
Malam harinya Rea dan beberapa dokter lainnya tengah berada di tempat pengungsian. Meskipun banyak warga yang mulai membaik kondisinya, tapi mereka tetap harus mengawasi para warga karena beberapa saat sebelumnya diketahui jika para warga sering mengkonsumsi makanan yang tidak baik untuk kesehatan terutama bagi anak di bawah umur.
"Dokter Rea kalau capek lebih baik tidur biar saya dan dokter lainnya yang mengawasi pasien," ucap dokter Ramon.
"Saya tidak apa-apa kok dokter," ucap Rea.
"Tapi, kelihatan sekali kalau dokter Rea capek dan ngantuk lebih baik dokter Rea ikuti ucapan dokter Ramon," ucap dokter Jasmine.
Mau tidak mau Rea pun akhirnya mengiyakan ucapan dokter Ramon dan menuju tenda yang berada di tempat pengungsian lalu Rea merebahkan tubuhnya di dalam tenda tersebut. Di sana bukan hanya ada dirinya, tapi juga beberapa dokter perempuan lainnya.
Rea benar-benar terlelap bahkan saat suara petir mulai terdengar pun Rea tetap terlelap mungkin karena terlalu lelah hingga Rea benar-benar tidak dapat membuka matanya. Namun, Rea harus merelakan waktu tidurnya karena ia merasakan seseorang yang masuk ke dalam tenda dan duduk di sebelah, bukan hanya itu Rea juga merasakan tubuhnya yang terjepit. Rea pun mengerjapkan matanya dan saat kesadarannya telah penuh Rea pun dikejutkan dengan dokter Jasmine yang saat ini berada di sebelahnya.
"Dokter Jasmine," panggil Rea.
Dokter Jasmine yang awalnya menatap ke luar tenda pun lantas menatap Rea, "Dokter Rea pasti terganggu ya, maaf ya dokter saya tiba-tiba masuk ke sini," ucap dokter Jasmine.
"Iya, tidak apa-apa kok dok, tapi ada apa dok kok dokter kayak takut gitu?" tanya Rea.
"Bukan takut sih, tapi lebih ke khawatir aja soalnya di luar hujan deras bahkan dari tadi muncul petir," ucap dokter Jasmine.
Rea sendiri baru menyadari jika saat ini hujan, "Sekarang jam berapa dok?" tanya Rea.
"Sekarang jam 2 dok," ucap dokter Jasmine.
"Pagi banget ya," ucap Rea dan ia mulai merasakan hawa dingin.
__ADS_1
"Dokter Rea kedinginan ya, tapi saya gak bawa jaket lebih," ucap dokter Jasmine.
"Saya gapapa kok dok, kalau begitu kita lanjut tidur aja lagi pula hujan kayak gini kita gak bisa jaga pasien kan, tapi di tempat pasien ada dokternya kan?" tanya Rea.
"Dokter Rea tidak perlu khawatir di sana ada dokter Ramon, dokter Danu dan dokter Panji kok," ucap dokter Jasmine dan membuat Rea lega.
Akhirnya Rea memutuskan untuk kembali tidur dan diikuti dokter Jasmine, saat ini Rea berada di pojok nomor dua dan dokter Jasmine yang berada di pojok. Selain itu, juga karena dokter Jasmine menggunakan jaket tebal sehingga ia tidak terlalu dingin meskipun berada di pojok, berbeda dengan Rea yang merasakan dingin di tubuhnya dan sebab itu ia berada di antara dokter Jasmine dan Qilla yang sejak tadi tidur dengan nyenyak.
Rea benar-benar kedinginan, bagaimana tidak Rea hanya menggunakan kemeja panjang dan rok selutut. Rea juga lupa tidak membawa jaket karena ia tidak berpikir jika akan turun hujan padahal sejak ia di sini tidak pernah hujan bahan ia pernah tanya pada Nina dan Qilla dan mereka mengatakan tidak pernah hujan selama mereka di sini dan kalaupun hujan mungkin hanya sekedar rintik saja tidak sampai deras seperti saat ini.
