Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Berita Soal Mark?


__ADS_3

Noah dan Lea menghabiskan waktu mereka di kamar setelah seharian bersama dengan keluarga serta kerabat terdekat ayah Alan dan bunda Rea.


Saat ini Lea bersandar di dada bidang Noah dengan ditemani semilir angin menyejukkan karena memang mereka berada di balkon kamar tersebut.


"Sayang," panggil Noah.


"Iya kak," ucap Lea, sebenarnya Lea masih sering merasa deg-degan dengan panggilan sang suami itu.


"Ada yang mau aku bicarain sama kamu," ucap Noah.


"Bicarain apa kak?" tanya Lea.


"Aku di tugaskan menjadi tim pelaksana diklat prajurit dengan beberapa anggota timku," ucap Noah.


"Wah, bagus dong kak. Lea seneng banget kalau kakak ditugaskan jadi tim pelaksana," ucap Lea


"Nanti aku ditugaskan di daerah A," ucap Noah.


"Loh bukan di pangkalan militer?" tanya Lea.


"Bukan, sayang," ucap Noah.


"Kita bakal jauh dong nanti, ya sedih deh. Tapi, gapapa deh kan itu emang tugasnya kak Noah," ucap Lea.


"Kamu beneran gapapa?" tanya Noah.


"Gapapa dong, ayah dulu juga sering pergi ninggalin bunda, aku, Daisy dan Nial kok, jadi Lea pasti bisalah kalau kak Noah ditugaskan ke luar kota," ucap Lea.


"Syukurlah kalau kamu gapapa," ucap Noah.


"Memangnya berapa hari kak Noah bakal ditugaskan di daerah A?" tanya Lea.


"Hem, kurang lebih 8 bulan," jawab Noah.


"Hah! 8 bulan!," pekik Lea.


"Iya, 8 bulan kamu beneran gapapakan?" tanya Noah.


"Kak Noah pasti bercanda ya kan, lama banget 8 bulan bahkan ayah aja paling lama cuma 2 atau 3 bulan," ucap Lea.


"Aku juga gak tau kalau timku yang bakal gantiin tim lain yang terkena masalah," ucap Noah.


"Hiks hiks, terus nanti Lea sendirian dong," ucap Lea.


"Kan masih ada ayah, bunda, Daisy, Nial eh Nial gak ada ya, maksudku bunda, Daisy sama sahabat kamu lainnya," ucap Lea.


"Tapi, ini kan pertama kalinya Lea ditinggal kak Noah setelah Lea jadi istri kak Noah. Dulu emang Lea sempat ditinggal kak Noah, tapi kan itu dulu bahkan gak sampe 8 bulan," ucap Lea.


"Maafin aku, aku gak bisa berbuat apa-apa lagipula ini juga tugas yang memang harus aku jalankan," ucap Noah.

__ADS_1


"Memangnya kapan kakak berangkatnya?" tanya Lea.


"Masih belum ada jadwal pastinya, tapi ada yang bilang satu Minggu lagi, tapi aku juga gak tau," ucap Noah.


"Lea pasti bakal kangen banget sama kakak," ucap Lea.


"Nanti aku bakal sering hubungi kamu," ucap Noah.


"Emangnya sinyalnya disana ada?" tanya Lea.


"Ada kalau aku berusaha cari," ucap Noah.


"Kenapa Lea udah kangen aja padahal kakak masih di sini loh," ucap Lea dan membuat senyum di bibir Noah.


"Makanya sebelum aku pergi kita habiskan waktu berdua ya," ucap Noah dan diangguki Lea.


Noah pun memeluk Lea dan memberikan kehangatan pada istrinya itu, "Kalau aku tugas, kamu tinggal di sini aja ya. Aku gak mau kamu tinggal sendirian di apartemen, lagi pula daddy sama mommy juga masih di luar negeri dan masih lama baliknya," ucap Noah.


"Iya kak, Lea juga takut kalau tinggal di apartemen sendiri," ucap Lea.


"Kamu beneran gapapakan aku tinggal?" tanya Noah.


Noah tidak tega meninggalkan istrinya itu meskipun masih ada keluarga dan kerabat yang menjaganya.


"Lea gapapa kak, gak usah khawatir gitu kan masih ada keluarga lainnya yang bareng Lea. Lagian kakak kan dulu juga sering tugas di luar kota bahkan Lea denger setiap kali ada tugas di luar kota kak Noah pasti mengajukan diri," ucap Lea.


