Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
I Love You, Sayang (S1 - Selesai)


__ADS_3

Alan dan Rea sudah berada di rumah kurang lebih selama 2 Minggu dimana setelah Rea berada di rumah sakit sekitar satu Minggu setelah melahirkan. Rea sebenarnya sejak awal sudah bosan di rumah sakit, tapi Alan dan keluarganya meminta Rea untuk di rawat selama seminggu di rumah sakit dan mau tidak mau Rea pun menurut saja.


"Sayang, lahap banget sih mimiknya," ucap Alan, pada baby Daisy yang masih menyusu pada Rea.


"Iya dong, ayah," ucap Rea, dengan menirukan suara anak kecil.


"Yang baby Nial udah tidur?" tanya Rea.


"Iya, udah kok. Tinggal baby Lea ini yang masih belum tidur, ayo dong sayang tidur udah malam loh," ucap Alan dan baby Lea justru mengoceh tidak jelas.


Saat ini sudah jam 11 malam, tapi baby Lea belum tidur dan baby Daisy baru saja tidur itupun setelah menyusu, Rea akui jika baby Nial yang lebih mudah tertidur bahkan baby Nial tidak rewel sama sekali. Kalaupun baby Nial rewel, itu hanya sebentar dan tidak bertahan lama sangat berbeda-beda dengan baby Lea atau baby Daisy.


Akhirnya Rea pun menaruh baby Daisy ke box bayi yang berada di sebelah box bayi baby Nial. Sedangkan baby Lea sudah mulai tidur di kasur bersama Alan dan Rea. Sebenarnya Alan dan Rea masih sedikit takut jika baby Lea tidur di kasur bersama mereka terutama Rea karena Alan jika tidur cukup mengerikan, tapi untung saja selama beberapa hari baby Lea tidur di kasur tidak ada masalah bahkan kemarin saat baby Lea dipindahkan ke box bayi, ia justru menangis dan membuat baby Daisy juga menangis dan karena itu juga akhirnya Alan dan Rea memutuskan untuk tidur bersama dengan baby Lea.


"Mas gak tidur?" tanya Rea, saya semua anak mereka sudah tidur.


"Mas masih ada beberapa pekerjaan, kamu tidur duluan aja ya," ucap Alan dan menghampiri Rea lalu mengecup lama kening istrinya itu.


"Kamu jangan capek-capek loh ya, ingat kamu itu juga butuh istirahat," ucap Rea dan diangguki Alan.


"Iya, sayang," ucap Alan.


Saat dini hari tepatnya pukul 2 tiba-tiba saja ia mendengar suara tangisan yang cukup kencang dan membuat Rea terbangun dari tidurnya lalu menatap seorang pria yang menggendong seorang bayi, "Kenapa gak bangunin aku?" tanya Rea dan berjalan menghampiri mereka berdua.


"Mas gak tega bangunin aku, kamu pasti capek banget kan seharian ngurus anak-anak, apalagi kamu gak pake baby sitter," ucap Alan.


"Aku gapapa kok, siniin anaknya, pasti anaknya haus deh," ucap Rea dan Alan pun memberikan baby Daisy pada Rea.


Alan menuntun Rea duduk di kasur, "Nyamanin dulu posisinya," ucap Alan.


Setelah nyaman dengan posisinya Rea pun mulai menyusui baby Daisy, "Padahal tadi baru aja minum susu kok sekarang haus lagi sih, nanti kalau keluar lagi gimana," ucap Rea dan mengusap pipi baby Daisy.


"Mas kamu tidur aja gapapa, pasti kamu tadi gak sempat tidur kan," ucap Rea.


"Gapapa, aku pengen liat baby-nya kok," ucap Alan.


Alan memang mengantuk, tapi ia berusaha untuk menemani Rea, apalagi ia juga tau jika Rea lelah karena harus menjaga ketiga anaknya saat Alan kerja. Rea memang tidak sendirian karena mama Dira dan bunda Nara secara bergantian datang ke rumah untuk membantu Rea, tapi tetap saja Rea pasti merasa kelelahan bukan


Setelah beberapa saat kemudian, baby Daisy pun terlelap dan Alan segera memindahkannya ke box bayi, tak lupa Alan juga membenarkan posisi Rea yang saat ini sudah berbaring di kasur, "I love you," bisik Alan.


