Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Selamat Malam Cantik


__ADS_3

Setelah mandi bersama, Alan dan Rea pun duduk di bawah lebih tepatnya di karpet, agenda mereka hari ini adalah membuka kado dari keluarga, kerabat dan juga sahabat mereka berdua tentunya.


"Ini dari Sivia sama Alvin, mereka ngasih perlengkapan bayi lucu banget warnanya merah muda," ucap Rea.


"Kamu udah beli perlengkapan bayi yang itu?" tanya Alan.


"Kayaknya udah dibeliin bunda deh," ucap Rea.


"Yaudah, gapapa nanti kita bisa ganti-ganti," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Lucu ya topinya," ucap Rea dan Alan hanya tersenyum mendengarnya.


"Ini ada sepatu dari Nina sama Nando, ih bagus banget warnanya kuning gitu," ucap Rea.


"Ada kaos kaki juga, ada sarung tangan. Kok mereka bisa dapat yang lucu kayak gini ya," lanjut Rea.


Alan hanya tersenyum melihat kehebohan istrinya itu, meskipun begitu Rea tetap menjaga suaranya agar tidak terlalu keras sehingga dapat membangunkan baby Lea.


Hampir semua kado sudah di buka dan tinggal beberapa saja, "Ini dari Qilla sama sersan Ryan," ucap Rea.


"Oh iya, kamu buka aja," ucap Alan dan diangguki Rea.


Rea pun membuka kado dari pasangan tersebut, "Hah!" pekik Rea.


"Sayang jangan keras-keras nanti baby Lea nya bangun," ucap Alan.


"Ups, aku terlalu terkejut melihat hadiah dari sersan Ryan sama Qilla," ucap Rea.


"Emangnya mereka ngasih apa?" tanya Alan.


Rea pun memberikan kado tersebut pada Alan dan saat Alan menerima kado tersebut sontak ia juga terkejut, tapi ia bisa mengendalikan raut wajahnya. 'Ryanj*ng," batin Alan, saat melihat kado yang diberikan sahabatnya itu.


Bagaimana tidak, ternyata Ryan dan Qilla memberikan sebuah lingerie berwarna merah, k*nd*m dan penyumbat telinga untuk bayi. Memang sahabatnya yang satu ini tidak tau diri bukan hanya sahabatnya, tapi juga sahabat istrinya, Qilla. Memang cocoklah mereka berdua menikah.


"Kamu buang aja gapapa," ucap Alan.


"Ish, gak boleh di buang kan ini hadiah dari sahabat kamu sama sahabat aku, kita simpan aja," ucap Rea.


"Di simpan juga buat apa kalau gak dipake, jadi lebih baik di buang aja," ucap Alan.


"Masa aku pake kayak gini sih, gak ah aku takut masuk angin," ucap Rea.


"Yaudah, di buang aja. Gak guna juga kalau di simpan yang ada malah menuh-menuhin lemari," ucap Alan.


"Yaudah kapan-kapan aku pake," ucap Rea yang membuat Alan terkejut dan menatap Rea dengan tatapan menggoda.


"Kenapa gak sekarang aja?" tanya Alan.

__ADS_1


"Gak mau, kalau di pake sekarang mah gak muat kan badan aku masih agak berisi," ucap Rea.


"Muat sayang malah kalau kamu pake sekarang itu tambah seksi," ucap Alan.


"Gak mau ya, kapan-kapan aja aku pakenya," ucap Rea.


"Yaudah, kalau gitu aku juga kapan-kapan pake kadonya dari Ryan," ucap Alan.


"Ish, apa sih. Buat apa kamu pake itu?" tanya Rea.


"Loh ya buat mencegah biar kamu gak hamil lagi, lagian tadi Ryan ngasih banyak kok," ucap Alan.


"Udah ah, aku mau istirahat aja," ucap Rea.


"Yaudah, sini aku bantu," ucap Alan dan membantu Rea menuju ranjang.


"Selamat malam cantik," ucap Alan dan mengecup lama bibir Rea hanya menempel.


"Selamat malam juga ganteng," ucap Rea dan Alan pun merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.


Cukup lama Rea mencoba tidur, tapi sayang ia tidak bisa tidur bahkan ia juga sampai membolak-balikkan tubuhnya karena tidak bisa tidur, Rea pun melihat Alan yang mulai terlelap di sebelahnya lalu Rea menghela napas dan turun dari kasur lalu menuju balkon dengan pelan-pelan takut membangunkan Alan. Rea tahu Alan pasti capek karena seharian membantu Rea apalagi besok Alan kembali bekerja dan tentunya Alan butuh istirahat bukan.


"Kok gak bisa tidur ya gue," gumam Rea.


