Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Merasa Lega


__ADS_3

Alan saat ini bersama dengan anggotanya yang sedang latihan, "Kapten Alan lihat sersan Alvin?" tanya Raka.


"Sepertinya dia di kamp, ada apa memangnya?" tanya Alan.


"Ini saya ingin mendiskusikan model kaos yang akan di gunakan untuk diklat," ucap Raka.


"Mana biar saya yang menemui sersan Alvin," ucap Alan dan Raka pun memberikan beberapa lembar kertas pada Alan.


"Latihan selesai, kalian bisa membersihkan diri atau istirahat," ucap Alan.


"Siap kapten," ucap mereka secara serempak.


Alan memilih untuk ke kamp, saat masuk ke dalam ia tidak melihat keberadaan Alan dan Alan pun teringat jika tadi Alvin izin untuk mengambil beberapa sepatu yang berada di ruangannya. Alan pun melangkahkan kakinya menuju ruangannya, dengan perlahan Alan membuka pintu ruangannya dan gak pertama yang ia lihat adalah Alvin yang memegang sebuah benda yang sangat keramat bagi Alan.


Alan dengan cepat mengambil benda tersebut, "Kenapa cincin lo ada tulisannya Rea dan Alan terus pake love sama bunga segala? dan yang lebih penting lagi ke apa cincin itu kayak cincin pernikahan?" tanya Alvin dan menunjuk cincin yang tadi Alan rebut.


Alan memang sengaja menaruh kalung dan cincin tersebut di ruangannya karena ia pikir jika ia pakai kalung dan cincin tersebut saat latihan bisa saja kalung dan cincin itu jatuh dan hilang, tapi Alan tidak berpikir jika Alvin akan menemukan cincin tersebut.


"Maaf, Kan. Tapi, lo udah bener-bener gak bisa sembunyiin ini dari gue," ucap Alvin.


Alan pun menghela napas panjang dan akhirnya memutuskan untuk memberitahukan semuanya pada Alvin karena memang hanya Alvin yang terus menerus curiga dan bertanya pada Alan, "Gue sama dokter Rea udah nikah," ucap Alan.


Ucapan Alan tentunya membuat Alvin terkejut, "Lo jangan bercanda deh, Lan. Gue tahu lo kok, lo kalau bercanda itu garing banget dan kayak sekarang ini candaan lo garing," ucap Alvin.


"Emang gue pernah bercanda?" tanya Alan.


Alvin sendiri membenarkan perkataan Alan. bagaimana tidak, selama mengenal Alan, Alvin jarang bahkan tidak pernah melihat Alan bercanda, "Tapi, bisa aja lo bercanda supaya bikin gue kaget dan bercandaan lo berhasil buat gue kaget," ucap Alvin.


Alan hanya menatap Alvin dengan tatapan tajam, "Gue gak bercanda," ucap Alan.


"Lo beneran udah nikah?" tanya Alvin.


"Hem."


"Kenapa lo gak ngasih tahu gue?" tanya Alvin.


"Nanti juga bakal tahu, lagian gue nikahnya gak meriah cuma akad doang," ucap Alan.


"Ya, tetep aja, harusnya lo ngasih tahu gue," ucap Alvin dan Alan hanya mengangkat bahunya dengan santai.


"Terus berarti lo sama dokter Rea nyembunyiin hubungan kalian berdua dong?" tanya Alvin.


"Cuma gue yang nyembunyiin hubungan gue sama dokter Rea," ucap Alan.


"Hah! cuma lo maksudnya?" tanya Alvin.


"Huh, dokter Rea gak tahu kalau gue itu suaminya," ucap Alan.


"Kok bisa? bukannya kalian itu udah nikah ya?" tanya Alvin.


"Hem, gue emang gak pernah ketemu sama dokter Rea dan begitupun juga dengan dokter Rea yang gak pernah ketemu sama gue," ucap Alan.

__ADS_1


"Ya, gue tahu. Terus gimana sama berkas-berkas nikah lo sama dokter Rea?" tanya Alvin.


"Gue urus sendiri dan kalau dokter Rea di urusin sama Kakaknya," ucap Alan.


"Loh, emangnya bisa?" tanya Alvin.


"Buktinya gue sama dokter Rea bisa," ucap Alan.


"Iya, juga sih. Salah gue tanyanya, terus sekarang dokter Rea udah tahu kalau lo suaminya?" tanya Alvin.


"Hem,"


"Terus gimana responnya dokter Rea?" tanya Alvin.


"Ya gitu, dokter Rea marah karena gue nyembunyiin semuanya dari dia," ucap Alan.


