
Lydia masuk ke dalam toko untuk mengantikan Ita, sudah waktunya dia berpindah kerja ke club. Lydia langsung mendekati Ita, Lydia menyuruhnya untuk bersiap-siap pulang.
"Ta, kamu bisa siap-siap sekarang, maaf ya gara-gara aku ada orang yang datang tak diundang kamu jadi telat."kata Lydia gak enak hati.
"Sudahlah gak papa, memangnya tadi ada apa kok terjadi keributan?"kata Ita.
"Biasalah memang dia suka mencari masalah."kata Lydia sambil menghera nafas.
"Maksutnya suka mencari masalah gimana?"kata Ita.
"Dia suka sama kak Rayyan tapi kak Rayyan cuek."kata Lydia.
"Maksut kamu perempuan itu gak suka kalau kamu ada hubungan sama kak Rayyan dan dia selalu mencari masalah dengan kamu."kata Ita.
"Iya gitu deh, sudah sana berangkat nanti kamu telat lagi sampai sana."kata Lydia.
"Tau gitu aku tadi kesana buat ngasih pelajaran buat mereka."kata Ita kesal dengan ketiga perempuan pembuat masalah.
"Sudah tadi dikasih pelajaran sama polisi yang tak sengaja melihat."kata Lydia.
"Serius kamu Ly?"kata Ita yang gak percaya.
"Kamu tadi memangnya gak liat ada satu pria yang memakai jaket itam tadi gak?"kata Lydia.
"Iya aku melihatnya, aku gak nyangka karma langsung menghampiri mereka."kata Ita.
"Sudah sana berangkat daripada dimarahi oleh bos kamu nanti."kata Lydia.
"Aku belum tau siapa bos pemilik club itu, yang aku tau hanya asistennya saja."kata Ita.
"Syukur dong kalau kayak gitu."kata Lydia.
"Syukur apa, asistennya sih ganteng tapi galaknya minta ampun."kata Ita.
"Itu tandanya kamu harus sabar."kata Lydia.
"Ya sudah aku berangkat dulu, kamu hati-hati kalau kerja."kata Ita.
"Kamu juga hati-hati."kata Lydia.
Lydia setelah ditinggal Ita lagsung saja melayani pembeli yang datang saat sudah larut malam. Keadaan toko sedang sepi teman-teman Lydia yang dari SMA datang. Mereka datang hanya untuk memastikan apa benar perkataan Clara dan Ziva itu benar. Saat mereka masuk toko ternyata memang benar kalau Lydia memang bekerja disana.
"Wah gak nyangka orang kaya dikelas kita dulu sekarang jadi pelayan toko."kata salah satu teman.
"Iya padahal dia dulu sok kecantikan banget tapi ternyata setelah lulus hidupnya malah menderita."kata Ziva.
__ADS_1
"Jangan-jangan ya waktu sekolah dia berlagak kaya tu jadi simpanan om om kaya."kata salah satu teman.
"Kayaknya iya deh."kata Clara sambil tersenyum sinis.
"Maaf kalian kesini atau mau gosip?"kata Lydia.
"Kenapa apa omongan kami ini benar makanya kamu takut kalau ketahuan sehingga mengusir kami?"kata Ziva.
"Aku gak takut sedikit pun, aku hanya gak enak saja sama pengunjung apa kalian gak liat dibelakang kalian itu ada orang yang sedang mengantri."kata Lydia sambil menunjuk kearah belakang mereka.
Mereka semua menghadap ke belakang dan benar saja dibelakang mereka ada pembeli yang mau membayar belanjaan mereka. Mereka langsung saja belanjak dari sana, saat mereka berjalan keluar terdengar celetukan dari pembeli yang mengantri itu.
"Gak beli saja sok sokan."kata pembeli itu membuat mereka kesal sedang Lydia malah tersenyum.
"Maaf karena membuat kalian tak nyaman."kata Lydia.
"Memangnya mereka itu siapa?"kata pembeli itu.
"Mereka teman sekolah saya dulu."kata Lydia.
"Teman kok memfitnah orang kayak gitu?"kata pembeli.
"Gak papa, memang mereka kayak begitu. Saya sudah terbiasa."kata Lydia.
"Iya, jadi semua totalnya 55000."kata pembeli itu.
