Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Menyingkirkan Lea


__ADS_3

Pagi harinya, semua orang sudah siap dengan peralatannya dan untuk Lea sendiri ternyata Tyas membantu untuk menyiapkan semuanya tadi pagi hari sekali saat Lea kembali ke kamarnya dan Lea dapat bangun pagi juga karena dibangunkan Noah kalau tidak Lea yakin ia pasti akan terlambat.


"Untung gue perhatian sama lo, jadi barang-barang lo udah gue siapin semuanya," ucap Tyas.


"Makasih ya Tyas, sahabat terbaikku," ucap Lea.


"Halah, kalau ada perlunya doang lo bilang kayak gitu," ucap Tyas.


"Gak ya, gue kan selalu muji lo cantik," ucap Lea.


"Iya juga sih," ucap Tyas.


"Udah jangan ngobrol terus," ucap Rudy.


"Biarin sih, lagian belum mulai juga," ucap Tyas.


"Gue ke kamar mandi dulu ya," ucap Lea.


"Yuk gue anterin," ucap Tyas.


"Gak usah, lo di sini aja. Kalau seandainya udah mulai dan gue belum balik nanti lo samperin gue aja," ucap Lea.


"Wokeh," ucap Tyas.


Lea pun pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju kamar mandi sendirian dan letak kamar mandi sendiri memang cukup jauh dari lapangan, tapi tidak terlalu gelap karena dekat dengan asrama.


Beberapa saat kemudian, Lea pun sampai di kamar mandi dan setelah semua urusannya selesai Lea keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kembali ke lapangan.


Namun, saat perjalanan kembali ke lapangan ia tidak sengaja melihat beberapa bayangan orang yang entahlah tiba-tiba saja Lea penasaran dengan orang yang tengah berbicara itu.


Dengan keberanian tinggi Lea pun mendekat, pasalnya mereka berada di bangun kamar mandi lama yang terbilang cukup menakutkan bagi Lea yang orangnya penakut.


"Siapa ya kok kayak serius banget yang dibahas," gumam Lea dan semakin mendekat ke arah bayangan tersebut.


Setelah dirasa jaraknya yang cukup dekat Lea pun berhenti dan memperhatikan bayangan tersebut, ia masih belum tau siapa orang tersebut hingga salah satu dari orang tersebut berbicara dan Lea langsung tau siapa orang tersebut karena suaranya yang tidak asing bagi Lea.


"Asal kamu tau, saya sudah menyuruh Lea untuk masuk ke hutan. Jadi tolong jangan kasih tau direktur mengenai apa yang saya lakukan," ucap seorang pria yang tak lain adalah pak Anton, ketua tim Lea.


"Pak Anton, sengaja nyuruh gue masuk ke hutan waktu itu, tapi pak Anton bicara sama siapa," gumam Lea.

__ADS_1


"Tapi, pak Anton lihat Lea baik-baik aja, Lea gak tersesat atau telruak sedikitpun padahal saya mau Lea itu terluka kalau bisa mati sekalian," ucap seorang perempuan, yang Lea tidak tau siapa dia. Tapi, ia tau suara tersebut tidak asing baginya.


"Ini suara perempuan siapa?" tanya Lea pada dirinya sendiri.


"Tapi, saya juga tidak tau kalau Lea Alan baik-baik saja, saya sudah melakukan apa yang kamu suruh dan sesuai janji jangan lagi membahas mengenai permasalahan saya ke direktur kalau kalau sampai kami bahas maka saya pastikan kamu akan terkena masalah," ucap pak Anton.


"Pak Anton mengancam saya," ucap perempuan tersebut.


"Saya tidak mengancam, saya hanya mengatakan saja padamu untuk berhati-hati," ucap pak Anton.


"Saya itu orangnya menepati janji, jadi saya akan diam mengenai apa yang pak Anton lakukan yaitu berselingkuh dari istri pak Anton," ucap perempuan tersebut.


"Saya harap apa yang kamu katakan itu benar, awas saja jika kamu mengatakan semuanya," ucap pak Anton.


"Pak Anton tenang saja untuk masalah itu, sekarang saya hanya memikirkan bagaimana menyingkirkan Lea," ucap perempuan tersebut.


"Kenapa kamu ingin menyingkirkan Lea?" tanya pak Anton, pada perempuan tersebut.


"Alasannya sederhana saja, karena Lea adalah orang yang disukai letnan Noah," ucap perempuan tersebut.


