Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Lea Terlebih Dahulu


__ADS_3

Lea dan Tyas sudah berjalan santai menyusuri hutan dengan beberapa orang yang berada di depan dan belakang merek berdua, "Mungkin gara-gara hujan ya jadi kayak gini," ucap Tyas.


"Iya, makanya hati-hati takut nanti terpeleset terus jatuh deh," ucap Lea.


Mereka pun berjalan sampai di sebuah tempat yang cukup luas dan di sana juga sudah ada beberapa tenda untuk tidur.


"Untuk satu tenda digunakan oleh 4 orang," ucap Tian.


"Lea, lo sama gue loh ya," ucap Tyas.


"Iya iya," ucap Lea.


"Untuk kali ini akan dilakukan pemanasan terlebih dahulu," ucap Tian.


Mereka pun mulai melakukan pemanasan yang dipimpin oleh saja satu Prabu hingga beberapa saat kemudian pemanasan pun selesai dan Tian datang untuk memberitahukan sesuatu pada mereka.


"Baik, setelah ini kalian akan langsung mengikuti letnan Noah ke dekat tebing, tapi tetap berhati-hati agar tidak terjatuh," ucap Tian dan diangguki semua orang.


Mereka semua pun menuju tebing tempat Noah dan beberapa tentara yang sedang menyiapkan alat-alat yang entahlah Lea pun tidak tau.


"Jadi kalian akan melakukan rappelling atau turun tebing dan untuk bagaimana caranya akan diperagakan oleh letnan Prabu silahkan," ucap Noah dan Prabu pun mulai memperagakan bagaimana cara yang benar untuk melakukan turun tebing atau rappelling.


Setelah itu, Noah lun kembali mengambil alihnya, "Baik, karena kita akan turun tebing, jadi siapa yang mau mulai terlebih dahulu?" tanya Noah.


Suasana tampak hening tanpa ada yang merespon pertanyaan Noah, "Kenapa semuanya diam? baik kalau tidak ada yang mau mulai terlebih dahulu maka saya akan memilih siapa yang akan melakukannya terlebih dahulu," ucap Noah.


"Gimana kalau Lea terlebih dahulu letnan Noah," ucap Ayu.


"Lea aja letnan Noah yang turun tebing pertama," ucap lainnya.


Suasana yang tadinya hening pun mulai ramai karena semua orang yang akan melakukan rappelling menyetujui apa yang dikatakan Ayu.


"Iya letnan Lea aja," ucap salah satu dari mereka.


"Setuju," ucap lainnya.


"Huh, saya memilih sesuai kehendak saya," ucap Noah.


"Gapapa letnan Lea saja, lagipula suara mayoritas juga memilih Lea," ucap Ayu.


"Iya bener, Lea mau kok," ucap lainnya.


"Kok gue sih, gak ya gue gak mau," ucap Lea.


Sejujurnya ia sangat takut jika harus turun terlebih dahulu, bahkan untuk berada di sisi tebing saja Lea takut apalagi harus turun terlebih dahulu dan ia lun tidak tau bagaimana cara turun tebing dengan benar.


"Tapi,i suara mayoritas milih lo, jadi mau gak mau lo harus mau," ucap Ayu.

__ADS_1


Ayu sangat menjengkelkan bagi Lea, rasanya Lea ingin mengutuk Ayu jadi ular saja.


"Baiklah, bagaimana Lea apa kamu mau jadi yang pertama untuk turun tebing?" tanya Noah.


"Tapi, saya takut letnan, saya tidak pernah melakukan turun tebing bahkan sebenarnya saya takut ketinggian," ucap Lea.


"Udah gapapa, Le. Lagian buka cuma lo kok yang belum pernah dan takut ketinggian, hampir semua orang yang dia ini juga belum pernah turun tebing dan takut ketinggian, jadi gak ada masalah," ucap Ayu.


"Iya, cepetan deh, Le," ucap lainnya.


"Yaudah letnan Noah, saya duluan untuk turun tebing," ucap Lea, dengan tidak ikhlas karena ia sangat takut.


"Kalau begitu kamu ke sini agar dipasangkan alat-alatnya," ucap Noah.


Lea pun berjalan menuju ujung tebing tepat di samping Noah, Lea benar-benar takut bahkan untuk berjalan menuju ujung tebing tepat Noah saja Lea sangat pelan dan ia memegang tali untuk menuju ujung tebing dimana tali tersebut memang disediakan untuk pegangan saat akan menuju ujung tebing.


Setelah perjalanan pelan Lea, akhirnya ia sampai di ujung dan berada tepat dihadapan Noah. Saat berada tepat di hadapan Noah, Lea dapat melihat Noah yang tersenyum manis hanya padanya karena senyuman itu hanya dapat dilihat dari jarak dekat dan hanya Lea yang berada di dekat Noah sehingga hanya Lea yang dapat melihat senyuman itu.


Lea pun menahan senyumannya agar semua orang tidak tau jika ia tengah tersenyum bahagia karena Noah yang sempat tersenyum padanya.


Noah sendiri langsung memakaikan alat-alat yang harus digunakan Lea untuk turun tebing dan setelah itu Noah pun menuntun Lea menuju ujung tebing.


