
"Oh, dia temen SMA ku dulu namanya Riko," ucap Rea.
"Oh iya, Ko. kenalin ini Mas Alan suami gue," ucap Rea.
"Riko, teman SMA nya Rea," ucap Riko dan diangguki Alan.
"Senang bertemu dengan anda," ucap Alan.
"Saya juga," ucap Riko.
"Mas ayo ke Bunda pasti sekarang Bunda lagi nyariin cucunya," ucap Rea dan diangguki Alan.
"Kalau begitu saya dan re permisi," pamit Alan dan diangguki Riko.
'Ternyata jodoh gue bukan Rea, gue rela cerai dari istri gue karena gue dapat kabar kalau lo masih single Re, tapi apa justru lo udah nikah,' ucap Riko, dalam hati.
Disisi lain Rea sudah sampai di tempat keluarganya, "Ini gimana jadinya mau pulang atau tidur di hotel sini soalnya ini katanya hotel yang lantai 8 sama 9 udah di booking buat tamu pernikahannya Desti sama suami?" tanya Bunda Nara.
"Tidur di hotel aja deh Bun, Rea capek kalau harus naik mobil lagi," ucap Rea.
"Setuju," ucap Gia.
"Yaudah kalau gitu kalian ambil kamar sama di luar tadi akan ada pelayan yang pegang kunci," ucap Bunda Nara dan diangguki seluruh anggota keluarganya.
Beberapa saat kemudian, Alan dan Rea sudah sampai di kamar hotel yang akan mereka tempati, "Bagus ya kamar hotelnya," ucap Alan.
"Pasti suaminya Desti kaya soalnya sampe bisa nyewa dua lantai loh," ucap Rea.
"Suami kamu juga kaya loh," ucap Alan.
"Memangnya gaji tentara banyak?" tanya Rea.
"Ya, lumayan sih. Apalagi kalau ada tugas biasanya malah banyak," ucap Alan.
"Kata Mama kamu punya dua pekerjaan itu bener ya?" tanya Rea.
"Dua pekerjaan? kayaknya aku cuma punya satu deh," ucap Alan.
"Tapi, kok kata Mama kamu punya dua pekerjaan," ucap Rea.
"Aku gak tahu, nanti coba aku tanya maksud Mama itu apa," ucap Alan dan diangguki Rea.
__ADS_1
"Oh iya, aku denger kata kak Ray temen kamu yang nikah ini tadi itu mantan musuh kamu itu maksudnya kamu sama dia pernah musuhan gitu dulu?" tanya Alan.
'Ish, kak Ray kenapa mulutnya lemes banget sih kayak cewek,' ucap Ra dalam hati.
"Ya, bisa di bilang gitu sih," ucap Rea, dengan senyum terpaksanya.
"Kenapa kok kamu pernah musuhan sama dia?" tanya Alan.
"Hem, oke aku cerita. Jadi aku kenal sama Desti yang nikah hari ini karena orangtuanya dia kenal sama Bunda, lagian kita juga beda sekolah gitu. Nah terus tiba-tiba Desti pindah karena orangtuanya nyuruh dia pindah ke sekolah yang sama kayak aku, di situ Desti pindah sekolah," ucap Rea.
"Gak ada masalah dong, tapi kok kalian bisa musuhan?" tanya Alan.
"Aku belum selesai cerita jangan di potong dulu," ucap Rea.
"Iya iya aku diem udah sekarang kamu lanjutin," ucap Alan.
"Nah kan si Desti ini udah pindah gitu terus ya kita beda kelas gitu, tapi karena orangtua kita deket aku kan jadi deket juga sama Desti nah aku mulai cerita ke dia gitu kayaknya hampir semuanya aku ceritain ke Desti. Ada satu hal yang aku ceritain ke Desti yaitu mengenai cowok yang dulu sempat aku kagumi gitu...," ucap Rea dan sengaja menggantung ucapannya untuk melihat reaksi Alan.
Setelah melihat reaksi Alan yang tampak biasa saja bahkan terkesan tidak ada masalah dengan apa yang tadi Rea katakan.
