Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Mengganggu?


__ADS_3

Lea saat ini sudah siap untuk keluar kamar, ya setelah dari rumah sakit waktu itu. Lea berada di kamar terus seharian karena Noah yang tidak mengijinkannya keluar, Noah takut jika Lea kenapa-napa padahal Lea sangat bosan berada di kamar dan akhirnya setelah merayu sang suami, Lea pun bisa keluar kamar bersama Tyas karena Noah tetap tidak memperbolehkannya sendirian.


Untuk tim jurnalis memang tengah libur dan akan memulai kembali pelatihan dua hari lagi sebab itu Tyas bisa menemani Lea keluar kamar.


"Lo tau gak sih, Le. Masa bokap lo banyak yang deketin sih salah satunya Bu Marsya," ucap Tyas.


"Masa sih? emang gak ada yang tau ya kalau ayah gue udah punya istri?" tanya Lea.


"Ya, gaklah. Mereka aja gak tau kalau itu ayah lo," ucap Tyas.


"Biarin ajalah, lagian gue percaya kok kalau ayah gue itu setia ke bunda," ucap Lea.


"Ya iyalah, mana mungkin ayah lo berpindah ke lain hati orang bunda lo aja spek bidadari gitu," ucap Tyas dan Lea pun tertawa mendengarnya.


"Sama kayak anaknya," ucap Lea.


"Huek, gue bilang bunda lo bukan lo ya," ucap Tyas.


"Biarin sih," ucap Lea.


"Eh, tapi lo tau Ayu gak setelah tau kalau lo itu istrinya kak Noah bahkan lagi hamil?" tanya Tyas.


"Iya, gimana dia? kebakaran jenggot gak dia?" tanya Lea.


"Wah, selama lo gak ada, tuh orang mepet muluh sama kak Noah," ucap Tyas.


"Huh, dia masih gak percaya kayaknya kalau aku sama kak Noah itu suami istri," ucap Lea.


"Emang ya kalau bakatnya jadi perusak hubungan orang ya mau diapain juga bakal tetep aja," ucap Tyas.


"Udah gak usah bahas dia deh bikin mood gue hancur aja," ucap Lea.


Mereka berdua pun sampai di dekat lapangan dan melihat para prajurit yang tengah berlatih, "Suami lo cakep banget gila," bisik Tyas.


"Suami gue gitu loh," ucap Lea.


Ya, mereka dapat melihat Noah yang tengah memimpin latihan para prajurit di lapangan, Noah yang sangat tampan memakai kaos militernya sehingga membuat otot-ototnya terlihat dan jangan lupakan rahang tegas serta tatapan tajam Noah yang semakin membuat aura tampan, tegas dan berwibawa nya terlihat, memang Lea adalah perempuan beruntung yang bisa mendapatkan seorang sempurna seperti Noah.


'Kok bisa ada orang kayak kak Noah ya, ganteng banget sumpah. Mana dia suami gue lagi!' histeris Lea dalam hati.


"Woy! bengong aja lo," ucap Tyas dan menyenggol lengan Lea.


"Ngagetin aja lo, Yas," ucap Lea.


"Kenapa lo? terpesona sama suami lo sendiri," ucap Tyas.

__ADS_1


"Apa sih gak jelas lo," ucap Lea.


"Yaelah, sama suami sendiri aja masih malu-malu gitu, Le. Inget nih lo sama suami lo udah mau jadi orangtua," ucap Tyas.


"Ish, udah deh lo mah bikin gue salah tingkah aja," ucap Lea.


"Ck, dasar Lea," gumam Tyas dan mengedarkan pandangannya.


"Le, lihat itu om Alan di deketin sama Bu Marsya," ucap Tyas.


"Ish, yang ini gak bisa dibiarkan," ucap Lea.


Lea pun berdiri dan menghampiri sang ayah yang berada di dekat ruangan Noah, "Selamat pagi Bu marsya, komandan Alan," sapa Lea, dengan tersenyum hangat.


"Eh, ada Lea kenapa kamu ada di sini?" tanya Bu Marsya.


"Memangnya saya tidak boleh di sini ya Bu Marsya?" tanya Lea.


"Apa hak saya melarang kamu, kamu kan istrinya letnan Noah. Tapi, jangan di sini kamu mengganggu saya dan komandan Alan tau," ucap Bu Marsya.


"Mengganggu?" tanya Lea.


"Iya, udah sana kamu ke suami kamu yang ada di lapangan atau gak kamu bisa pulang ke rumah kamu, kan kamu lagi hamil takutnya kenapa-napa lagi. Di sini banyak yang gak suka sama kamu, jadi lebih baik kamu pulang aja deh sebelum terjadi sesuatu sama kamu dan bayi kamu," ucap Bu Marsya.


