Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Terus Gimana Dong?


__ADS_3

Pagi harinya Qilla sudah membersihkan dirinya, di lokernya sudah ada beberapa barang-barangnya sebab itu Qilla tidak perlu risau jika tidak membawa apapun dari rumah, "Loh Qilla kok udah di sini aja?" tanya Rea, yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


"Iya dong, kan gue anak yang rajin," ucap Qilla, dengan tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan untungnya Rea selalu percaya akan hal itu.


"Nina belum datang ya?" tanya Rea.


"Udah dong, ini tadi gue ngobrol di ruangannya dokter Karin," ucap Nina.


"Tumben lo kesana," ucap Qilla.


"Iya dong, gue mau ngembaliin pulpen yang gue pinjem kemarin," ucap Nina.


"Ada berita terbaru gak di raungannya dokter Karin?" tanya Qilla.


"Gak ada," ucap Nina.


"Semenjak Laras gak ada sekarang gue gak tahu berita apa-apa, tapi gue juga seneng soalnya gak ada orang yang mulutnya pedes kayak Laras, kok bisa ya gue dulu punya tim kayak dia," ucap Qilla.


"Lo nya aja yang kurang beruntung, lebih tepatnya lo sama Rea yang gak beruntung," ucap Nina.


"He'em."


"Udah gak usah gosip terus kalian kerja sana," ucap Rea.


"Iya iya bumil, btw lo kapan cuti sih lama bener, emang perut lo gapapa apa kalau masih kerja?" tanya Qilla.


"Nantilah kalau sekarang mah gue masih bisa kok, kalau pagi sama siang kayak gini gapapa, tapi apa sore atau malem itu mulai aktif," ucap Rea dan diangguki Qilla dan Nina.


Akhirnya mereka bertiga pun kembali pada kerjaan mereka masing-masing, "Ada apa Bim?" tanya Rea, saat melihat Bima yang berlari ke arahnya.


"Ada Bu Andriani yang datang menemui dokter Rea," ucap Bima.


"Astaga kok ada orang itu lagi, saya kira dia udah gak bakal dateng ke sini lagi. Yaudah kalau gitu kita ke orang itu deh," ucap Rea dan diangguki Bima.


Rea pun masuk ke dalam ruangannya dan melihat Andriani yang duduk dengan santai di kursi yang ada di ruangan tersebut, "Selamat pagi Bu Andriani, senang bisa bertemu kembali dengan Bu Andriani. Kalau boleh tahu ada apa ya Bu Andriani ingin menemui saya? saya rasa sudah tidak ada lagi urusan antara ibu dan saya atau antara Daiva General Hospital dengan Bu Andriani?' tanya Rea.


"Saya ke sini hanya untuk mengucapkan terima kasih pada dokter Rea karena selama ini sudah mau merawat saya ya walaupun akhirnya dokter Rea mengganti rumah sakit untuk saya, tapi saya rasa itu adalah pilihan yang terbaik karena sekarang saya sudah sembuh sepenuhnya," ucap Andriani.


"Syukurlah kalau memang Bu Andriani sudah sembuh saya sangat senang mendengarnya," ucap Rea.


"Saya di sini juga ingin mengucapkan selamat atas pernikahan dokter Rea dan selamat karena akan segera memiliki momongan," ucap Andriani.

__ADS_1


"Terima kasih atas ucapannya," ucap Rea.


"Selain itu, saya di sini juga ingin mengundang dokter Rea untuk makan malam besok bersama saya dan keluarga saya karena saya dan keluarga saya akan pindah ke Jerman dan mungkin saya tidak akan tinggal dan menetap di sini lagi sebab itu saya ingin mengundang dokter Rea besok," ucap Andriani.


"Terima kasih atas undangannya saya sangat terhormat mendapatkan undangan makan malam dari Bu Andriani, saya tidak tahu pasti untuk datang atau tidak karena saya harus izin terlebih dahulu pada suami saya. Selain itu, juga kadang perut saya kalau malam kurang bersahabat, tapi, saya akan usahakan untuk datang," ucap Rea.


"Saya tidak memaksa dokter Rea untuk datang kok, tapi kalau memang dokter Rea tidak bisa juga tidak apa-apa," ucap Andriani.


"Saya akan usahakan untuk datang," ucap Rea.


"Terima kasih dok, tapi dokter Rea bisa datang bersama suami dokter Rea," ucap Andriani dan diangguki Rea.


"Kalau begitu saya permisi," ucap Andriani.


"Anda langsung mau pergi?" tanya Rea.


