Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Sekali Aja, Re.


__ADS_3

Saat ini Rea berada di kamar mandi dengan mengusap tengkuk Alan, bagaimana tidak tiba-tiba saja Alan mual dan muntah-muntah, "Kayaknya kamu yang ngalamin morning sickness deh," ucap Rea.


"Kayaknya iya deh," ucap Alan.


"Aku udah hamil dua kali, tapi aku gak pernah ngalamin morning sickness terus justru kamu terus yang ngalamin," ucap Rea.


"Bagus dong, itu artinya kamu gak perlu ngerasain sakit kayak gini," ucap Alan.


"Emang sakit banget ya?" tanya Rea.


"Gak sakit banget juga sih, tapi ya sakit dan gak enak rasanya makanya aku bersyukur yang ngerasain itu aku. Aku gak kebayang kalau kamu yang ngerasain," ucap Alan.


"Yaudah, kamu istirahat dulu gih biar aku bikinin teh anget," ucap Rea.


Baru saja akan melangkah tiba-tiba tangannya ditahan oleh Alan, "Kamu gak usah kemana-mana, kamu di sini aja. Aku gapapa kok," ucap Alan.


Mau tidak mau Rea pun membaringkan tubuhnya di samping Alan dan memeluk Alan serta tak lupa ia juga mengusap punggung Alan hingga Alan kembali terlelap.


Pagi harinya Rea membuka matanya dan merasakan seseorang yang memeluknya erat, Rea pun menatap orang tersebut yang tak lain adalah suaminya sendiri, "Selamat pagi cantik," sapa Alan dan mengecup bibir Rea.


"Selamat pagi juga, kamu siap-siap gih, aku mau masak buat kamu," ucap Rea.


"Kayak gini aja dulu, aku masih nyaman soalnya," ucap Alan dan semakin menelusupkan wajahnya pada dada Rea.


Rea pun mengusap lembut rambut Alan, "Udah mendingan atau masih ngerasa mual?" tanya Rea.


"Udah mendingan kok," ucap Alan.


Beberapa saat kemudian, Alan pun akhirnya bangun dan Rea segera pergi menuju dapur untuk memasak dan setelah semuanya selesai area menyiapkan baju untuk Alan dan kembali ke meja makan hingga beberapa saat kemudian Alan datang dengan seragam dinasnya. Mereka pun sarapan dengan tenang dan setelah itu Rea pun keluar rumah untuk mengantar Alan.


"Nanti aku ke rumahnya Qilla gapapakan?" tanya Rea.


"Sayang, kamu kan lagi hamil masa kamu sendirian ke rumahnya Qilla, nanti ya nunggu setelah aku pulang," ucap Alan.


"Tapi, aku pengennya habis ini," ucap Rea.


"Sayang, sama aku ya," ucap Alan.


"Gapapa, aku kan biasanya juga sendirian," ucap Rea.


"Yaudah deh, tapi kalau ada apa-apa kamu kabarin ke aku ya," ucap Alan dan diangguki Rea.


Alan pun pergi dan Rea segera bersiap-siap untuk ke rumah Qilla, entahlah Rea tiba-tiba ingin bertemu dengan Qilla dan memeluk Qilla. Setelah semua persiapan selesai Rea pun berangkat naik taksi yang sudah ia pesan sebelumnya, "Sekarang kita ke rumahnya aunty Qilla ya, sayang," ucap Rea, pada baby Lea yang sudah berceloteh ria di gendongannya.


Beberapa saat kemudian, Rea pun sampai di rumah Qilla, "Qilla! gue kangen banget sama lo," ucap Rea dan memeluk Qilla.


Qilla yang menjaga Erika di depan rumah lun terkejut dengan kedatangan sahabatnya ini apalagi tiba-tiba Rea memeluknya, "Kayaknya kemarin kita ketemu deh, Re. Masa lo udah kangen aja sama gue," ucap Qilla.


"Namanya juga kangen, La," ucap Rea.


"Aneh deh lo," ucap Qilla.


"Siapa Qilla? eh ada Rea masuk sini," ucap mama Ryan.

__ADS_1


"Makasih tante, saya di sini aja ini Lea biar main sama Erika," ucap Rea.


"Yaudah, kalau gitu tante tinggal masuk ke dalam rumah ya," ucap mama Ryan dan diangguki Rea.


"Mamanya sersan Ryan masih tinggal di sini?" tanya Rea.


"Iya, soalnya gue masih belum berani berdua sama Erika kalau Ryan kerja," ucap Qilla.


"Ihhh, gue juga pengen tinggal sama mamanya mas Alan deh," ucap Rea.


"Yaudah, suruh mertua lo tinggal sama lo kalau gitu," ucap Qilla.


