Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Mencari Pria Lain


__ADS_3

Disisi lain Noah saat ini sudah berada di mobil milik Laura, "Lain kali gak usah pake jemput kayak gini, saya juga gak minta di jemput," ucap Noah.


"Astaga, kaku amat sih kak," ucap Laura.


"Ingat pesan saya sebelumnya," ucap Noah.


"Iya-iya kakak Noah, Laura pasti ingat kok," ucap Laura.


Beberapa saat kemudian, Noah pun sampai di bandara khusus militernya, "Gak mau pamit sama aku dulu kak?" tanya Laura.


"Saya pamit, jaga diri baik-baik," ucap Noah dan pergi meninggalkan Laura.


"Eh, letnan Noah sudah datang," ucap Reyhan.


"Darimana aja lo?" tanya Tian. Noah sendiri tidak merespon pertanyaan Tian dan memilih untuk ke tempat kumpul.


"Astaga, gue kok bisa punya sahabat kayak dia sih, tapi untung aja gue masih punya Tama sama Andrew," gumam Tian.


Noah dan Tian memang sudah kenal sejak dulu, bukan hanya Tian. Noah juga bersahabat dengan Andrew dan Tama, berbeda dari Tian yang menjadi tentara seperti Noah, Andrew dan Tama justru bekerja sebagai dokter dan fotografer. Ya, Andrew yang bekerja sebagai dokter dan Tama yang bekerja sebagai fotografer. Diantara keempat sahabat ini yang sudah menikah yaitu Andrew dan juga Tian, sedangkan Tama sudah bergonta-ganti pasangan, tapi tetap saja ujung-ujungnya putus karena memang Tama adalah tipe orang yang mudah bosan dengan perempuan anggap saja dia playboy dan untuk Noah kalian tau sendirilah bagaimana nasib percintaan Noah.


Padahal saat ini usia Noah sudah 34 tahun dan ia belum ada tanda-tanda untuk menikah bahkan pasangan, bahkan banyak dari rekan-rekan satu timnya yang menjodohkan Noah dengan saudari perempuannya, tak hanya itu para sahabatnya pun sering menjodohkan Noah, tapi hasilnya tetap saja gagal. Andrew yang sudah memiliki istri pun sampai menjodohkan adik iparnya yang seorang model pada Noah, tapi tetap saja Noah menolak dan mengatakan tidak tertarik dengan perempuan yang mereka jodohkan dengannya. Sehingga tak jarang banyak yang mengatakan jika Noah tidak tertarik dengan perempuan.


"Letnan Noah," panggil Aldi dan Noah pun menatapnya.


"Barang-barang semuanya sudah di bereskan apa kita perlu memasukkan semuanya sekarang?" tanya Aldi.


"Periksa lagi, jangan sampai ada barang selundupan di sana," ucap Noah dan menatap salah satu tentara tim.


"Baik, letnan," ucap Aldi.


"Selamat pagi letnan Noah, ah ralat maksud saya selamat pagi calon kakak ipar," sapa Nial.


"Kenapa kau di sini?" tanya Noah.


"Kak tempat pelatihan ada di sebuah letnan makanya saya ke sini ingin mengantarkan calon kakak ipar saya," ucap Nial.


Noah hanya melirik lalu berlalu meninggalkan Nial, "Gue cuma bisa ngasih lo semangat kak, Le," gumam Nial.


Beberapa saat kemudian, Noah pun mulai menaiki pesawat yang akan membawa dirinya ke tempat ia bertugas. Berjam-jam telah berlalu dan saat ini Noah sudah berada di tempat ia akan bertugas yaitu daerah konflik, "Letnan Noah, senang bertemu dengan anda, saya sudah sering mendengar mengenai anda dan ini pertama kalinya saya bertemu dengan anda secara langsung," ucap letnan Louis.


"Senang juga bertemu dengan anda," ucap Noah.


"Kalau begitu mari kita ke tempat warga, saya yakin pasti mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan letnan Noah," ucap letnan Louis dan diangguki Noah.


Noah dan anggotanya pun menuju tempat pengungsian warga, "Kenapa daerah ini jadi daerah konflik padahal daerah ini tidak ada masalah sebelumnya?" tanya Reyhan.


"Daerah ini termasuk daerah dengan hasil teh terbaik dan negara B menginginkan negara ini karena negaranya tidak memiliki lahan untuk membuat teh seperti daerah ini," ucap letnan Louis.


"Hanya masalah teh mereka sampai seperti ini," ucap Tian.

