Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Meminta Maaf


__ADS_3

"Lea," panggil seorang perempuan dan membuat Lea melihat ke arah orang tersebut.


"Bu Marsya," gumam Lea.


Ya, perempuan yang memanggil Lea adalah Bu Marsya.


"Ada apa ya, Bu Marsya?" tanya Lea.


Lea sendiri tidak bertemu dengan Bu Marsya kurang lebih selama 3 hari sehingga ia sedikit canggung jika harus bicara berdua dengan Bu Marsya bahkan sebelumnya mereka berdua pun memang tidak terlalu akrab dan berbicara hanya saat ada kerjaan saja.


Tadi Lea memang jalan-jalan bersama dengan Tyas dan setelah lelah mereka memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di pinggir lapangan dan karena lelah tadi akhirnya Tyas ke kantin untuk membeli minuman dan beberapa cemilan sebab itu Lea sendirian di sini.


Untuk para tentara pun tidak latihan di lapangan mereka tengah berlatih di hutan sebab itu saat ini lapangan pun sepi tidak ada siapapun di sana kecuali dirinya dan Bu Marsya saat ini.


Lea mulai merasa takut karena berdua dengan Bu Marsya, ia takut Bu Marsya memiliki dendam padanya dan melukai dirinya serta baby yang ia kandung.


"Kamu gak usah takut, saya gak akan berbuat hal-hal jahat sama kamu atau sama bayi kamu," ucap Bu Marsya.


"Kalau boleh tau ada apa ya Bu Marsya ke sini? apa Bu Marsya ingin berbicara dengan saya atau hal lain?" tanya Lea.


"Saya ingi bicara dengan kamu," ucap Bu Marsya, yang mulai berkaca-kaca saat menatap Lea.


"Apa Bu Marsya?" tanya Lea, ia sangat penasaran karena melihat tatapan Bu Marsya yang seolah memohon padanya.


"Maafkan saya karena sudah mengatakan hal-hal buruk tentang kamu, padahal saya tidak tau apapun tentangmu," ucap Bu Marsya.


"Maksud Bu Marsya?" tanya Lea.


"Saya salah karena sudah berniat untuk menggoda ayah kamu, tapi demi tuhan saya tidak tau jika komandan Alan adalah ayahmu, jika saya tau, saya pasti tidak akan berniat untuk menggodanya, saya meminta maaf atas kelakuan saya yang sangat tidak sopan dan juga kata-kata saya yang sangat kasar waktu itu," ucap Bu Marsya.


Lea cukup terkejut dengan pengakuan Bu Marsya apalagi yang Lea tau Bu Marsya adalah salah satu orang yang sangat keras kepala dan gengsian, tapi ini Bu Marsya mengakui rencananya untuk menggoda ayah Alan.


"Ada apa dengan Bu Marsya kenapa bi Marsya kayak gini?" tanya Lea.


"Saya meminta maaf tulus dari dalam hati saya," ucap Bu Marsya lagi.


Namun, kali ini Bu Marsya menundukkan kepalanya dan menangis karena Lea dapat mendengar isak tangisan Bu Marsya. Lagi-lagi Lea terkejut karena melihat secara langsung Bu Marsya yang orangnya terkenal dengan juteknya serta omongannya yang sangat menyakitkan kini menangis di depannya.


"Bu Marsya kenapa nangis?" tanya Lea.


"Saya minta maaf sama kamu," ucap Bu Marsya.


"Iya, saya maafkan Bu Marsya, tolong jangan menangis lagi. Tapi, kenapa Bu Marsya nangis gini sih saya jadi takut? apa karena ayah saya yang sudah melaporkan Bu Marsya ke direktur sehingga Bu Marsya mendapatkan hukuman dari perusahaan?" tanya Lea dan mendapatkan gelengan kepala dari Bu Marsya.

__ADS_1


"Saya gak mau kakak saya di usir dari rumah sakit," ucap Bu Marsya.


Lea pun menatap Bu Marsya dengan tatapan bertanya-tanya, "Keluar dari rumah sakit? maksud Bu Marsya?" tanya Lea.


"Kakak saya punya penyakit kanker dan dia harus di rawat di rumah sakit tolong jangan usir kakak saya," ucap Bu Marsya.


Lea semakin tidak mengerti dengan ucapan Bu Marsya, "Tunggu, sangkut pautnya sama saya apa Bu? saya rasa hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan saya," tanya Lea.


"Tolong katakan pada keluarga besar Valda untuk tidak mengusir kakak saya, saya sudah meminta maaf padamu, saya janji gak akan seperti dulu lagi. Saya rela bersimpuh dihadapan kamu, tapi tolong jangan usir kakak saya. Saya benar-benar minta maaf dan menyesal, hiks hiks" ucap Bu Marsya.


Lea hanya diam karena tengah memikirkan apa yang dikatakan Bu Marsya, lamunannya buyar saat melihat Bu Marsya yang duduk di hadapannya bahkan Bu Marsya hendak bersimpuh di hadapan Lea.


Hal itu tentunya membuat Lea terkejut dan segera menahan Bu Marsya lalu Lea memegang pundak Bu Marsya dan mendudukkan Bu Marsya di sebelahnya.


"Bu Marsya bisa jelaskan pada saya secara pelan-pelan karena saya sih belum mengerti dengan apa yang Bu Marsya katakan," ucap Lea dan diangguki oleh Bu Marsya.


