Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Cengeng


__ADS_3

Sudah dua hari Alan dan Rea menginap di rumah Mama Dira dan saat ini mereka kali ke rumah, sebenarnya apartemen milik Alan sudah jadi dan dapat ditempati, Alan pun sudah mengajak Rea untuk pindah, tapi Rea menolak karena ia terlanjur nyaman di rumahnya saat ini dan ingin tinggal di sini, Alan pun hanya setuju saja karena ia juga lebih nyaman di sini dan lebih mudah jika ditinggal di sini.


Saat ini Rea sudah membersihkan tubuhnya dan begitupun Alan karena hari mulai gelap dan Rea memutuskan untuk memasak makanan untuk Alan, tapi saat ia melihat isi kulkas ternyata ia lupa untuk membeli bahan makanan, "Kenapa sayang?" tanya Alan, saat melihat Rea yang berdiri di depan kulkas.


"Aku lupa belum beli bahan makanan, lihat sekarang gak ada bahan makanan di kulkas," ucap Rea.


"Mau beli dulu di minimarket?" tanya Alan.


"Tapi, udah malam gini, gimana kalau makan mie instan aja lagian kan aku juga udah lama gak makan mie instan kayaknya udah hampir 1 bukan lebih deh," ucap Rea.


"Iya boleh, tapi jangan banyak-banyak ya," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Tapi, kamu gapapa aku masak mie instan?" tanya Rea.


"Gapapa sayang, apapun akan aku makan selama kamu yang masak," ucap Alan.


"Yaudah, aku bikin dulu. Kamu mau rasa apa?" tanya Rea.


"Emang ada rasa apa aja?" tanya Alan.


"Banyak sih, tapi kalau buat makan itu enaknya yang ini," ucap Rea dan mengambil mie instan yang terbaik menurutnya.


"Boleh yang itu gapapa," ucap Alan dan dengan cepat Rea pun memasak mie instan tersebut.


Beberapa saat kemudian, mie instan yang ia buat pun selesai. Rea segera memanggil Alan yang saat ini berada di kamar untuk mengurus pekerjaannya, "Makanannya udah jadi," ucap Rea.


"Iya, ini aku selesain sebentar ya habis itu aku keluar," ucap Alan dan diangguki Rea.


Rea pun keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk melihat mie instan buatannya dan setelah di rasa masih oke Rea berjalan menuju kamar, tapi baru beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, "Siapa yang datang? kok tumben ya malam-malam ada tamu? kalau anggotanya Mas Alan mah pasti heboh," tanya Rea, pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Rea pun berjalan menuju pintu dan ia dengan cepat membuka pintu rumah tersebut, ia benar-benar terkejut saat melihat seorang perempuan cantik yang berada di hadapannya, "Hem kapten Alan nya ada?" tanya perempuan tersebut.


"Kapten Alan ada, kalau boleh tahu anda siapa ya kok nyari kapten Alan? terus ada hubungan apa anda ke sini malam-malam? apa anda sudah buat janji dengan kapten Alan?" tanya Rea.


"Oh, saya teman dekatnya kapten Alan, ya lumayan dekat lah begitu bahkan hampir seluruh anggotanya kapten Alan pun tahu siapa saya," ucap perempuan tersebut.


"Teman dekat? sedekat apa anda dengan kapten Alan?" tanya Rea.


"Ya, lumayan pokoknya. Hem apa boleh saya masuk ke dalam karena di luar cukup dingin," ucap perempuan tersebut.


"Oh iya, silahkan masuk," ucap Rea.


Rea dan perempuan tersebut pun masuk ke dalam rumah, "Oh iya, ini saya tadi masakin khusus buat kapten Alan," ucap perempuan tersebut.


"Tapi, tadi saya sudah masakin buat kapten Alan," ucap Rea.


"Oh iya kah, wah saya telat kalau begitu," ucap perempuan tersebut.


Kedua perempuan tersebut pun sontak menatap Alan yang saat ini juga tengah terkejut dengan kedatangan dari perempuan tak diundang itu, "Dokter Sandra? kenapa anda ada di sini?" tanya Alan. Ya, perempuan itu adalah dokter Sandra.


Setelah Alan mengatakan siapa perempuan tersebut, Rea pun sadar dan untungnya Rea sudah tahu cerita mengenai Alan, Alvin dan dokter Sandra sehingga Rea tidak terlalu cemburu, tapi meskipun begitu ada sedikit kecemburuan di hati Rea karena melihat bagaimana dokter Sandra yang sangat menawan bahkan dokter Sandra tidak tampak seperti seorang dokter, ia lebih seperti model.


