Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Tidur Sayang


__ADS_3

Hingga beberapa saat kemudian, benda kenyal tersebut pun terlepas dari bibir Lea, "Napas Lea," ucap Noah, saat melihat Lea yang hanya diam dan menahan napas.


"Kak," panggil Lea dan segera menutup bibirnya yang tadi kecup oleh Noah dengan tangannya.


"Kenapa?" tanya Noah, yang terkesan menggoda Lea.


"First kiss aku," ucap Lea.


Noah pun tersenyum dan kembali mengecup Lea tepat di bibirnya, tapi hanya sebentar, "Tadi juga first kiss saya," ucap Noah.


"Kak Noah gak pernah kiss sama yang lain gitu?" tanya Lea.


"Gak pernah dan gak akan pernah, hanya kamu yang bisa ngerasain bibir saya," ucap Noah.


'Dahlah tenggelamkan saja Lea, Lea gak kuat tuhan, Lea menyerah," ucap Lea dalam hati.


"Kak Noah jangan bikin jantung Lea bermasalah dong," ucap Lea dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Noah.


Noah yang melihat Lea pun tersenyum lalu mengeratkan pelukannya pada sang istri, "Saya gak pernah berhubungan dengan perempuan manapun selain kamu, jika suatu saat nanti ada perempuan yang datang dan mengaku dia mantan saya, saya harap kamu tidak percaya karena selama hidup saya, saya tidak pernah berdekatan dengan perempuan manapun selain kamu," ucap Noah dan mengusap lembut punggung Lea.


"Kak," panggil Lea dan mendongak menatap Noah.


"Kenapa?" tanya Noah dan menatap istrinya yang berada di pelukannya.


"Boleh gak sih kalau Lea baper sama kata-kata kak Noah tadi?" tanya Lea.


"Boleh, sangat boleh sayang," ucap Noah.


Ucapan Noah kembali membuat Lea salah tingkah bahkan saat ini Lea langsung mengeratkan pelukannya pada Noah, "Kak Noah jangan kayak gitu, gak baik buat kesehatan jantung Lea," ucap Lea.


Noah lagi-lagi tersenyum mendengar perkataan Lea, "Jantung kamu kenapa emangnya?" tanya Noah.


"Jantung Lea panas dingin, terus rasanya mau teriak gitu," ucap Lea.


"Jantung kamu mau teriak?" tanya Noah.


"Iya, kak jantung Lea mau teriak gitu," ucap Lea.


"Mana ada jantung teriak," ucap Noah.


"Ish, itu cuma perumpamaan kak Noah," ucap Lea.


Noah pun tersenyum saat melihat Lea yang kesal, "Tidur sayang," bisik Noah, yang semakin gencar menggoda istrinya itu.


"Ish, kak Noah," rengek Lea.


"Iya iya tidur udah malam," ucap Noah.


"Lepas dulu," ucap Lea.


"Gak, enakan gini hangat," ucap Noah.


Lea pun hanya pasrah dalam pelukan Noah dan akhirnya mereka berdua pun terlelap.


.


Pagi harinya Noah sudah siap dengan pakaiannya, Noah memang membawa seragamnya karena ia tau jika akan menginap dirumah Daddy Albert dan juga mommy Emma. Tak lupa Noah juga membawakan baju untuk Lea.


"Lea nya mana?" tanya mommy Emma, saat melihat Noah turun sendiri.


"Lagi di kamar mandi, terus nyuruh Noah turun duluan," ucap Noah.


"Terus kamu turun duluan gitu?" tanya mommy Emma dan diangguki Noah.

__ADS_1


"Astaga anak mommy satu-satunya ini ya, harusnya kamu itu nunggu Lea sampai selesai dan kalian berdua turun bareng gitu," ucap mommy Emma.


"Ya, mana Noah tau," ucap Noah.


"Udah sekarang kamu ke atas terus nungguin istri kamu," ucap mommy Emma.


"Udah tanggung mom, mungkin bentar lagi Lea juga turun," ucap Noah.


"Huh, kamu itu," ucap mommy Emma.


Tapi, tidak sesuai dengan ucapannya, NaOH justru berdiri dan naik menuju kamarnya.


Sedangkan, Lea saat ini berada di dalam kamar mandi, 'Kak Noah juga yang ambil dalaman gue ya,' ucap Lea dalam hati.


"Malu banget," gumam Lea.


Setelah semuanya selesai Lea pun berniat turun, tapi baru saja Lea membuka pintu kamar tersebut tiba-tiba ia terkejut saat merasakan keningnya yang bertabrakan dengan dada bidang suaminya, "Kak Noah kenapa berdiri di depan pintu?" tanya Lea.


"Ayo turun," ajak Noah dan menggandeng tangan Lea.


