Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Sayang, Jangan Nangis


__ADS_3

Warning (21+)


*


"Ma-mas Alan," panggil Rea.


"Sayang, kau cantik sekali, apalagi kalau saat ini. Aku rasa aku tidak kan bisa membiarkanmu keluar kamar besok. Aku akan mengurungmu di dalam kamar bahkan seumur hidup aku akan mengurungmu, akan aku buat kamu seperti Rapunzel yang terkurung di dalam menara," bisik Alan.


Alan menatap Rea dan kemudian mendudukkan Rea di kasur lalu berdiri dan menuju pintu kamar tersebut. Rea hanya menatap Alan, ia sempat berpikir untuk apa Alan keluar dari kamar dengan keadaan seperti itu, tapi ternyata salah. Alan justru mengunci pintu kamar tersebut dan kembali menghampiri Rea. Namun, kali ini Alan tidak menarik Rea ke pangkuannya, tapi Alan merebahkan tubuh Rea di kasur dan mendekati Rea. Kedua tangan Alan ia gunakan untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh.


"Aku kira kamu mau keluar kamar," ucap Rea.


"Untuk apa aku keluar kamar dengan keadaan seperti ini yang ada aku di godain kak Ray," ucap Alan dan kembali mengecup bibir manis istrinya itu.


"Sayang," panggil Alan, dengan suara seraknya.


"Iya, apa?" tanya Rea.


"Boleh?" tanya Alan.


"Boleh? maksudnya?" tanya Rea.


"Boleh, aku buat kamu jadi milikku sepenuhnya?" tanya Alan.


"Hah, maksudnya?" tanya Rea.


"Huh, maksudku boleh aku jadikan kamu seorang wanita, wanitaku sepenuhnya. Wanita dari kapten Alan?" tanya Alan.

__ADS_1


Akhirnya Rea pun mengerti maksud dari perkataan Alan dan Rea benar-benar tidak habis pikir dengan Alan, "Kamu tanya gitu setelah kamu buat aku kayak gini, kamu lihat tubuh aku sekarang gimana dan kamu masih tanya kayak gitu, gila kamu," ucap Rea, dengan kesal dan menoleh ke samping agar tidak menatap suaminya yang sangat mengesalkan itu, harusnya Alan tidak perlu izin bukan.


Untuk apa Rea mau membalas tadi jika ia tidak mengizinkan suaminya itu untuk memilikinya. Alan yang mendengarnya pun tersenyum dan mengecup seluruh wajah istrinya, "Terima kasih sayang," bisik Alan tepat di telinga.


"Aku masukin ya," ucap Alan dan diangguki Rea.


Alan meminta izin terlebih dahulu agar Rea tidak terkejut nantinya. Alan takut jika Rea akan merintih kesakitan dan Alan lagi-lagi tidak tega.


"Tapi, pelan-pelan ya. Aku denger katanya sakit," ucap Rea, Rea sangat takut karena ia pernah dengar dari dokter Ari yang merupakan dokter kandungan jika malam pertama sakit terutama bagi perempuan. Mau menolak pun Rea tidak bisa, Rea takut Alan marah dan mengabaikannya karena Rea menghentikan aksi Alan saat ini.


"Iya, sayang, aku bakal pelan-pelan kok," ucap Alan, yang berusaha untuk membuat Rea tenang agar semuanya berjalan dengan lancar.


"Beneran pelan-pelan," ucap Rea.


"Iya, sayang. Aku bakal pelan-pelan kok," ucap Alan.


"Sebentar lagi sayang, ini masih setengah. Kamu tahan ya, awalnya aja kok yang sakit nanti pasti di akhir-akhir gak akan sakit lagi, kamu tahan ya, kamu boleh kok pegang punggungku atau apapun yang penting kamu tahan ya," ucap Alan dan ia mencoba untuk menulikan pendengarannya.


Alan memang tahu jika pertama kalinya pasti akan terasa sakit bagi keduanya apalagi bagi perempuan, sebab itu Alan mengatakan hal demikian pada Rea.


