
Lea dan Tyas tengah mengobrol di ruang tamu, "Eh, gue pulang ya," ucap Tyas.
"Loh kok pulang," ucap Lea.
"Iyalah, sekarang udah jam 6, udah ya gue jomblo mau pulang dulu dah," ucap Tyas dan pulang.
Saat Lea akan menutup pintu tiba-tiba seseorang datang dan memberikan Lea buket bunga yang cukup besar bahkan Lea tidak dapat melihat siapa orang tersebut.
"Buat saya?" tanya Lea.
"Hm," jawab orang tersebut.
Lea pun mengambil buket bunga tersebut dan akhirnya ia dapat melihat siapa yang memberikan bunga tersebut, "Kak Noah," ucap Lea.
"Kata bunda, kamu suka mawar putih kan, makanya saya kasih ini untuk kamu," ucap Noah.
"Tapi, Lea gak ulang tahun atau ada acara khusus gitu," ucap Lea.
"Saya memberikannya karena ingin, memangnya saya harus memberikannya saat ada acara khusus begitu?" tanya Noah dan mendapat gelengan kepala dari Lea.
"Makasih kak Noah," ucap Lea.
"Sama-sama, ngomong-ngomong kamu gak ngebolehin saya masuk," ucap Noah.
"Astaga lupa, silahkan masuk kak Noah," ucap Lea.
"Teman kamu sudah pulang?" tamat Noah.
"Iya, baru aja dia pulang terus tadi Lea juga mau tutup pintunya eh tiba-tiba kak Noah datang, tapi emangnya kak Noah gak ketemu sama Tyas tadi?" tanya Lea.
"Gak tuh," ucap Noah.
"Tapi tunggu, kok kak Noah udah pulang jam segini?" tanya Lea.
"Ya gapapa biar pernah aja pulang aja segini," ucap Noah.
"Kalau gitu kak Noah mau mandi dulu atau mau makan dulu, biar Lea siapin?" tanya Lea.
"Malam ini kita makan di luar aja sekalian jalan-jalan malam," ucap Noah.
"Oke kak, kalau gitu Lea siapin airnya ya," ucap Lea.
Baru saja Lea akan masuk ke dalam kamar tiba-tiba Noah menahan tangannya, "Kenapa kak?" tanya Lea.
"Saya bisa sendiri, lebih baik kamu istirahat aja. Saya tau kamu pasti capek kan," ucap Noah dan diangguki Lea.
Beberapa saat kemudian, Noah pun selesai dengan ritual mandinya dan begitupun Lea yang tadi mandi di kamar mandi di luar, "Kamu juga udah mandi?" tanya Noah.
"Iya, kak. Biar gak terlalu lama gitu," ucap Lea.
__ADS_1
"Yaudah, kita berangkat sekarang," ucap Noah.
Noah dan Lea pun menuju basement tempat parkir kendaraan para penghuni apartemen termasuk Noah dan Lea, "Mau naik sepeda motor?" tanya Noah.
"Hem, boleh. Lea gak pernah naik sepeda motor malam-malam," ucap Lea.
Akhirnya Noah pun menaiki sepeda motor matic yang disusul Lea, "Jangan lupa pegangan," ucap Noah.
Lea pun memegang jaket yang Noah kenakan, namun tiba-tiba Noah mengendarai sepeda motor tersebut dengan kecepatan diatas rata-rata sehingga membuat Lea memeluk perut Noah dan menyembunyikan wajahnya di punggung tegap sang suami, hingga perlahan Noah mulai mengendarai sepeda motor dengan pelan dan Lea pun menepuk punggung Noah.
"Kak Noah kalau ngendarainnya jangan kayak orang kesetanan dong, gimana tadi kalau terjadi apa-apa," ucap Lea, dengan kesal.
"Iya, maaf. Habisnya kamu pegangan di jaket, harusnya kamu itu pegangan yang bener," ucap Noah.
"Lea mah kalau pegangan ya emang kayak gitu," ucap Lea.
"Kenapa kayak gitu coba, masa sama suami sendiri pegangannya kayak gitu," ucap Noah.
"Nanti kak Noah ngerasain lagi," ucap Lea.
"Ngerasain?" tanya Noah.
"Iya," jawab Lea.
"Ngerasain apa?" tanya Noah.
"I.....," Lea pun bungkam saat ia menyadari apa yang ia maksud tadi.
"Lah, orang tadi kamu yang bilang," ucap Noah.
"Udah lupain," ucap Lea.
