tapi gak jadi. Lydia membuka kotak itu lalu mengambil kalung pemberian Ryan dan memakainya kembali. Saat dia menyimpan kembali kotak itu ke dalam lemari terdengar pintunya diketuk oleh Sandra.
"Ly... Lydia kamu sudah bangun belum kok gak keluar-keluar sih?"kata Sandra sambil mengetuk pintu Sandra.
"Aku sudah bangun."kata Lydia sambil membuka pintu kamarnya.
"Kamu ini aku pikir belum bangun, sudah ayo kita sarapan aku hanya menghangatkan makanan yang semalam aku buat. Aku tungguin kamu dibawa gak turun-turun jadi aku juga gak jadi makan."kata Sandra.
"Maaf ya aku keenakan tidur semalam, lagian kenapa kamu gak makan saja sendiri sih. Ayo kita turun aku sudah gak sabar merasakan masakanmu."kata Lydia sambil melangkur sahabatnya itu.
"Ayo aku juga sangat kelaparan tau gak."kata Sandra.
"Siapa suruh semalam kamu gak makan sendiri?"kata Lydia.
"Aku menunggumu sampai tertidur dimeja makan karena lama tak turun aku sudah malas makan dan menyimpan makanan lalu kembali ke kamarku."kata Sandra.
Mereka duduk setelah sampai dimeja makan, Lydia yang mencium bau sedap dari makanan itu sudah gak sabar untuk mencicipi rasa masakan sahabatnya itu. Lydia mengambil nasi dan sayuran lalu memakannya perlahan. Saat makanan itu sesuai dengan rasa lidahnya dia memakan makanan itu dengan cepat membuat Sandra khawatir jika Lydia tersedak benar saja gadis itu tersedak makanan.
"Makannya pelan-pelan ini masih banyak gak akan ada yang meminta kok tenang saja."kata Sandra sambil menyerahkan air minum ke Lydia.
"Ini enak banget tau gak sih, kalau tiap hari kamu masakin aku kayak gini bisa-bisa aku gendut."kata Lydia setelah meminum air yang diberikan oleh Sandra.
"Gak papa kalau kamu gendut aku sangat suka."kata Sandra sambil tertawa membayangkan bagaimana kalau Lydia berubah menjadi gendut.
"Ih kok malah tertawa sih, kalau aku gendut gak ada yang mau sama aku bagaimana?"kata Lydia.
"Kamu kaya pasti akan banyak yang mau sama kamu."kata Sandra.
__ADS_1
"Iya mereka mau karena kekayaanku bukan tulus sama aku kalau sudah habis hartaku mereka akan meninggalkanku."kata Lydia.
"Sudah, sudah gak usah bahas lagi terusin makannya nanti kita telat lagi."kata Sandra.
"Baiklah aku juga gak mau telat pada hari pertama masuk kerja."kata Lydia sambil menyuap makanan lagi ke dalam mulutnya sendiri.
Kedua perempuan itu setelah membereskan bekas makanan yang mereka makan berjalan pergi meninggalkan rumah untuk ke perusahaan. Diperusahaan mereka berdua disambut oleh para karyawan. Ada yang suka ada yang tidak suka dengan kedatangan mereka berdua karena perbuatan jahat yang mereka lakukan tak akan bisa mereka lakukan lagi.
"Selamat datang nona, saya Salman yang akan membantu anda selama disini."kata Salman.
"Iya pak, saya mohon bantuan dari anda, oh ya ini Sandra sekertaris saya."kata Lydia mengenalkan Sandra pada pak Salman.
"Iya tuan Doni sudah memberitau saya jika anda dan sekertaris anda akan datang hari ini. Mari saya tunjukan dimana ruangan kalian berdua."kata Salman sambil berjalan menuju ruangan yang akan mereka gunakan.
