Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Apa Bedanya?


__ADS_3

Noah dan Lea sudah sampai di pantai, "Kok sepi ya," ucap Lea.


"Kan hari ini bukan hati libur, jadi gak terlalu ramai," ucap Noah dan diangguki Lea.


Mereka pun duduk santai di atas pasir dengan Lea yang bersandar di bahu Noah, "Kamu tau gak, aku udah lama banget gak ke pantai, kayaknya terakhir kali aku ke pantai itu waktu SMP deh," ucap Lea.


"Kenapa kamu gak pernah ke pantai?" tanya Noah.


"Aku juga gak tau kenapa," ucap Lea.


"Kamu teriak?" tanya Noah.


"Maksudnya?" tanya Lea.


"Aku pernah denger kalau setiap kita ada masalah, kita terikat kencang dan perasaan kita balas merasa tenang gitu, mungkin kamu aku coba," ucap Noah.


Lea tidak merespon perkataan Noah, ia lebih memilih berdiri dan menuju bibir pantai.


"AAAAAAAAA!" teriak Lea.


Bukan hanya sekali, Lea berteriak beberapa kali dan menangis mengeluarkan semua beban pikiran dan hatinya, selang beberapa saat kemudian Lea merasakan pelukan dari belakang yang tentunya itu adalah sang suami.


"Kita hadapi bersama-sama ya, kita berusaha lagi," ucap Noah.


Lea membalikkan tubuhnya dan memeluk Noah, "Makasih kak, karena kak Noah sabar menghadapi sikap Lea," ucap Lea.


"Udah seharusnya bukan," ucap Noah dan membalas pelukan tersebut.


"Mau main air?" tanya Noah.


"Tapi, Lea gak bisa berenang," ucap Lea.


"Buat main kok, gak sampai harus berenang," ucap Noah.


"Tapi, Lea gak bawa baju ganti," ucap Lea.


"Ada kok, tadi aku udah siapin," ucap Noah.


"Beneran?" tanya Lea.


"Iya, beneran," ucap Noah.


"Terus ********** gimana masa Lea gak pake dalaman?" tanya Lea.


"Semuanya udah aku siapin," ucap Noah.


"Sama ********** juga?" tanya Lea.


"Iya," jawab Noah.


"Aaaah, malu," ucap Lea dan menutup wajahnya menggunakan tangan.


"Malu kenapa?" tanya Noah, yang cukup bingung dengan sikap Lea yang tiba-tiba menjadi aneh.


"Ya, malu soalnya kak Noah nyiapin dalamanku," ucap Lea.


Noah pun tersenyum, "Ngapain harus malu, aku udah pernah lihat semuanya malahan bahkan udah pernah ngerasain jadi kenapa harus malu coba," ucap Noah.


"Ish, udah jangan bahas itu deh makin malu nih Lea nya," ucap Lea.


Mereka pun bermain air di bibir pantai karena Lea tidak berani jika terlalu jauh ke tengah. Cukup lama mereka bermain air, akhirnya mereka pun menyudahinya dan berganti pakaian.


"Udah?" tanya Noah.


"Iya, udah," ucap Lea.


"Mau makan gak?" tanya Noah.


"Kenapa kak Noah nawarin makan terus sih? kak Noah mau Lea jadi gendut ya?" tanya Lea.


"Gapapa kalau kamu gendut makin empuk dan enak di aku," ucap Noah.

__ADS_1


"Ish, dasar ya," ucap Lea.


"Hehehe, aku nawarin kamu makan soalnya aku denger makanan di sini enak-enak, lagipula kita habis main air di pantai, jadi pasti lapar," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Kamu gak ada alergi sama makanan laut kan?" tanya Noah.


"Gak kok kak, Lea malah suka sama makanan laut," ucap Lea.


"Yaudah, ayo," ajak Noah dan mereka pun menuju salah satu restoran yang ada di dekat pantai.


Sesampainya di restoran mereka pun memesan beberapa makanan, "Permisi kak," ucap seorang pria.


"Iya, ada apa ya?" tanya Noah.


"Hem, bisa tolong fotokan saya dengan istri saya," ucap pria tersebut.


"Iya, mana ponselnya," ucap Noah dan mengambil ponsel pria tersebut.


Noah pun mengambil gambar pasangan tersebut, terlihat jelas jika sang perempuan tengah hamil besar.


"Kak, perut istri saya kelihatan kan?" tanya pria itu.


"Kelihatan kok," ucap Noah.


Setelah itu Noah pun kembali duduk di kursinya, "Pasti pria tadi seneng banget ya kak, lihat istrinya lagi hamil," ucap Lea.


'Huh, alamat mulai lagi deh ini,' ucap Noah dalam hati.


