Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Berpikir Buruk


__ADS_3

Noah yang tengah tertidur pun tiba-tiba terbangun saat mendengar suara cukup keras dari ruangan tersebut dan saat ia membuka matanya, betapa terkejutnya ia saat melihat istrinya berada di lantai dan berusaha untuk berdiri, dengan cepat Noah menghampiri Lea.


"Kok bisa jatuh?" tanya Noah dan membantu Lea untuk duduk di brankar.


"Aku pengen ke kamar mandi," cicit Lea.


"Kenapa gak bangunin aku?" tanya Noah.


"Hem, itu Lea takut ganggu kak Noah, kak Noah nyenyak banget tidurnya. Kak Noah tidur lagi aja biar Lea ke kamar mandi sendiri," ucap Lea.


"Memang bisa ke kamar mandi sendiri?" tanya Noah.


"Bisa kok kak," ucap Lea.


Tak menghiraukan jawaban Lea, Noah justru mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya ke kamar mandi, "Aku tunggu di luar," ucap Noah dan meninggalkan Lea.


Beberapa saat kemudian, pintu mandi pun terbuka dan memperlihatkan Lea yang sudah selesai, tanpa mengatakan apapun Noah mengangkat tubuh Lea dan menaruhnya kembali ke brankar.


"Masih jam 2 kamu tidur lagi aja ya," ucap Noah dan diangguki Lea.


.


Pagi harinya suasana ruang rawat inap cukup ramai karena kedatangan sahabat Lea dan Noah, "Lea, semangat ya. Lo pasti kuat," ucap Tyas dan memeluk Lea.


Begitupun dengan Sasa dan Valey yang merupakan istri Andrew dan Tian sahabat Noah, "Kamu banyak-banyak istirahat ya dan gak boleh kecapean," ucap Valey.


Masih banyak lagi petuah yang Lea dapatkan bukan hanya dari mereka tentunya, bahkan sahabat bunda Rea fan ayah Alan datang siapa lagi kalau bukan aunty Qilla, aunty Nina dan aunty Sivia serta sang suami tentunya.


Aunty Nina dan uncle Nando yang saat ini sudah menetap di negara C pun rela datang karena mendengar kabar Lea yang mengalami keguguran.


Apalagi kedatangan keluarga besar orangtua Rea dan Alan yang tentunya membuat suasana ruang rawat ramai, tapi tenang saja dokter sudah mengizinkannya karena memang sudah mulai membaik


Yang jelas hari ini begitu ramai dan tentunya membuat Lea menampilkan senyumnya, tapi tanpa mereka ketahui di balik senyum itu terdapat luka yang kembali terbuka.


'Pasti Lea menyedihkan ya sampai-sampai semua orang datang ke sini dan pengen hibur Lea, dengan kalian ke sini buat Lea semakin merasa bersalah. Kalian semakin mengingatkan kesalahan Lea yang pengen Lea lupain,' ucap Lea dalam hati.


Tapi, meskipun begitu tak dapat Lea pungkiri jika kedatangan semua orang di sini membuatnya lebih tenang.


"Sayang mau makan?" tanya bunda Rea.


"Nanti dulu ya Bun, Lea tadi kan udah makan bubur," ucap Lea.


"Yaudah, kalua butuh apa-apa kamu bilang ke bunda ya," ucap bunda Rea.

__ADS_1


"Iya bunda," ucap Lea.


"Kak Noah mana mom?" tanya Lea, karena ia baru menyadari setelah makan tadi tidak melihat sang suami.


"Noah ke rayon sebentar untuk menyerahkan hukumannya," ucap mommy Emma.


"Kak noah di hukum?" tanya Lea.


"Iya, kata ayah kamu kemarin Noah telat makanya dia dihukum," ucap bunda Rea.


Lagi-lagi rasa bersalah itu datang begitu saja tanpa bisa Lea tahan, 'Pasti kak Noah telat gara-gara rengekan gak jelas Lea kemarin deh, astaga Lea apa yang lo lakuin sih, dalam sehari lo buat dua bencana,' ucap Lea dalam hati dan selalu menyalahkan dirinya.


"Sayang, kamu kenapa? apa ada yang sakit?" tanya bunda Rea.


"Biar mommy panggi dokter Karin," ucap mommy Emma.


"Gak perlu mom, Lea baik-baik aja kok," ucap Lea.


Mereka bertiga terus mengobrol lebih tepatnya mommy Emma dan bunda Rea yang berusaha mengalihkan pikiran Lea dengan obrolan yang entahlah yang jelas mereka ingin Lea kembali seperti semula menjadi Lea yang cerewet untuk mereka.


Data tengah asik mengobrol tiba-tiba pintu terbuka, di sana sudah ada Daddy Albert, "Loh kok gak sama Noah?" tanya mommy Emma.


