Takdir Cinta Lydia

Takdir Cinta Lydia
Masalalu Anton


__ADS_3

"Memangnya kak Anton punya mantan kalau aku boleh tau mantanya siapa kok aku gak pernah tau?"kata Lydia.


"Kamu kenal dia dek."kata Anton membuat semua kaget dengan ucapan Anton.


"Kamu yakin aku kenal sama dia kak?"kata Lydia yang penasaran.


"Kamu kenal dekat sama perempuan itu Ly, kamu sering banget datang ke makamnya disaat kamu sedang sedih."kata Anton membuat semua lebih terkejut terutama Lydia.


Lydia gak percaya jika selama ini kekasih sepupunya yang meninggal itu adalah kak Anton.


"Kenapa kakak gak bilang dari awal?"kata Lydia dengan nada marahnya.


"Maafin aku, aku hanya gak mau kamu menjauhiku."kata Anton berkata jujur.


"Kamu yang buat kak Tiara meninggal kak bagimana aku gak marah sama kamu."kata Lydia.


"Ly, ada apa ini kenapa kamu salahin kak Anton?"kata Ryan bingung kenapa istrinya menyalahkan kakaknya.


"Sudah sudah ini memang salahku."kata Anton yang gak mau kalau Ryan dan Lydia bertengkar hanya karena dia.


"Tu dengar, kalau kamu mau tau apa yang membuatku menyalahkan dia tanya saja sama dia sendiri. Sekarang aku mau ke kamar dulu capek."kata Lydia membuat Ryan kesal sebenarnya tapi dia berusaha untuk menahan dirinya.


Lydia yang kesal dikamar Ryan yang ada dirumah itu memutuskan untuk masuk ke kamar mandi. Lydia berpikir dengan dia berendam dikamar mandi pikirannya akan tenang. Lydia sadar jika dia gak mungkin marah terus sama Anton karena kecelakaan yang menimpa Tiara sudah berlangsung lama apalagi sekarang Anton sudah menjadi keluarganya gak mungkin dia terus menyimpan dendam.


"Ini yang aku takutkan bun."kata Anton yang bicara pada bundanya karena hanya bundanya yang tau ceritanya dengan Tiara dulu.


"Sudahlah Ton, kamu usahakan agar Lydia bisa memaafkanmu. Kamu janga salahin dirimu terus itu semua terjadi bukan sepenuhnya kesalahanmu."kata bunda Airin menenangkan putranya.


"Memangnya apa yang sudah kakak buat kok sampai Lydia marah sama kakak?"kata Shinta yang ingin tau masalah yang terjadi antara Lydia dan Anton.


"Iya kak, siapa tau dengan aku tau masalah kalian aku bisa membujuk Lydia untuk memaafkanmu."kata Ryan.

__ADS_1


"Seandainya kamu kehilangan sepupu gara-gara pacarnya apakah kamu akan memaafkan dengan mudah?"kata Anton membuat Ryan mengerutkan keningnya.


"Apa maksutmu?"kata Ryan bingung begitupun dengan Shinta membuat Anton menghela nafasnya.


"Gara-gara kakak, sepupu kesayangan Lydia meninggal."kata Anton membuat semua orang yang ada disana terkejut.


"Maksut kakak gak mungkin kakak yang menabraknya kan?"kata Shinta.


"Gak gara-gara dia menunggu kakak menyebabkan kecelakaan itu terjadi dan menyebabkan dia meninggal ditempat."kata Anton membuat Ryan semakin bingung.


"Kak aku gak ngerti jelaskan sedetil-detilnya."kata Ryan.


"Iya kak, aku juga penasaran."kata Shinta.


Anton memandang bunda Airin lalu bunda Airin mengelus punggung putranya untuk menguatkannya sambil menganggukan kepalanya.


"Waktu itu hari jadi kami, Tiara mengajakku untuk merayakannya disebuah cafe tapi sampai malam aku gak datang. Saat dia putus asa Tiara memutuskan untuk pulang dan saat dipertengahan jalan kecelakaan itu terjadi yang membuat Tiara meninggal ditempat. Ini semua salahku yang terlalu ambisius untuk bersaing sama kamu dulu karena hasutan om Damar. Tiara sudah sering menasehatiku agar aku gak terpengaruh dengan ucapan om Damar tapi aku malah selalu menyalahkannya."kata Anton sambil menangis.


