
Saat ini ke tengah duduk santai di kursi panjang yang ada di taman dengan jagung bakar yang di beli Noah tadi. Sedangkan, pria itu tengah melihat sekelilingnya entahlah apa yang ia lihat Lea pun tak tau karena ia tengah fokus pada jagung bakarnya, "Lain kali jangan gunakan pakaian kurang bahan ini," ucap Noah dan membuat Lea menatap pria tersebut yang ternyata saat ini juga tengah menatapnya.
"Ta-tapi ini di pilihin bunda," ucap Lea.
"Bisa ditolak kan terus cari yang lain," ucap Noah dan kembali menatap sekeliling taman.
Lea hanya mampu menganggukkan kepalanya, Lea akui jika berada di dekat Noah nyalinya selalu menciut dan ia selalu merasa gugup, padahal Lea bukan tipe orang yang mudah gugup atau takut.
"Ka-kak Noah kenapa mau terima perjodohan ini?" tanya Lea.
Noah pun menatap Lea dengan serius, Lea yang ditatap seperti itu pun hanya mampu menunduk, "Kenapa memangnya?" tanya Noah.
"Gak kenapa-napa sih kak, Lea cuma pengen tau aja kenapa kak Noah terima perjodohan ini secara kan kak Noah sudah punya pasangan?" tanya Lea lagi.
"Karena saya ingin, lagipula tidak ada salahnya kan saya menerima perjodohan ini," ucap Noah.
"Ta-tapi gimana dengan kak Laura?" tanya Lea.
"Laura? kenapa memangnya dengan Laura?" tanya Noah, dengan mengerutkan keningnya.
"Kak Laura pasti sedih jika tau kalau kak Noah dijodohkan sama Lea," ucap Lea.
"Kenapa Laura sedih?" tanya Noah.
"Kan kak Laura pacarnya kak Noah, Lea jadi merasa gak enak sama kak Laura. Apa lebih baik Lea bilang ke ayah sama bunda aja buat batalin perjodohan ini, pasti ayah sama bunda ngerti kok," ucap Lea.
"Biar saya yang urus itu, tugasmu sekarang hanya diam," ucap Noah, dengan tegas yang tentunya membuat nyali Lea kembali menciut.
Selesai menyantap jagung bakarnya, Lea dan Noah memutuskan untuk duduk terlebih dahulu di kursi tersebut, "Tamannya ramai ya," ucap Lea dan tentu saja tidak ada respon dari Noah.
'Serasa ngobrol sama setan gue, tapi setannya ganteng,' ucap Lea, dalam hati.
Saat tengah duduk diam tiba-tiba saja Noah menarik Lea kedalam pelukannya, ia memeluk Lea dan menyembunyikan wajah Lea pada dada bidangnya hingga sepersekian detik tiba-tiba tubuh Lea merasakan air yang ternyata air tersebut berasal dari pancuran taman yang menyemprot sekeliling taman. Lea yang mendapatkan tindakan Noah yang seperti itu pun terkejut bahkan saat ini jantungnya berdetak dengan kencang karena Noah memeluknya dengan erat, ini adalah pertama kalinya Lea di peluk oleh laki-laki selain keluarganya.
"Ka-kak Noah," panggil Lea, dengan gugup.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari Noah dan justru Noah semakin menarik Lea ke dalam pelukannya bahkan tangan Lea sampai memegang dada bidang Noah, "Ka-kak Noah," panggil Lea lagi dan berharap Noah melepaskan pelukannya.
Hingga beberapa saat kemudian, Noah pun melepaskan pelukannya dan merapikan rambut Lea yang sedikit berantakan dan juga membersihkan pakaian Lea yang terkena air tadi, "Kita pulang," ucap Noah dan berdiri meninggalkan Lea.
'Gila gue ditinggal dong, tadi aja bikin jantung gue deg-degan, eh sekarang gue malah di tinggal,' ucap Lea dalam hati.
Lea pun mengikuti Noah hingga tiba-tiba Noha berhenti dan membuat Lea merasakan keningnya yang menabrak punggung kokoh Noah, "Kak Noah kenapa berhenti gak bilang-bilang?" tanya Lea.
Noah pun membalikkan tubuhnya dan menatap Lea, "Ke-kenapa kak?" tanya Lea.
"Tidak," ucap Noah dan berjalan menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Astaga, Le. Kok lo bisa suka sama orang kayak gitu sih," gumam Lea dan mengikuti Noah.
