
revisi -
#
Rea sendiri sudah terlelap bahkan ia tidak menyadari seseorang tidur di sebelahnya dan memeluknya, siapa lagi kalau bukan Alan. Tentunya semua anggota timnya yang ada di sana menatap terkejut Alan yang memeluk Rea.
"Kalian tidur," ucap Alan.
Saat ini posisi mereka itu Rea yang berada di pojok sebelah barat dan tepat di sebelah Alan, lalu sebelah Alan barulah anggota timnya. Akhirnya mereka pun mengistirahatkan tubuh mereka karena besok pagi masih ada tugas yang harus mereka kerjakan.
Pagi harinya semua orang yang berada di tengah militer melihat ke arah Alan dan Rea, bagaimana tidak saat ini Rea tertidur dengan posisi memeluk Alan bahkan tangan kanan Alan sudah menjadi bantalannya. Sedangkan, Alan sendiri sudah membuka matanya dan hanya menatap malas para anggotanya yang melihatnya seperti sedang tertangkap basah saja.
"Kapten Alan dapat rejeki nomplok nih, saya juga mau kali kapten di peluk sama cewek cantik apalagi sekelas dokter Rea," ucap Gara dan mendapat tatapan tajam dari Alan.
Beberapa saat kemudian, Rea mulai mengerjapkan matanya dan melihat ke sekelilingnya, betapa terkejutnya Rea saat melihat tubuh seseorang yang saat ini ia peluk. Dengan cepat Rea melepaskan pelukan tersebut dan menatap Alan dengan tatapan bersalah.
"Maaf, kapten. Tadi saya gak sengaja soalnya biasanya saya tidur pake guling, jadi saya tidak tahu jika saya meluk kapten Alan," ucap Rea.
"Hem, iya gapapa. Sekarang kau siap-siap karena sebentar lagi kita akan pindah ke tempat yang lebih dekat dengan kamp," ucap Alan dan diangguki Rea.
Rea pun pergi dari tempat tersebut. Namun, sebelum pergi Rea terlebih dahulu menatap Alan dan mengucapakan terima kasih karena telah memberikannya tempat tidur dan setelah mengucapkan terima kasih Rea pun pergi dari tempat tersebut. Rea tidak tahu saja jika Alan tersenyum melihat sikap Rea yang kelewat gemas.
Rea berjalan menuju tendanya dan sampai di sana ia sudah mendapat tatapan tajam dari Qilla, "Kenapa?" tanya Rea.
"Semalam tidur dimana?" tanya Qilla.
"Ya, di tenda lah," ucap Rea.
"Tenda siapa?" tanya Qilla.
"Kepo, udah ah gue mau cuci muka terus mau cek pasien gue," ucap Rea dan pergi meninggalkan Qilla. Rea sendiri masih belum siap mengatakannya pada Qilla.
Setelah membersihkan dirinya Rea pun menuju pasiennya dan setelah dari pasiennya Rea memilih untuk mendekat kepada para warga yan sedang berbicara, "Eh ada dokter Rea," ucap salah satu warga di sana.
"Gimana dengan tangan ibu udah mendingan belum?" tanya Rea.
"Udah dong dok, semuanya juga berkat dokter Rea yang mengobati saya," ucap ibu tersebut dan diangguki Rea.
"Lagi bahas apa ini kok dari jauh kayaknya seru banget saya mau ikut dong?" tanya Rea.
"Biasa tadi kita habis bahas kapten Alan," ucap salah satu ibu-ibu di sana.
__ADS_1
"Kapten Alan? kenapa emangnya sama kapten Alan?" tanya Rea.
"Dokter tahu gak kalau anak kepala desa itu pernah jodohin kapten Alan sama anaknya, tapi kapten Alan nolak padahal nih ya anaknya kepala desa itu lulusan sarjana dan jadi guru loh," ucap ibu-ibu tersebut.
"Tapi kan anak kepala desa itu cuma lulusan sarjana terus gelarnya juga Spd kalau kapten Alan mah pasti pengen punya pasangan yang gelarnya lebih bagus kaya SH atau SE mungkin," ucap ibu-ibu lainnya.
"Iya juga sih lagian katanya kapten Alan juga lagi deket sama anak komandannya yang pasti anal komandannya gelarnya lebih bagus daripada gelar anaknya kepala desa," ucapnya.
"Mungkin kapten Alan punya kriteria tersendiri makanya nolak anaknya kepala desa," ucap Rea.
