
"Rea, tolong kasih data ini ke kapten Alan ya soalnya kita butuh segera beberapa obat ini dan kita harus mendapatkan persetujuan kapten Alan untuk menggunakan kendaraan untuk mengambil obatnya nanti," ucap dokter Gabby.
"Kenapa harus saya dokter? mendingan dokter Qilla aja yang ke kapten Alan," tanya Rea.
"Qilla harus ikut saya untuk memeriksa pasien, jadi lebih baik kamu yang kasih ke kapten Alan," ucap dokter Gabby.
Mau tidak mau Rea pun menganggukkan kepalanya, "Tapi, kapten Alan di mana kok gak ada?" tanya Rea.
"Kalau gak salah hari ini kapten Alan ada di ruangannya deh," ucap dokter Gabby.
"Yaudah, kalua gitu saya ke ruangan kapten Alan terlebih dahulu dok," ucap Rea dan diangguki dokter Gabby dan juga Qilla.
Rea pun berjalan dengan santai menuju ruangan Alan, hingga saat ia mengetuk pintu bangunan tersebut tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah Ryan, "Dokter Rea, kenapa ada di sini? pasti kangen saya ya?" tanya Ryan.
"Saya ke sini ingin bertemu kapten Alan soalnya ada beberapa persediaan obat yang hampir habis dan dokter Gabby menyuruh saya untuk membahas ini dengan kapten Alan," ucap Rea.
"Oh, kalau itu memang harus membahasnya dengan kapten Alan, kalau begitu dokter Rea silahkan masuk dan dokter Rea langsung menunggu di dalam ruangannya kapten Alan saja," ucap Ryan.
"Memangnya kemana kapten Alan kok saya harus menunggu?" tanya Rea.
"Kapten Alan ada urusan sebentar kok, mungkin 5 menit lagi balik lagi," ucap Ryan dan diangguki Rea.
"Urusan dimana?" tanya Rea.
__ADS_1
"Kapten Alan ada urusan di tenda militer, dokter Rea gak perlu khawatir kapten Alan pasti cepet kok," ucap Ryan dan diangguki Rea.
"Yaudah, kalau begitu ayo dokter Rea menunggu di dalam ruangannya kapten Alan," ajak Ryan.
"Kenapa saya tidak menunggu di luar saja daripada harus di dalam ruangannya kapten Alan? saya takutnya nanti kalau ada apa-apa terus saya dituduh lagi? lebih baik saya menunggu di luar saja?" tanya Rea.
"Tapi, di luar ruangan justru berbahaya dokter Rea," ucap Ryan.
"Kenapa kok berbahaya memangnya ada binatang buas atau ada apa gitu?" tanya Rea.
"Lebih berbahaya dari binatang buas malahan dokter, gimana ya saya jelasinnya gini aja lebih baik dokter Rea lihat sendiri," ucap Ryan.
Akhirnya Rea pun masuk ke dalam bangunan tersebut, baru saja Rea masuk ke dalam ia sudah di suguhkan pemandangan yang sangat wow bagaimana tidak ternyata hampir seluruh tentara saat ini tidak menggunakan atasan.
"Bagaimana dokter Rea mau nunggu di dalam atau di luar?" tanya Ryan.
"Yasudah aku saya antarkan," ucap Ryan.
Sebenarnya ini kedua kalinya Rea masuk ke dalam bangunan ini dan juga kedua kalinya ia mengalami hal yang sama yakni melihat bagaimana para tentara tidak mengenakan atasan, tapi tetap saja bagi Rea itu hal yang aneh maka dari itu Rea lebih memilih untuk menunggu di dalam ruangan Alan.
Karena bosan menunggu entah keberanian dari mana Rea pun melihat-lihat sekeliling ruangan tersebut dan beberapa saat setelah melihat ruangan tersebut tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah foto yan berada di dalam pigora dengan ukurannya tidak terlalu besar, tapi Rea tahu di sana terdapat foto beberapa orang. Rea melihat pintu dan tidak ada tanda orang yang akan masuk akhirnya Rea pun mengambil pigora tersebut dan melihat orang-orang yang tengah berpose dalam foto tersebut.
