Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Ita sadarkan diri


__ADS_3

Saat Lydia mau menjawab terdengar suara Cindy yang memanggil Lydia membuat Lydia berjalan menghampiri Cindy untuk mencaritau kenapa dia memanggilnya.


"Ada apa?"kata Lydia.


"Tadia aku liat tangn Ita bergerak, tu liat tanganya bergerak lagi."kata Cindy.


"Aku panggilin dokter bentar."kata Lydia.


Lydia berjalan keluar tapi ditahan oleh Aziz untuk menanyakan kemana Lydia sedangkan Ryan daritadi fokus dengan ponselnya karena perasaannya sedang kesal dengan Lydia. Dion yang melihat kalau Ryan cuek bebek dengan Lydia merasa aneh apalagi dia tau jika mereka sudah menikah. Tapi Dion mencoba untuk bersabar untuk bertanya sekarang yang terpenting keadaan Ita dulu.


"Dek kamu mau kemana?"kata Aziz yang membuat Ryan memandangnya karena Aziz memanggil Lydia adik.


"Mau cari dokter tadi aku sama Cindy liat tangan Ita bergerak."kata Lydia.


"Biar aku saja yang cari dokter."kata Aziz.


"Memangnya gak papa kalau kakak yang cari?"kata Lydia membuat Aziz menghera nafasnya.


"Kamu belum bisa percaya sama aku dek."kata Aziz.


"Bukan gitu kak."kata Lydia yang bingung mau bilang apa karena yang sebenarnya memang dia belum percaya sepenuhnya sama Aziz.


"Ya sudah aku cari dokter dulu."kata Aziz sambil mengelus kepala Lydia lalu pergi darisana sedangkan Lydia masih tertegun.


Dion yang melihat itu menghera nafasnya karena tau masalalu mereka berdua.


"Dek..."kata Dion membuat Lydia melihat kearah kakaknya.


"Apa kak?"kata Lydia.


"Kamu masih belum bisa memaafkan Aziz?"kata Dion.


"Aku sudah memaafkannya tapi aku masih belum mempercayainya sepenuhnya."kata Lydia.


"Aziz sudah berubah dan dia gak akan mungkin mengulangi kesalahannya lagi."kata Dion.


"Sudahlah kak, aku mau kesana lagi tolong jangan bicarakan masalalu."kata Lydia sambil berjalan menghampiri Cindy yang menjaga Ita.


Dion yang melihat itu hanya menghera nafasnya sedangkan Ryan memandang kearah Dion membuat Dion terkejut karena tatapan Ryan. Dion mendekati Ryan untuk duduk disamping pria yang baru menikah dengan adik kesayangannya.


"Kenapa memandangku seperti itu?"kata Dion.

__ADS_1


"Kamu sudah lama kenal sama Lydia?"kata Ryan.


"Aku sudah kenal sama Lydia saat kuliah kami dekatpun karena setiap kali hendru pergi keluar kota dia menitipkan Lydia pada kami. Kami bertiga dekat satu sama lain hingga ada satu kejadian yang membuat Lydia marah besar pada Aziz. Lagian kamu juga pernah menolong Lydia apa kamu tak ingat Yan?"kata Dion.


"Apa maksutmu kapan aku menolongnya dan masalah besar apa yang terjadi sama Lydia sama Aziz kalau aku boleh tau?"kata Ryan.


"Kamu pernah menolongnya saat dia hilang dihutan dekat villa kamu, perempuan culun yang dekat dengan Hendru dan dikhawatirkan olehnya. Kalau masalah Aziz karena Aziz pernah membuat Ita salahpaham dengan perasaannya sehingga Ita pergi dari kosan dan tak tau entah dimana. Lydia yang tau kalau Ita pergi karena Aziz hnya memanfaatkannya tapi akhirnya setelah Ita pergi barulah Aziz sadar kalau dia benar-benar menaruh hati pada Ita."kata Dion.


"Kalau cuma karena hal itu aku yakin Lydia pasti bisa memaafkan Aziz dengan mudah."kata Ryan.


"Kalau soal itu kamu tanya sendiri saja sama Lydia karena aku gak terlalu tau."kata Dion.


"Baiklah, nanti aku tanya sama Lydia."kata Ryan.


"Yan, aku boleh tanya sama kamu sesuatu?"kata Dion.


