
"Seneng banget akhirnya sahabat gue udah nikah," ucap Tyas dan memeluk Lea.
"Lo kapan?" tanya Lea.
"Sabar elah, belum nemu yang cocok nih," ucap Tyas.
"Alah lo mah gak nemu-nemu deh kayaknya," ucap Lea.
"Hehehe, tau aja lo," ucap Tyas.
Setelah puas menggoda Lea, Tyas pun pergi dan meninggalkan Lea dan Noah, lagi-lagi suasana disana menjadi canggung. Baik Noah maupun Lea tidak membuka suara hingga beberapa saat kemudian, seorang perempuan datang dengan senyum yang mengembang di wajahnya, "Selamat ya untuk kalian berdua," ucap perempuan tersebut.
"Ka-kak Laura," Lea tidak percaya jika Laura datang ke pernikahannya dengan Noah.
Lea menatap Laura dengan Tata sendu dan merasa bersalah dan setelah itu, Lea menatap Noah yang biasa saja bahkan tidak ada rasa khawatir atau cemas karena Laura datang, "Ma-maafin Lea ya kak," ucap Lea.
"Maaf? maaf untuk apa?" tanya Laura.
"Karena Lea menikah sama kak Noah," ucap Lea, yang merasa bersalah karena merebut Noah dari Laura.
"Loh kok kamu malah maaf karena nikah sama kak Noah?" tanya Laura.
"Maaf karena Lea udah rebut kak Noah dari kak Laura, Lea gak bermaksud buat ngerebut kak Noah. Lea udah berusaha untuk menolak perjodohan ini, tapi semuanya gak bisa kak," ucap Lea.
"Hei, kakak gapapa lagian kakak malah seneng kalau kamu nikah sama kak Noah," ucap Laura.
Lea pun yang awalnya menunduk lantas mendongakkan kepalanya menatap Laura, ia semakin bingung saat Lea tersenyum manis ke arahnya, "Ck, Laura itu sepupu saya," ucap Noah.
"Ka-kak Laura sepupu kak Noah?" tanya Lea, yang tidak percaya dengan ucapan suaminya itu.
"Iyalah, aku itu sepupu kak Noah," ucap Laura.
"Kak Laura bukan pacarnya kak Noah?" tanya Lea.
Laura pun tertawa mendengar pertanyaan Lea, "Hahahahaha, astaga Lea kalau mau ngelawak jangan sekarang dong," ucap Laura.
"Siapa yang ngelawak kak?" tanya Lea.
"Aduh, gini ya Lea. Kakak gak ada hubungan apa-apa sama kak Noah, kakak itu cuma sepupu kak Noah," ucap Laura, yang masih berusaha untuk menahan tawanya.
"Tapi, kok kak Laura sama kak Noah deket terus kayak sepasang kekasih gitu," ucap Lea.
__ADS_1
"Gaklah, tapi ya emang sih banyak yang bilang kayak gitu," ucap Laura.
"Saya gak ada apa-apa sama dia," ucap Noah.
"Lagian nih ya, aku itu udah punya tunangan," ucap Laura.
"Lea kirain kak Laura pacaran sama kak Noah, Lea sampe takut kalau nikah sama kak Noah dan malah buat kak Laura sedih," ucap Lea.
"Tentunya tidaklah Lea," ucap Laura.
"Udah sekarang pergi," usir Noah.
"Astaga kak, yang lembut dikit dong," ucap Laura.
"Ck, ganggu," gumam Noah, yang masih dapat di dengar Laura.
"Udah deh, Le. Kakak pergi aja soalnya ada yang keganggu kalau kakak di sini," ucap Laura dan pergi meninggalkan Noah dan Lea.
"Udah?" tanya Noah.
"Udah? maksudnya?" tanya Lea.
"Udah salah pahamnya? lagian Laura juga bukan tipe saya, dia itu tunangannya Reyhan teman satu tim saya makanya dia bisa sama saya," ucap Noah.
"Kamu tanya gak ke saya siapa Laura itu?" tanya Noah.
"Gak sih, tapi harusnya kak Noah peka," ucap Lea.
"Untuk apa saya peka, kalau kamu tanya ya saya akan jawab kalau gak tanya yaudah, buat apa juga saya jawab atau saya jelaskan," ucap Noah. Lebih baik Lea mengalah karena Lea tau jika ia akan kalah dengan argumentasi dari Noah.
Beberapa saat kemudian, mommy Emma datang, "Kalian pasti capek ya, lebih baik ke kamar aja deh istirahat terus nanti malamnya kalian turun buat makan malam," ucap mommy Emma.