"I love you too," bisik Rea.


"Aku sangat bersyukur bisa punya istri kayak kamu, aku merasa jadi laki-laki ter-beruntung di dunia," ucap Alan.


"Aku juga, aku adalah perempuan ter-beruntung di dunia karena bisa jadi istri kamu," ucap Rea.


"Aku kadang mikir andai aku nolak perjodohan dulu, mungkin aku sekarang masih sibuk dengan pekerjaanku dan gak bakal ngurusin soal pasangan," ucap Alan.


"Kalau aku mungkin udah nikah sih," ucap Rea.


"Kok gitu?" tanya Alan.


"Iya dong, kan aku banyak yang suka," ucap Rea.


"Ish, aku mau ngelak juga, tapi emang bener sih," ucap Alan.


"Tapi, masih banyak yang suka sama kamu kok," ucap Rea.


"Hah masa?" tanya Alan.


"Iya, buktinya banyak banget masalah kita gara-gara orang yang suka sama kamu," ucap Rea.


"Hehehe, iya juga sih," ucap Alan.


Mereka berdua sama-sama bersyukur karena berawal dari perjodohan yang aneh bagi mereka berdua bahkan pernikahan yang terkesan permainan ini bisa mereka lalui walaupun ada batu kerikil dalam pernikahan mereka berdua. Namun, hal itu wajar bukan dalam sebuah rumah tangga karena balik lagi dalam pernikahan ini menyatukan dua sifat dan karakter yang berbeda.


###


6 tahun kemudian.


Saat ini Rea sudah berada di dapur bersama para perempuan untuk menyiapkan makanan untuk di bawa ke taman belakang rumah keluarga Dhananjaya. Ya, saat ini semua orang sudah berada di rumah keluarga Dhananjaya lebih tepatnya rumah papa Aldi, mulai dari keluarga Rea, sahabat Rea, sahabat Alan bahkan anggota tim Alan dan beberapa kerabat lainnya.


Saat ini Lea sudah menginjak usia 8 tahun dan ia menjadi perempuan yang cantik dan ceria, bahkan banyak anak laki-laki yang secara terang-terangan menyatakan cinta pada Lea, tapi Lea menolak dengan alasan masih kecil dan memang itu juga yang diajarkan Rea bagaimanapun Lea masih kecil belum pantas mengenal hal itu.


"Lea, om bawa stroberi loh," ucap kak Ray, yang baru saja datang bersama kak inez dan Jessica anak kedua kak Ray yang saat ini berusia 3 tahun.

__ADS_1


"Mau," ucap Lea dan menghampiri kak Ray.


"Coba cium omnya dulu," ucap kak Ray dan jongkok tepat di hadapan Lea.


Lea pun mencium kak Ray dan setelah itu barulah kak Ray memberikan buah kesukaan Lea yaitu stroberi, Lea persis dengan papa Aldi yang sangat menyukai stroberi padahal Alan sendiri tidak terlalu menyukai stroberi.


"Mana Kaif?" tanya kak Ray, pada Rea.


"Tadi main sama Nial," ucap Rea.


"Main dimana?" tanya kak Ray.


"Di sini ayah!" teriak anak laki-laki di balik trampolin, ia tidak sendirian, tapi bersama anak laki-laki yang saat ini berusia 6 tahun.


"Astaga, yaudah main sana," ucap kak Ray.


"Iya ayah," ucap Kaif.


"Oh iya, Albert datang?" tanya Ryan.


"Hem, katanya dia datang sama istri sama anaknya," ucap Alan.


"Gak nyangka ya, ternyata dia lebih milih pensiun dari militer padahal dia dari dulu biasa aja sama status warga negara mereka berdua sejak nikah," ucap Ryan.


"Mungkin karena istri sama anaknya warga negara A, jadi Albert ngikut," ucap Alvin.


"Tapi, kenapa gak dari dulu?" tanya Ryan.


"Kan dia masih ada tugas yang gak bisa di lepas gitu aja lagipula dia juga harus ngurus segala macam dan akhirnya baru 2 tahun kemarin dia bisa pensiun," ucap Alvin.


