
Noah dan Lea sudah berada di kamar Noah tentunya, "Udah malam, tidur ya. Ibu hamil gak boleh begadang," ucap Noah dan menuntun Lea menuju kasur.
"Kak, Lea itu hamil bukan lumpuh," ucap Lea.
"Hush, gak boleh ngomong gitu. Aku tuh cuma gak mau kamu kecapean sayang, lagipula wajar kok kalau aku kayak gini," ucap Noah.
"Astaga kak, tapi gak gini juga dong. Masa Lea jalan aja pake di pegangin," ucap Lea.
"Gapapa sayang, udah ayo kamu langsung tidur atau mau makan dulu?" tanya Noah.
"Kan tadi sebelum ke sini udah makan, masa sekarang makan lagi sih kak," ucap Lea.
"Ya siapa tau kamu sama baby-nya lapar lagi biar aku ambilin," ucap Noah.
"Ish, gemesnya sih suami aku, Lea gapapa kak. Lea langsung istirahat aja," ucap Lea.
"Yaudah kalau gitu sekarang kamu tidur," ucap Noah dan membantu Lea membaringkan tubuhnya di kasur.
'Astaga, gue kayak orang sakit beneran kalua kayak gini. Emang kalau ibu-ibu hamil kayak gini ya suaminya berarti ayah dulu juga kayak gini dong sama bunda,' ucap Lea dalam hati.
Bicara soal orangtua Noah dan Lea, mereka berdua belum memberitahukan kabar bahagia ini, rencananya mereka akan memberitahukan kedua orangtua mereka setelah mereka berdua dari rumah sakit agar lebih pasti dan merek juga tau bagaimana kondisi anak mereka.
Akhirnya Lea pun hanya pasrah dan menutup matanya setelah Noah menyelimutinya hingga akhirnya tanpa sadar Lea pun mulai terlelap.
.
Pagi harinya Lea sudah bangun dan tentunya sendirian karena Noah tengah latihan pagi dengan anggota dan prajurit lainnya. Lea tau hal itu karena memang kemarin Noah sempat memberitahukannya pada Lea, tapi Noah tidak melupakan tugasnya yang membuatkan susu ibu hamil untuk Lea karena saat Lea bangun tadi, ia sudah melihat susu ibu hamil di meja dekat jendela.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar tersebut pun terbuka dan menampilkan sang suami yang sudah berganti baju entah kapan Noah mengambil baju di dalam lemari karena Lea Lim tidak melihatnya.
"Kak Noah tadi masuk bawa baju ya kok Lea gak lihat ya?" tanya Lea.
"Oh ini, kau tadi ambil di ruangan ku karena di sana ada baju yang belum pernah aku pakai," ucap Noah dan diangguki Lea.
"Udah selesai minum susunya?" tanya Noah.
"Udah kak," ucap Lea.
"Kita ke rumah sakit sekarang ya takut panas banget nanti kalau siang," ucap Noah.
"Terus untuk latihan ku gimana kak?" tanya Lea.
"Kamu gak perlu mikirin hal itu, yang penting sekarang kamu berpikir untuk anak kita ya," ucap Noah dan mengusap lembut perut rata Lea.
Merek berdua pun keluar kamar dan menuju parkiran, selama perjalanan tersebut banyak orang yang ada di sana memperhatikan Noah dan Lea bukan hanya tentara, tapi juga rekan kerja Lea yang tidak menyangka jika Lea adalah istri dari Noah.
"Anggap aja mereka angin," bisik Noah.
Noah tau kekhawatiran Lea apalagi saat beberapa rekan kerja Lea menatapnya dengan tatapan yang tak suka.
"Kita naik mobil kak?" tanya Lea, saya Noah membukakan pintu mobil tersebut untuk Lea.
__ADS_1
"Iya sayang, biar kamu sama baby-nya nyaman. Kalau naik motor nanti takutnya baby-nya gak nyaman lagi di dalam," ucap Noah.
Ada-ada memang suaminya itu, tapi Lea sangat menyukainya. Perhatikan sederhana seperti inilah yang Lea tunggu sejak dulu saya pertama kali Lea menyukai Noah bahkan saat ia menjadi istri Noah, tapi sayang baru kali ini Noah memperlakukannya secara terang-terangan pada Lea.
Noah dan Lea pun menuju rumah sakit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari asrama kurang lebih hanya 15 menit saja.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah sampai di rumah sakit. Rumah sakit tersebut tidak terlalu besar, tapi meskipun begitu rumah sakit ini adalah rumah sakit utama yang ada di daerah tersebut.
"Kita langsung ke dokter Zia aja ya soalnya aku udah buat janji juga," ucap Noah.
"Iya kak," ucap Lea.
Mereka berdua berjalan menuju ruangan dokter Zia yang berada di dekat tangga, setelah itu Noah dan Lea pun masuk ke dalam ruangan tersebut dimana sudah ada dokter Zia.
"Selamat pagi dok," sapa Lea.
"Hei, ada letnan Noah dan Lea. Silahkan duduk terlebih dahulu," ucap dokter Zia dan Lea pun menuruti apa yang dikatakan dokter Zia begitupun juga dengan Noah.
Ini adakah pertama kalinya bagi mereka berdua berada di ruangan seperti ini yaitu ruangan dokter kandungan.
"Baik, kita langsung mulai memeriksanya atau bagaimana?" tanya dokter Zia.
"Langsung saja dok, saya sudah penasaran dengan keadaan anak saya," ucap Lea.
"Baik, kalau begitu anda silahkan berbaring terlebih dahulu," ucap dokter Zia.
Lea pun berdiri dan berbaring di brankar yang ada di ruangan tersebut tentunya dengan bantuan Noah bahkan baru saja Lea berdiri Noah sudah membantunya.
