Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Agresif


__ADS_3

Pagi harinya Noah dan Lea sudah bersiap untuk ke dokter Zia bertanya mengenai hal yang mereka bahas kemarin saat mandi bersama.


"Eh, letnan Noah mah kemana nih kok pagi-pagi udah berduaan aja?" tanya Bondan.


"Hari ini bagian mu kan?" tanya Noah.


"Iya, hari ini bagian saya letnan Noah yang terhormat," ucap Bondan.


"Kalau begitu kerjakan tugasmu," ucap Noah.


"Siap letnan Noah," ucap Bondan.


"Padahal gue tanya belum di jawab loh," gumam Bondan dan masih dapat di dengar Noah, tapi Noah tidak meresponnya.


Tian sendiri merasa gemas karena Noah tidak menjawab pertanyaan yang di berikan Bondan pada Noah hingga jalan satu-satunya adalah bertanya pada istrinya Noah siapa lagi jika bukan Lea yang berada tepat di samping Noah, "Mau kemana Lea?" tanya Tian.


"Oh ini, aku sama kak Noah mau ke rumah sakit," ucap Lea.


"Ngapain ke rumah sakit? bukannya kalian baru dari rumah sakit ya bahkan belum sampe satu bulan deh?" tanya Tian.


"Terserahlah bukan urusan lo, lebih baik lo bantuin Bondan buat urus tugasnya," ucap Noah.


"Ayo sayang," lanjut Noah dan mengajak Lea untuk pergi dari tempat tersebut.


Noah pun menggenggam tangan Lea dan menarik pelan tangan sang istri menuju mobil.


"Berikanlah kesabaran yang berlimpah tuhan, karena hamba memiliki sahabat yang sangat menyebalkan bahkan iblis pun kalah tuhan," gumam Tian.


"Tuhan hanya untuk orang yang percaya padanya lah lo emang punya Tuhan," ucap Bondan.


"Punya ya," ucap Tian.


"Hehehehe, bercanda jangan emosi gitu dong," ucap Bondan.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun sampai di rumah sakit, "Selamat pagi Bu Lea dan letnan Noah," sapa dokter Zia.


"Selamat pagi juga dok," sapa Lea dan untuk Noah hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ada apa ya kok Bu Lea sama letnan Noah ke sini? apa ada masalah sama kandungan Bu Lea?" tanya dokter Zia.


"Ti-tidak ada masalah kok dok, tapi itu ehm...," ucap Lea.


Tiba-tiba saja Lea malu jika harus bertanya mengenai hal yang ingin ia tanyakan dan alhasil Lea menatap Noah lalu memberikan kode pada Noah agar ia saja yang bertanya. Untungnya saja Noah pada dengan kode yang dimaksud Lea.


"Jadi, begini dok. Saya ingin bertanya mengenai hubungan suami istri, kira-kira apa bisa dilakukan karena saya sering merasakan keinginan untuk berhubungan badan dok?" tanya Noah.


"Hem, saya sebenarnya menyarankan untuk menunggu usia kehamilan Bu Lea pada 13 Minggu, tapi jika memang kondisi letnan Noah yang tidak bisa menahan untuk tidak berhubungan badan maka letnan Noah bisa melakukan hubungan intim, tentunya dengan batasan dan juga tidak kasar mengingat kondisi Bu Lea yang tengah hamil," ucap dokter Zia.


"Berarti saya dan kak Noah bisa berhubungan intim dok?" tanya Lea.

__ADS_1


"Iya bisa Bu Lea, tapi lagi-lagi saya ingatkan jika harus ada batasan seperti durasi waktunya, gaya saat berhubungan intim serta kenyamanan saya melakukan hubungan intim," ucap dokter Zia.


"Tapi, apa tidak beresiko jika saya tetap memaksakan ingin berhubungan intim?" tanya Noah.


"Sebenarnya sangat beresiko, tapi jika Bu Lea merasa tidak masalah dan mampu saat berhubungan badan maka tidak ada masalah," ucap dokter Zia.


