Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Semua Ini Salah Lea


__ADS_3

"Pasien mengalami kecelakaan dan untung tidak parah hanya saja perutnya mengalami benturan cukup keras sehingga membuatnya tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan hebat, tapi untung saja keadaan pasien sekarang mulai stabil, tapi....," ucap dokter Karin.


"Pendarahan," ucap bunda Rea.


"Iya, karena pasien mengalami pendarahan hebat dan saya juga meminta maaf karena benturan yang dialami pasien tadi sehingga janin yang dikandung pasien tidak dapat terselamatkan. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain," ucap dokter Karin.


"Apa! istri saya hamil dok?" tanya Noah.


"Iya pak, pasien tengah hamil, sepertinya pasie tidak tau jika ia hamil. Untuk saat ini pasien butuh beristirahat agar masa pemulihannya cepat dan mungkin akan merasakan sakit karena rahim pasien baru dibersihkan," ucap dokter Karin.


"Dokter Karin gak bercanda kan hiks hiks," ucap Rea.


Rea menangis sejadi-jadinya karena ia tidak dapat menahan sesak di dadanya mendengar putri cantiknya mengalami keguguran, "Saya tidak bercanda dokter Rea, kalau begitu saya permisi. Kalian bisa menjenguk pasien, tapi jangan terlalu ramai ditakutkannya mengganggu pasien," ucap dokter Karin dan pergi.


Semua orang yang ada di sana terpukul mendengar kabar jika Lea mengalami keguguran, "Ayo kita masuk, kita lihat keadaan Lea," ucap ayah Alan, yang menyadarkan Noha dan bunda Rea dari lamunannya.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut, "Lea," panggil Noah dan memeluk Lea yang tengah menatap depan dengan tatapan kosong.


"Sayang," panggil Noah, karena tidak mendapat balasan dari Lea.


Lea tidak merespon apapun dan justru menangis, Noah yang melihat Lea menangis pun memeluk kembali Lea dan berusaha untuk menenangkan istrinya itu, "Sayang, jangan nangis ya," ucap Noah dan mengusap lembut punggung Lea.


"Lea pasti butuh istirahat, lebih baik kita semua pergi dan biarin Lea istirahat," ucap ayah Alan dan diangguki semua orang yang ada di sana.


Noah pun merebahkan tubuh Lea saat melihat Lea sudah menutup matanya, "Sehat-sehat ya sayang, jangan kayak gini. Aku gak tega lihatnya," gumam Noah dan mengecup pelipis Lea.


Noah tidak keluar, ia berada di kursi yang ada di sebelah brankar Lea, Noah mengusap lembut tangan Lea bahkan beberapa kali mengecup tangan Lea.


Noah tetap setia berada di samping Lea yang sampai saat ini belum sadarkan diri, "Sayang, bangun," gumam Noah dan kembali mengecup tangan Lea.


"Noah," panggil lirih seseorang dari belakang Noah.


"Mommy," panggil Noah.


Noah terkejut saat melihat mommy Emma dan daddy Albert, Noah sampai lupa mengabari orangtuanya karena menunggu Lea sadar.


"Gimana keadaan menantu mommy?" tanya mommy Emma.


Noah pun menceritakan semuanya pada mommy Emma dan hal itu membuat mommy Emma menangis saat melihat Lea. Sejak tadi Mommy Emma dan Daddy Albert panik karena mendapat kabar dari besannya jika Lea masuk ke rumah sakit dan dengan cepat mereka berdua pun ke rumah sakit dan mendapatkan berita yang menyesakkan bagi mereka.


Saat ini ruang rawat inap Lea sudah ada keluarga Lea dan Noah, tapi sampai sekarang Lea juga belum sadarkan diri, "Kak Lea lama ya bangunnya," ucap Daisy.


"Eungh," lenguh Lea, yang membuat semua orang menatap brankar.


"Sayang," panggil Noah dan mengusap lengan Lea.


"Ha...us," ucap Lea, dengan pelan. Tapi, untung saja Noah masih dapat mendengarnya.

__ADS_1


"Sayang, gimana keadaan kamu? ada yang sakit?" tanya Mommy Emma.


"Gak kok mom," ucap Lea.


"Kamu istirahat aja dulu," ucap Noah.


"Aku pengen duduk," ucap Lea.


"Yaudah, ayo aku bantu," ucap Noah dan membantu Lea untuk duduk.


"Ayah udah panggil dokter Karin, sebentar lagi dokter Karin datang," ucap ayah Alan.


Benar saja tak lama kemudian dokter Karin pun masuk ke dalam ruang rawat tersebut dan memeriksa Lea, "Apa ada yang sakit?" tanya dokter Karin.