Tari dan Bagus terkejut saat melihat Sandra dan Lydia melewati meja mereka dan sekallian pak Salman mengenalkan mereka berdua sebagai direkut perusahaan dan sekertarisnya. Saat pak Salman pergi Sandra tersenyum-senyum sendiri saat melihat wajah terkejutnya Tari dan Bagus tadi.
"Kamu kenapa tersenyum sendiri seperti itu?"kata Lydia yang melihat sahabatnya itu tersenyum sendiri.
"Iya benar aku gak nyangka banget kalau mereka akan seterkejut itu."kata Lydia.
"Iya."kata Sandra.
"Sudah gak usah bahas itu lagi sekarang kita mulai bekerja nanti lagi kita bicarakan tentang masalah ini."kata Lydia.
"Baiklah kalau begitu aku kembali ke tempatku dulu.'kata Sandra.
Mereka berdua fokus dengan pekerjaan masing-masing. Lydia fokus dengan memeriksa berkas-berkas yang disiapkan oleh pak Salman diatas meja sedangkan Sandra mengatur jadwal Lydia. Saat Sandra sedang sibuk dengan pekerjaannya Bagus datang menghampirinya.
__ADS_1
"San..."kata Bagus membuat Sandra terkejut karena karyawan tak ada yang boleh masuk kesana kecuali ada pekerjaan penting atau dipanggil oleh Lydia sendiri.
"Kamu ngapain kesini Gus?"kata Sandra.
"Aku disuruh pak Salman untuk menyerahkan laporan keuangan. Kamu gak lupakan kalau aku menager keuangan disini?"kata Bagus mengingatkan Sandra takut dia lupa.
"Baiklah kalau begitu, ayo aku antar keruangan nona."kata Sandra sambil berdiri untuk mengantar Bagus masuk ke dalam. Bagus yang melihat cara kerja Sandra kagum ternyata Sandra masih sama seperti dulu pandai menempatkan dirinya.
Tok tok to
"Maaf nona ada orang yang ingin bertemu degan anda."kata Sandra saat membuka ruangan Lydia.
"Siapa yang mencariku?"kata Lydia.
"Bagus yang mencari anda katanya dia mau memberikan laporan keuangan."kata Sandra.
"Baiklah, suruh dia masuk. Kamu bisa kembali ke tempatmu."kata Lydia.
Bagus masuk ke dalam ruangan Lydia, sedangkan Sandra kembali ke tempatnya lalu kembali fokus dengan pekerjaannya. Bagus tak lama berada diruangan Lydia, dia hanya menyerahkan laporan pekerjaan itu setelah itu dia kembali ke tempatnya.
Lydia setelah selesai kepergian Bagus membuka laporan keuangan yang diberikan padanya tadi. Semakin lama Lydia mempelajari laporan itu membuat kepalanya pusing. Awalnya dia mau meminta bantuan Ryan tapi saat mengingat jika sekarang Ryan sudah memiliki pasangan dia langsung mengurungkan niatnya. Lydia akhirnya menghubungi Aziz untuk meminta bantuannya, dia masih belum percaya dengan orang-orang yang berada diperusahaan ini.
Lydia saking fokusnya kerja sampai tak sadar jika sudah waktunya pulang. Untung saja Sandra masuk dan mengajak Lydia pulang. Mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan Lydia. Sampai diparkiran mereka berpapasan dengan Tari dan Bagus.
"Ish masak bawahan disopiri sama atasannya memangnya gak malu apa?"kata Tari menyindir Sandra.
"Jaga ucapan kamu Tar. Maafkan perkataan Tari ya jangan diambil hati."kata Bagus.
__ADS_1
"Gak papa kok aku hari ini gak mau berdebat dengan orang, ayo San masuk ke dalam mobil aku ingin segera pulang dan merasakan masakanmu yang enak."kata Lydia mengajak Sandra masuk ke dalam mobil.
Lydia langsung saja menjalankan mobilnya saat Sandra sudah masuk ke dalam mobil. Sandra sendiri didalam mobil masih kesal dengan perkataan Tari tadi.