Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Tentang Qilla


__ADS_3

"Makasih ya, Na," ucap Qilla, setelah turun dari mobil Nina.


"Iya, kalau gitu gue duluan ya dah Qilla," pamit Nina.


"Dah, hati-hati ya," ucap Qilla dan setelah itu mobil yang dikendarai Nina pun melenggang pergi meninggalkan halaman rumah Qilla.


Qilla pun masuk ke dalam rumah dan melihat di ruang tamu yang ternyata bukan hanya ada mama, tapi juga tamu Mama mungkin karena Qilla tidak tahu siapa mereka, "Ada apa Mama kok nyuruh Qilla pulang?" tanya Qilla.


"Duduk dulu sayang, kamu kan batu aja pulang kerja," ucap Mama Qilla dan membuat Qilla menatap Herna ke arah Mamanya.


"Ini loh jeng anak saya anaknya Qilla, Qilla kenalin ini jeng Amrita temannya Mama dan ini anaknya jeng Amrita namanya Diky," ucap Mama Qilla dan Qilla langsung paham dengan situasi yang ada saat ini.


"Salam kenal tante," ucap Qilla.


"Cantik ya anaknya jeng, cocok nih kayaknya sama anak saya," ucap Bu Amrita.


"Iya dong, mereka berdua pasti kelihatan cocok banget ya kan, lagian anak saya ini juga dokter lagi di Daiva loh, jeng tahu kan kalau rumah sakit Daiva itu salah satu rumah sakit terbaik loh di negeri ini," ucap mama Qilla.


"Anak saya juga pengacara pasti perpaduan yang bagus kalau Qilla sama anak saya Diky menikah deh," ucap Bu Amrita.


"Ya gaklah tante, saya itu dari dulu pengen banget punya pasangan yang satu profesi sama saya kalau anak tante kan beda jadi gak bakal cocok lagian anak tante juga bukan tipe saya. Saya itu suka cowok yang kelihatan bad boy gitu kalau anak tante kan kelihatan banget anak penurutnya. Mana kelihatan anak Mama lagi," ucap Qilla dan kalimat terakhir Qilla ucapkan dalam hati.


"Qilla," tegur Mama Qilla.

__ADS_1


"Loh kenapa emangnya kan bener, Qilla gak suka sama pengacara, hakim atau jaksa gitu soalnya kurang menantang aja, sama penampilannya juga kurang hot menurut Qilla," ucap Qilla.


"Tapi, gaji anak saya besar loh bahkan gaji dokter aja kalah gak akan miskin kamu kalau sama anak saya," ucap Bu Amrita.


"Iya gak akan miskin sih saya juga percaya itu kan keluarga tante juga kayak raya banget, saya minta rumah juga gak akan habis utangnya ya kan, tapi saya mah gak mau karena nanti yang ada saya malah kena tekanan batin lagi terus depresi stres dan meninggal, soalnya kalau ada masalah pasti dikit-dikit keluarga besar harus ikut campur gak ah. Ini udah kan ya kalau begitu saya ke kamar dulu ya semuanya karena saya harus istirahat," pamit Qilla.


Qilla pun pergi menuju kamarnya, "Jeng anakmu kok gak sopan gitu sih," ucap Bu Amrita.


"Maaf ya jeng, mungkin Qilla nya lagi capek kapan-kapan deh kita ketemu lagi terus kita bahas soal pernikahan Qilla sama nak Diky," ucap Mama Qilla.


"Beneran ya jeng," ucap Bu Amrita.


"Iya jeng," ucap Mama Qilla.


Setelah Bu Amrita pulang barulah Mama Qilla menghampiri Qilla yang ada di dalam kamarnya dan ternyata Qilla sudah selesai mandi dan saat ini tengah santai dengan memainkan ponselnya, "Apa maksud kamu?" tanya Mama Qilla.


"Kenapa kamu bikin malu Mama? harusnya kamu gak ngomong kayak gitu di depan Bu Amrita," tanya Mama Qilla.


"Oh ini masih bahas Bu Amrita, Qilla bebas kan mau bersikap apapun ke Bu Amrita sama kayak Mama bersikap bebas ke Qilla," ucap Qilla.


"Kamu tahu gara-gara kamu Mama malu," ucap Mama Qilla.


