Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Jenis Kelamin


__ADS_3

Pagi harinya Rea sudah terbangun dan tidak melihat Alan di sampingnya lantas Rea melihat jam dinding, "Loh mas Alan kemana? biasanya jam segini masih tidur loh?" tanya Rea dan mendudukkan dirinya lalu menatap ke sekelilingnya.


Rea pun keluar kamar karena mungkin saja Alan ada di luar, tapi ternyata Alan tidak ada dan hanya ada kertas di meja makan.


Saya ada latihan dan mungkin akan menginap beberapa hari


Rea yang membaca pun terkejut pasalnya Alan tidak pergi tanpa berpamitan padanya secara langsung, "Kok mas Alan pergi gak pamitan ke aku ya," gumam Rea.


Seharian Rea memikirkan mengenai sikap Alan yang marah padanya hingga ia teringat kemarin saat dia berbohong pada Alan, "Apa mas Alan tau?" tanya Rea pada dirinya sendiri dan Rea pun mengubungi Qilla.


Halo, kenapa Re?


^^^La, kemarin mas Alan jemput gue gak ke rumah lo?^^^


Gak kok, tapi kata Ryan emang kemarin kapten Alan keluar sebentar buat jemput lo, kenapa emangnya?


Bukannya menjawab pertanyaan Qilla, Rea justru mematikan sambungan telepon tersebut dan menangis. "Pasti mas Alan kecewa sama aku," gumam Rea.


Bahkan baby Lea yang berada di sampingnya pun ikut menangis karena melihat Rea menangis, "Sa-sayang kok nangis hiks hiks," ucap Rea.


Tangisan baby Lea justru semakin kencang dan membuat Rea panik sendiri, "Udah dong jangan nangis hiks hiks," ucap Rea.


Lagi-lagi tangisan baby Lea semakin kencang hingga tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok yang sejak tadi di pikirkan Rea, "Sayang, kenapa kok nangis?" tanya Alan, lalu menghampiri istri dan anaknya.


Alan mengambil baby Lea dan menenangkannya. Sedangkan, Rea yang melihat Alan pun lantas menubruk dada bidang suaminya itu, untung saja Alan dapat menyeimbangkan dirinya jika tidak Alan pastikan ia dan baby Lea Alan terjatuh.


"Kenapa hem?" tanya Alan.


"Maaf," lirih Rea.


"Maaf buat?" tanya Alan.


"Maaf karena udah bohongin kamu," ucap Rea.


Alan pun menaruh baby Lea di box bayi setelah baby Lea tenang tentunya dan setelah itu barulah Alan berjalan menghampiri istrinya dan memeluk Rea dengan sayang, "Sayang, kamu tau apa salah kamu?" tanya Alan dan diangguki Rea.


"Aku udah bohong sama kamu, harusnya aku jujur sama kamu soal kemarin," ucap Rea.


"Aku cuma butuh kejujuran kamu, aku gak bakal marah kalau seandainya kamu bilang semuanya secara langsung," ucap Alan.


"Iya maaf," ucap Rea dan mulai menceritakan kejadian kemarin.


"Kan kalau kayak gini enak, aku gak marah kalau kamu ketemu sama temen SMA kamu itu, aku marah dan kecewa karena kamu bohong sama aku," ucap Alan dan mengeratkan pelukannya.


"Iya, aku tau kok kalau aku salah. Aku juga minta maaf karena aku ngerasa gak bersalah sama kamu jadi wajar kalau kamu kecewa sama aku," ucap Rea.


"Iya, aku juga minta maaf karena udah bersikap kekanak-kanakan dan gak mau dengerin penjelasan kamu dulu," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Jadi, sekarang kita baikan ya," ucap Rea dan diangguki Alan.

__ADS_1


"Bukannya kamu itu ada latihan?" tanya Rea.


"Iya, tapi aku gak tega ninggalin istri aku yang lagi hamil," ucap Alan.


"Kamu sama baby Lea tadi kenapa nangis?" tanya Alan.


"Soalnya kamu pergi gak pamitan langsung sama aku," ucap Rea.


"Maaf ya, aku sadar aku dari kemarin kekanak-kanakan," ucap Alan.


"Iya aku juga, aku bakal berubah gak kayak anak kecil lagi," ucap Rea.


"Kita belajar untuk merubah sifat kita ya," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Kamu gapapakan?" tanya Alan.


"Aku gapapa, tapi baby-nya kenapa," ucap Rea.


"Baby-nya kenapa?" tanya Alan.