"Gak bisa dong, kan mamanya mas Alan itu lagi nemenin papanya mas Alan kerja di Norwegia mungkin beberapa hari lagi baru balik," ucap Rea.


"Kayaknya dari dulu di Norwegia terus deh," ucap Qilla.


"Mereka itu bolak balik," ucap Rea dan diangguki Qilla.


"Btw, kenapa lo kok ke rumah?" tanya Qilla.


"Gue kangen sama lo, gue tiba-tiba aja pengen meluk lo," ucap Rea.


"Ini ceritanya lo ngidam?" tanya Qilla.


"Mungkin," ucap Rea.


Mereka pun terus mengobrol dan tak terasa sudah siang hari, "Gue pulang deh ya," ucap Rea.


"Kenapa pulang?" tanya Qilla.


"Yaudah, kalau gitu mau gue anter?" tanya Qilla.


"Gak usah, gue udah pesen taksi kok," ucap Rea dan diangguki Qilla.


Rea pun masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan dan menuju rumahnya, tapi ia teringat jika beberapa bahan makanannya habis dan ia pun memutuskan untuk ke minimarket terdekat dan membeli bahan makanan dan juga popok untuk baby Lea. Saat akan mengambil popok tiba-tiba seseorang memanggilnya dan Rea pun menatap orang tersebut.


"Hai Rea," sapa orang tersebut.


"Riko," ucap Rea, yang tidak percaya dengan kedatangan Riko.


"Iya, gimana kabar kamu? udah lama ya gak ketemu," tanya Riko.


"Ka-kabar aku baik kok, iya udah lama gak ketemu," ucap Rea.


"Ini anak kamu ya, cantik ya anak kamu sama suami kamu," ucap Riko.


"Iyalah kan ayahnya aja ganteng jadi anaknya juga cantik," ucap Rea.


"Bundanya juga cantik kok," ucap Riko.


"Bisa aja," ucap Rea.


"Udah dulu ya aku harus pulang karena anakku udah ngantuk," ucap Rea dan menuju kasir setelah itu Rea memilih untuk pergi.

__ADS_1


Tapi, sayang seribu sayang belum sempat Rea menghentikan taksi tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang dan membuat Rea membalikkan tubuhnya, "Ada apa ya?" tanya Rea dan berusaha melepaskan tangannya.


"Maaf, kau cuma am ngobrol aja. Ehm, mungkin kita bisa ngobrol santai di cafe sebelah?" tanya Riko.


"Maaf, aku gak bisa. Aku harus pergi," ucap Rea.


"Sekali aja, Re. Gue sebentar lagi bakal ke Amerika buat move on, jadi please ya mau," ucap Riko.


Akhirnya Rea pun mau apalagi setelah melihat raut wajah Riko yang melas, Rea dan Riko pun mulai mengobral mengenai masa lalu lebih tepatnya Riko sih karena Rea hanya mendengarkan ceritanya dengan malas. "Ko, ini udah mau sore aku pulang ya," ucap Rea.


"Tapi, kita masih baru aja ngobrol," ucap Riko.


"Kamu ngajak ngobrol siapa gitu," ucap Rea.


"Kamu gak nyaman ya sama aku?" tanya Riko.


"Iya, itu udah tau. Gue duluan ya," ucap Rea. Bahkan Rea sudah memanggil Riko menggunakan lo-gue.


"Gue anter ya," ucap Riko.


"Gak usah, gue bisa pulang sendiri," ucap Rea.


"Please," ucap Riko.


"Gak usah, gue gak nyaman sama lo harusnya lo ngerti itu," ucap Rea.


"Sekali aja," ucap Riko.


"Oke, tapi setelah itu jangan ganggu hidup gue lagi," ucap Rea dan diangguki Riko. Saat akan berdiri tiba-tiba seseorang menghubunginya.


Halo, dimana kamu sayang? udah pulang dari rumahnya Qilla?


^^^Halo, udah kok ini mau pulang^^^


Udah dimana kamu?


^^^Ini masih di rumahnya Qilla kok^^^


Mau aku jemput?


^^^Ehm, gak usah deh kan aku bisa pesen taksi^^^


Yaudah, hati-hati ya, nanti kalau sampai rumah kabarin


^^^Iya, dadah^^^


Setelah mendapat telepon dari Alan, Rea pun pulang bersama Riko. Selama di dalam mobil tidak ada pembicaraan diantara keduanya hingga beberapa saat kemudian, mereka berdua pun sampai di depan komplek rumah Rea, "Beneran gak mau aku antar sampai depan rumah kamu?" tanya Riko.


"Gak usah, gue gak mau lagi ada urusan sama lo, gue harap lo tau diri," ucap Rea dan keluar dari mobil Riko.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2