"Kenapa kak Noah diem aja? kak Noah pasti pengen kayak pria tadi kan bisa ngerasain istrinya lagi hamil?" tanya Lea.


"Gak sayang, aku lebih milih berdua dan bahagia sama kamu meksipun nantinya kita gak dikasih kepercayaan sama tuhan," ucap Noah.


"Masa," ucap Lea.


"Iya, udah ya jangan bahas masalah ini lagi. Kita udah pernah bahas hal ini kan," ucap Noah.


"Iya kak, maaf. Tadi Lea cuma bercanda kok" ucap Lea.


Setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk jalan-jalan di sekeliling pantai dengan ditemani angin sejuk dan terpaan ombak yang menenangkan terutama untuk Lea.


"Kak Noah," panggil Lea.


"Kenapa?" tanya Noah.


"Gak jadi deh," ucap Lea.


"Kenapa?" tanya Noah lagi.


"Gak jadi kak Noah," ucap Lea.


"Harus jadi," ucap Noah.


"Kok maksa sih," ucap Lea.


"Ya, habisnya kamu bicara setengah-setengah kan aku jadi penasaran," ucap Noah.


"Hehehe, sebenarnya tadi Lea cuma mau tanya, Hem kapan ke balik kerja?" tanya Lea.


"Dua hari lagi ya," ucap Noah.


"Kok lama, kenapa gak besok aja?" tanya Lea.


"Inget kaya dokter Karin, kalau bisa kamu istirahat lima hari atau seminggu," ucap Noah.


"Tapi, lama," ucap Lea.


"Dua hari lagi gak lama kok, sabar ya," ucap Noah.


"Yaudah iya iya," ucap Lea.


Mereka pun diam dan saling menikmati suasana di sana, Lea sendiri yang memejamkan matanya tiba-tiba terkejut karena Noah yang mengecup bibirnya. Lea pun membuka matanya dan menatap pria yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"Kenapa kak Noah nyium Lea?" tanya Lea, dengan memegang bibirnya.


"Gak tau, habisnya gemes sih sama bibir kamu," ucap Noah.


"Ish, tapi gak di sini juga lihat tuh ada orang-orang yang lihatin kita mana mereka bawa anak kecil lagi kan malu kalau di lihatin," ucap Lea.


"Gapapa, udah halal juga uang penting gak kelewat batas aja," ucap Noah.


"Kelewat batas?" tanya Lea.


"Iya, kalau kelewat batas nanti aja ya pas udah pulang kita lanjutin di kamar," ucap Noah.


"Kenapa kak Noah sekarang jadi mesum gini sih?" tanya Lea.


"Masa sih?" tanya Noah.


"Iya," jawab Lea.


"Cuma sama kamu kok aku mesum kayak gini," ucap Noah.


"Iya deh terserah kak Noah aja, oh iya kak Noah Lea mau tanya boleh?" tanya Lea.


"Tanya apa sayang, tanya aja sampai kamu puas dan bahagia?" tanya Noah.


"Hem, ada gak perempuan yang tengah nembak kakak atau secara terang-terangan bilang kalau dia suka sama kakak gitu?" tanya Lea.


"Banyak," ucap Noah.


"Beneran?" tanya Lea.


"Iya, dari kecil banyak yang cari perhatian ke aku, tapi ya gitu gak ada yang menarik buat aku makanya aku jauhin mereka," ucap Noah.


"Masa gak ada yang menarik sih?" tanya Lea.


"Gak ada, yang ada malahan aku gak nyaman sama mereka padahal aku udah tolak mereka secara terang-terangan biar semua orang tau, tapi ya emang dasarnya keras kepala, jadi mereka terus aja deketin," ucap Noah.


"Ada yang lebih cantik dari aku gak?" tanya Lea.


"Ada lah, bahkan primadona sekolahku dulu juga suka sama aku," ucap Noah.


"Terus kenapa gak kamu terima aja?" tanya Lea.


"Seperti yang aku bilang tadi, gak ada yang menarik buat aku walaupun orangnya cantik," ucap Noah.


"Kalau mereka aja cantik dan kamu gak tertarik, apalagi aku coba," ucap Lea.


"Kalau kamu itu beda," ucap Noah.


"Beda," gumam Lea, yang masih dapat di dengar Noah.


"Iya, beda," ucap Noah.


"Apa bedanya?" tanya Lea.


"Kamu itu istri aku, jadi aku tertarik sama kamu," ucap Noah.


"Kalau aku bukan istri kamu, kamu gak bakal tertarik sama aku dong?" tanya Lea dan Noah hanya mengangkat bahunya.


"Ish, nyebelin," ucap Lea.


Cup


"Gak sudah marah sayang," bisik Noah.


'Dah lah Lea gak jadi marah kalau gini ceritanya,' ucap Lea, dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2