"Eh, menantu mommy udah turun, ayo makan. Kamu kan mau kerja," ucap mommy Emma.


Mereka pun sarapan di temani dengan keheningan karena memang di keluarga Noah tidak boleh berisik saat makan.


Setelah sarapan, Noah pun mengantar Lea menuju kantor, "Nanti kalau pulang kabari ya," ucap Noah.


"Nanti Lea bareng sama Tyas boleh, sekalian Tyas mampir ke apartemen?" tanya Lea.


"Boleh, kalau gitu nanti kalau udah sampai kabari," ucap Noah.


"Siap kak," ucap Lea.


Lea pun keluar dari mobil Noah dan berjalan masuk ke dalam kantor, "Eh, ada pujaan hati," ucap Mark.


"Sama suami," ucap Lea.


"Gak lucu deh bercandanya kamu," ucap Mark.


"Emang gue kelihatan bercanda?" tanya Lea.


"Iyalah, kamu aja gak punya pasangan masa udah punya suami, halu kamu. Gimana kalau nikah sama aku aja," ucap Mark.


"Jadi orang jangan sok tau, udah sana pergi. Gue hari ini sibuk dan gak ada waktu buat ladenin lo," ucap Lea dan masuk ke dalam ruangannya.


"Pak Anton udah datang belum?" tanya Lea, pada Tyas uang sudah duduk manis di kursi meja kerjanya sendiri.


"Udah kok, tapi tadi di panggil Bu Maya," ucap Tyas.


"Oalah, batu di panggilnya atau udah dari tadi?" tanya Lea.


"Baru sih, kayaknya 20 menitan ada deh," ucap Tyas.


"Lama itu," ucap Lea.


"Ya, barulah. Kalau lama itu ya 2 jam-an," ucap Tyas.


"Iya terserah lo deh," ucap Lea, Lea saat ini malas harus berdebat dengan Tyas untuk masalah sepele.


Setelah menunggu pak Anton selama 1 jam akhirnya pak Anton pun masuk ke dalam ruangan, "Pak Anton," panggil Lea.


"Oh Lea kamu sudah datang," ucap pak Anton.


"Iya, pak. Ini laporan yang mau pak Anton ajukan ke Bu Maya," ucap Lea dan memberikan laporan tersebut pada pak Anton.

__ADS_1


"Kamu bisa kasih sendiri ke Bu Maya," ucap pak Anton.


"Loh kok saya, biasanya kan juga pak Anton," ucap Lea.


"Saya harus ke kota C buat nyelesain berita terbaru di sana. Saya harus berangkat sekarang, jadi kamu kasih ke Bu Maya ya," ucap pak Anton.


"Baik pak," ucap Lea.


"Pak Anton ke sana sama siapa?" tanya Rudy, salah satu rekan kerja Lea.


"Saya sama Mark," ucap pak Anton.


"Sama Mark?" tanya Tyas.


"Iya, tadi Bu Maya nyaranin saya buat pergi sama Mark," ucap pak Anton.


"Mark udah tau?" tanya Rudy.


"Udah, dia bahkan sekarang udah pulang kayaknya," ucap pak Anton.


"Kok dadakan gini ya pak?" tanya Tyas.


"Saya juga kurang tau, padahal sudah ada yang handle di sana, tapi tetep aja saya uang di suruh. Udah ya saya pergi dulu," ucap pak Anton, lalu pergi dari ruangan tersebut.


"Tas, lo dong yang kasih ke Bu Maya," ucap Lea.


"Hiiiiih, ogah gue," ucap Tyas.


"Dy," panggil Lea.


"Gak bisa, gue mau diskusi soal edit foto," ucap Rudy dan pergi dari ruangan tersebut.


"Kalian berdua emang gak setia kawan," ucap Lea.


"Hehehe, lo tau sendirilah gimana Bu Maya, dia mah orangnya nakutin. Mana kalau lagi marah-marah kayak mau makan orang," ucap Tyas.


"Lebay lo," ucap Lea.


Akhirnya mau tidak mau Lea pun menuju ruangan Bu Maya.


Tok tok tok


"Silahkan masuk," ucap Bu Maya, dari dalam ruangan.


Lea masuk ke dalam ruangan tersebut, "Maaf mengganggu waktunya, ini Bu saya mau memberikan laporan mengenai beberapa liputan yang sudah dilakukan tim 9," ucap Lea dan memberikan laporan tersebut pada Bu Maya.


"Terima kasih, saya akan cek nanti," ucap Bu Maya.


"Baik, Bu. Kalau begitu saya permisi," ucap Lea.


"Tunggu dulu," ucap Bu Maya.


"Iya Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lea.


"Gak ada, kamu bisa kembali," ucap Bu Maya.


"Baik Bu, kalau begitu permisi," ucap Lea dan segera pergi dari ruangan tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2