"Begitu ya dok," ucap Noah.


"Iya, sebenarnya letnan Noah dan Bu Lea sudah bisa berhubungan badan, tapi saya kira letnan Noah dapat menahan hasrat untuk berhubungan badan sebab itu saya menyarankan untuk berhubungan badan saat usia kehamilan Bu Lea 13 Minggu agar lebih aman dan mengurangi beberapa masalah yang mungkin timbul saat berhubungan badan. Tapi, karena letnan Noah tidak dapat menahannya maka tidak masalah untuk Bu Lea dan letnan Noah berhubungan badan," ucap dokter Zia.


"Kira-kira berapa kali dok boleh berhubungan badan?" tanya Lea.


"Satu hari sekali sih cukup atau yang paling ideal itu seminggu dua kali. Jika melakukan hubungan badan setiap hari sih tidak masalah juga selama Bu Lea enjoy dan tidak ada keluhan atau mual yang parah, riwayat perdarahan, keputihan dan ari-ari normal," ucap dokter Zia.


"Tapi, karena Bu Lea masih dalam tahap trimester pertama maka saya sarankan hanya seminggu sekali saja takutnya terjadi masalah pada kehamilan Bu Lea kecuali setelah trimester pertama selesai maka sangat dianjurkan untuk melakukan hubungan badan mungkin 2-3 kali dalam seminggu karena pada dasarnya, berhubungan badan selama kehamilan trimester kedua dan ketiga diperbolehkan dan tergolong aman. Bahkan hubungan badan yang dilakukan saat trimester ketiga dapat membantu mendorong pembukaan jalan lahir baby nantinya, sebab itu saya sarankan untuk berhubungan badan setelah trimester pertama sekitar Minggu ke 13," lanjut dokter Zia dan diangguki kedua pasangan tersebut.


Noah dan Lea berada di ruangan dokter Zia kurang lebih selama setengah jam dan setelah itu mereka pun kembali ke rayon.


"Berarti nanti kita bisa berhubungan badan dong," ucap Lea.


Noah yang tengah menyetir pun menatap ke sekilas, "Sayang, kan tadi udah di bilangin sama dokter Zia kalau berhubungan badan saat ini itu rentan banget untuk kondisi kamu," ucap Noah.


"Terus gimana dong kak, aku bener-bener pengen," ucap Lea.


"Yaudah iya, tapi nanti aku coba ya biar gak nyakitin kamu sama baby-nya," ucap Noah.


"Iya kak," ucap Lea.


"Habis darimana?' tanya Tyas.


"Habis dari rumah sakit," ucap Lea.


Tyas yang tengah minum pun langsung menyemburkan airnya ke arah Bondan yang berada tak jauh dari Noah.


"Woy jangan main sembur aja dong," ucap Bondan.


"Maaf letnan saya gak sengaja, saya kaget dengar Lea dari rumah sakit," ucap Tyas dan setelah itu menghampiri Lea.


"Lo kenapa kok ke rumah sakit? ada yang sakit ya? mana yang sakit?" tanya Tyas.


"Gue gak sakit, gue ke dokter Zia cuma tanya soal kehamilan gue doang kok," ucap Lea.


"Beneran?" tanya Tyas.


"Iya Tyas," ucap Lea.


"Sekarang Lea butuh istirahat, kalian lanjutkan kegiatan kalian," ucap Noah dan memegang pundak Lea lalu menuntun Lea menuju kamar mereka.


.

__ADS_1


Malam harinya Lea sudah bersiap menggunakan pakaian se-sexy mungkin untuk menggoda Noah, entahlah Lea rasa saya hamil ini gairah **** nya cukup meningkat dari biasanya bahkan Lea yang malu-malu pada Noah tiba-tiba saja agresif.


"Ish, kak Noah lama banget sih," gumam Lea.