"Ada kok, dia lagi di luar," ucap Daddy Albert yang masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa menutup pintu karena memang masih masih diluar dan akan masuk.


'Kak Noah sama kak Laura kalau dilihat-lihat cocok ya,' ucap Lea dalam hati.


Lea kembali sedih jika harus mengingat mengenai dirinya yang baru saja keguguran, Lea pernah mendengar Dati orang-orang jika wanita yang pernah mengalami keguguran akan sulit hamil lagi dan tentunya itu membuat Lea takut.


Bagaimana jika ia tidak bisa hamil lagi? apakah Lea harus berpisah dari Noah atau bagaimana? setidaknya itulah pertanyaan yang sering Lea berikan pada dirinya setelah mengalahkan keguguran.


'Lea kira setelah kita bersama semuanya akan indah dan berwarna, tapi ternyata semuanya sama saja bahkan menjadi abu-abu,' ucap Lea dalam hati dan merebahkan tubuhnya membelakangi bunda Rea dan mommy Emma.


"Loh sayang kenapa?" tamat mommy Emma.


"Lea ngantuk mom," ucap Lea.


"Yaudah, kamu istirahat aja ya," ucap mommy Emma.


Lea pun mengistirahatkan tubuhnya serta otaknya yang terus berpikir buruk tentang dirinya dan semua orang.


"Loh Lea udah tidur?" tanya Noah yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat inap.


"Iya, baru aja. Kenapa emangnya?" tanya mommy Emma.

__ADS_1


"Ini tadi Laura ngirim sup katanya bagus buat Lea," ucap Noah.


"Kamu taruh di sini aja nanti biar dimakan sama Lea waktu akan siang," ucap bunda Rea dan diangguki Noah.


"Oh iya, Laura gak masuk?" tanya mommy Emma.


"Gak mom, Laura masih ada urusan katanya," ucap Noah.


"Oh, begitu," ucap mommy Emma.


Lea yang memang belum tidur pun merasakan sesak di dadanya lagi-lagi pikirannya berkecamuk hanya karena Noah yang menerima makanan dari Laura.


Lea terus berpikir buruk mengenai hubungan Noah dan Laura yang jelas-jelas tidak ada hubungan apapun, mungkin inilah efek dari keguguran yang Lea alami sehingga ia tidak percaya diri lagi bersama dengan Noah setidaknya itulah yang Lea alami.


'Lea tau kalau Lea gak boleh mikir kayak gini, tapi Lea juga gak tau kenapa tiba-tiba pikiran ini muncul dengan sendirinya. Lea pikir kak Noah cocok dengan kak laura daripada dengan Lea, andai saja Lea tidak menerima perjodohan ini mungkin kak Noah dan kak Laura sudah bahagia saat ini,' ucap Lea dalam hati dan menahan tangisannya.


Setelah cukup lama pikiran buruk menguasainya tiba-tiba usapan lembut pada lengannya pun membuat Lea terkejut, tapi ia tetap menutup matanya rapat-rapat agar tak ada yang tau jika saat ini ia tengah bersedih.


"Kenapa sayang?" tanya bunda Rea.


Namun, Lea tetap memejamkan matanya dan pura-pura tertidur.


"Di sini hanya ada bunda kok, Daddy, mommy sama Noah keluar sebentar," ucap bunda Rea.


Lea pun membuka matanya dan membalikkan tubuhnya lalu menatap bunda Rea dan memeluknya, "Maafin Lea bunda hiks hiks, Lea udah kecewain kalian semua harusnya Lea sadar jika kesalahan Lea ini sangat fatal dan Lea siap menerima apapun keputusan kak Noah," ucap Lea.


"Keputusan Noah? maksudnya?" tanya bunda Rea.


"Lea siap jika memang kak Noah akan menceraikan Lea dan mencari perempuan lain yang bisa memberikan keturunan untuk kak Noah hiks hiks," ucap Lea.


"Hei, kamu kok biang kayak gitu sih. Gak boleh ah bilang gak jelas kayak gitu," ucap bunda Rea.


"Gak bunda, Lea siap kok kalau memang itu keputusan kak Noah," ucap Lea.


"Udah gak usah mikirin hal itu, lebih baik kamu mikirin hal-hal yang positif aja biar cepet sembuh yan jelas buang pikiran buruk kamu itu ya selama pemulihan," ucap bunda Rea.


Sebenarnya tadi memang bunda Rea merasakan ada yang berbeda dengan Lea, sebab itu bunda Rea meminta Noah dan keluarganya keluar sebentar tanpa mengeluarkan suara dan setelah mendengar perkataan Lea, benar bukan apa yang dipikirkan bunda Rea jika saat ini Lea tengah menyalahkan dirinya dan berpikir yang tidak-tidak.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2