
"Oh iya kak kenalin saya Jeffry adiknya kak Qilla," ucap Jeffry.
"Ryan, sahabat Alan suaminya dokter Rea," ucap Ryan dan diangguki Jeffry.
"Aku panggilnya kak nih?" tanya Jeffry.
"Terserah sih mau manggil apa aja," ucap Ryan.
"Kalau gitu aku panggilnya Abang Ryan aja deh ya soalnya kalau kakak laki-laki Jeffry udah punya dan manggilnya kak jadi khusus bang Ryan Jeffry panggilnya Abang," ucap Jeffry.
"Kayak penjual makanan aja, tapi ya gapapa sih terserah," ucap Ryan.
"Hehehehe."
"Jef," panggil Ryan.
"Iya, kenapa bang?" taubat Jeffry.
"Kamu setuju gak kalau kak Qilla nikah?" tanya Ryan.
"Kalau Jeffry sih setuju aja bang, Jeffry juga kasihan lihat kak Qilla yang udah kerja keras buat biaya kebutuhan keluarga mulai dari Jeffry sampe mama padahal mama gak pernah perhatian sama kak Qilla bahkan mama gak pernah berterima kasih ke kak Qilla dan bisanya hanya minta dan nyuruh kak Qilla ini itu, tapi kak Qilla masih mau biayain kebutuhan mama," ucap Jeffry.
"Kalau abang yang nikah sama kak Qilla gimana? kamu setuju gak?" tanya Ryan.
"Hah! bang Ryan mau nikahin kak Qilla?" tanya Jeffry.
"Ya, kalau emang kamu setuju abang sih mau-mau aja," ucap Ryan.
"Mau banget bang, pasti kak Qilla bahagia sama bang Ryan," ucap Jeffry.
"Pastilah, siapa sih yang gak bahagia kalau sama Abang," ucap Ryan.
" Tapi, nanti Abang coba tanya ke kak Qilla, kak Qilla mau gak sama Abang soalnya kak Qilla itu orangnya keras kepala sama gak percaya diri kalau ada yang deketin," ucap Jeffry.
"Siap, kalau itu mah pasti bakal Abang tanyain ke Qilla," ucap Ryan.
"Kita pindah di sana aja ya, di sini sepi," ucap Qilla, yang baru saja datang dan diangguki Ryan dan Jeffry.
"Kalian kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Qilla, saat mengobati luka yang ada di tangan Ryan.
"Gak ada apa-apa kok," ucap Jeffry.
"Dokter Qilla kok bisa ada di sini? kayaknya tempat ini jauh deh dari rumah sakit?" tanya Ryan.
"Iya, tadi ada urusan mendadak," ucap Qilla dan menatap tajam Jeffry dan yang ditatap hanya cekikikan.
__ADS_1
"Maaflah kakakku yang cantik, Jeffry janji deh gak bakal nakal lagi," ucap Jeffry.
"Ya haruslah kalau kamu nakal lagi di keluarin kamu dari sekolah," ucap Qilla.
"Jeffry nakal kenapa emangnya?" tanya Ryan.
"Hehehehe, Jeffry berantem sama temen Jeffry, tapi itu juga salah temen Jeffry yang ngeledekin Jeffry terus ya karena gak terima yaudah Jeffry pukul aja," ucap Jeffry.
"Bagus, kalau ada orang yang ngeledekin ke kita kayak gitu emang wajib dipukul kalau bisa sampe masuk rumah sakit .... Awsh," ucap Ryan.
"Pelan-pelan dong dok, sakit banget tangannya," ucap Ryan.
"Makanya jangan ngomong yang gak-gak sama adik saya apalagi ngajarin yang gak bener kayak gitu," ucap Qilla.
"Iya deh iya," ucap Ryan.
"Ini saya sudah selesai obatin tangannya sersan Ryan, kalau begitu terima kasih atas bantuannya, Ayo Jef kita pulang," ucap Qilla.
"Jeffry gak mau pulang ke rumah, Jeffry pokoknya gak mau," ucap Jeffry.
"Tapi, kamu punya tempat tinggal, mau ke asrama juga gak bisa kan kartu kamu tadi di sita," ucap Qilla.
"Tapi, Jeffry gak mau kak," ucap Jeffry.
"Yaudah, gimana kalau Jeffry tinggal sama Abang aja soalnya Abang tinggal sendiri," ucap Ryan.
"Boleh dong, tapi kamu tanya dulu sama kakak kamu dia ngizinin gak kalau ngizinin sih ayo aja, tapi kalau gak ya gapapa," ucap Ryan.
"Kak gimana boleh gak Jeffry tinggal di rumahnya bang Ryan? boleh ya kak, Jeffry gak mau tinggal di rumah dan ketemu mama," ucap Jeffry.