"Baby-nya dari kemarin pengen di usap sama ayahnya, tapi ayahnya marah sama bundanya jadi gak bisa usap baby deh," ucap Rea.


Alan pun tersenyum dan mengusap lembut perut Rea, "Maafin ayah ya baby, ayah kemarin salah udah nyuekin baby," ucap Alan dan mengecup perut rata Rea.


"Kamu tau gak, aku sering banget ngelihat usg baby-nya yang di dalam perut dan senyum-senyum sendiri sampe Alvin bilang aku gila," ucap Alan.


"Kamu emang gila," ucap Rea.


"Enak aja," ucap Alan dan mengecup bibir Rea.


"Aku gak nyangka kalau ternyata kita bakal dikasih momongan lagi ya," ucap Alan.


"Iya, aku juga gak nyangka bahkan baby Lea aja usianya belum 2 tahun," ucap Rea.


"Padahal dulu aku gak mau punya anak lagi, tapi aku gak nyesel, aku malah seneng banget," ucap Alan.


"Sayang banget sama suamiku ini," ucap Rea.


"Apalagi aku," ucap Alan.


###


Kehamilan Rea sudah memasuki usia 5 bulan, saat ini Alan dan Rea bersiap-siap ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Rea dan tak lupa mereka akan melihat jenis kelamin baby-nya. Saat kehamilan Rea sebelumnya Alan dan Rea tidak melihat jenis kelamin baby Lea, tapi di kehamilan kedua ini mereka berdua memutuskan untuk melihat jenis kelaminnya karena Rea yang sudah penasaran apalagi dengan keadaan perutnya yang membesar berbeda saat kehamilan pertamanya dulu.


"Udah?" tanya Alan.


"Iya, ayo," ajak Rea.


Mereka berdua pun menuju rumah sakit dan beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah sakit dan segera menuju ruangan dokter Karin, "Eh, ada bumil," ucap Nina.

__ADS_1


"Sama jangan lupa situ juga bumil," ucap Rea.


"Gue mah masih 2 bulan, jadi gak kelihatan lah lo udah kelihatan banget, tapi lihat ya perut lo kok gede banget ya, mana lo makin gede juga," ucap Nina.


"Gue juga gak tau, ini baru mau periksa," ucap Rea.


"Tapi, Rea tetep cantik kok malah makin seksi," ucap Alan.


"Hehehe, maaf saya bercanda," ucap Nina.


"Bercandanya gak lucu," ucap Alan.


"Udah gue tau kok kalo lo bercanda," ucap Rea.


"Ayo, kita ke dokter Karin," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Gue duluan ya," pamit Rea dan pergi ke ruangan dokter Karin.


Saat berada di ruangan dokter Karin mereka berdua langsung memeriksa kandungan Rea, "Kalian lihat ini kan?" tanya dokter Karin.


Alan dan Rea yang melihat di layar pun menganggukkan kepalanya, "Ini anak kalian," ucap dokter Karin.


"Jenis kelaminnya apa dok laki-laki atau perempuan dua-duanya?" tanya Rea.


Ya, mereka akan memiliki baby twins, Alan dan Rea pun tau saat kandungan Rea memasuki usia 3 bulan dan tentunya membuat semua orang senang apalagi ini adalah keturunan kembar pertama bagi keluarga Alan dan juga Rea.


"Ini yang kelihatan laki-laki dan yang satunya lagi ngumpet ini," ucap dokter Karin.


"Laki-laki," ucap Rea.


"Iya, dok. Laki-laki, ini kelihatan banget kalau anaknya kayaknya mancung," ucap dokter Karin.


"Emang hidungnya anaknya harus nurun dari mas Alan mancung, jangan kayak aku," ucap Rea.


"Apa sih, kamu cantik kok walau hidung kamu gak mancung," ucap Alan.


"Tapi, lebih bagus hidung anaknya niru kamu," ucap Rea.


"Ada-ada aja," ucap Alan.


Setelah itu, mereka pun keluar dari rumah sakit dan menuju restoran Italia karena tiba-tiba Rea menginginkan pasta.


Untuk yang bertanya-tanya, Rea sudah tidak bekerja atau bagaimana, jawabannya Rea masih bekerja hanya saja hari ini memang tepat Rea libur dan untuk baby Lea sendiri saat ini bersama dengan Mama Dira karena mama Dira baru saja pulang dari Norwegia dan mengatakan rindu dengan baby Lea sebab itu mereka berdua saat ini bisa berduaan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2