Namun, ucapan Alan juga percuma karena Rea sudah meneteskan air matanya saat merasakan perih di bagian bawahnya, "Sayang, jangan nangis. Yaudah, aku berhenti aja deh biar kamu gak sakit," ucap Alan.


Alan benar-benar tidak tega melihat Rea yang menangis apalagi karena dirinya, sebenarnya Alan ingin melanjutkannya, tapi Alan takut karena Rea menangis. Alan rela berhenti asalkan Rea tidak merasakan kesakitan.


"Gak usah, kata kamu cuma di awal aja kan sakitnya, kamu lanjutin aja masih bisa aku tahan kok," ucap Rea.


Rea saat ini sudah siap untuk menjadikan dirinya milik Alan sepenuhnya karena bagaimanapun suatu saat Alan akan meminta haknya bukan dan karena memang sekarang ini sudah terlanjur ya sudah tinggal Rea setujui saja. Lagipula kedua keluarga baik itu keluarga Alan dan Rea juga sudah meminta momongan.

__ADS_1


"Beneran?" tanya Alan dan diangguki Rea.


Alan kembali berusaha dan pada akhirnya Alan berhasil masuk semuanya, Alan berhenti sebentar agar mampu beradaptasi dengan Rea dan setelah di rasa cukup Alan pun mulai menggerakkannya dengan pelan, "Sa-sayang," panggil Alan.


Alan merasa Rea sangat cantik saat ini atau mungkin karena Rea saat ini sudah menjadi milik Alan sepenuhnya. Alan bahagia karena Rea tidak menolak setiap sentuhannya bahkan Rea membalasnya dan tentu saja Alan tidak akan menyia-nyiakan hal itu, Alan akan segera memberikan momongan untuk keluarganya dan keluarga Rea.


Rea tidak merespon karena bagian bawahnya benar-benar sakit. Rea ingin sekali mendorong Alan, tapi Rea tidak tega karena Rea dapat melihat dengan jelas jika Alan sudah menunggu saat-saat seperti ini.


"Say my name, baby," bisik Alan.


"Mas,"


"Mas Alan," panggil Rea.


"Good baby," ucap Alan.


Sekarang Alan tahu kenapa tentaranya sering menggunakan bilik cinta bahkan mereka rela membayar mahal hanya untuk bilik tersebut. Bahkan dulu Alan sempat marah pada anggota timnya karena mereka hampir setiap hari ke tempat itu dan pulang-pergi dengan senyum bahagianya karena itu Alan sempat ingin menutup tempat itu agar para anggota timnya tidak setiap ke sana. Namun, justru anggota timnya marah dan menentang itu bahkan Alvin yang tidak pernah ke tempat itu juga melarang akan dengan alasan kasihan pada anggota tim yang pernah berhubungan badan harus menahannya. Mau tidak mau Alan pun akhirnya tetap memperbolehkan anggotanya untuk ke tempat itu, tapi hanya seminggu tiga kali.


Alan sangat berterima kasih pada kedua orangtuanya karena menjodohkannya dengan Rea, Alan tidak tahu lagi kalau seandainya saat itu alam menolak Rea pasti Alan tidak akan bertemu dan bahagia seperti ini, nanti saat Alan bertemu dengan kedua orangtuanya Alan ingin mengucapkan beribu-ribu terima kasih bahkan kalau bisa Alan akan memberikan hadiah pada mereka. Memang benar pilihan orangtua adalah yang terbaik, tidak semua pilihan orangtua itu buruk, bisa jadi pilihan orangtua itu adalah yang terbaik untuk anaknya. Alan juga yakin jika keluarganya pasti ingin yang terbaik buat Alan sebab itu mereka menjodohkan Alan dengan Rea.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


Gak bisa lanjut yang lebih hot ya, ini aja udah beberapa kali revisi. Kalau gak suka yaudah sih, emang gak bisa bikin cerita kayak gini sih🤭😂


__ADS_2