Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Mantan Musuh?


__ADS_3

Malam harinya Alan, Rea dan juga keluarga besar Bratadikara sudah siap dengan pakaian yang di siapkan Bunda Nara, "Lama banget sih penganten baru," ucap kak Ray.


"Iya dong, kak. Kan sekarang Rea harus siapin juga pakaian suaminya Rea, ya kalau dulu Rea cuma nyiapin punyanya Rea sendiri," ucap Rea.


"Sombong banget yang udah nikah," ucap Gia.


"Loh harus itu, apalagi di sini ada yang jomblo. Jadi, wajib buat sombong," ucap Rea dan memeluk lengan Alan. Sedangkan, Gia hanya memutar bola matanya malas karena melihat sikap kakaknya yang semakin hari semakin sering mengejeknya.


"Awas aja nanti Gia rebut kak Alan," ucap Gia.


"Gak peduli," ucap Rea.


"Udah jangan berantem terus sama adiknya," ucap Bunda Nara, yang baru saja keluar dari kamar bersama Ayah Argi.


"Ini Bunda juga penganten lama, lama banget keluar kamarnya bahkan jadi yang terakhir keluar kamarnya," goda kak Ray.


"Gia gak mau loh ya punya adik, pokoknya Gia harus jadi anak terakhir gak mau jadi kakak," ucap Gia.


"Ish, apa sih Bunda juga gak mau ngasih kamu adik kali. Sekarang adiknya dari Ray sama Rea aja," ucap Bunda Nara.


"Gak ada yang tahu, mungkin aja tuhan ngasih Gia adik lagi nantinya, jadi jangan bilang kayak gitu," ucap Ayah Argi.


"Yeh, itu mah emang maunya Ayah," ucap kak Ray.


"Udah gak usah ribut, sekarang kita ke tempat pernikahannya anaknya Tante Vina," ucap Bunda Nara.


Alan, Rea, Gia dan Kaif satu mobil yakni mobil Alan. Sedangkan, kak Ray, kak Inez, Bunda Nara dan Ayah Argi satu mobil menggunakan mobil kak Ray. Di dalam mobil Alan harus ekstra sabar karena adik iparnya yang terus menggoda dirinya dan juga Rea, "Kak nanti kalau punya anak, anaknya cewek aja ya biar bisa main sama Gia," ucap Gia.


"Masa kamu udah gede main sama anak kakak yang masih kecil sih, kamu itu ya harusnya jagain anak kakak," ucap Rea.


"Kakak gak tahu aja nih kalau Gia itu orangnya keibuan, jadi nanti pasti Gia bisa kok diajak main sama anak kakak," ucap Gia.


"Kakak belum hamil ya, jadi jangan bahas anak," ucap Rea.


"Makanya kita harus berusaha terus, kalau bisa setiap malam kita usahanya," ucap Alan.


Belum sempat Rea merespon perkataan Alan, tiba-tiba di kursi belakang baik Alan maupun Rea mendengar gelak tawa yang cukup nyaring, "Kenapa ketawa ada yang lucu apa?" tanya Rea, yang mengusap lembut punggung Kaif karena saat ini posisi Kaif berada di pangkuannya dengan menghadap dirinya.

__ADS_1


"Gak ada sih cuma Gia pengen ketawa aja, hahahha," ucap Gia.


"Hiii, kayaknya adik gue udah tanda-tanda nih," ucap Rea.


Beberapa saat kemudian, seluruh keluarga Bratadikara telah sampai di hotel tempat resepsi pernikahan anak Tante Vina, "Senyum dong Re, kan mau ketemu sama mantan musuh," ucap kak Ray.


"Apa sih kak Ray ini gak jelas," ucap Rea.


Rea pun memilih pergi bersama kak Inez dan meninggalkan kak Ray yang sedang menunggu Alan yang tengah memarkirkan mobilnya, "Loh, Rea mana kak?" tanya Alan, saat melihat kak Ray sendirian.


"Rea udah masuk kayaknya dia udah gak sabar deh kangen ketemu sama mantan musuhnya," ucap kak Ray.


"Mantan musuh?" tanya Alan.


"Nanti kamu tanya ke Rea deh, kakak juga gak tahu cerita pastinya," ucap kak Ray dan diangguki Alan, lalu mereka berdua lun masuk ke dalam hotel karena seluruh keluarga Bratadikara sudah masuk terlebih dahulu ke dalam hotel.