Saat Rea berusaha untuk tertidur tiba-tiba dari luar tenda terdengar seseorang mengetuk tenda dan dokter Jasmine yang masih belum tidur pun membuka tenda tersebut, karena merasa terganggu Rea pun ikut bangun dan melihat siapa yang datang saat hujan deras seperti ini.
"Ada apa ya?" tanya dokter Jasmine.
Dokter Jasmine pun mengambil jaket tersebut, "Terima kasih nanti akan saya berikan pada Rea," ucap dokter Jasmine dan diangguki orang tersebut.
Namun, karena hujan sehingga dokter Jasmine tidak melihat anggukan tersebut dan dokter Jasmine hanya tahu jika orang itu telah pergi. Dokter Jasmine membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Rea yang masih membuka matanya.
"Ini untuk dokter Rea," ucap dokter Jasmine dan meneruskan jaket tersebut pada Rea.
"Dari siapa dok?" tanya Rea.
"Gak tahu juga sih soalnya tadi saya gak bisa lihat orang yang ngasih, tapi yang jelas dia cowok. Udahlah lebih baik dokter Rea pake aja daripada dokter Rea kedinginan lagian tadi si cowok itu bilang kalau jaket ini buat dokter Rea kok, jadi gapapa kalau dokter Rea pake jaket ini," ucap dokter Jasmine.
Akhirnya Rea tidak mempertanyakan lagi mengenai jaket tersebut karena yang penting saat ini tubuhnya hangat. Rea sangat berterima kasih pada siapapun orang yang telah meminjamkan jaketnya padanya karena berat jaket tersebut Rea dapat tidur dengan nyenyak tanpa harus merasakan dinginnya daerah tersebut yang saat ini tengah di guyur hujan deras.
__ADS_1
Pagi harinya udara tetap dingin karena hujan yang baru reda sekitar pukul 5 pagi. Dengan malas Rea bangun dari tidurnya yang cukup nyenyak, "Anget banget sih nih jaket, gue sampe kayak ngerasa pake selimut kalau kayak gini," gumam Rea dan kembali memejamkan matanya.
Baru saja Rea akan kembali terlelap tiba-tiba seseorang memeluknya dan membuat Rea terkejut hingga Rea membuka matanya dan tersadar dari tidurnya. Rea menatap ke samping kirinya karena dokter Jasmine yang berada di samping kanan Rea sudah tidak ada. Rea menatap sinis perempuan yang tengah tidur di samping kirinya, siapa lagi kalau bukan Qilla. Qilla memang sahabat Rea yang ajaib, Qilla termasuk orang yang mudah sekali tertidur tak peduli tempat. Karena gemas dengan Qilla akhirnya Rea dengan jahil melepaskan pelukan Qilla dan memposisikan dirinya untuk duduk dan mengambil bedak tabur yang ada di sana. Entah Rea tidak tahu bedak tersebut milik siapa yang jelas Rea hanya mengambil sedikit.
Rea segera menaruh bedak tersebut pada tangan Qilla dan alhasil tangan Qilla saat ini lumayan penuh dengan bedak. Setelah di rasa cukup Rea pun menaruh kembali bedak tabur tersebut ke tempat semula. Asal kalian tahu saat ini di dalam tenda hanya ada Rea dan Qilla, entahlah dimana dokter lainnya pagi hari seperti ini.
Setelah itu, Rea pun mengambil gantungan tas yang ada bukunya dan mengusapkannya pada Qilla hingga Qilla merasa terganggu dan mulai mengusap wajahnya menggunakan tangannya. Rea sangat paus melihat wajah Qilla yang penuh akan bedak, "Puas banget gue sumpah, udah ah gue pergi dulu sebelum gue di amuk Qilla," gumam Rea dan pergi meninggalkan Qilla sendirian di tenda.
Rea keluar dari tenda dengan membawa jaket dari seseorang yang dipinjamkan padanya, "Rea," panggil Nina.
"Eh, Nina kenapa?" tanya Rea.
"Itu jaket punyanya siapa? kok kayak punya para tentara ta?" tanya Nina.
"Masa sih?" tanya Rea.
"Iya, sini coba gue lihat," ucap Nina.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1