"Iya juga sih," ucap Ryan.


"Anak gue yang satunya mana?" tanya Alvin.


"Gilang?" tanya Ryan.


"Iya," ucap Alvin.


"Tuh lagi main pasir-pasiran sama anak gue di sana," ucap Ryan.


Saat tengah mengobrol tiba-tiba seseorang datang dengan menepuk bahu Alan dan hal itu bukan hanya membuat Alan terkejut, tapi semua orang yang ada di sana. "Istri lo mana?" tanya Alvin.


"Tuh lagi nimbrung sama istri lo pada," ucap Albert dan duduk di samping Alan.


"Noah kenalin ini temen-temennya papa," ucap Albert.


Noah sang anak pun berkenalan dengan Alan serta anggotanya dan juga keluarga Alan dan Rea, "Ganteng banget anak lo mana mukanya barat banget lagi," ucap Ryan.


"Iyalah orang gue aja keturunan Spanyol jadi wajarlah kalau anak gue juga nyaknya lebih ke arah bahan gak ada gen istri gue," ucap Albert.


"Huh sok banget lo," ucap Ryan.


"Noah mau main sama Kaif gak, itu dia lagi di trampolin, bukan hanya Kaif kok, tapi banyak orang," ucap Mama Dira dan diangguki Noah lalu ia pun menuju trampolin tersebut.


"Anak lo kalau udah gede jodohin sama anak gue aja ya lumayan lah bisa dapet jodoh keturunan Spanyol," ucap Ryan.


"Gak ah, lebih baik gue jodohin anak gue sama anaknya alan," ucap Albert.


"Lo mah gitu," ucap Ryan.


"Emangnya umurnya Noah berapa?" tanya ayah Argi.


"14 tahun kalau gak salah," ucap Albert.


"Kalau gak salah, umur anak sendiri aja lupa," ucap Ryan.


"Biarin sih," ucap Albert.


Disisi lain Lea saat ini tengah bermain bersama anak-anak lainnya dan tiba-tiba pandangannya melihat dimana trampolin yang menampakkan seorang anak laki-laki dengan tatapan tajam, 'Siaoa dia kok Lea gak pernah lihat ya?' tanya Lea dalam hati.


"Kenapa kak Lea lihatin kak Noah terus?" tanya Erika.


"Kak Noah?" tanya Lea.


"Iya, kak Noah," ucap Erika, ia tau karena tadi saya mengambil minuman ia mendengar nama dari anak laki-laki itu.

__ADS_1


"Oh, gapapa kok. Ayo main lagi," ucap Lea dan mereka pun kembali bermain hingga saat merasa lelah Lea pun duduk dan kembali menatap trampolin yang ternyata masih ada anak laki-laki tersebut, "Kak Lea suka ya sama kak Noah?" tanya Erika, yang mengejutkannya.


"Apa sih gak kok, kakak cuma ngeliat Nial aja yang lagi main trampolin," ucap Lea.


"Oh, Erika kirain kak Lea suka sama kak Noah," ucap Erika.


"Kamu ini ada-ada aja ya gaklah," ucap Lea.


"Tapi, kak Noah emang ganteng ya kak," ucap Erika dan Lea hanya tersenyum mendengarnya karena ia juga setuju dengan apa yang dikatakan Erika mengenai Noah.


'Kenapa tatapannya tadi buat aku deg-degan sih,' ucap Lea, dalam hati dan melanjutkan mainnya bersama anak lainnya.


Saat ini Rea masuk ke dalam rumah untuk mengganti bajunya yang terkena saus, "Sayang kenapa hem?" tanya Alan dan memeluk Rea dari belakang.


"Loh kok kamu disini?" tanya Rea.


"Iya, soalnya aku ngeliat kamu yang masuk ke rumah makanya aku ikut masuk," ucap Alan.


"Ini aku baru selesai ganti baju soalnya tadi kena saus lumayan banyak," ucap Rea dan diangguki Alan.