"Kamu mau tanya apa?"kata Ryan.


"Pernikahan kamu sama Lydia bukan karena paksaan ya?"kata Dion.


"Kenapa kamu tanya gitu?"kata Ryan.


"Aku tadi melihat kamu cuek saja saat Lydia semangat menceritakan pernikahan kalian, jawab jujur Yan aku hanya gak mau dia sakit lagi gara-gara dikhianati."kata Dion.


"Kamu ada rasa sama dia gak? Kalau kamu gak suka jangan beli dia harapan karena aku takut jika dia patah hati lagi."kata Dion.


"Doain saja semoga cepat tumbuh perasaan kami masing-masing, aku tau menikah itu bukan buat main-main."kata Ryan.


Saat mereka berbicara Lydia berjalan mau keluar membuat Ryan bertanya.


"Mau kemana?"kata Ryan.


"Mau ketemu dokter kak Aziz lama banget datangnya."kata Lydia.


"Tunggu sebentar, sebentar lagi pasti Aziz datang.'kata Ryan.


"Tapi kak..."kata Lydia gak jai meneruskan ceritanya karena Ryan berdiri dan mendekatinya membuat Lydia menundukkan kepalanya. Dion yang melihat kalau Lydia takut tersenyum karena dulu saat sama Rayyan, Lydia tak setakut itu.


"Tunggu sebentar lagi, nanti kalau lama aku akan mencarinya kamu percaya sama aku kan?"kata Ryan.


"Aku percaya sama kakak tai aku juga ingin segera tau bagaimana keadaan Ita."kata Lydia dengan nada manjanya.

__ADS_1


"Aku yakin Ita akan baik-baik saja dan sebentar lagi akan sadarkan diri bukannya tadi kamu bilang kalau tangan Ita sudah bergerak."kata Ryan.


"Kak..."kata Lydia sambil memandang Ryan lekat.


"Ada apa?"kata Ryan.


"Aku gak akan kehilangan Ita kan? Aku sudah pernah kehilangan satu kali dan aku takut kalau kehilangan lagi."kata Lydia sambil menangis.


"Tenang bukannya dokter tadi bilang kalau Ita akan baik-baik saja dia tertidur karena masih terpengaruh obat bius."kata Ryan sambil memeluk istrinya.


Saat Ryan berusaha menenangkan Lydia pintu kamar rawat Ita dibuka dari luar, ternyata itu Aziz dengan seorang dokter. Lydia yang tau kalau yang datang Aziz langsung melepas pelukannya lalu memandang tajam ke Aziz tapi saat dia mau berbicara Ryan terlebih dahulu berbicara.


"Ajak dokter buat meriksa Ita ya."kata Ryan yang dianggukin oleh Lydia.


"Mari dok."kata Lydia.


Lydia dan dokter itu mendekati ranjang Ita untuk mencaritau apa yang terjadi, syukulah saat diperiksa sama dokter Ita sadarkan diri. Ita yang sadar langsung terkejut karena dia berbaring diranjang Rumah Sakit.


"Aku kenapa?"kata Ita.


"Kamu kecelakaan."kata dokter.


"Kalian menghubungi keluargaku gak?"kata Ita.


"Maaf ya aku menghubungi orangtuamu karena panik."kata Cindy membuat Ita menghera nafasnya.


"Ya sudh mau bagaimana lagi sudah terjadi. Dok kenapa kaki saya gak bisa digerakin ya?"kata Ita.


"Maaf dok karena kecelakaan itu membuat kakimu lumpuh."kata dokter membuat Ita terdiam.


"Kamu tenang saja selama kamu sakit aku akan membiayai semua kebutuhan keluargamu."kata Lydia.


"Gak Ly aku sudah banyak menyusahkan keluargamu, aku ada tabungan kok tenang saja."kata Ita.


"Aku yang akan menanggung mereka."kata Aziz mendekat membuat Ita terkejut.


"Gak usah kak makasih."kata Ita.


"Aku akan menanggungnya karena sebentar lagi kamu akan menjadi istriku."kata Aziz.


"Apa maksutmu mas?"kata Ita.

__ADS_1


"Besok kalau ada orangtuamu aku akan membawa orangtuaku kesini untuk melamarmu."kata Aziz.


__ADS_2