Mereka pun akhirnya dalam perjalanan menuju rumah Lea, beberapa saat kemudian, Noah dan Lea pun sampai di rumah Lea. "Kak Noah mau mampir?" tanya Lea.
"Gak usah udah malem, saya pulang," ucap Noah dan langsung pergi meninggalkan Lea bahkan Lea saja belum masuk ke dalam rumahnya.
"Biasanya kalau di novel itu, si cowok nunggu ceweknya masuk ke rumahnya dulu batu dia pergi lah ini gue ditinggal, astaga kak Noah kenapa jadi cowok gak ada romantis-romantisnya sih," gumam Lea.
"Eh, Tyas. Lo ngapain di sini?" tanya Lea.
"Gue baru pulang dari rumahnya Tante gue, kalau lo kenapa di luar rumah?" tanya Tyas.
"Gue baru selesai ke acara nikahan keluarga gue," ucap Lea dan untungnya Tyas percaya.
"Terus kenapa lo pake jas cowok? mana kasnya bermerek lagi?" tanya Tyas.
Damn! Lea lupa mengembalikan jas milik Noah, ia harus alasan apa kali ini, "I-ini punya Nial kok," ucap Lea.
"Nial, bukannya dia lagi ada urusan ya," ucap Tyas.
"Ga-gak kok," ucap Lea.
"Oh yaudah deh kalau gitu gue duluan ya dah," ucap Tyas dan diangguki Lea.
__ADS_1
Setelah itu, Lea pun masuk ke dalam rumah, "Loh kak udah pulang, terus mana Noah nya?" tanya Rea.
"Kak Noah udah pulang duluan Bun," ucap Lea.
"Oh yaudah, kalau gitu kamu istirahat gih besok kan kamu ada liputan," ucap Rea dan diangguki Lea.
Lea pun masuk ke dalam kamar, Lea langsung merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya, 'Aaaaaa, demi apa gue tadi di peluk sama kak Noah,' ucap Lea dalam hati.
"Aduh, mana jasnya kak Noah wangi banget lagi," gumam Lea dan mencium jas milik Noah.
"Gila, ini pertama kalinya gue bisa pegang langsung barang milik kak Noah, mana berani coba gue pegang kayak gini kalau ada kak Noah. Tapi, ini gimana balikinnya coba, kan besok kak Noah katanya mau berangkat," gumam Lea.
"Tau ah, pokoknya gue gak bisa deket sama kak Noah, bisa-bisa jantung gue bermasalah kalau deket kak Noah," lanjut Lea.
Lea pun memutuskan untuk membersihkan dirinya dan setelah itu kembali merebahkan tubuhnya ke kasur hingga beberapa saat kemudian, Lea pun terlelap.
Pagi harinya Lea sudah bersiap untuk ke rumah Noah, ia ingin mengembalikan jas milik Noah. Sebenarnya ia ingin mengembalikannya nanti setelah Noah pulang, tapi urung ia lakukan karena lama bisa-bisa Lea lupa dimana ia meletakkan jas tersebut, sehingga Lea memutuskan untuk mengembalikannya sekarang. Lea ingin menghubungi Noah, tapi ia tidak memiliki nomor Noah sehingga Lea pergi saja ke rumah Noah.
Lea mengendarai mobilnya menuju rumah Noah, Lea beberapa kali mengunjungi rumah Noah sehingga ia tau dimana rumah Noah. Beberapa saat kemudian, Lea pun sampai di kompleks rumah tersebut, tapi ia bingung karena melihat sebuah mobil yang terparkir rapi di halaman rumah tersebut. Hingga keluarlah semua penghuni rumah tersebut termasuk Mommy dan Daddy Noah serta seorang perempuan yang baru Lea kenapa yaitu Laura, di sana Lea melihat Laura yang memeluk lengan Noah bahkan mereka semua tersenyum.
"Gue salah datang ke sini ya," gumam Lea dan tersenyum miris setelah itu Lea pun pergi.
Lea memutuskan untuk pergi ke kantornya dan melupakan kejadian tadi, "Oke, anggap aja lo gak liat tadi Le," gumam Lea dan tanpa terasa air matanya jatuh.
"Kenapa gue cengeng banget sih, Le. Lo dari dulu suka sama kak Noah dan sekarang lo tau kalau coba lo bertepuk sebelah tangan, jadi sekarang waktunya lo mundur," lanjut Lea, dengan air mata uang terus mengalir.
Sampainya di parkiran Lea memutuskan untuk berada di mobil terlebih dahulu dan merapikan make-up yang. Setelah itu, barulah ia keluar dari mobil dan kembali menjadi Lea pada umumnya.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1