
Rea saat ini bersama dengan Mama Dira, "Kamu mau jalan-jalan ke mall sama Mama?" tanya Mama Dira.
"Mau kok, Ma. Hari ini Rea bakal temenin Mama sepuasnya," ucap Rea dan membuat Mama Dira tersenyum.
"Oh iya, Ma. Dea kok gak ikut, kemana Dea?" tanya Rea.
"Dea, lagi di rumah sahabatnya. Dari kemarin Dea tidur di rumah sahabatnya soalnya," ucap Mama Dira.
"Kita beli pakaian yuk, Mama jarang loh beli pakaian," ajak Mama Dira dan diangguki Rea.
Saat ini Rea dan Mama Dira berada di salah satu mall terbesar di kota, "Kamu mah beli pakaian yang mana sayang? di sini banyak banget loh pakaian yang bagus?" tanya Mama Dira.
"Rea sebenarnya cuma pengen beli rok buat kerja aja sih, Ma," ucap Rea.
"Loh, kamu gak pake celana?" tanya Mama Dira.
"Ya, pake sih, Ma. Tapi, lebih seringnya paket rok kalau kerja," ucap Rea.
"Kenapa kamu pake rok bukannya lebih nyaman pake celana ya soalnya kan kamu bisa bebas?" tanya Mama Dira.
"Rea juga gak tahu sih, tapi emang Rea suka aja sih pake rok. Rea dari dulu seringnya pake rok mulai dari kuliah dan karena itu juga kali ya makanya Rea jadi udah kebiasaan pake rok, kalau pake celana bawaannya gerah," ucap Rea.
"Kalau gitu kita beli rok buat kamu," ucap Mama Dira.
Rea dan Mama Dira pun akhirnya membeli beberapa pakaian untuk diri mereka sendiri, saat Rea akan membayar pakaian mereka tiba-tiba Mama Dira menahan tangan Rea.
"Kamu gunain ini," ucap mama Dira dan memberikan kartu pada Rea.
"Loh, kenapa pake itu, Ma. Pake kartu Rea aja gapapa," ucap Rea.
"Ini kartu punya suami kamu jadi kamu harus pake ini," ucap Mama Dira.
"Rea kan udah ada kartu dari suami Rea yang waktu itu sempat mama kasih," ucap Rea.
"Itu buat keperluan kamu sendiri dan untuk keperluan ini kamu pake kartu ini," ucap Mama Dira.
"Tapi, kan ini juga keperluan Rea sendiri," ucap Rea.
"Pokoknya kamu pake kartu ini ya," ucap Amna Dira.
Mau tidak mau Rea pun akhirnya menggunakan kartu tersebut, setelah membayar semuanya. Rea dan Mama Dira memutuskan untuk menuju toko perhiasan.
"Kamu mau beli yang mana?" tanya Mama Dira.
"Gak usah, Ma. Rea gak beli lagian perhiasan Rea masih banyak kok," ucap Rea dan diangguki Mama Dira.
__ADS_1
Rea menunggu Mama Dira di luar toko karena di sana ada tempat duduknya hingga beberapa saat kemudian, Mama Dira pun keluar dari toko tersebut dan menghampiri Rea.
"Sini sayang," ajak Mama Dira.
"Coba kamu pake," ucap mama Dira dan memakaikan gelang pada Rea.
Rea tentunya terkejut karena Mama Dira memakaikannya gelang, "Mama aku beli ini?" tanya Rea.
"Iya," jawab Mama Dira.
"Cocok kok buat Mama," ucap Rea.
"Kok buat Mama sih," ucap mama Dira.
"Terus buat siapa kalau buat Mama? buat Dea ya?" tanya Rea.
"Buat kamulah sayang," ucap Mama Dira.
"Hah! buat Rea, tapi Rea udah banyak loh ma perhiasannya," ucap Rea.
"Gapapa, anggap ini hadiah dari Mama," ucap Mama Dira.
Lagi lagi Rea harus menuruti perkataan Mama Dira. Sejujurnya Rea merasa tidak enak, tapi mau bagaimana lagi, Rea takut jika ia menolak Mama Dira justru kecewa dan sedih.
"Ayo kamu pilih yang mana, khusus hari ini kita habisnya uang suami kamu," ucap mama Dira.
"Kasihan dong, Ma. Kalau uang suaminya Rea dihabisin nanti gimana Rea sama suami Rea," ucap Rea.
"Hehehe, kamu gak perlu khawatir sayang karena uang suami kamu gak akan habis," ucap mama Dira.