"Bukan hanya aku sih yang kagum sama cowok itu hampir semua cewek di sekolah kagum sama dia karena pinter, baik dan ya cukup keren lah, tapi sayang pas kenaikan kelas 12 si cowok ini nembak Desti di lapangan sekolah dan parahnya Desti saat itu langsung Nerima cowok itu padahal Desti tahu kalau aku kagum sama dia dan aku juga sempat bilang ke Desti buat gak ngerebut dia dari aku, tapi Desti malah ngerebut cowok itu dan saat si cowok itu nembak Desti, Desti lihat dengan jelas kalau di lapangan ada aku dan sejak saat itu sih ku udah gak bertegur sapa sama dia apalagi Desti punya dayang yang selalu aja gak suka sama aku semenjak Desti pacaran sama cowok itu," lanjut Rea.
"Tapi, kamu gak usah khawatir aku sama Desti udah baikan kok, lagian aku sama Desti juga udah punya pasangan dan gak penting berantem cuma karena cowok di masa lalu," ucap Rea.
"Dan cowok itu adalah teman SMA kamu tadi bukan," ucap Alan.
"Kok kamu bisa tahu?" tanya Rea, pasalnya ia belum mengatakan siapa cowok itu.
"Aku tahu dari kak Ray," ucap Alan.
"Ish, Kak Ray itu emang ya cowok mulut lemes," gumam Rea.
"Tapi, kamu tenang aja dia itu cuma temen aku gak lebih kok, bahkan setelah lulus SMA dulu aku baru sadar kalau aku itu lebih ke arah kagum sama dia bukan suka layaknya cewek ke cowok," ucap Rea.
"Iya, aku tahu kok," ucap Alan.
"Syukurlah," gumam Rea.
"Terus sekarang cowok itu udah punya pasangan belum?" tanya Alan.
"Setauku sih dulu dia itu udah nikah sama artis, tapi tadi pas aku ketemu sama dia. Dia bilang kalau dia udah cerai sama istrinya padahal nih ya dia itu nikah belum genap satu tahun," ucap Rea.
__ADS_1
"Mungkin dia terlalu buru-buru nikahnya makanya dia sampe cerai," ucap Alan.
"Terus kalau kita gimana? kita kan nikahnya juga buru-buru masa kita juga bakal cerai sih?" tanya Rea.
"Kalau kita gaklah, kalau kita meskipun nikahnya buru-buru, tapi kita udah siap buat membangun rumah tangga dan berbeda dengan teman SMA kamu yang mungkin belum siap waktu menikah," ucap Alan.
"Huh, aku pikir kita juga bakal ngikutin jejak dia," ucap Rea.
"Gak akan, aku gak akan pernah lepasin kamu," ucap Alan dan mencubit pelan hidung Rea.
"Udah malem tidur," ucap Alan.
Rea pun membaringkan tubuhnya di kasur dan mulai menutup matanya, baru saja Rea menutup matanya tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan yang memeluknya, Rea sudah tahu siapa sang pelaku meskipun Rea belu membuka matanya.
"Good night sayang," bisik Alan.
Akhirnya mereka berdua pun terlelap menuju Alma mimpi dengan saling berpelukan. Hingga pagi harinya Alan terbangun dan meraba sampingnya, yakin ia tidak merasakan keberadaan istrinya dan dengan cepat Alan pun membuka matanya dan benar saja Rea tidak ada sampingnya bahkan Alan pun langsung turun dari kasur dan mencari Rea ke sekeliling kamar tersebut, tapi Alan tetap saja tidak mendapati keberadaan istrinya itu.
"Rea dimana kamu sayang," gumam Alan.
Baru saja Alan akan keluar kamar tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan istri cantiknya yang tengah menggendong seorang bayi yang tak lain adalah Kaif, "Kamu dari mana aja sayang?" tanya Alan.
"Tadi tuh kak Ray bangunin Rea dan minta Rea tenangin Kaif soalnya kak Inez lagi jalan-jalan sama Gia," ucap Rea.
"Astaga, aku kira kamu ilang kemana," ucap Alan.
"Kamu mau keluar cuma pake celana doang?' tanya Rea.
"Aku tuh terlalu panik makanya sampe lupa," ucap Alan.
"Kamu gak ikut Gia sama kak Inez?" tanya Alan.
"Gak, kemarin udah di tawarin sih, tapi males," ucap Rea dan diangguki Alan.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1