Setelah itu, dokter Zia pun mulai memeriksa Lea dengan mengoleskan gel ke perut Lea dan transduser ditempelkan dan diputar di permukaan perut Lea hingga memperlihatkan sebuah janin yang masih sangat kecil di dalam rahim Lea.
"Itu anak kalian ukurannya masih kecil ya karena memang masih berumur 10 Minggu," ucap dokter Zia.
"Itu anak saya dok?" tanya Noah.
"Iya letnan, itu adalah anak letnan Noah dan istri," ucap dokter Zia.
"Masih kecil ya dok," ucap Lea.
"Iya karena memang kan usianya juga masih 10 Minggu nanti kalau sudah 36 sampai 42 Minggu perut akan semakin besar karena itu adalah masa kehamilan 9 bulan, tapi kalau sekarang masih belum keras dan tidak tampak besar. Tapi, anda telah mengalami pembesaran rahim, dari hanya seukuran buah pir menjadi sebesar jeruk bali," ucap dokter Zia.
"Oh begitu dok," ucap Lea dan diangguki dokter Zia.
"Kondisi janinnya sangat sehat dan tidak ada masalah apapun, yakin harus tetap di periksa lebih lanjut agar tau perkembangan janinnya," ucap dokter Zia.
Setelah memeriksa Lea, dokter Zia pun kembali duduk di kursinya dengan Noah dan Lea yang berada di hadapannya tentunya.
"Ini foto usg pertama, saya juga menganjurkan minimal tiga kali usg selama masa kehamilan. mulai dari saat trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga," ucap dokter Zia.
"Iya dok," ucap Noah.
"Ada yang ditanyakan mungkin?" tanya dokter Zia.
__ADS_1
"Tapi, dok kenapa saya tidak merasakan kalau saya hamil maksud saya seperti mual atau ngidam gitu dok?" tanya Lea.
"Iya dok, saya juga tidak mual atau ngidam," ucap Noah.
"Itu sangat wajar karena memang kondisi ibu hamil dan hormon ibu hamil itu berbeda-beda ada yang baru saja hamil langsung mual dan ngidam, tapi ada juga yang tidak seperti anda. Tapi, bahkan ada yang selama masa kehamilannya tidak mengalami mual atau ngidam bahkan sang suami juga tidak, jadi anda tidak perlu khawatir untuk masalah itu. Malahan sangat bagus jika anda tidak mengalami morning sickness karena hal itu juga kemungkinan disebabkan oleh tubuh anda yang bisa beradaptasi dengan cepat dengan kenaikan hormon kehamilan. Jadi, anda justru bisa dibilang termasuk dalam kelompok ibu hamil yang tubuhnya kuat dalam menghadapi perubahan pada kehamilan," ucap dokter Zia.
"Begitu ya dok," ucap Lea.
"Iya, tapi biasanya ada gejala umum yang menunjukkan kalau seorang perempuan telah mengandung terutama pada trimester pertama," ucap dokter Zia.
"Apa dok?" tanya Lea.
"Apa anda sering sering merasa kembung dan gas dalam perut akan sering keluar. Selain itu, apa anda sering kentut dan bersendawa bahan mungkin mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya?" tanya dokter Zia.
"Iya dok, saya mengalami ketiganya, tapi baru-baru ini sih," ucap Lea.
"Itu gejala umum yang sudah jelas, tapi meskipun begit perlu diperiksa kembali karena tidak semua gejala tersebut berkaitan dengan ibu hamil juga," ucap dokter Zia.
"Karena usia kandungan anda masih 10 minggu dan mungkin sebentar lagi Anda akan merasakan pergerakan dari janin dan janin pun akan mulai menendang dan rasanya baru bagi anda," lanjut dokter Zia dan diangguki Lea.
"Terima kasih dok atas penjelasannya," ucap Lea.
"Iya, sama-sama apa ada yang ditanyakan lagi?" tanya dokter Zia.
"Begini, dok. Saya kan pernah mengalami keguguran sebelumnya apa itu berbahaya kehamilan saya kali ini?" tanya Lea.
"Tidak ada kaitannya itu, lihat anda sekarang bisa hamil setelah keguguran, karena memang setelah keguguran tubuh akan mulai melakukan proses untuk kembali ke rutinitas reproduksi seperti biasanya. Tubuh sudah bisa berovulasi sebelum menstruasi selanjutnya datang dan karena itu kenapa anda mungkin cepat untuk kembali hamil dan tidak ada sangkut pautnya kehamilan anda kali ini dengan kehamilan sebelumnya. Mungkin yang perlu dijaga adalah pola hidup yang terpenting dan tidak melakukan apa yang dilakukan saya kehamilan pertama, itu saja," ucap dokter Zia.
"Baik dok," ucap Lea.
"Apa ada lagi?" tanya dokter Zia.
"Hem, apa boleh berhubungan intim dok saat istri saya tengah hamil?" tanya Noah.
Dara Noah, sejak tadi hanya diam. Tapi, langsung bertanya yang sangat vulgar.
"Jadi, berhubungan intim saat hamil boleh-boleh saja dan jika pada hamil muda memang bisa memicu kontraksi, tapi sifatnya hanya sementara dan tidak memiliki risiko yang signifikan. Tapi, karena istri anda pernah mengalami keguguran, jadi saya sarankan setelah kehamilan memasuki trimester kedua saja dan untuk trimester pertama jangan dulu," ucap dokter Zia.
"Iya dok, saya mengerti," ucap Noah.
"Kalau begitu apa ada lagi?" tanya dokter Zia.
"Tidak ada dok, terima kasih karena sudah memeriksa istri saya," ucap Noah.
"Sama-sama letnan Noah," ucap dokter Zia.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.