Rea merasakan angin malam yang begitu dingin baginya, tapi ia tak dak bisa tidur daripada di dalam lebih baik di sini bukan, jangan khawatir karena Rea sudah menutup pintu balkon sehingga angin tidak akan masuk apalagi di dalam ada baby Lea.


"Aku ganggu kamu ya, maaf ya. Kamu tidur lagi aja, aku gak ngantuk soalnya, aku masih pengen di sini sebentar," ucap Rea.


"Kamu gak ganggu kok, aku tadi haus aja terus ngeliat kamu gak ada di sini dan malah di balkon," ucap Alan.


"Kamu tidur lagi aja soalnya aku gak ngantuk," ucap Rea.


"Kenapa kok gak ngantuk?" tanya Alan.


"Gak tau, aku daritadi udah coba buat tidur, tapi tetep aja gak bisa," ucap Rea.


"Ada yang kamu pikirkan?" tanya Alan.


"Gak ada yang aku pikirin kok," ucap Rea, dengan menggelengkan kepalanya.


"Yaudah ayo, kita tidur berdua. Gak baik loh kalau kamu di sini apalagi angin malam yang kayak gini," ucap Alan dan menuntun Rea menuju ranjang.


Setelah itu, Alan merebahkan tubuh Rea dan tubuhnya di kasur, Alan menarik Rea ke adakan pelukannya, "Tidur ya, takutnya nanti kamu kurang tidur belum lagi kalau baby Lea kebangun nanti," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Kamu juga tidur, kamu kan besok mulai kerja, aku gak mau kalau besok kamu kurang tidur terus kelelahan," ucap Rea.


"Iya sayang," ucap Alan.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya benar-benar terlelap dengan Rea yang berada di dalam dekapan Alan. Beberapa saat kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang membuat Alan terkejut dan melihat box bayi yang ternyata baby Lea yang tengah menangis, Alan pun melihat Rea yang sudah terlelap. Alan tidak tega membangunkan istri dan akhirnya Alan melepaskan pelukannya dengan pelan agar tidak membangunkan Rea.


Setelah pelukan tersebut terlepas, Alan pun menghampiri anaknya dan menggendongnya, "Anak Ayah kenapa hem?" tanya Alan dan menggendong baby Lea.


Karena baby Lea tidak mau berhenti menangis Alan pun akhirnya mencoba membangunkan Rea, "Sayang," panggil Alan, dengan lembut.


"Eungh," lenguh Rea.


"Bangun yuk, kayaknya baby-nya haus deh," ucap Alan, yang berhasil membuat Rea sadar dan membuka matanya.


"Udah dari tadi ya Lea nangisnya?" tanya Rea dan mengambil alih baby Lea.


"Lumayan sih, aku kira di gendong aja gak bakal nangis, tapi ternyata dia gak mau berhenti," ucap Alan.


"Kata mama jam segini emang kalau gak haus, pokoknya basah atau karena udaranya," ucap Rea.


"Aku udah cek pokok sama udaranya gak ada masalah kok," ucap Alan dan diangguki Rea.


Rea pun mulai menyusui baby Lea dan benar saja setelah itu baby Lea berhenti menangis, "Haus banget ya sayangnya bunda," ucap Rea dan mengusap lembut pipi baby Lea.


"Pelan-pelan ya sayang, biar bunda gak sakit," ucap Alan.


"Kamu tidur lagi aja, ini masih jam segini soalnya," ucap Rea.


"Nanti ya kalau kamu udah selesai nyusuin baby," ucap Alan.


"Sekarang aja, kamu pasti capek deh. Gak tega aku lihatnya," ucap Rea.


"Aku gapapa sayang, aku mau nemenin kamu," ucap Alan.


Beberapa saat kemudian, Alan pun membawa baby Lea kembali ke box bayi, "Udah tidur ya," ucap Rea.


"Makasih sayang, karena sudah hadir di hidupku dan memberikan kebahagiaan yang gak pernah aku bayangkan, ternyata pilihan papa dan mama sangat tepat. Maaf kalau selama ini aku belum bisa bahagiain kamu, aku tetap berusaha buat kamu nyaman dan bahagia tentunya. Tapi, yang jelas aku dapat pastikan jika aku adalah salah satu orang yang beruntung karena bisa bersama kamu," ucap Alan.


"Ish, malam-malam jangan buat anaknya bunda Nara baper deh, kok aku setelah melahirkan jadi gampang baper ya, padahal dulu tuh ada yang deketin aku aja cueknya minta ampun, tapi sekarang kok gak ya," ucap Rea.


"Kalau sama aku gapapa kok, aku malah seneng," ucap Alan.


"Udah ah gak usah bicara terus udah malam lebih baik tidur," ucap Rea dan diangguki Alan.


Sebelum tidur Alan pun mengecup seluruh wajah Rea dan setelah itu mereka berdua pun mulai memejamkan matanya hingga benar-benar terlelap.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2