Saat Rea akan melepaskan pelukan tersebut ia tidak bisa karena Alan justru mengeratkan pelukannya dan membalikkan tubuh Rea lalu mengecup dan ******* bibir Rea, "Kenapa hem? pengen ya?" tanya Rea.


"Hehehe, tau aja kamu itu," ucap Alan.


"Kenapa setalah punya anak 3 kamu jadi rada mesum gini ya?" tanya Rea.


"Iya kah? kayaknya gak deh yuk main yuk," ajak Alan.


"Nanti ya setelah semuanya selesai, gak enak lah harus ninggalin tamu gitu," ucap Rea.


"Aku tadi udah bilang ke para tamu kok dan mereka gak masalah kalau ditinggal," ucap Alan.


"Oh, tapi gak enak tau," ucap Rea.


Bukannya merespon Alan justru mengunci kamar dan memeluk Rea, "Yang, udah puasa lama aku," ucap Alan.


"Ish, yaudah bentar aja ya," ucap Rea dan diangguki Alan.


Baru saja Alan mengecup bibir Rea tiba-tiba pintu kamar diketuk dengan kencang oleh seseorang, "Ayah buka!" teriak Daisy.


"Kenapa selalu Daisy yang menggagalkan buka puasaku sih?" tanya Alan dengan kesal


"Hush, anak sendiri udah sana bukain. Dilanjut nanti ya kalau semuanya udah selesai," ucap Rea.


Mau tidak mau Alan pun membuka pintu dan melihat sang anak dengan wajah tanpa dosanya dan hal itu membuat Alan kesal, "Kenapa sayang?" tanya Alan.


"Mau peluk bunda kata om Ryan bunda di culik sama ayah," ucap Daisy.


'Ry*njing,' umpat Alan dalam hati.


"Bunda ayo ke taman," ajak Daisy dan menarik tangan Rea.


Rea pun pasrah, "Nanti mainnya double deh," bisik Rea, saat melewati Alan.


Bisikan tersebut mampu membaut senyum Alan mengembang bahkan senyuman tersebut akan terbang karena begitu bahagianya Alan, "Gapapalah nahan sebentar," gumam Alan dan Alan pun berjalan menuju taman dengan perasaan gembira bahkan ia sampai bersenandung ria sampai membuat orang orang heran.


"Kenapa?" tanya papa Aldi.


"Gak kenapa," ucap Alan.


"I love you, sayang," bisik Alan, saat melewati Rea yang tengah berbicara dengan kak Ray.


"Huek, mau muntah gue," ucap kak Ray. Namun, dihiraukan Alan.


Alan pun duduk dan menatap Rea yang tengah sibuk dengan para perempuan tentunya, Alan tidak menyangka hubungan yang diawali dengan tidak saling kenal karena perjodohan gila kedua keluarganya bahkan Alan dulu sempat berpikir buruk mengenai rumah tangga yang akan ia jalani, tapi setelah sama-sama belajar dari kesalahan maka hubungan tersebut semakin hari semakin harmonis seperti saat ini. Meksipun banyak rintangan yang harus dihadapi oleh Alan dan Rea, tapi untungnya mereka bisa menghadapi semuanya dan bahagia sampai detik ini, bahkan bukan hanya mereka tapi juga semua orang yang mereka kenal sudah bahagia dengan versi mereka sendiri tentunya.


.......


.......


.......


...~ SELESAI ~...


Terima kasih untuk semuanya yang sudah membaca cerita kapten Alan dan dokter Rea. Juga untuk semuanya yang sudah mendukung author dengan memberikan komentar, vote, like dan menambahkan cerita ini kedalam favorit serta mengikuti akun author baik itu di Noveltoon atau di Instagram. Karena semua dukungan kalian author semangat dan berusaha untuk up lebih banyak. Sekali lagi terima kasih semuanya, Author juga menyadari masih banyak kesalahan dalam cerita ini dan author meminta maaf akan hal itu🙏 jika terdapat tulisan yang kurang berkenan mohon untuk tidak memasukkannya ke dalam hati karena cerita ini hanya fiktif belaka dimana semua alur dan konsep ceritanya hanya karangan author dan tentunya tidak akan terjadi di dunia nyata. Sekali lagi terimakasih😍

__ADS_1


__ADS_2