Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Pulang


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat Lea benci karena hari ini ia akan kembali ke kota karena Lea hamil sehingga ia harus berhenti mengikuti pelatihan, Lea akan ditemani Noah sampai di bandara saja.


"Hati-hati ya, jangan lupain gue," ucap Tyas, dengan memeluk Lea.


"Lo udah bilang kayak gitu 5 kali Yas, lagian gue mana bisa lupain lo. Terus kita juga masih bisa saling ngasih kabar lewat chat kali," ucap Lea.


"Gue tuh cuma takut kangen aja gitu loh," ucap Tyas.


"Ada-ada aja lo," ucap Lea.


"Ayo sayang," ajak Noah.


"Gue duluan ya Yas," ucap Lea.


"Iya," ucap Tyas.


"Inget ya pesan gue awasi kak Noah kalau sampe ada yang deketin kak Noah jangan lupa kabarin gue," bisik Lea.


"Siap, gue bakal kabarin soal gerak gerik kak Noah sama lo," bisik Tyas.


Noah dan Lea pun menuju bandara dan sesampainya di bandara Noah tak hentinya memegang tangan Lea, Noah menemani Lea karena memang Lea harus menunggu beberapa menit sebelum naik pesawat.


"Ku inget ya kalau ada apa-apa kabarin aku, pokoknya jangan lupa makan yang teratur, tidur yang nyenyak dan sering-sering olahraga pagi nanti aku bilang ke Daisy buat nemenin kamu buat olahraga pagi," ucap Noah.


"Iya kak Noah ku sayang, kak Noah udah bilang ini dari kemarin lo. Lagian kan sih ada ayah, ayah juga bakal temenin Lea kok," ucap Lea.


"Aku khawatir sayang karena kamu lagi hamil, tapi aku justru gak ada di samping kamu," ucap Noah.


"Gapapa kak, Lea ngerti kok. Ini itu udah resiko Lea karena nikah sama tentara yang harus utamakan tugasnya," ucap Lea.


"Aku janji, aku bakal selesain semuanya bahkan kalau bisa sebelum 5 bulan diklatnya selesai dan semua prajurit lancar begitu juga dengan pelatihannya," ucap Noah.


"Semoga aja kak, tapi aku gak mau maksain itu," ucap Lea.


"Kamu gak maksain sayang, tapi aku yang mau. Aku aku saat kamu lahiran, aku ada di samping kamu, aku juga pengen banget ngerasain ngidam dan morning sickness yang kamu alami nanti," ucap Noah.


"Gapapa kok daddy, baby bahagia kok walaupun daddy lagi tugas dan jauh dari baby," ucap Lea dan menirukan suara anak kecil.


"Oh lucunya sih, jadi gak sabar pengen lihat gimana baby-nya nanti," ucap Noah.


"Semoga baby-nya nanti mirip daddy ya," ucap Lea.


"Kenapa begitu, aku malah berharap baby-nya mirip kamu," ucap Noah.


"Tapi, kalau mirip kamu kan baby-nya pasti hidungnya mancung terus rahangnya bagus dan kalau ikut aku nanti jidatnya lebar lagi," ucap Lea.


"Gapapa dong sayang, tapi menurutku jidat kamu loh gak lebar gitu, tapi terserah sih yang penting baby-nya sehat," ucap Noah dan diangguki Lea.


Beberapa saat kemudian, Lea dan Noah menunggu hingga akhirnya penerbangan Lea pun tiba, "Lea duluan ya kak," ucap Lea.


"Kamu hati-hati ya sayang, maaf karena aku gak bisa nemenin kamu sampai di rumah," ucap Noah.


"Gapapa kak Noah, lagipula setelah ini kan kak Noah ada urusan lagi, aku pulang ya kak," ucap Lea.


"I love you," bisik Noah dan mengecup bibir Lea.


Lea pun tersenyum lalu jinjit untuk menyamakan tingginya dengan tinggi Noah, "I love you too," bisik Lea dan mengecup pipi kanan Noah dan setelah itu Lea pun pergi.


.