"Perut bagian bawah dok," ucap Lea.


"Hal itu wajar kok, kamu jangan banyak gerak dulu ya. Kamu istirahat yang banyak biar kondisi kamu membaik dan yang terpenting jangan stress dan mikirin hal-hal yang berakibat buruk bagi kesehatan kamu," ucap dokter Karin.


"Iya dok," ucap Lea.


"Baik, kalau begitu saya permisi," ucap dokter Karin dan pergi dari ruang rawat inap tersebut.


"Sayang," panggil Noah, saat melihat tatapan kosong Lea.


"Kenapa kak?" tanya Lea.


Sejujurnya Noah ingin bertanya pada Lea mengenai semuanya, bagaimana bisa Lea keluar dari rumah tanpa berpamitan padanya.


"Mau buah?" tanya bunda Rea, saat melihat Lea yang melihat meja di sebelah brankarnya.


"Iya," ucap Lea.


"Mau buah apa?" tanya Noah.


"Melon boleh?" tanya Lea.


"Tapi, gak ada melon sayang," ucap Noah.


"Yaudah gapapa, gak jadi," ucap Lea.


"Gimana Bun, boleh makan melon?" tanya Noah, pada bunda Rea.


"Boleh, tapi gak ada melon di sini," ucap bunda Rea.


"Kalau gitu biar Daddy yang beli," ucap Daddy Albert.


Beberapa saat kemudian, Daddy Albert pun datang dengan beberapa buah bukan hanya melon saja hampir semua buah di beli, "Banyak banget," ucap mommy Emma.

__ADS_1


"Iya, takutnya Lea pengen buah lain," ucap Daddy Albert.


Lea pun memakan buah melon yang dibawah oleh Daddy Albert dan tentunya buah itu sudah di kupas dan dipotong kecil-kecil sehingga Lea tinggal makan saja. Lea memakan buah melon dengan Noah yang menyuapinya, Noah memang melarang Lea untuk banyak bergerak karena itu ia melarang Lea memakan sendiri.


"Padahal aku gapapa loh," ucap Lea.


"Udah ya, kamu makan aja," ucap Noah dan menyuapi Lea hingga melon dalam tempat tersebut habis.


Lea kembali diam dan sesekali tersenyum mendengar celoteh Daisy dan kak Ray serta aunty Gia, "Sayang, boleh bunda tanya?" tanya mommy Emma.


"Tanya apa Bun?" tanya Lea.


"Hem, gimana kamu bisa sampai kecelakaan?" tanya mommy Emma.


"Sayang," panggil Noah, saat melihat Lea meneteskan air mata.


"Kalau kamu belum bisa cerita gapapa kok, udah ya jangan nangis lagi," ucap mommy yang merasa bersalah karena bertanya hal sensitif bagi Lea.


"Hiks hiks, maafin Lea. Karena Lea ceroboh dan membuat cucu mommy meninggal," ucap Lea.


"Gapapa sayang, udah ya kamu gak salah kok. Ini namanya takdir," ucap mommy Emma dan memeluk Lea.


"Sayang, udah ya jangan nangis," ucap bunda Rea.


"Harusnya Lea gak pergi dari rumah hiks hiks hiks," ucap Lea dan semakin terisak mengingat kejadian dimana beberapa saat yang lalu.


Lea juga terkejut data dokter Karin mengatakan jika ia mengalami keguguran, Lea tidak tau jika ternyata ia tengah hamil. Kalau tau begitu Lea tidak akan pergi sendiri dan lebih berhati-hati, apalagi setelah ia sadar, ia melihat bagaimana wajah sedih kedua orangtuanya dan Noah sang suami.


Lea dapat melihat raut wajah kecewa pada semua orang saat ini karena mengetahui jika Lea keguguran, Lea juga sedih karena ini adalah cucu pertama bagi kedua keluarga.


"Udah ya jangan di pikirin lagi," ucap Noah.


"Maafin, Lea yang udah buat kak Noah kehilangan anak kak Noah," ucap Lea.


"Anak kita sayang, gapapa kok. Mungkin Tuhan pengen kita pacaran dulu," ucap Noah dan berusaha menenangkan Lea.


Lea pun mulai tenang dan saat ini di ruangannya hanya ada Noah saja, Noah tadi memang menyuruh kedua keluarga untuk pulang karena hari mulai gelap.


Lea yang menatap Noah di sofa pun tampak merasa bersalah, bagaimana tidak. Noah yang tampak gagah kini sangat kacau bahan terkesan tidak terurus.


'Maaf, semua ini salah Lea,' ucap Lea dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2