"Takut," cicit Lea bahkan kakinya sudah bergetar hebat di ujung tebing apalagi Lea dapat melihat ke bawah uang begitu menakutkan bagi Lea yang takut ketinggian.


"Baik, untuk yang turun pertama akan saya dampingi terlebih dahulu," ucap Noah.


"Loh, tadi kan Lea yang disuruh untuk turun kan dan memang yang pertama akan ditemani agar tidak terlalu gugup begitu," ucap Noah.


Memang benar, kesepakatan para tentara untuk yang pertama turun tebing akan ditemani Bondan, tapi karena Lea yang pertama maka harus Noah yang mendampinginya karena Noah tidak terima jika istrinya harus bersama dengan pria lain dan untungnya Bondan mengerti maksud Noah jadi ia pun tidak protes.


"Yaudah, kalau begitu saya saja yang duluan," ucap Ayu dan berdiri menuju Noah dan Lea.


"Tidak bisa karena alat-alatnya sudah di pasang ke Lea dan jika harus menunggu anda menggunakan alat-alatnya maka akan tambah lama lagi, jadi harus Lea yang turun tebing duluan," ucap Bondan.


'Emang kawan terbaik,' ucap Noah dalam hati.


"Baik, kalian begitu saya dan Lea akan turun terlebih dahulu," ucap Noah.


Noah pun memposisikan dirinya berada di belakang Lea dan memegang erat pinggang Lea, "Jangan takut ada aku," bisik Noah tepat di belakang telinga Lea.


Akhirnya Noah dan Lea pun mulai turun dan baru saja turun Lea sudah berteriak cukup kencang hingga membuat Noah terkejut, tapi untung saja Noah masih bisa mengendalikan semuanya.


"Jangan tutup mata kamu," ucap Noah.


"Gak mau, takut," cicit Lea.


"Gapapa sayang, ada aku. Aku gak akan buat kamu terluka sedikitpun percaya sama aku," ucap Noah.

__ADS_1


Lea pun memberanikan dirinya untuk membuka mata dan ternyata tidak seburuk dan semenakutkan yang ia bayangkan, "Wah, pemandangannya bagus," ucap Lea.


Bukannya takut, Lea justru kagum dengan pemandangan pohon serta bebatuan yang menemani matanya saat melakukan turun tebing.


"Hentakkan kaki kamu di bebatuan itu," ucap Noah.


"Takut," ucap Lea.


"Gapapa, gak usah takut. Ayo bareng sama aku," ucap Noah.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun sudah berada di bawah, "Tidak perlu, biar saya yang melepaskan alat-alatnya dari tubuh Lea, kamu balik ke tugasmu tadi saja," ucap Noah.


Noah sengaja memberhentikan salah satu tentara yang menghampiri Lea dan berniat untuk melepaskan alat rappelling yang digunakan Lea, Noah jelas tidak terima jika istrinya dipegang-pegang oleh orang lain.


"Letnan Noah gak balik ke atas lagi?" tanya Lea, saat menunggu rekan-rekannya turun.


"Gak," ucap Noah.


"Kenapa?" tanya Lea.


"Karena orang yang harusnya saya awasi udah di sini, jadi untuk yang diatas biar anggota lainnya aja yang mengawasi. Mereka juga berpengalaman kok," ucap Noah dan membuat Lea tertawa.


"Jangan ketawa," ucap Noah dan akhirnya Lea pun berhenti tertawa dan menatap aneh Noah.


"Kenapa gak boleh ketawa? emangnya ada yang salah ya kalau aku ketawa?" tanya Lea.


"Gak, aku cuma gak mau orang lain lihat tawa kamu karena yang boleh lihat tawa kamu itu cuma aku," ucap Noah.


Sangat kaku, itulah yang Lea rasakan, tapi lea merasa dag dig dug bahkan jantungnya rasanya mau meledak mendengar gombalan kaku Noah.


"Kak Noah bikin anaknya bunda Rea sama ayah Alan baper aja," ucap Lea dan Noah hanya tersenyum tipis saja sangat tipis.


Malam harinya semua orang beraktifitas sesuai dengan apa yang mereka inginkan karena memang saat ini adalah waktu istirahat setelah seharian mereka latihan bertahan hidup di dalam hutan.


"Capek banget, ini baru sehari loh. Tapi, rasanya kayak satu tahun mana tadi masak mie, mienya kurang matang lagi terus mienya campur sama tanah bahkan minumnya aja kita ambil dari sungai, untung aja air sungainya jernih kalau gak gimana coba," ucap Tyas.


"Udah gak usah ngeluh terus gak baik, masih bagus Kuta bisa makan kalau gak gimana. Lagian kita diajarin kayak gini juga salah satu bentuk cara pengingat kita untuk bersyukur sama hidup yang kita miliki," ucap Lea.


"Ish ish ish, pinter bener dah sahabat gue," ucap Tyas.


"Gue gituloh, udah kita istirahat aja di tenda juga udah ada beberapa orang yang," ucap Lea dan diangguki Tyas.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2