"Mama tahu gara-gara Mama Qilla bisa gila, Qilla capek Ma harus sempurna di hadapan Mama dan temen-temen Mama, sekarang Qilla tahu kenapa Papa milih pergi dari Mama karena obsesi Mama yang harus sempurna itu yang buat Papa gak betah sama Mama dan milih pergi dan juga soal Papa tiri yang minta ceria ya karena sikap Mama yang memuakkan ini," ucap Qilla.

__ADS_1


Plak...


Tamparan dari sang Mama membuat Qilla terdiam begitupun dengan Mama Qilla karena ini adalah pertama kalinya Qilla mendapatkan kekerasan dari sang Mama, "Mama nampar Qilla, Qilla bener-bener kecewa sama Mama. Ah satu lagi kalau mau nampar harusnya dari dulu biar Qilla cepet sadar kalau Qilla gak betah tinggal sama Mama, untungnya Jeffry tinggal di asrama kalau dia tinggal sama kita, Qilla yakin langsung nekat bunuh diri dia," ucap Qilla dan keluar dari rumah.


Inilah kehidupan asli Qilla yang hanya diketahui Qilla, selama ini semua orang yang kenal dengan Qilla hanya tahu Qilla hidup di keluarganya yang berkecukupan dengan keharmonisan yang selalu melekat pada dirinya dan keluarganya. Namun, semua itu hanya tipuan belaka, sang Papa telah pergi entah kemana bersama kakak laki-laki Qilla dan meninggalkan Qilla bersama adiknya yang baru kelas 1 SMA. Selain itu, sang bunda juga telah menikah kembali, tapi beberapa bulan yang lalu mereka bercerai pernikahan kedua Mamanya tidak sampai 1 tahun. Rea dan Nina hanya tahu mengenai Papa kandung Qilla dan tidak mengetahui mengenai Papa tiri Qilla karena memang Qilla menutupi semuanya bahkan saat Mama nya telah bercerai Qilla tidak memberitahu mereka dan setiap kali Rea dan Nina tanya mengenai Papa kandungnya maka Qilla akan mengatakan jika Papanya bekerja di luar negeri dan tidak bisa pulang karena pekerjaannya dan untungnya Rea dan Nina percaya kan hak itu. Qilla tidak memberitahukan hal itu karena Qilla merasa malu dengan Rea dan Nina yang memiliki keluarga lengkap bahkan mereka sangat bahagia dengan keluarga mereka dan hal itu membuat Qilla iri.


Ingat saat Qilla pergi begitu saja dan mengharuskan Rea yang menggantikannya dan dimana Rea marah besar pada Qilla, saat itu adik Qilla Jeffry terkena masalah di sekolahnya sehingga Qilla harus menyelesaikannya karena sang Mama yang tidak mau ikut campur mengenai urusan tersebut. Meskipun keluarganya hancur, tapi Qilla bahagia karena ia dikelilingi orang yang sayang dengannya bahkan Qilla sudah terbiasanya seolah-olah Qilla adalah anak yatim piatu. Inilah tentang Qilla yang belum diketahui semua orang dan Qilla akan terus mengubur semua informasi mengenai hal itu, bukankah ini termasuk aib keluarga yang tidak patut untuk di beritahu pada siapapun. Qilla sendiri juga sering bertengkar dengan sang Mama dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah lalu memutuskan untuk ke rumah sakit dan tidur di ruang istirahat.


"Lo bisa, La. Lo udah terbiasa kan pergi dari rumah kayak gini," gumam Qilla.


Beberapa saat kemudian, Qilla sampai di cafe yang ada di dekat rumah sakit, "Loh dokter Qilla kok ada di sini?" tanya Tasya.


"Iya nih, lagi pengen minum yang dingin-dingin," ucap Qilla.


"Dokter Qilla ada jadwal ya hari ini?" tanya Tasya.


"Gak sih, tapi cuma pengen ke sini aja," ucap Qilla.


Setelah memesan minuman Qilla pun menuju rumah sakit dan istirahat di ruang istirahat, "Gue mau nyerah, tapi kalau gue nyerah terus gue mati gimana, iya kalau gue masuk surga kalau gue masuk neraka gimana, mana gue belum nikah lagi. Gue kan juga pengen ngerasa dibucinin sama suami gue terus nanti punya anak yang ganteng sama cantik. Ish, mantap betul haluan gue dah," gumam Qilla.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2