Hingga satu jam kemudian Noah pun datang dan masuk ke dalam kamar, tapi sayang seribu sayang Lea sudah tumbang dan masuk ke alam mimpi.


Noah melihat Lea yang tertidur di kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut, "Apa Lea gak gerah ya selimutnya kayak gitu," gumam Noah.


Tadi sebelum Noah masuk ke dalam kamar, ia sudah mandi terlebih dahulu sehingga saat ini Noah sudah bersih dan wangi.


Noah menghampiri Lea dan menurunkan selimut yang digunakan Lea, tapi sayang seribu sayang tindakan adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal. Bagaimana tidak, ternyata Lea hanya menggunakan lingerie merah yang kontras dengan kulit putihnya.


Noah yang melihat itu pun meneguk ludahnya kasar sepertinya gairah Lea memang tidak bisa ditahan lagi sampai ia menggunakan pakaian kekurangan bahan itu.


'Sabar Noah, istri lo lagi hamil,' ucap Noah dalam hati.


Noah pun kembali menaikkan selimut yang digunakan Lea untuk menutupi tubuh indah sang istri itu.


Setelah itu Noah merebahkan tubuhnya di samping Lea, baru saja Noah memasuki alam mimpi tiba-tiba Lea bergerak mendekat ke arahnya dan memeluk dirinya alhasil Noah dapat merasakan bagian dada Lea yang menempel tepat di lengannya.


Noah juga menyadari jika di kehamilan Lea ini tubuh sang istri sedikit berisi apalagi bagian dadanya.


Noah pun menatap Lea dan naasnya Noah justru melihat belahan dada Lea karena ternyata selimut Lea tersingkap hingga bagian perut.


'Gak baju gak selimut sama-sama s*alan,' ucap Noah dalam hati.


Saat Noah akan berdiri dan membenarkan selimut tersebut tiba-tiba saja Lea terbangun, "Kak Noah udah datang ya," ucap Lea dengan suara khas bangun tidurnya.


"Iya, kamu pasti ngantuk ya, udah sekarang tidur lagi aja ya," ucap Noah.


"Lea pengen kak, dari tadi Lea nungguin kak Noah loh padahal," ucap Lea dan merubah posisinya menjadi duduk.


Tapi, bukan duduk di atas kasur melainkan duduk di atas tubuh Noah. Noah benar-benar gila jika begini terus, Noah merasa nafsunya diserang oleh Lea terus menerus, Noah hanya takut jika terjadi sesuatu karena ia tidak yakin akan lembut jika Lea se-agresif ini.


"Ayo kak," ajak Lea dan mendekatkan wajahnya pada Noah lalu dengan mengecup seluruh wajah Noah.


"Kak Noah jangan diem aja nanti di kiranya Lea yang agresif lagi padahal kan kak Noah yang agresif," ucap Lea dan mengerucutkan bibirnya.


Noah pun gemas melihat tingkah sang istri ini, padahal memang Lea yang agresif, tapi Lea justru menuduh Noah. Sudahlah lebih baik Noah terima saja karena ia akan tetap kalah jika lawannya adalah ibu hamil.


Akhirnya Noah pun merubah posisi dimana dirinya yang berada di atas dan Lea yang berada di bawah, Noah berhati-hati agar ia tidak menekan perut Lea. Noah mulai mendominasi kegiatan malam ini, memang dalam setiap kegiatan Noah lah yang mendominasi jadi Noah sudah terbiasa seperti ini, tapi untuk kali ini sedikit berbeda karena Lea lah yang meminta kegiatan suami istri yang selalu membuat Noah bahagia ini.


Malam ini pun menjadi saksi bagaimana keduanya benar-benar menyatu saya Lea tengah hamil, selama kegiatan berlangsung Noah sangat lembut dan menjaga agar Lea dan baby-nya tidak terjadi apa-apa. Lea sendiri sangat menikmati apa yang dilakukan Noah padanya karena Noah melakukannya sangat lembut sehingga Lea merasa enjoy malam ini.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2