Rea sendiri sedang berada di lobby hotel menunggu agar keluarganya lengkap, beberapa saat kemudian kak Ray dan Alan pun sampai di lobby hotel, "Oke, semuanya udah lengkap ya kalau gitu ayo kita ke ballroom hotel," ucap Bunda Nara.


Mereka semua pun mengikuti Bunda Nara, untuk malam ini Bunda Nara adalah pemimpinnya sebab itu semuanya hanya nurut saja apa kata Bunda Nara, sesampainya di sana Rea cukup terkejut karena tamu undangan yang hadir cukup banyak.


"Rame juga ya," ucap kak Inez.


"Mungkin dia ngundang seluruh RT kali," ucap kak Inez. Rea pun cekikikan mendengar perkataan kak Inez.


"Bisa aja kak Inez ini," ucap Rea.


"Btw, ini anak kakak kok anteng banget sih sama kamu, daritadi aja nangis pas di rumah eh pas sama kamu dia anteng banget," ucap kak Inez dan mengusap pipi Kaif.


"Kakak kan tahu kalau Kaif itu nempel banget sama Rea, dulu yang Rea suruh pulang karena Kaif nangis terus," ucap Rea.


"Huh, Bunda sedih, tapi juga seneng tahu," ucap kak Inez.


"Sabar kak, mungkin Kaif ngasih kesempatan buat kak Inez sama kak Ray buat bikin adik iya gak Kaif," ucap Rea dan Kaif hanya tertawa dan benar-benar menggemaskan di mata Rea.


"Ih, anaknya malah ketawa sih. Kaif aja masih beberapa bulan masa harus nambah lagi sih, gak dulu deh," ucap kak Inez.


"Re, kakak mau ke kak Ray dulu ya kayaknya Kaif haus gitu biar kakak ambil susu di tas," ucap kak Inez dan diangguki Rea.

__ADS_1


Saat ini memang Rea hanya bersama kak Inez karena setelah sampai di ballroom tadi Bunda Nara dan Ayah Argi berbicara dengan keluarga Tante Vina, kak Ray mengajak Alan pergi bertemu dengan teman-teman komplek kak Ray yang ternyata juga hadir di sana. Sedangkan Gia juga bersama dengan teman-temannya.


"Jangan lama-lama ya kak," ucap Rea.


"Iya gak lama kok," ucap kak Inez.


"Kak," panggil Gia.


"Kenapa?" tanya Rea.


"Ini tadi kak Alan nyuruh Gia buat ngasih makanan ke kak Rea katanya biar kak Rea gak kelaparan," ucap Gia dan memberikan makanan pada Rea.


"Tapi, kita belum salaman sama pengantinnya loh masa udah makan aja," ucap Rea.


"Gapapa kok kak, orang Gia aja udah makan nasi tadi terus juga kue, sama beberapa cemilan. Lagian hak ada yang ngelarang kak dan satu lagi mumpung gratis," ucap Gia.


"Kamu kayak gak pernah makan aja," ucap Rea lalu mengambil makanan yang di bawa Gia.


Rea pun memakan makanan tersebut setelah Gia pergi dan ia juga dapat melihat Alan yang terus memperhatikannya seolah-olah menyuruh agar Rea makan dan karena itu juga akhirnya Rea makan.


Beberapa saat kemudian, Rea selesai makan dan kak Inez juga sudah datang dan selesai makan tiba-tiba Bunda Nara, Ayah Argi, kak Ray, Alan dan Gia datang, "Ayo kita ke atas salaman sama pengantinnya," ajak Bunda Nara.


Keluarga Bratadikara pun naik ke pelaminan dan mengucapkan selamat pada Desti anak Tante Vina, "Selamat ya Desti atas pernikahannya," ucap Rea, saat berhadapan langsung dengan Desti.


"Makasih, Re. Makin cantik aja lo," ucap Desti.


"Hem," Rea hanya tersenyum canggung atas pujian Desti.


"Lo udah maafin gue kan?" tanya Desti.


"Santai aja kali, gue udah maafin lo kok dan gue juga udah gak punya masalah apapun sama lo," ucap Rea dan diangguki Desti.


"Btw, tadi gue ngelihat Riko di sini, lo udah ketemu?" tanya Desti.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2