Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Obsesi


__ADS_3

Saat ini Rea tengah mengistirahatkan tubuhnya setelah menyusui baby twins, "Capek ya sayang?" tanya mama Dira.


"Iya, Ma," ucap Rea dan tersenyum.


"Karena nyusui dua bayi ya jadi capek banget," ucap mama Dira.


"Tiga ma, kan baby Lea masih asi eksklusif," ucap Rea.


"Hehehe, iya. Tapi, lebih sakit waktu baby Lea atau yang baby twins?" tanya mama Dira.


"Yang baby twins sih ma," ucap Rea.


"Yaudah, kamu istirahat aja dulu," ucap mama Dira dan diangguki Rea.


Rea hanya merebahkan tubuhnya, ia tidak menutup matanya karena ia tidak bisa menutup matanya dan lebih memilih melihat baby twins yang sedang di gendongan Alan dan ayah Argi. Untuk baby Lea berada di gendongan papa Aldi, entahlah mereka tengah berbicara apa yang jelas papa Aldi menjawab semua ucapan baby Lea yang tidak jelas itu.


"Gila, anak kalian berdua yang cowok ganteng banget," ucap Ryan.


"Iya, gak kebayang kalau nanti gedenya gimana," ucap Nina.


"Nanti kalau udah gede nikahnya sama anak gue aja ya, gapapa kok kalau cowoknya lebih muda satu tahun," ucap Qilla.


"Jangan dong, sama anak gue aja," ucap Sivia.


"Gak bisalah, nanti sama Erika," ucap Ryan.


"Yang," rengek Sivia, saat melihat Alvin yang hanya diam saja.


"Huh, dahlah ngalah aja nanti anaknya Alan sama Kyra aja," ucap Alvin, dengan malas tentunya.


"Nanti, cucu papa mau papa jodohin sama anaknya Nando," ucap Alan.


"Loh kenapa gitu om?" tanya Ryan.


"Ya biar nanti cucu papa jadi menantu yang kaya raya," ucap papa Aldi.


"Nah setuju," ucap atau Argi.


"Emangnya anaknya Nando cewek? kalau ternyata anaknya Nando cowok gimana om?" tanya Ryan.


"Kalau itu mah gampang kan masih bisa cari yang lain," ucap papa Aldi.


"Betul itu, terus kalau anaknya Nando cowok, yang kembarannya ini baru kita jodohin sama anaknya Nando," ucap ayah Argi.


"Alan terserah anaknya aja," ucap Alan.


"Nah itu aku setuju," ucap Rea.


"Oh iya ngomong-ngomong, anak kalian namanya siapa?" tanya papa Aldi.


"Iya, sampe lupa mau tanya namanya," ucap bunda Nara.


Alan pun menatap semua orang di sana dan berganti menatap Rea, "Kakaknya namanya Danial Aziel Dhananjaya dan adiknya namanya Daisy Ariel Dhananjaya," ucap Alan.


"Bagus banget namanya," ucap bunda Nara.


"Iya namanya bagus terus panggilannya Nial sama Daisy, gimana?" tanya mama Dira.


"Iya bagus tante," ucap Ryan.

__ADS_1


"Sumpah, hidung anak lo semuanya sama kayak lo," ucap Ryan.


"Iya, mancung banget," ucap Qilla.


"Itu namanya bibit unggul," ucap Alan.


.


Saat ini di ruang rawat inap hanya ada Rea, Alan dan kedua bayi kembarnya. Sedangkan, baby Lea di bawa sama bunda Nara, kata bunda Nara tidak tega melihat baby Lea di rumah sakit, Alan dan Rea setuju-setuju saja karena mereka juga takut baby Lea sakit jika di rumah sakit.


"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Alan, karena sedari tadi Rea tidak ingin memakan makanan rumah sakit.


"Aku mau makan ayam goreng deh," ucap Rea.


"Kok makan ayam goreng sih, makan salad mau?" tanya Alan.


"Masa salad lagi, gimana kalau makan yang lain," ucap Rea.


"Apa, tapi jangan yang aneh-aneh ya," ucap Alan.


"Yaudah deh, buah aja," ucap Rea.


"beneran?" tanya Alan dan diangguki Rea.


"Eh, makan bubur kantin rumah sakit aja deh, di sana enak loh kalau kamu gak tau kamu tanya ke Nina aja dia tau kok," ucap Rea.


"Emang beda ya rasanya sama bubur ini?" tanya Alan dan menunjuk bubur yang tadi di bawah perawat.


"Beda, yang ini lebih hambar," ucap Rea.


"Aku tinggal bentar ya buat beli buburnya, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin aku," ucap Alan dan diangguki Rea.


Alan pun keluar kamar dan membelikan Rea bubur di kantin rumah sakit. Sementara itu, Rea tengah menunggu Alan dengan memperhatikan bayi kembarnya yang tidur di box bayi, "Lucu banget sih anak-anak bunda," gumam Rea.


Dengan kecepatan tinggi Rea pun turun dari bangsal dan menghadang dokter Sandra yang menuju box bayi, "Ada apa dokter Sandra kesini?" tanya Rea.


Rea sangat takut saat ini apalagi dengan tatapan dokter Sandra yang sangat menakutkan bagi Rea, Rea ingin menghubungi Alan, tapi ponselnya berada di meja seberang bangsalnya jika ia mengambil ponselnya maka ia tidak yakin anak-anaknya akan baik-baik saja, "Ada apa dokter Sandra kesini?" tanya Rea lagi.