"Emangnya dokter Rea gak pernah lihat foto lo?" tanya Alvin.


"Gue denger dari orangtuanya dokter Rea sih emang dokter Rea gak mau lihat foto gue soalnya dia percaya kalau pilihan keluarganya itu yang terbaik," ucap Alan.


"Atau jangan-jangan dokter Rea takut kalau suaminya itu jelek, hahahaha," ucap Alvin dan di akhiri dengan gelak tawa.


"Terus menurut lo suaminya dokter Rea jelek atau gak?" tanya Alan.


"Kan mulai deh sombongnya, ya deh suaminya dokter Rea ganteng," ucap Alvin.


"Geli gue kalau lo yang muji, sekarang lo udah paham kan soal hubungan gue sama dokter Rea?" tanya Alan dan diangguki Alvin.


"Kalau gue tahu pas lo udah siap buat ngasih tahu semuanya kayaknya gue bakal marah sih sama lo," ucap Alvin.


"Memang gue peduli," ucap Alan.


"Ck, punya sahabat gini banget. Btw, terus Ryan sama Albert berarti mereka belum tahu dong?" tanya Alvin.


"Belum, diantara sahabat gue yang tahu cuma lo dan Kino," ucap Alan.


"Kino? Kino tahu soal hubungan lo sama dokter Rea?" tanya Alvin.


"Hem, waktu gue akad di datang ...," ucapan Alan terhenti lantaran Alvin menyelanya.


"Wah! parah banget Lo, Lan. Gue sahabat lo sendiri gak lo undang bahkan gue gak tahu soal nikahan lo dan Kino malah tahu soal nikahan lo sampe dia datang pas akad," ucap Alvin, dengan nada tidak terima.


"Dengerin gue dulu, jadi Kino tahu kalau gue nikah itupun gara-gara dia jemput gue ke rumah keluarganya dokter Rea. Lo pasti tahulah kenapa kini jemput gue," ucap Alan.


"Berarti itu pas tugas dong?" tanya Alvin dan diangguki Alan.


"Kino pinter juga aktingnya ya, selama ini dia gak nunjukkin kalau dia tahu hubungan lo sama dokter Rea," ucap Alvin.


"Kino bukan akting, tali dia emang gak tahu kalau istri gue itu dokter Rea," ucap Alan.


"Hah! kok bisa sih, sumpah gue bingung banget," ucap Alvin.

__ADS_1


"Jadi Kino itu cuma jemput gue doang dan waktu itu dokter Rea juga belum turun ke ruang tamu, jadi ya kini belum ketemu sama dokter Rea bahkan gue aja gak juga belum ketemu sama dokter Rea," ucap Alan.


"Wah, kok bisa ya," ucap Alvin.


"Mana gue tahu," ucap Alan.


Alan merasa lega karena ia telah memberitahukan semuanya pada Alvin, Alan merasa beban di pundaknya berkurang. Namun, meskipun begitu ia tetap harus berusaha untuk membuat Rea luluh padanya.


"Btw, lo kenapa kok bisa di sini?" tanya Alvin.


"Ini ruangan gue, jadi terserah gue," ucap Alan.


"Maksud gue tumben aja jam segini lo ke sini," ucap Alvin.


"Ini," ucap Alan dan memberikan kertas yang ingin ia berikan pada Alvin.


"Design buat kaos diklat," ucap Alan.


"Ada yang kurang?" tanya Alvin.


"Di kaosnya jangan pake pangkat dulu, mereka belum tentu lolos kan di seleksi diklat," ucap Alan.


"Emang ada yang gak lo lolosin?" tahap Alvin.


"Tergantung kalau hasil diklat mereka memuaskan ya bakal lolos, tapi kalau gak ya mereka bakal tes dari awal," ucap Alan.


"Kejam banget lo, Lan," ucap Alvin.


"Gue dari dulu kayak gini kali," ucap Alan.


Baru saja Alvin akan mengeluarkan suaranya tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan Ryan dengan keringat yang bercucuran, "Kenapa?" tanya Alvin.


Ryan pun masuk ke dalam ruangan tersebut, "Dok - dokter Rea," ucap Ryan.


"Dokter Rea kenapa?" tanya Alan.


"Tadi gue dapat kabar kalau dokter Rea hilang," ucap Ryan.


"Hilang!" teriak Alan dan Alvin.


"Iya," jawab Ryan.


"Kok bisa?" tamat Alan.


"Gak tahu, tadi gue kata dokter Gabby bilang kalau dokter Rea hilang makanya itu gue ngasih tahu kalian," ucap Ryan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2