"Kak Noah gak usah takut ya, Lea baik-baik aja kok. Lea bakal nunggu kak Noah sampai kak Noah pulang," ucap Lea.


"Makasih ya," ucap Noah dan mengecup puncak kepala Lea.


"Sama-sama kak, mari kita berusaha bersama-sama ya," ucap Lea.


"Iya, aku janji akan segera kembali dan kita bisa berusaha bersama-sama," ucap Noah dan mengeratkan pelukannya pada Lea


.


Hari demi hari sudah berganti, kurang lebih sudah seminggu Lea tidak melihat Mark, ia yakin Mark sudah benar-benar menyerah untuk mendekatinya, "Le, Mark kok tumben ya udah semingguan lebih gak deketin lo bahkan gue aja gak pernah ketemu sama dia lagi," ucap Tyas.


"Mana gue tau," ucap Lea.


"Masa iya dia nyerah sih buat deketin lo, kayaknya gak mungkin sih," ucap Tyas.


"Gue gak tau Tyas, udah ya jangan bahas itu terus. Lo mau kerjain proposal ini," ucap Lea.


"Hehehe, gak deh. Gue gak jago buat proposal, kalau gitu gue balik meja kerja gue aja deh," ucap Tyas dan duduk di meja kerjanya yang berada di depan meja kerja Lea.


Saat tengah fokus mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba pak Anton datang, "Kalian tau gak berita soal Mark?" tanya pak Anton.


"Berita soal Mark? Mark kenapa emangnya pak?" tanya Tyas.

__ADS_1


"Saya dengar dari Bu Maya langsung jika Mark dipindahkan ke cabang perusahaan 3," ucap pak Anton.


"Hah! kok bisa," ucap Tyas.


"Mana saya tau, saya aja baru tau tadi setelah mengobrol dengan Bu Maya," ucap pak Anton.


"Sejak kapan pak emangnya Mark pindah?" tanya Lea.


"Mark di pindahkan ke cabang perusahaan 3 udah 4 hari yang lalu dan saya denger dia juga yang minta pindah secara langsung sama direktur dan HRD," ucap pak Anton.


"Aneh banget deh kalau Mark minta pindah, kan Lea ada di sini. Masa dia udah nyerah sih," ucap Tyas.


"Mungkin dia mau melupakan Lea makanya dia minta pindah, kalau menurut saya mau keputusan Mark sudah benar. Kemampuan dia pasti sangat di butuhkan di cabang perusahaan 3, secara cabang perusahaan 3 kan masih dalam tahap perkembangan," ucap pak Anton.


"Iya juga sih, tapi kenapa Mark gak hilang ya kalau mau pindah?" tanya Tyas.


"Mungkin dia emang mau menghilang gitu aja kali, kalau dia pamit kan nanti malah gak bisa pindah dia," ucap pak Anton.


"Iya juga sih pak," ucap Tyas.


"Yaudah, kalau gitu saya pergi dulu. Kalian jangan lupa ya buat selesaikan proposalnya," ucap pak Anton, yang diangguki Lea dan Tyas.


"Lea, lo pasti tau sesuatu kan?" tanya Tyas.


"Gue gak tau apa-apa ya," ucap Lea.


"Mana mungkin, pasti kepindahan Mark ini ada sangkut pautnya sama lo. Gue yakin Mark gak bakal pindah kalau bukan karena lo," ucap Tyas.


Akhirnya Lea menyerah dan mulai menceritakan semua kejadian dimana terakhir kali ia bertemu dengan Mark, dimana saat ia memberitahukan mengenai pernikahannya pada Mark.


"Jadi, Mark udah tau kalau lo nikah makanya dia pergi gitu?" tanya Tyas.


"Gue gak tau secara pasti kenapa Mark pergi, tapi gue cuma berspekulasi aja sih," ucap Lea.


"Wah, gue gak nyangka Mark sepatah hati ini pas tau lo udah nikah, dia pasti Sayang banget sama lo sampe pergi. Gue yakin dia pergi karena tidak mau teringat sama lo terus dan nantinya dia buat hubungan lo sama kak Noah berantakan," ucap Tyas.


"Iya, gue juga mikir kayak gitu," ucap Lea.


"Gue gak tau kenapa, tapi gue salut banget sih sama Mark. Gue berharap dia bakal dapat perempuan yang lebih baik lagi," ucap Tyas.


"Amin, gue juga berharga begitu. Dia orangnya baik dan gue yakin dia bakal bertemu dengan pasangan yang sama seperti dia," ucap Lea.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2