"Iya juga sih, tapi kalau saya lihat-lihat dokter Rea cocok loh sama kapten Alan sama-sama cakep," ucap ibu-ibu tersebut.
"Apa sih ibu gak bener itu, kalaupun cocok saya juga gak bisa sama kapten Alan," ucap Rea.
"Kenapa?" tanya mereka serempak.
Rea tersenyum pada ibu-ibu tersebut, "Apa karena dokter udah punya pasangan ya?" tanyanya dan diangguki Rea.
"Bisa dibilang begitu, saya udah punya pasangan, jadi saya gak mungkin khianatin pasangan saya kan," ucap Rea.
"Yah, padahal cocok banget loh," ucapnya.
"Sekarang giliran kalian buat naik ke truk militer," ucap Alvin dan menyuruh para warga untuk naik ke truk militer.
"Udah dari tadi ya di pindahin nya kok gue baru tahu?" tanya Rea.
"Udah dari tadi kali emangnya lo nya aja yang gak bangun-bangun btw lo tidur dimana sih?" tanya Qilla.
"Di kolong jembatan udah deh gak usah tanya itu gak penting yang penting gue sekarang ada di sini kan," ucap Rea dan Qilla hanya berdecak kesal dengan sahabatnya itu.
"Oh iya, Nina masih lama ya di sana?" tanya Rea.
"Kayaknya nanti balik deh Nina," ucap Qilla dan diangguki Rea.
Rea saat ini menunggu truk militer selanjutnya yang akan membawanya dan para relawan lainnya kembali ke kamp militer, "Ekhem, halo dokter Rea!" sapa Ryan.
"Iya, ada apa ya?" tanya Rea.
"Kenalkan saya Ryan," ucap Ryan dan mengulurkan tangannya.
Dengan sopan Rea pun membalas uluran tangan Ryan, "Edrea panggil aja Rea," ucap Rea dan diangguki Ryan.
"Nama panggilan kita sama ya diawali huruf R," ucap Ryan.
"Hem, iya," jawab Rea.
__ADS_1
"Oh iya, saya mau tanya dong ke dokter Rea," ucap Ryan.
"Tanya apa?" tanya Rea.
"Eeemmm, dokter Rea punya hubungan ya sama kapten Alan?" tanya Ryan.
"Hah, maksudnya?" tahap Rea.
"Dokter Rea menjalin hubungan sama kapten Alan ya?" tanya Ryan lagi.
"Saya gak ada hubungan apa-apa sama kapten Alan, saya baru pertama kali ketemu sama kapten Alan di sini," ucap Rea.
"Hem, berarti dokter Rea saat ini jomblo dong bisalah saya deketin dokter Rea," ucap Ryan.
Rea pun tersenyum mendengar perkataan Ryan, "Saya memang tidak menjalin hubungan dengan kapten Alan, tapi saya sudah punya pasangan yang tidak mungkin saya khianatin," ucap Rea.
"Ya, itu artinya pdkt saya ditolak dong," ucap Ryan.
"Jadi, anda ingin pdkt dengan saya?" tanya Rea.
"Iya, tapi setelah tahu dokter Rea udah punya pasangan gak jadi deh," ucap Ryan.
"Bagus deh kalau anda sadar saya sudah punya pasangan," ucap Rea.
"Tapi, dokter Rea beneran gak ada hubungan apapun sama kapten Alan kan?" tanya Ryan.
"Iya, gak ada sama sekali," ucap Rea.
"Tapi, kok tadi dokter Rea tidurnya pelukan sama kapten Alan," ucap Ryan, yang mampu membuat Rea bungkam.
"I - itu karena saya gak sengaja, saya biasanya kalau tidur pake guling dan karena kemarin malam gak ada guling jadi refleks meluk kapten Alan. Namanya juga tidur jadi gak sadar," ucap Rea.
"Emangnya kenapa? kapten Alan marah ya saya peluk-peluk sembarangan?" tanya Rea.
Ryan yang melihat wajah Rea ketakutan pun langsung mendapatkan ide untuk mengerjainya, "Iya mungkin soalnya nih ya kapten Alan itu salah satu orang yang gak suka ada yang pegang-pegang dia. Bahkan keluarganya pun kapten Alan sering menolak buat di pegang bisa-bisa sifat iblis nya kapten Alan itu muncul tahu," ucap Ryan.
"Terus saya harus gimana dong?" tanya Rea.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1