Setelah beberapa jam akhirnya Lea pun sampai di bandara dan ia melihat Daisy serta ayah Alan yang menjemputnya, "Kak Lea! Daisy kangen banget sama kakak," ucap Daisy dan memeluk Lea cukup erat.


"Sayang, jangan kenceng-kenceng ya mukanya kasihan loh kak Lea, kan kak Lea lagi hamil," ucap ayah Alan.


"Eh, iya Daisy lupa kalau bakal punya ponakan ya," ucap Daisy.

__ADS_1


"Yaudah, ayo kita pulang kamu pasti capek kan," ucap ayah Alan.


"Iya Yah," ucap Lea.


Mereka bertiga pun menuju ke rumah ayah Alan karena memang Lea akan tinggal di sana, Noah sengaja menyuruh Lea untuk tinggal di rumah ayah Alan karena Noah tidak ingin Lea tinggal sendirian di apartemen.


Selain itu, Noah tidak mungkin menyuruh Lea tinggal di rumah daddy Albert karena daddy Albert dan mommy Emma saat ini berada di luar negeri.


"Yah, berhenti di sana dong," ucap Lea.


"Kenapa emangnya? perut kamu gak enak? mual gitu?" tanya ayah Alan.


"Gak kok Yah, Lea cuma pengen alpukat," ucap Lea.


"Alpukat? bukannya kak Noah gak suka alpukat ya kok tiba-tiba pengen alpukat sih?" tanya Daisy.


"Iya ya, kan kakak gak suka alpukat, tapi kok kakak tiba-tiba pengen alpukat," ucap Lea.


"Kamu ngidam itu, pasti anak kamu yang pengen alpukat padahal kan kamu gak suka alpukat," ucap ayah Alan.


"Oh baby pengen alpukat ya, yaudah bait di beliin sama aunty Daisy ya," ucap Lea.


"Kok Daisy sih, kan yang pengen alpukat kak Lea ya kak Lea yang beli sendiri lah," ucap Daisy.


"Jadi, kamu gak mau ya, yaudah deh biar kakak sendiri yang beli alpukat nya," ucap Lea, dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Kamu di sini biar ayah aja yang beliin kamu alpukat," ucap ayah Alan, karena melihat Lea yang akan keluar dari mobil.


"Tapi, Lea pengennya Daisy yang beliin alpukat nya, tapi karena Daisy gak mau lebih baik Lea aja yang beli," ucap Lea.


"Daisy beliin kakak kamu alpukat," ucap ayah Alan.


"Panas loh Yah," rengek Daisy.


"Kan perutnya kak Lea juga belum besar ya, jadi gapapa dong kak Lea beli sendiri," ucap Daisy.


"Gapapa kok Yah, biar Lea beli sendiri aja gak usah paksain Daisy," ucap Lea.


"Mau ayah telepon kakak ipar kamu, terus ayah bilang kalau kamu gak mau turutin apa yang di pengenin kakak kamu," ucap ayah Alan.


"Eh! jangan dong ayah. Kalau ayah kasih tau ke kak Noah yang ada hilang sudah sumber pemasukan Daisy," ucap Daisy.


"Makanya beliin kakak kamu alpukat, lagipula kakak kamu kayak gini cuma lagi hamil kok kalaupun kakak ipar kamu ada dia pasti bakal beliin apa yang di pengen kakak kamu, tapi sayang kakak ipar kamu ada tugas yang gak bisa ditinggal gitu aja. Kakak ipar kamu juga udah nyuruh kamu buat jaga dan menuruti segala keinginan kakak kamu kan," ucap ayah Alan.


Ya, memang Daisy diberikan imbalan karena menjaga dan menuruti semua keinginan Lea tak tanggung-tanggung, Noah bahkan memberikan jam tangan limited edition untuk Daisy.


"Iya ayahku sayang, Daisy bakal keluar dan beliin kak Lea alpukat kok," ucap Daisy dan keluar membelikan alpukat untuk Lea.


"Makasih ayah," ucap Lea.


"Sama-sama sayang," ucap ayah Alan.


Setelah membelai alpukat mobil yang dikendarai ayah Alan pun menuju rumah dan sesampainya di rumah mereka segera masuk ke dalam dan baru saja Lea masuk tiba-tiba tubuhnya hampir jatuh karena pelukan erat dari bunda Rea.