"Selamat atas kelahiran bayi kembar dokter Rea, saya di sini hanya ingin mengunjungi dokter Rea dan bayi kembar dokter Rea saja," ucap dokter Sandra.


"Iya, terima kasih atas kunjungannya," ucap Rea.


"Apa saya boleh menggendong bayinya?" tanya dokter Sandra.


"Maaf, bukannya saya menolak atau bagaimana, tapi anak saya baru saja tidur dan jika di gendong takutnya akan bangun dan menangis, jadi sekali lagi maaf saya tidak memperbolehkan dokter Sandra menggendong anak saya," ucap Rea dan diangguki dokter Sandra.


"Saya mengerti kok, kalau memang tidak bisa yasudah saya kan gendong secara paksa," ucap dokter Sandra dan berlari untuk mengambil anak Rea.


Rea dengan cepat pun mendorong tubuh dokter Sandra agar menjauhi anaknya, "Jangan sembarangan ya dokter Sandra," ucap Rea.


"Saya tidak sembarangan, saya hanya ingin menggendongnya saja," ucap dokter Sandra.


"Dokter Sandra bisa datang saat anak saya bangun, tapi ini anak saya baru saja tidur dan tidak mungkin di gendong karena takut bangun, harusnya dokter Sandra mengerti bukan," ucap Rea.


"Halah, gak peduli gue," ucap dokter Sandra dan mendorong Rea hingga terjatuh di lantai.


"Dokter Sandra!" pekik Ryan dan menghampiri dokter Sandra yang sebentar lagi akan mengambil bayi kembar tersebut.


Tenang Ryan tidak sendirian, tapi ia bersama Alan dan Alvin. Alan pun menghampiri Rea Adan membantu Rea berdiri, "Kamu gapapa sayang, ayo aku bantu ke bangsal," ucap Alan dan merebahkan tubuh Rea ke bangsal tak lupa ia juga memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Rea.

__ADS_1


Sedangkan, dokter Sandra saat ini sudah berada di luar ruangan, "Lepasin gak," ucap dokter Sandra.


"Apa yang dokter Sandra lakukan benar-benar keterlaluan," ucap Ryan.


"Saya gak peduli, yang terpenting kapten Alan harus sama saya," ucap dokter Sandra.


"Dokter Sandra harusnya sadar, apa yang dokter Sandra rasain itu bukan cinta, tapi obsesi," ucap Alvin.


"Alah, ngaku aja kalau sersan Alvin belum bisa move on dari saya bukan," ucap dokter Sandra.


"Sangat salah, saya sudah move on bahkan saya sudah bahagia bersama anak dan istri saya, saya justru menyesal karena pernah menyukai dokter Sandra dulu ah lebih tepatnya kagum sih, tapi sekarang saya justru bahagia karena tidak bersama dengan dokter Sandra," ucap Alvin.


"Bohong," pekik dokter Sandra.


"Untuk apa saya bohong," ucap Alvin.


"Lepas," terikat dokter Sandra.


"Sandra," panggil seorang laki-laki.


"Kapten Timothy," sapa Ryan.


"Kenapa kapten ada di sini?" tanya Alvin.


"Saya ingin menjemput Sandra," ucap Timothy.


"Menjemput?" tanya Alvin.


"Iya, saya akan menikah dengan Sandra karena perjodohan dan saat ini juga Sandra tenaga hamil anak saya," ucap Timothy.


"Kapan nikahnya?" tanya Ryan.


"Kalian tidak tau berita mengenai saya?" tanya Timothy.


"Tunggu bukannya beberapa bulan yang lalu kapten Timothy dipecat?" tanya Ryan dan diangguki Timothy.


"Apa karena ini?" tanya Ryan.


"Tidak, tapi karena masalah lain, saya juga akan membawa Sandra ke luar negeri dan memulai hidup bersama, saya juga akan pastikan Sandra tidak akan mengganggu kalian lagi, kalau begitu saya permisi," ucap Timothy.


"Gue gak mau sama lo, gue mau sama kapten Alan," ucap dokter Sandra dan dihiraukan Timothy.


"Lo tau kenapa kapten Timothy bisa dipecat? apalagi gue dengernya dia dipecat secara tidak hormat?" tanya Ryan.


"Mana gue tau," ucap Alvin, lalu pergi menuju ruang rawat inap Rea.


"Astaga, Yan. Nasib lo gini banget punya dua sahabat dan dua-duanya kena sariawan," gumam Ryan.


Disisi lain, Alan pun melepaskan genggamannya setelah melihat Rea yang mulai tenang dan dokter pun sudah memeriksa Rea, untungnya saja tidak terjadi masalah yang serius pada Rea. "Makan ya," ucap Alan dan mengambil bubur yang tadi ia beli.


"Tapi, gak nafsu," ucap Rea.


"Dikit aja, dari tadi belum makan loh," ucap Alan dan diangguki Rea. Setelah itu pun Rea memakan bubur tersebut, meskipun hanya dikit.


Alvin dan Ryan masuk ke dalam ruang rawat inap tersebut, "Kalian tunggu di luar dulu deh nanti gue samperin," ucap Alan dan diangguki kedua sahabatnya itu.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2