Setelah melihat dengan jelas orang-orang yang ada di foto tersebut, Rea benar-benar tidak percaya bahkan mata Rea sampai berkaca-kaca melihat foto yang ada di sana. Rea menaruh pigora tersebut dan ia tidak sengaja melihat jika pada pigora tersebut seperti ada foto di belakang foto pertama dan dengan cekatan Rea pun melepaskan foto tersebut dari pigora dan segera melihat foto yang berada di balik foto pertama.
__ADS_1
Rea kembali di buat terkejut dan tidak dapat berkata-kata dengan apa yang ia lihat saat ini, "Apa maksud dari semua ini?" tanya Rea.
Akhirnya Rea tersadar keanehan yang semalam ia rasakan, Rea pun dengan cepat memegang kalung yang berada di lehernya dan ia melihat sekilas kalung itu, "Gak mungkin kan," gumam Rea.
Rea kembali teringat saat ia menemukan kalung milik Alan dan Rea juga baru teringat jika kalung milik Alan yang kemarin ia temukan sama persis dengan kalung miliknya dimana kalung tersebut Mama Dira berikan padanya, Rea juga ingat betul ucapan Mama Dira saat memberikan kalung tersebut pada Rea. Mama Dira mengatakan jika kalung tersebut hanya ada dua di dunia yakni miliknya dan milik suaminya karena kalung tersebut memang Mama Dira pesan khusus dengan aksen yang Mama Dira dan bunda Nara pilihkan.
Selain itu, juga cincin yang tersematkan indah pada kalung tersebut juga terdapat ukiran namanya dan nama suaminya yakni Alan dan Rea lalu di tambah ukiran bunga mawar karena bunga tersebut merupakan bunga kesukaan Rea.
Rea kembali menatap foto pertama dan foto kedua yang saat ini sudah berada di tangannya, foto pertama Rea temukan adalah foto keluarga dimana di dalam foto tersebut ada Mama Dira, Papa Aldi, Dea dan juga Alan. Mereka tampak tersenyum cerah dan Rea tebak jika foto tersebut diambil saat Alan diangkat menjadi kapten karena ia melihat Alan mengenakan pakaian militernya dan di belakang mereka juga banyak tentara dengan pakaian militer.
Foto kedua yang Rea temukan adalah foto dirinya yang tengah tersenyum, Rea ingat betul jika foto tersebut di ambil saat hari pernikahannya dengan suaminya. Dalam foto tersebut Rea tersenyum cerah mengenakan gaun pengantin padahal sebenarnya Rea ingin menangis karena ditinggal suaminya sendiri di hati pernikahannya, tapi karena keluarganya yang terus membuat Rea tertawa sampai Rea pun akhirnya bisa tertawa lepas seperti pada foto tersebut.
"Ini gak mungkin kan, kalau sampe ini beneran berarti selama ini gue di bohongi sama suami gue sendiri," gumam Rea.
Saat tengah menatap tidak percaya pada foto yang ada di tangannya tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan Rea segera membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut. Rea dapat melihat raut wajah terkejut dari orang itu bahkan sesekali orang itu melihat Rea dan tangan Rea yang memegang foto miliknya. Ya, orang itu adalah Alan.
"Dokter Rea," panggil Alan.
Alan sendiri memang tadi ada urusan sebentar dan langsung kembali karena Ryan mengatakan jika Rea ada perlu dengannya dan betapa terkejutnya Alan saat melihat Rea berada di ruangannya dengan memegang dua foto yang akan simpan dengan rapi di pigora miliknya. Alan menatap sendu Rea, dapat Alan lihat wajah kecewa Rea, bahkan Rea mulai meneteskan air matanya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.