Qilla sebenernya tidak masalah Jeffry tinggal di rumah Ryan karena Qilla sendiri juga tidak tahu Jeffry akan tinggal, di rumah Nina pun tidak mungkin meskipun Jeffry adiknya, tapi tetap saja dan di rumah juga tidak mungkin karena Jeffry yang tidak mau ketemu sama mama.
"Iya, boleh, tapi jangan nyusahin sersan Ryan. Kalau ada apa-apa atau butuh apa-apa kamu tinggal bilang kakak," ucap Qilla dan diangguki Jeffry.
"Siap kak, makasih ya kak," ucap Jeffry.
"Ku ke mobil dulu ya ada yang mau kakak bicarain sama sersan Ryan soalnya," ucap Qilla dan diangguki Jeffry, lalu ia pun menuju mobil.
"Ayo kita menikah," ajak Ryan.
Qilla yang awalnya menatap ke arah adiknya yang baru saja masuk ke dalam mobil pun lantas menoleh ke Ryan, "Sersan Ryan kalau bercanda lucu juga ya, lagian saya di sini ingin berterima kasih karena sersan Ryan mau menolong saya dan adik saya, saya di sini ingin membicarakan mengenai biaya tinggal adik saya, kira-kira berapa biaya selama adik saya tinggal dengan sersan Ryan?" tanya Qilla.
"Apa saya terlihat sedang bercanda? saya tidak bercanda dengan ucapan saya, ayo kita menikah," ajak Ryan.
"Sersan Ryan jangan bercandaan kayak gini deh nanti saya baper loh," ucap Qilla.
__ADS_1
"Baguslah kalau baper jadi kita bisa cepet nikah dan punya anak, saya pengen punya anak 3 aja deh cukup gak usah banyak-banyak, tapi kalau kamu sanggup banyak ya saya sih welcome," ucap Ryan.
"Enak aja udah ya 3 anak aja gak usah banyak-banyak," ucap Qilla.
"Berarti kamu mau dong nikah sama saya?" tanya Ryan, dengan menaikkan alis sebelah kanannya.
Mampus, ternyata Qilla baru sadar jika Ryan menjebaknya, "Gak ya, emang saya pernah bilang kalau saya mau dengan sersan Ryan," ucap Qilla.
"Tadi katanya cuma mau 3 anak, saya sih gak masalah kok kalau cuma 3 anak," ucap Ryan.
"Ish, nyebelin banget sih, tadi saya salah bicara," ucap Qilla.
"Masa, katanya jawaban pertama itu jawaban jujur loh," ucap Ryan, uang semakin gencar menggoda Qilla.
"Gak ya, saya tergantung sama adik saya Jeffry setuju," ucap Qilla, ia yakin Jiak Jeffry akan menolak Ryan karena duku Jeffry pernah bilang dia ingin Qilla menikah dengan seorang dokter juga.
"Jeffry setuju kok kak Qilla, jadi kak Qilla bisa nikah sama bang Ryan!' terik Jeffry dari mobil.
Qilla yang mendengarnya pun menatap Jeffry yang saat ini hany kepalanya saya yang keluar melalui jendela mobil, "Selamat ya kak Qilla, akhirnya kak Qilla bakal punya suami," ucap Jeffry.
"Kapan kita nikah gimana kalau nanti malam aja biar cepet malam pertama dan ngasih Jeffry ponakan?" tanya Ryan.
Qilla tak habis pikir dengan pikiran kotor Ryan dan dengan cepat Qilla memukul lengan Ryan, "Jangan gila deh ya, udah ah saya mau pergi," ucap Qilla.
"Loh belum dijawab loh gimana mau gak nikah sama saya? kalau iya saya bakal datang ke rumah kamu dengan keluarganya saya," tanya Ryan.
"Tapi, mama saya pasti gak bakal setuju sama sersan Ryan," ucap Qilla.
"Kenapa gitu?" tanya Ryan.
Qilla pun mulai menceritakan semuanya mulai dari ia yang dijodohkan dengan anak teman mamanya dan bagaimana ia bisa pergi dari rumah, "Kalau begitu saya akan ke rumah mama kamu sendirian dulu dan nanti setelah mama kamu setuju barulah saya akan bawa keluarga saya kan gak lucu kalau saya di tolak nantinya," ucap Ryan.
"Ini sersan Ryan beneran?" tanya Qilla.
"Memangnya saya kelihatan lagi bercanda ya dari tadi padahal saya serius loh," ucap Ryan.
"Kenapa sersan Ryan ingin menikah dengan saya? maksud saya gini, banyak perempuan yang lebih cantik dari saya dan saya yakin banyak perempuan yang mau sama sersan Ryan, tapi kenapa sersan Ryan justru memilih saya?" tanya Qilla.
Qilla merasa sangat aneh jika Ryan menyukainya karena bisa dibilang ia tidak terlalu cantik seperti Rea atau Nina, tapi kenapa Ryan memilihnya mungkinkah Ryan tengah mengalami katarak atau rabun.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.