"Tidak, saya tidak mengancam kamu. Saya hanya memberitahu kamu saja supaya berhati-hati," ucap Bu Marsya.


"Komandan Alan, Lea takut," rengek Lea, pada ayah Alan dan memeluk ayah Alan.


"Heh, jangan meluk orang sembarangan. Kalau mau peluk itu sama suami kamu," ucap Bu Marsya dan melepaskan pelukan Lea dan ayah Alan.


Bu Marsya melepaskan pelukan tersebut cukup keras sehingga Lea sedikit terdorong dan membentur Tyas, untung saja ada Tyas kalau tidak mungkin Lea jatuh ke tanah.


"Lea," panggil ayah Alan dan langsung mendorong Bu Marsya.


"Kamu gapapa sayang?" tanya ayah Alan dan menarik Lea kedalam pelukannya.


"Lea gapapa komandan," ucap Lea dan menatap Bu Marsya yang mulai kepanasan melihat ia di peluk oleh ayah Alan.


"Ada apa ini Yah?" tanya Noah, yang baru saja datang.


Noah datang karena latihan istirahat setengah jam dan waktu Noah mengedarkan pandangannya lalu melihat Lea, ayah Alan, Tyas dan Bu Marsya yang berada di sini.


"Ini loh letnan Noah, tadi Bu Marsya dorong Lea terus nyuruh ngancem Lea gitu," ucap Tyas.


"Bukan gitu letnan Noah, saya dorong Lea juga karena Lea yang meluk komandan Alan sembarangan. Kam itu tidak sopan letnan, bukan begitu komandan Alan," ucap Bu Marsya.

__ADS_1


"Apa anak saya tidak boleh memeluk saya?" tanya ayah Alan.


"Apa komandan?" tanya Bu Marsya.


"Apa anak saya sendiri tidak boleh memeluk saya, bahkan saya adalah laki-laki pertama yang memeluk dan menciumnya. Siapa anda tiba-tiba melarang putri kandung saya memeluk saya bahkan suaminya saja tidak melarang saya dan tidak ada yang berhak melarang seorang anak untuk memeluk ayahnya," ucap ayah Alan.


"Putri, ayah," gumam Bu Marsya.


Sangat kentara dari wajah Bu Marsya yang terlihat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan ayah Alan.


"Komandan Alan sudah menikah?" tanya Bu Marsya.


"Tentu saja dan saya mempunyai tiga anak, anak pertama saya yaitu Aleana Aleta Dhananjaya, perempuan yang tadi anda dorong," ucap ayah Alan.


"Sayang, kamu gapapakan?" tanya ayah Alan dan menghampiri Lea.


"Lea gapapa kok, Yah," ucap Lea.


"Noah, kamu bawa Lea ke kamar takutnya nanti Lea kenapa-napa kalau di luar," ucap ayah Alan.


"Lea gapapa kok Yah, Lea masih pengen di kuat," ucap Lea.


"Kamu di kamar aja lebih aman," ucap ayah Alan.


"Ayo sayang," ajak Noah.


"Ish, gak ayah gak kak Noah sama aja, masa Lea harus di kamar terus sih kan bosen tau," gumam Lea dan masih dapat di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


"Saya kecewa dengan sikap anda, saya dengar anda adalah ketua di salah satu tim bukan, tapi saya sangat kecewa dengan anda. Saya akan secara langsung mengajukan pengaduan pada perusahaan anda atas sikap tidak sopan anda, kalau begitu saya permisi," ucap ayah Alan dan pergi dari tempat tersebut.


"Sabar ya Bu Marsya ini ujian, tapi ya salah Bu Marsya juga sih jahat banget sama Lea. Harusnya Bu Marsya bersikap profesional, huh gak Bu Marsya gak Ayu sama aja kayaknya yang butuh pelatihan itu timnya Bu Marsya deh bukan tim lain," ucap Tyas dan pergi meninggalkan Bu Marsya.


"Aku salah cari lawan," gumam Bu Marsya.


Bu Marsya sebenarnya memang ingin mendekati ayah Alan, tapi ia pikir ayah Alan single sebab itu dia mendekati ayah Alan. Harusnya ia tidak melakukan hal itu, ia benar-benar khawatir jika ayah Alan melaporkan tindakannya pada Bu Maya atau pada direktur.


Bu Marsya akan pikirkan cara untuk menghentikan laporan ayah Alan secepatnya.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2