'Emang dasar perempuan, aneh,' ucap Noah, dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Noah pun memberhentikan sepeda motornya di pasar malam, "Wah, udah lama banget Lea gak ke pasar malam," ucap Lea.
"Yaudah, ayo," ajak Noah dan menggandeng tangan Lea masuk ke dalam pasar malam.
"Kamu mau main apa?" tanya Noah.
"Main itu yuk kak," ajak Lea dan menunjuk sebuah permainan panahan.
"Siapa takut ayo," ucap Noah.
Mereka pun bermain dan tentu saja dimenangkan oleh Noah, "Kok kak Noah hebat banget bisa pas banget gitu," ucap Lea.
"Ini hanya permainan, jadi sangat mudah. Kamu lupa saya siapa," ucap Noah.
"Hehehe, iya lupa kan suami aku ini tentara ya," ucap Lea.
__ADS_1
"Udah kamu pilih mau yang mana hadiahnya," ucap Noah.
"Loh kok Lea yang pilih kenapa gak kak Noah aja, kan yang menang kak Noah?" tanya Lea.
"Kamu aja yang pilih," ucap Noah dan Lea pun memilih hadiah yang ada d sana.
Lea memutuskan untuk mengambil selimut dengan motif es batu kotak kecil, "Ini kak hadiahnya, sama kayak kak Noah dingin," ucap Lea dan memberikannya pada Noah.
Noah mengambil selimut tersebut dan memakaikannya pada Lea, "Kenapa dipakain ke Lea?" tanya Lea.
"Biar gak dingin," ucap Noah.
"Makasih," ucap Lea dan tersenyum manis ke arah Noah.
"Sama-sama," ucap Noah.
Mereka pun menikmati waktu mereka berdua di pasar malam hingga jam menunjukkan pukul 11 malam barulah Noah dan Lea memilih untuk kembali ke apartemennya, "Pegangan ya," ucap Noah.
Lea pun menaruh selimutnya di tengah-tengah antara dirinya dan Noah, lalu Lea memeluk perut Noah. Mereka pun sampai di apartemen dan segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri sebelum tidur, setelah itu barulah mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur, "Kakak mau langsung istirahat?" tanya Lea, saat melihat Noah yang merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Iya, kamu juga jangan lupa istirahat, kamu pasti capek," ucap Noah.
Lea menatap Noah, ia saat ini benar-benar bimbang untuk melakukan kewajibannya atau tidak. Memang sejak tadi Lea terus memikirkan hal itu, bahkan sejak Noah pulang kerja dan memberikannya buket bunga tadi, hanya saja Lea berusaha untuk tidak menunjukkannya. Tapi, karena sekarang ia dan Noah ada di kamar, lagi-lagi Lea teringat akan hal yang harusnya sudah lea kasih sejak dulu.
Bahkan tadi di pasar malam Lea melihat beberapa ibu hamil dan dia juga tau jika Noah sejak tadi menatap perut ibu hamil tersebut seolah menunjukkan jika dia ingin segera memiliki momongan. Apalagi ia masih kepikiran dengan ucapan Mia saat di kantor tadi.
'Gimana ini, ayo semangat Lea. Emangnya lo mau lihat kak Noah main sama perempuan lain apa,' ucap Lea dalam hati.
Lea pun merebahkan tubuhnya di samping tubuh Noah dan memeluk Noah. Noah sendiri yang tiba-tiba dipeluk Lea pun terkejut karena yang ia tau Lea bukan tipe orang yang akan memeluknya terlebih dahulu, "Kenapa?" tanya Noah dan mendapat gelengan kepala dari Lea.
Noah pun ikut memeluk Lea dan memejamkan matanya, tapi ada hal yang membuat Noah terkejut dan langsung melepaskan pelukan tersebut dan segera menjauh dari Lea, "Kamu kenapa?" tanya Noah.
"Kak Noah gak mau minta hak kak Noah?" tanya Lea, dengan takut.
"Gak, saya gak minta hak saya," ucap Noah.
Ucapan Noah tentunya membuat Lea berkaca-kaca, "Loh kok malah mau nangis, kenapa emangnya?" tanya Noah.
"Kenapa kakak gak mau minta hak kakak sama Lea?" tanya Lea, dengan suara yang bergetar.
"Saya akan minta hak saya nanti setelah kamu siap, saya gak mau egois dengan memaksa kamu untuk memuaskan nafsu saya," ucap Noah.
"Gak kok kak, Lea sekarang udah siap. Ayo sekarang aja kak," ucap Lea.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.