"Uangnya pas ya mbak, ini resi belanjanya. Terimakasih karena sudah datang ke toko kami."kata Lydia.
Hari ini Lydia selain lelah badan tapi pikiran juga tadi Rima dan kedua temannya. Setelah itu agak malam teman SMAnya datang dengan menganggu dirinya untung saja dia masih diberi kesabaran kalau tidak mungkin dia sudah memaki mereka semua. Untungnya lagi setelah itu tak ada yang menganggunya lagi sampai dia pulang.
Beda lagi dengan Rayyan yang baru pulang dari Rumah Sakit langsung saja pulang ke rumah orangtuanya. Sampai disana dia langsung disambut oleh mamanya yang dari tadi mondar mandir diteras karena dia takut jika Rayyan tak pulang ke rumah lagi seperti kemarin.
Rayyan yang melihat mamanya setelah memarkirkan mobilnya digarasi langsung saja berjalan menemuinya. Rayyan berpikir jika mamanya sedang menunggu papanya yang belum pulang.
"Ma, ngapain malam-malam begini berdiri disini?"kata Rayyan.
"Mama menunggu kamu pulang."kata mama Dahlia.
"Ngapain mama menungguku?"kata Rayyan.
"Kamu itu dari kemarin 'kan mama bilang suruh pulang tapi kamu gak pulang."kata mama Dahlia.
"Ma, kemarin tu aku capek banget karena kemarin ada kecelakan lalu lintas."kata Rayyan.
"Lalu apa hubungannya sama kamu?"kata mama Dahlia.
__ADS_1
"Ma, aku tu dokter kalau ada kecelakaan pasti bertugas untuk merawat mereka."kata Rayyan.
"Ya sudah ayo masuk kamu sudah makan malam belum?"kata mama Dahlia.
"Belum ma, aku lapar. Mama masak apa?"kata Rayyan yang menikuti mamanya dari belakang.
"Mama masak makanan kesukaanmu, kamu makan dulu habis itu kita bicara."kata mama Dahlia.
"Memang mau bicara soal apa ma?"kata Rayyan yang penasaran apa yang mau dikatakan oleh orangtuanya.
"Nanti juga kamu akan tau sendiri."kata mama Dahlia.
Rayyan tak bertanya pada mamanya lagi, dia berpikir setelah makan maka mereka akan mengatakan langsung padanya sendiri. Walaupun sekarang dia bertanya mamanya tak akan mau mengatakannya. Selesai makan Rayyan menemui kedua orangtuanya yang berada diruang keluarganya. Papanya sedang membaca koran sedangkan mamanya sedang menonton tv kesukaannya.
"Ma, pa."kata Rayyan.
"Sini duduk sayang, ada yang mau papa kamu bicarakan."kata mama Dahlia.
"Papa mau bicara apa?"kata Rayyan yang duduk disamping mamanya.
"Papa dengar dikampus kamu punya kekasih apa benar?"kata papa Hans.
"Papa tau dari siapa aku punya kekasih?"kata Rayyan.
"Kamu gak perlu tau papa tau darimana, papa hanya tanya apa benar kamu punya kekasih dikampus?"kata papa Hans.
"Kamu tinggal jawab saja punya atau tidak."kata mama Dahlia.
"Aku punya kekasih memangnya ada apa pa?"kata Rayyan.
"Papa mau kamu bawa dia kesini, papa ingin mengenalnya lebih dekat."kata papa Hans.
"Aku gak yakin kalau dia bisa kesini."kata mama Dahlia dengan sinis.
"Apa maksut mama?"kata Rayyan.
"Bukannya dia bekerja ditoserba?"kata mama Dahlia.
"Mama tau darimana dia bekerja disana?"kata Rayyan kaget.
"Adalah kamu gak perlu tau siapa yang memberitau mama, yang terpenting kamu bawa gadis itu kemari."kata mama Dahlia.
"Nanti kalau aku gak sibuk akan bawa dia kemari."kata Rayyan.
Kedua orangtua itu hanya bisa menghera nafas dan memikirkan cara agar Rayyan memutuskan kekasihnya dan mereka akan menjodohkan dengan Rima yang benar-benar dari keluarga yang terpandang dan akan menaikkan derajat keluarga mereka daripada dengan seorang perempuan dari keluarga miskin dan bukan gadis baik-baik pula.
__ADS_1