"Iya, saya ke sini hanya untuk mengatakan hal tersebut," ucap Andriani.


"Bagaimana kalau kita minum sebentar di cafe yang ada di dekat ruang sakit, di sana salah atau cafe terbaik yang pernah saya datangi?" tanya Rea.


"Boleh, kalau memang dokter Rea tidak sibuk," ucap Andriani.


.


Disisi lain Alan saat ini bersama para anggotanya tengah berlatih di lapangan bersama tim lain, "Kapten Alan!" panggil dokter Sandra.


Alam tidak merespon bahkan Alan tidak membalikkan badannya karena ia sudah tahu siapa yang memanggilnya dan ia lebih memilih untuk kembali berlatih dengan anggotanya, "Kapten Alan, gimana kabarnya?" tanya dokter Sandra dan lagi-lagi tidak merespon dokter Sandra.


"Kapten Alan inget kan kalau satu Minggu lagi bakal ada perayaan ulang tahun tentara dan katanya tim kapten Alan bakal jadi anggota upacara ya?" tanya dokter Sandra.


"Ka, jawab," ucap Alan dan diangguki Raka.


"Maaf nih ya dokter Sandra, memang awalnya tim kapten Alan yang bakal jadi anggota upacara, tapi karena ada beberapa situasi yang tidak bisa kita jelaskan kepada semua orang akhirnya kita hanya sebagai peserta saja," ucap Raka.


"Iiiiihh sersan Raka, saya kan lagi bicara sama kapten Alan, jadi harusnya kapten Alan yang jawab kan," ucap dokter Sandra.


"Ya memang, tapi kapten Alan yang menyuruh saya untuk menjawabnya," ucap Raka.


"Ish, sebel deh. Kapten Alan jangan lupa ya di makan ini tadi saya buat loh kan kapten Alan suka banget sama brokoli jadi saya masak khusus untuk kapten Alan semoga kapten Alan suka," ucap dokter Sandra dan memberikan kotak makanan pada Alan.


Alan dengan malas pun menerimanya lalu memberikannya pada Raka, "Makan, katanya tadi lo lapar kan," ucap Alan.

__ADS_1


"Loh, kok di kasih ke sersan Raka, saya kan sudah masak khusus untuk kapten Alan dan kapten Alan juga suka banget sama brokoli bahkan kapten Alan gak bakal nolak kalau ada menu brokoli," ucap dokter Sandra.


"Itu dulu, sekarang saya suka makanan yang ada di rumah," ucap Alan, lalu pergi meninggalkan dokter Sandra.


"Terima kasih atas makanannya dokter Sandra," ucap Raka dan berlari mengikuti Alan sebelum dokter Sandra mengambil makanannya.


"Kayaknya dokter Sandra mulai ngejar lo deh," ucap Ryan.


"Gak peduli gue, yang ada gue malah jijik. Lagian kenapa dia balik sih bikin sakit mata aja," ucap Alan.


"Mungkin dia baru sadar kalau dia dulu di jodohin sama orang kayak lo," ucap Ryan.


"Males banget gue sama dia," ucap Alan.


"Kayak Alvin dong dulu sampe marahan sama lo cuma gara-gara dokter Sandra," ucap Ryan.


"Itu dulu ya, sekarang mah gue gak ada perasaan apapun sama dokter Sandra, gue malah kasihan soalnya cinta dia bertepuk sebelah tangan," ucap Alvin.


"Dulu cinta lo juga bertepuk sebelah tangan kalau lo lupa," ucap Ryan.


"Gak lupa gue, gue cuma nyesel aja gitu kok bisa," ucap Alvin.


"Btw, dokter Sandra tahu gak kalau lo udah nikah?" tanya Ryan.


"Mana gue tahu, tapi harusnya dokter Sandra udah tahu kan berita soap pernikahan gue sama Rea udah kesebar juga," ucap Alan.


"Iya juga sih, tapi gue denger dokter Sandra itu orangnya keras kepala, jadi mungkin aja dia gak percaya kalau lo udah nikah. Orang kayak dokter Sandra itu butuh bukti langsung, mungkin dengan lo bilang ke dokter Sandra kalau lo udah nikah baru dia percaya," ucap Ryan.


"Gak bakal, orang kayak dokter Sandra gak bakal percaya sekalipun itu Alan yang bilang kalau dia masih suka dan berharap ke Alan," ucap Alvin.


"Terus gimana dong?" tanya Ryan.


"Ya, dokter Sandra harus bisa lupain Alan dan move on, itu satu-satunya cara supaya dokter Sandra gak ganggu Alan," ucap Alvin.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2