"Ehm, Ma," panggil Rea.
"Iya, ada apa sayang?" tanya Mama Dira.
"Suami Rea itu sebenarnya kerja apa kok sampe uangnya gak bakal habis?" tanya Rea.
Mama Dira pun tersenyum mendengar pertanyaan Rea, "Mama mau kamu tahu pekerjaan suami kamu dari suami kamu sendiri, gapapa kan ya mana gak bilang. Tapi, yang harus kamu tahu suami kamu itu punya dua pekerjaan," ucap Mama Dira.
Mama Dira ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi mama Dira ingat saat Alan mengatakan biar dia yang menjelaskan semuanya pada Rea hingga mama Dira tidak mengatakan pekerjaan Alan pada Rea.
"Dua pekerjaan?" tanya Rea dan diangguki Mama Dira.
"Iya, mungkin sebenarnya lagi suami kamu bakal pulang, jadi kamu jangan sedih ya," ucap mama Dira.
Rea benar-benar tidak habis pikir dengan semua orang, kenapa semuanya harus menunggu diamnya Rea padahal mereka tinggal mengatakan yang sebenarnya saja apakah sesusah itu untuk mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
Rea dan Mama Dira kembali memilih beberapa high heels dan setelah membayarnya Rea dan Mama Dira pun jalan-jalan beberapa saat mengelilingi mall hingga perut mereka pun meminta untuk diisi. Mereka berdua memilih untuk memakan makanan khas Jepang, selama di restoran Rea dan Mama Dira benar-benar akrab dan saling mengobrol hingga tak terasa hari mulai gelap.
"Astaga, udah jam 7 aja, perasaan mama kita baru loh disini, berarti dari tadi kita ngobrolnya kelamaan ya," ucap Mama Dira.
"Iya, Ma. Rea baru sadar kalau ternyata udah jam segini," ucap Rea.
Akhirnya Rea dan Mama Dira pun pulang, saat ini Rea sudah duduk cantik di sofa ruang tamu bersama dengan cemilan yang tadi ia beli menggunakan kartu suaminya tentunya. info saja Rea sudah membersihkan dirinya tadi setelah pulang dari mall bersama mama Dira.
"Kak Rea, Gia mau!" pekik Gia dan mengambil cemilan yang ada di pangkuan Rea.
"Ck, kamu itu bisa pelan-pelan gak sih mintanya gak usah teriak-teriak. Kalaupun kamu pelan-pelan bicaranya pasti bakal Kakak kasih kok," ucap Rea.
"Hehehehe, maaflah Kak soalnya cemilannya kelihatan enak nanti kalau Kak Ray tahu pasti bakal habis deh," ucap Gia.
"Kak Rea," panggil Gia.
"Kenapa?" tanya Rea.
"Kak Rea tahu wajah suaminya Kak Rea gak sih?" tanya Gia.
"Gak tahu," ucap Rea, dengan santai dan tetap memakan cemilannya.
"Hah! Kak Rea gak tahu wajah suaminya Kak Rea yang gantengnya gak ketulungan itu, Kak jujur ya Gia pernah bilang ke Mama kalau seandainya Kak Rea gak mau sama Kak Alan biar Gia yang gantiin Kakak, Gia ikhlas lahir batin kok jadi istrinya Kak Alan, tapi sayang Mama malah marah-marah dan nyuruh Gia untuk belajar," ucap Gia.
"Umur kamu itu belum 17 tahun jadi gak boleh nikah," ucap Rea.
"Tapi, di novel gitu banyak kok yang dijodohin walaupun umurnya si cewek belum 17 tahun," ucap Gia.
"Itu di novel Gia," ucap Rea.
"Tapi, Gia bosen belajar Kak. Kayaknya jadi ibu rumah tangga itu asik deh terus nih ya Kak kita gak bakal kerja kita tinggal terima uang dari suami kita aja," ucap Gia, dengan semangat 45.
"Jangan mau jadi perempuan yang gak bisa kerja, kamu tahu gak uang dari hasil kamu terima dari suami kamu sama uang dari kerja keras kamu itu rasanya beda walaupun nominalnya sama," ucap Rea.
"Tapi, Gia ngelihat Kakak kerja gitu kayak capek jadinya Gia gak pengen kerja deh," ucap Gia.
"Aneh nih anak, Gia kamu harus kerja dan dapatin uang hasil kerja keras kamu sendiri. Pokoknya jangan sampe kamu ngandelin laki-laki kecuali Ayah sama Kak Ray," ucap Rea.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1