"Aku memang sekarang menjadi baik tapi aku belum bisa mendapatkan maaf dari Lydia. Lydia sangat menyayangi Tiara karena waktu itu Tiara sudah gak punya orangtua lagi. Dia baru kehilangan orangtuanya karena kecelakaan pesawat."kata Anton sambil memeluk bundanya sebab dia gak kuat jika mengingat kenangan itu.


"Aku akan berusaha menjelaskan pada Lydia mungkin butuh waktu tapi aku yakin lama-lama Lydia akan memaafkan kakak."kata Ryan menguatkan kakaknya.


"Iya kak, aku juga akan membantu membujuk Lydia."kata Shinta.


"Kamu gak usah ikut campur masalah ini Shin."kata Jono dingin membuat semua memandang kearah Jono.


"Tapi kenapa aku gak boleh membantu kak Anton?"kata Shinta yang gak percaya jika suaminya bisa mengambil keputusan seperti ini.


"Aku tau siapa Lydia, aku gak mau kamu akan dibenci olehnya juga. Lydia sangat terpukul saat kehilangan Tiara waktu itu."kata Jono yang mengingat bagaimana keadaan Lydia yang habis putus dengan Rayyan fitnah dari Rima dan yang terakhir kematian sepupu kesayangannya membuat Lydia terpuruk walaupun dia tersenyum didepan orang lain.


"Kak itu gak adil buat kak Anton, aku gak papa dibenci sama Lydia asal dia mau memaafkan kak Anton."kata Ryan.

__ADS_1


"Akan sangat sulit kalau kamu gak bisa mengambil hatinya, seandainya saat itu kamu sudah mengenal Lydia pasti kamu juga gak akan memaafkan kakakmu dengan apa yang sudah dia perbuat."kata Jono memandang kearah Anton.


"Kamu kenal dengan Tiara?"kata Anton.


"Aku kenal dengannya karena dia selalu bercerita semuanya padaku, tentangmu yang selalu mengabaikannya. Kamu yang selalu membuatnya menangis dibelakang Lydia karena Tiara gak mau Lydia sedih sebab saat itu Lydia sendiri sedang terpuruk. Lydia putus dengan Rayyan dan fitnah yang ditujukan padanya dan yang terakhir kecelakaan yang menimpa Tiara. Kamu tau kami dulu mencari penyebab kecelakaan Tiara ada yang memotong lem mobil Tiara tapi saat kami mengatakan pada polisi apa yang mereka katakan pada kami. Kamu tau mereka bilang itu murni kecelakaan."kata Jono menjelaskan panjang lebar membuat Anton dan keluarga yang lainnya terdiam.


"Maksutmu ada yang sengaja mencelakai Tiara?"kata Ryan.


"Iya kami yakin ada yang sengaja tapi kami juga gak menyangka kalau pihak polisi bilang itu murni kecelakaan padahal mereka tak menyelidiki kasus ini."kata Jono.


"Apa kalian gak bilang sama om Irwan soal ini?"kata Ryan.


"Om Irwan juga yakin jika itu juga kecelakaan yang dibuat tapi saat itu keadaan tante Intan dan Lydia yang gak bisa menerima kepergian Tiara membuatnya pasrah dengan penyataan kepolisian walaupun dia gak rela."kata Jono.


"Apa kamu masih ada bukti atau saksi soal kecelakaan itu?"kata Ryan.


"Buat apa?"kata Jono.


"Jika kamu bilang itu adalah kecelakaan yang disengaja bisa kita buka kembali kasus itu tapi sebelum itu kita cari bukti yang kuat. Kamu curiga dengan siapa? Kak apa Tiara punya musuh?"kata Ryan yang ingin membuka kembali kasus ini.


"Kita gak bisa membuka kasus ini tanpa persetujuan dari om Irwan."kata Jono.


"Kalau soal papa, biar aku saja yang bicara sama beliau."kata Ryan.


"Baiklah, aku tunggu kabar darimu baru setelah itu kita cari bukti."kata Jono.


"Kakak ikut bantu boleh?"kata Anton.


"Boleh tapi jangan sampai ada orang lain yang tau selain kita."kata Ryan.


"Kamu curiga sama kakak, Yan?"kata Anton.

__ADS_1


__ADS_2