"Yaudah, Ma. Kalau gitu Noah sama Lea ke kamar dulu, ayo," ajak Noah dan menggandeng tangan istrinya itu.
"Istirahat ya jangan main di dalam kamar," goda kak Ray.
"Biarin sih namanya juga udah sah," ucap Bunda Nara.
Disisi lain, Noah dan Lea sudah berada di kamar. "Istirahat dulu, kamu mandi dulu atau saya?" tanya Noah.
"Ka-kak no-noah duluan aja," ucap Lea dan diangguki Noah.
__ADS_1
Noah pun masuk ke dalam kamar mandi, tapi sebelum itu Noah terlebih dahulu mengambil pakaiannya yang berada di tas yang tadi dibawa mommy Emma. Saat Noah tengah mandi, Lea hanya mampu menatap dirinya di depan cermin, "Ayo Lea jangan gugup kayak gini," gumam Lea.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi pun terbuka dan menampilkan suaminya yang menggunakan kaos lengan pendek hingga menampakkan otot tangannya dan juga celana selutut, "Saya sudah selesai sekarang giliran kamu," ucap Noah.
"I-iya kak," ucap Lea dan membawa pakaian yang ia siapkan untuk dirinya.
Lebih dari 20 menit Lea belum keluar kamar mandi dan tentunya itu membuat Noah bertanya-tanya sedang apa istrinya di dalam kamar mandi, baru saja Noah akan turun dari kasur dan mengetuk pintu kamar mandi, tapi pintu kamar mandi sudah terbuka terlebih dahulu dan menampilkan sang istri yang sudah mengenakan dress sederhana selayaknya yang digunakan saat di rumah.
"Lama sekali, kau tidur atau bagaimana di kamar mandi?" tanya Noah.
"Ta-tadi Lea buang air besar dulu kak," cicit Lea, yang saat ini tengah malu.
"Apa selama itu kalau buang air besar?" tanya Noah dan diangguki Lea.
"Huh, yasudah sini," ucap Noah.
Lea pun mendekat ke arah Noah, "Ke-kenapa kak?" tanya Lea, ia benar-benar gugup saat ini.
'Apa kak Noah mau minta haknya, terus gimana dong ini,' ucap Lea, dalam hati.
Noah sendiri yang melihat Lea hanya berdecak, lalu menarik tangan Lea yang tentunya membuat sang empunya terkejut, "Ck, ayo tidur. Gak sudah mikir yang gak-gak," ucap Noah dan menarik lengan Lea hingga Lea terbaring tepat di sebelahnya.
"I-iya kak," ucap Lea.
Lea tidur dengan posisi terlentang, sebenarnya ia ingin tidur menghadap Noah, tapi ia terlalu takut dan jika ia membelakangi Noah Lea semakin takut akhirnya Lea memutuskan untuk tidur dalam posisi terlentang. Lea tidak bisa tidur, Lea hanya menutup matanya saja, ia sudah berusaha untuk tidur, tapi tetap saja ia tidak bisa. Ini adalah pertama kalinya Lea tidur dengan seorang pria kecuali keluarganya tentunya.
Saat tengah bergelut dengan pikirannya tiba-tiba Lea terkejut karena merasakan sesuatu menimpa perutnya dan Lea tentu saja tau apa itu, Lea pun membuka mata dan melihat ke arah perutnya yang saat ini terdapat lengan kekar pria yang ada di sebelahnya, "Tidur," ucap Noah dan menarik Lea hingga tubuh Lea benar-benar dekat pada Noah.
Tubuh Lea terasa kaku dan tidak bisa bergerak, "Tidur," ucap Noah, lagi.
Namun, kali ini Noah memiringkan posisi Lea hingga menghadap dirinya, Lea pun menatap wajah tampan suaminya itu dan beberapa saat kemudian, Noah pun membual matanya, "Tidur, jangan mikir yang gak-gak," ucap Noah dan menaruh kepala Lea tepat di dada bidangnya.
Bahkan Noah semakin mendekatkan Lea pada dirinya dan Noah pun mengusap lembut punggung Lea dan cara itu berhasil karena saat ini Lea mulai merasakan kantuk yang teramat pada matanya hingga akhirnya Lea lun terlelap dalam dekapan sang suami.
Noah yan mendengar napas teratur perempuannya yang ada di depannya pun membuka matanya dan melihat Lea yang sudah tertidur, setelah itu Noah kembali menutup matanya dan mengikuti Lea menuju alam mimpi.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.