"Letnan Noah suka sama Lea, gak mungkin Lea itu udah punya suami. Jadi, Lea gak bakal suka sama letnan Noah," ucap pak Anton.


"Gak mungkinlah, masa letnan Noah sama Lea, tapi ya Lea emang cantik sih orang salah satu pegawai cowok yang jadi idaman di kantor aja suka sama Lea. Jadi, kalau letnan Noah juga suka sama Lea ya wajar aja, tapi anda iya letnan Noah sama Lea," ucap pak Anton.


"Bisa jadi, pak Anton tau kan kalau Lea dan letnan Noah terjebak bersama saat hujan," ucap perempuan tersebut.


"Iya, tapi bisa aja letnan Noah gak sengaja bertemu le di hutan dan akhirnya mereka terjebak bersama," ucap pak Anton.


"Hu,h gak mungkin. Cuma orang bodoh yang berpikir seperti pak Anton," ucap perempuan tersebut.


"Kamu bilang saya bodoh gitu," ucap pak Anton.


"Saya gak bilang loh," ucap perempuan tersebut.


"Siapa sih perempuan itu kok aku gak bisa lihat dia, tapi dari suaranya aku kayaknya kenal deh. Jadi, dia yang udah buat aku tersesat di hutan dan pak Anton hanya melaksanakan apa yang disuruh perempuan tersebut, gak bisa dibiarin ini," gumam Lea.


Lea batu saja bersiap untuk keluar dari tempat persembunyian agar ia dapat melihat perempuan yang tengah berbicara dengan pak Anton, tapi langkahnya terhenti karena seseorang menahan tangannya dari belakang.


Lea pun berbalik dan menatap orang tersebut yang ternyata adalah sang suami, "Kak Noah kenapa di sini?" tanya Lea.

__ADS_1


"Harusnya aku yang tanya ke apa kamu di sini? semuanya udah siap dan mau berangkat, tapi kamu malah di sini," tanya Noah.


"I-itu kak, tadi Lea denger orang yang bicarain Lea dan Karen Lea penasaran makanya Lea ada di sini," ucap Lea.


"Lain kali jangan gini lagi ya, kamu gak tau gimana karakter orang," ucap Noah.


"Maksud kak Noah?" tanya Lea.


"Jangan kayak gini lagi, kalau ada yang bicarain kamu. Kamu cuekin aja jangan di dengerin, aku takut terjadi sesuatu sama kamu," ucap Noah.


"Lea gapapa kok," ucap Lea.


"Aku tau, kamu gapapa. Tapi, aku sebagai suami juga harus jaga kamu," ucap Noah.


"Iya kak, maafin Lea ya," ucap Lea.


"Iya gapapa, yaudah ayo kita ke lapangan dari tadi semuanya nungguin kamu loh," ucap Noah.


"Iya kak ayo," ucap Lea.


Mereka berdua pun menuju lapangan tempat semua orang berkumpul.


Sebenarnya Noah tadi mendengar semua apa yang Lea dengar bahkan Noah tau siapa kedua kedua orang tersebut pak Anton dan perempuan yang mengetahui rahasia pak Anton sehingga pak angin mau melakukan apa yang disuruh perempuan tersebut.


'Kalua sampai kalian melukai Lea, jangan salahkan aku kalau kalian akan hancur,' ucap Noah, dalam hati.


Noah tidak pernah main-main dalam masalah Lea, bahkan saat Lea SMA dulu Lea sempat di bully, tapi karena Noah mendengarnya dan langsung menemui orang yang membully Lea yang tak lain adalah kakak kelas Lea di sekolah dan Noah pun menghancurkan bisnis keluarga mereka, tentunya dengan dibantu Daddy Albert sehingga mereka tidak lagi membully Lea bahkan beberapa dari mereka memutuskan untuk pindah sekolah dan alhasil karena hal itu Lea hanya di bully sehari saja.


Meskipun Noah tidak satu sekolah dengan Lea, tapi ia berjanji akan menjaga Lea karena memang Noah memiliki beberapa teman yang satu sekolah dengan Lea dan mereka akan melaporkan apa yang dilakukan dan yang dialami Lea selama bersekolah.


Entahlah Noah pun tidak dapat pastikan apa yang ia alami ini adalah sebuah obsesi atau bukan, tapi yang jelas Noah ingin menjaga Lea dari siapapun yang berniat jahat pada sang pujaan hati.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2