"Kapten Alan senang bisa bertemu dengan kapten Alan lagi, saya ke sini hanya mampir kan udah lama saya tidak ke sini," ucap dokter Sandra.


Rea sendiri percaya dengan suaminya yang tidak akan berpindah ke lain hati, tapi tidak salahkan jika ia merasa cemburu dengan perempuan yang notabenenya pernah dikabarkan dekat dengan suaminya saat ini, meksipun Alan sudah mengatakan semuanya, tapi tetap saja Rea merasakan cemburu.


"Lebih baik dokter Sandra pergi karena tidak baik dokter Sandra bertamu ke rumah orang saat malam-malam apalagi saya dan istri saya tidak pernah mengundang dokter Sandra ke rumah," ucap Alan.


"Tapi, saya hanya ingin mampir sebentar," ucap dokter Sandra.

__ADS_1


"Saya dan istri saya tidak ada yang menerima kehadiran dokter Sandra, jadi saya persilahkan dokter Sandra untuk pergi karena bagi saya anda terkesan sebagai pengganggu," ucap Alan.


"Hush, gak boleh ngomong gitu ah, yaudah kalau memang dokter Sandra ingin tetap di sini ya silahkan, tapi maaf kami berdua tidak bisa melayani anda selayaknya tamu karena saya dan suami saya tidak menyambutnya kedatangan anda," ucap Rea dan ia dapat melihat dengan jelas dokter Sandra yang menatap tajam kearahnya.


"Udah sayang, jangan pikirin dia. Lebih baik kita makan aja ya, tadi kan kamu udah masak," ajak Alan dan diangguki Rea.


Alan dan Rea pun pergi menuju meja makan dan meninggalkan dokter Sandra sendirian di ruang tamu, karena kesal akhirnya dokter Sandra pun menghampiri Alan dan Rea, "Kapten Alan makan apa?" tanya dokter Sandra dan melihat Alan yang tengah memasukkan mie instan buatan Rea tadi ke piringnya.


"Loh kok kapten Alan makan mie instan sih, bukannya kapten Alan gak terlalu suka sama mie instan ya bahkan dulu kapten Alan sampe beberapa kali ke kamar mandi karena akan mie instan, kapten Alan kan pernah bilang ke saya kalau gak baik makan malam mie instan nah karena itu ini saya bawain makanan kesukaan kapten Alan bahkan ada brokoli kesukaan kapten Alan loh," ucap dokter Sandra.


Rea yang mendengarnya pun menatap Alan dan saat melihat raut wajah Alan yang tampak khawatir karena dokter Sandra mengatakan hal itu membuat Rea merasa sedih karena ia baru tahu jika Alan ternyata tidak terlalu suka dengan mie instan, "Saya suka kok dengan mie instan, anda saja yang menyimpulkannya sendiri," ucap Alan.


"Tapi, kapten Alan dulu sempat bolak balik kamar mandi loh," ucap dokter Sandra.


"Sepertinya anda salah," ucap Alan dan kembali mengambil mie instan yang tersedia diatas meja makan.


"Kalau emang kamu pernah bolak balik ke kamar mandi karena makan mie instan lebih baik kamu gak usah makan mie instannya, kamu makan makanan yang dibawain dokter Sandra aja dan mie instan ini biar aku yang makan," ucap Rea dan mengambil piring Alan lalu membawa pergi.


Sudah Rea katakan bukan, jika saat hamil Rea sangat sensitif dan mudah terpancing emosinya salah satunya ya ini padahal ini bukan tipe Rea ngambek tidak jelas hanya karena mie instan, tapi lagi-lagi Rea tidak bisa menahan diri untuk tidak terbawa suasana bahkan saat ini Rea sadar jika ia semakin cengeng. Oke, katakanlah Rea lebay, tapi ya memang itu kenyataannya.


Rea membawa piring tersebut ke ruang tamu dan meninggalkan Alan dan dokter Sandra di meja makan, Rea memakan mie instan tersebut dengan diiringi Isak tangis karena Alan tidak mau memakan mie instannya padahal kan Rea sendiri yang mengambil piring tersebut.


Alan sendiri menatap tajam ke arah dokter Sandra, "Anda itu hanya perempuan yang tidak dibutuhkan di sini, lebih baik anda pergi karena bagi saya anda pengganggu dan saya sudah pernah bilang pada anda bukan, kalau apapun makanan yang ada di rumah saya, saya akan makan bukan karena makanannya, tapi karena orang yang memasak makanan itu yang tidak lain adalah istri saya. Perempuan yang tengah mengandung buah hati saya, perempuan yang sangat saya sayangi dan cintai serta perempuan satu-satunya yang akan menemani saya sampai ajal menjemput," ucap Alan dan meninggalkan dokter Sandra.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2