"Sayang, jangan kenceng-kenceng peluknya ya," ucap ayah Alan.


"Maaf sayang, bunda lupa. Astaga, bunda seneng banget bisa ketemu sama kamu, gimana selama perjalanan ke sini kamu baik-baik aja kan, gak ada masalah sama baby-nya kan , baby-nya gak rewel selama perjalanannya kan?" tanya bunda Rea.


"Sayang, biarin Lea duduk dulu dong, ada langsung kasih pertanyaan sih," ucap ayah Alan.


"Oh iya, ayo kamu duduk dulu. Pokoknya kamu harus jaga kesehatan boleh capek-capek," ucap bunda Rea.


"Iya bunda," ucap Lea. Lea gemas melihat bagaimana bunda Rea khawatir padanya.


"Gimana keadaan kamu?" tanya bunda Rea.

__ADS_1


"Lea gak di kasih minum dulu gitu Bun, Lea haus nih," ucap Lea.


"Ayah, ambilin Lea minum ya," ucap bunda Rea.


"Iya sayangku, belahan jiwaku dan cintaku," ucap ayah Alan lalu menuju meja makan untuk mengambil minuman untuk Lea.


"Untung gak ada kak Noah juga, kalau ada kak Noah bisa-bisa hari ini Daisy bakal ngelihat dua bucin di sini," ucap Daisy.


"Semoga Nial cepet punya pasangan biar kamu bisa ngelihat tiga bucin," ucap bunda Rea.


"Ish, bunda mah. Harusnya bunda ngasih semangat ke Daisy biar cepet dapet pasangan gitu," ucap Daisy.


"Kamu bahagiain diri kamu dulu, ayah rasa kamu masih perlu kebebasan," ucap ayah Alan dan memberikan minuman yang ia bawa pada Lea.


"Iya juga sih, Yah. Tapi, kalau jodohnya Daisy datang ke ih cepat gak masalah kok, lagipula banyak juga temen-temennya Daisy yang udah pada nikah," ucap Daisy.


"Salah satunya mantan ya," ucap Lea.


"Ya, gitu deh," ucap Daisy.


"Udah move on belum?" tanya Lea.


"Udah dong, maaf nih ya Daisy itu orangnya gak pernah nganggep pacaran sebagai hubungan yang serius karena belum nikah, jadi rasa sukanya itu gampang pudar," ucap Daisy.


"Kalau bisa agak usah pacaran," ucap bunda Rea.


"Kalau ada jodoh kayak kak Noah gitu, Daisy mau kok," ucap Daisy.


"Heh, gak ada ya. Kak Noah hanya satu dan itu jodohnya kakak," ucap Lea.


"Iya tau kak Lea," ucap Daisy.


"Oh iya, katanya Aldi mau nikah, kapan nikahnya?" tanya Lea.


"Oh Aldi nikahnya dua hari lagi kalau gak salah," ucap Daisy.


"Kamu diundang gak?" tanya Lea.


"Diundang," ucap Daisy.


"Terus rencana datang gak kamu?" tanya Lea.


"Datang dong, kan Daisy di undang. Kalau gak di undang baru Daisy gak datang," ucap Daisy.


"Sendirian?" tanya Lea.


"Gak kok, sama Erika terus ada juga temen-temen kampus," ucap Daisy.


"Kamu gak ngerusak pesta pernikahan Aldi kan?" tanya bunda Rea.


"Ya gaklah Bun, Daisy orangnya gak kayak gitu," ucap Daisy.


"Bagus, nanti bunda cariin jodoh buat kamu," ucap bunda Rea.


"Siap Bun, siapa tau nanti Daisy kayak kak Lea," ucap Daisy.


Ya, begitulah percakapan yang penuh dengan candaan, bunda Rea mengatakan hal tersebut tentunya bercanda karena bunda Rea dan ayah Alan tidak pernah mau menjodohkan anak-anaknya dan untuk Noah kalian tau sendiri bukan bagaimana ceritanya. Untung saja si kembar paham akan candaan mengenai perjodohan yang ada di keluarganya.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2