"Jadi, beberapa hari yang lalu setelah saya menyelesaikan hukuman yang diberikan pada saya tiba-tiba pihak rumah sakit mengatakan jika kakak saya tidak bisa lagi di rawat di rumah sakit mereka karena saya yang belum membayar pengobatan kakak saya, padahal rumah sakit sudah mengizinkan saya untuk membayarkan secara bertahap. Tapi, tiba-tiba rumah sakit mengatakan hal itu dan tentunya saya bingung daripada saya bisa mendapatkan biaya sebanyak itu dan tidak lama kakak saya telepon mengatakan jika ia sudah tidak mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit. Saya tidak terima dan menghubungi kembali pihak rumah sakit untuk menyelesaikan semuanya dan merek mengatakan jika pengobatan kakak saya dicabut oleh keluarga besar Valda, hiks hiks," ucap Bu Marsya.


Lea pun menatap kasihan Bu Marsya, Lea tau sekarang apa yang dimaksud Bu Marsya dan kenapa juga Bu Marsya minta maaf padanya karena kelautan besar Valda itu artinya keluarga besar sang suami yaitu Noah.


"Terus sekarang gimana keadaan kakak Bu Marsya?" tanya Lea.


"Keadaan kakak saya sekarang cukup mengenaskan, dia masih di rumah sakit. Tapi, tidak dirawat bahkan fasilitas hanya brankar saja hiks hiks, Lea tolong bantu saya. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Bu Marsya.


"Saya tidak bisa menjamin apakah bantuan saya ini berhasil membuat kakak Bu Marsya kembali di rawat seperti sebelumnya, tapi saya akan berusaha," ucap Lea.


"Terima kasih Lea, saya janji saya akan berbuat baik terutama padamu," ucap Bu Marsya.


"Sama-sama Bu Marsya," ucap Lea.


"Saya tidak tau lagi harus apa," ucap Bu Marsya.


"Saya tidak bisa memastikan apakah saya berhasil, tapi yang jelas jika memang saya sudah berusaha, saya akan segera memberitahukannya pada Bu Marsya," ucap Lea.


"Iya, saya akan menunggunya, kalau begitu saya permisi," pamit Bu Marsya dan diangguki Lea.


Setelah Bu Marsya pergi, Lea pun berpikir mengenai apa yang diceritakan oleh Bu Marsya.


"Apa kak Noah yang udah berhentiin pengobatan kakaknya Bu Marsya? bukannya kak Noah itu keluarga besar Valda juga, tapi kenapa aku gak tau dan kenapa harus di berhentiin juga pengobatannya kan kasihan sama kakaknya Bu Marsya," gumam Lea.


Banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan langsung pada Noah, tapi sayang Noah saat ini tengah ada urusan di hutan bersama tentara lainnya sehingga ia tidak bisa menanyakannya secara langsung.


"Ngapain tadi siluman ular ke sini?" tanya Tyas, yang baru saja datang dan memberikan minuman serta cemilan yang tadi ia beli untuk Lea.

__ADS_1


"Lo lihat tadi, Yas?" tanya Lea.


"Gimana gak lihat coba, orang lo kan kelihatan dari kantin tuh, di sana," ucap Tyas dan menunjuk kantin.


Jelas saja Lea terlihat dari kantin karena plastik yang biasanya membatasi kantin terbuka sebagian sehingga orang yang berada di kantin dapat melihatnya di pinggir lapangan.


"Kenapa dia ke sini?" tanya Tyas lagi.


Lea pun mulai menceritakan apa yang tadi ia bicarakan dengan Bu Marsya sekalian Lea meminta saran dari Tyas.


Setelah Lea menceritakan hal tersebut Tyas pun menatap intens Lea, "Gue saranin lo jangan percaya sama siluman ular itu deh, nanti kalau dia bohong gimana," ucap Tyas.


"Tapi, kalua itu beneran gimana? kamu gak kasihan sama kakaknya Bu Marsya? maksudku tuh gini loh Yas, oke yang salah emang Bu Marsya, tapi apa harus keluarganya Bu Marsya yang kena apalagi kakaknya Bu Marsya lagi sakit ini. Kalau emang mau hukum ya hukum Bu Marsya lah jangan orang lain," ucap Lea.


"Iya juga sih, yakin mendingan lo tanyain ke kak Noah dulu deh untuk memastikannya, takutnya nanti Bu Marsya malah nipu lo lagi," ucap Tyas.


"Iya, gue juga rencananya mau ke kak Noah nanti setelah kak Noah balik," ucap Lea dan diangguki Tyas.


"Oh iya, gimana sama barang-barang lo yang mau lo bawa pulang?" tanya Tyas.


"Semuanya udah siap kok, tinggal berangkatnya aja," ucap Lea.


"Semuanya udah masuk ke koper?" tanya Tyas.


"Ya, beberapa lah," ucap Lea.


"Kak Noah bantuin lo nyiapin?" tanya Tyas dan diangguki Lea.


"Iya lah, kak Noah aja gak ngebolehin gue turun dari kasur, ini aja karena kak Noah gak ada di sini kalau kak Noah ada di sini udah gue pastiin gue bakal jadi Rapunzel lagi," ucap Lea.


"Gue gak nyangka ternyata sekelas kak Noah aja posesifnya minta ampun," ucap Tyas.


"Sama gue juga gak nyangka kalau kak Noah bakal se-posesif ini, tapi gue bahagia sih," ucap Lea.


"Gue yang ngelihatnya aja ikut bahagia kok," ucap Tyas.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2