__ADS_1


"Negara mereka menganggap jika teh merupakan obat terbaik dari segala macam obat herbal yang ada dan mungkin karena itu mereka akhirnya ingin merebut paksa wilayah ini," ucap letnan Louis.


"Apa sudah ada perundingan?" tanya Noah.


"Sudah dan tidak mencapai kata sepakat," ucap letnan Louis.


"Kalau begitu kiat harus tetap waspada," ucap Noah dan diangguki letnan Louis.


"Bagaimana keadaan anda letnan Noah?" tanya kapten Ricky, salah satu tentara yang bertugas di daerah tersebut.


"Seperti yang kapten Ricky lihat," ucap Noah.


"Apakah letnan Noah sudah memiliki pasangan?" tanya letnan Louis.


"Ya," jawab Noah.


"Sayang sekali padahal saya ingin mengenalkan letnan Noah dengan adik saya," ucap kapten Ricky.


"Sepertinya kapten Ricky harus mencari pria lain untuk adik anda karena saya sudah memiliki pasangan dan akan segera menikah," ucap Noah.


"Benarkah? wah senang mendengarnya, kalau boleh tau kapan letnan Noah akan menikah?" tanya kapten Ricky.


"Secepatnya," ucap Noah.


"Jangan lupa saya diundang ya letnan," ucap kapten Ricky.


"Saya akan mengadakan acara sederhana dan tidak mengundang orang luar, jadi maaf karena kemungkinan saya tidak akan mengundang kapten Ricky, kalau begitu saya permisi," ucap Noah dan pergi meninggalkan kapten Ricky.


"Kok bisa ada orang kayak letnan Noah, letnan Noah itu beruntung karena wajahnya ganteng dan juga sikapnya yang sangat tegas dan berwibawa bahkan kadang dia lebih baik daripada tentara dengan pangkat yang lebih tinggi," ucap kapten Ricky.


"Kalau masalah itu saya juga setuju," ucap letnan Louis.


Noah saat ini sudah berada di tempat warga, "Siapa ya?" tanya seorang nenek.


"Saya tentara baru yang bertugas di sini, apa nenek ada kendala atau masalah selama di sini?" tanya Noah.


"Saya tidak ada masalah apapun, saya cukup bahagia di sini karena saya tidak sendirian lagi, kalau di rumah saya sendirian karena saya hidup sebatang kara kalau di sini saya bisa ngobrol sama warga lain, jadi saya suka di sini," ucap nenek tersebut dan diangguki Noah.


"Sekarang nenek mau kemana? mau saya antar?" tanya Noah.


"Saya cuma mau ambil minum, soalnya tadi saya udah makan dan belum minum," ucap nenek tersebut.


"Baiklah, kalau begitu nenek tunggu di sini saja biar saya yang ambilkan," ucap Noah dan mengambil minuman untuk nenek tersebut. Setelah itu, Noah pun memberikan minuman pada nenek tersebut.


Malam harinya suasana daerah tersebut cukup tegang karena negara B tiba-tiba menyerang wilayah timur daerah tersebut, dimana tempat tersebut adalah ladang padi milik warga, "Kita harus mencari solusi untuk masalah ini dan tentunya bukan dengan kekerasan," ucap Noah.


"Tapi, bagaimana letnan? kita sudah berupaya untuk berdamai, tapi pihak sebelah terus menolak," ucap letnan Louis.


"Kita gelar kembali pertemuan dengan perwakilan mereka," ucap Noah.

__ADS_1


"Baik, akan saya usahakan," ucap letnan Louis.


Rapat belum selesai, tapi sudah terdengar suara ledakan yang cukup hebat. Noah dan tentara lainnya pun keluar dan menuju asal suara yang ternyata di sana sudah terdapat tentara dari negara sebelah, "Mari kita lakukan damai!" teriak Noah.


"Tentu jika negara kalian menyerahkan lahan teh!" teriak salah satu tentara negara tersebut.


"Kita bisa bicarakan hal ini bukan," ucap Noah.


Ucapan Noah berhasil mereka pun saat ini sudah berada di salah satu lapangan luas perbatasan antara wilayah negara A dan negara B, "Negara kalian ingin mengambil lahan teh milik negara kami?" tanya Noah.


"Iya, dengan kalian menyerahkan lahan teh kalian maka negara dan warga kalian akan aman," ucap salah satu tentara.


"Baik, negara kami akan menyerahkan lahan teh itu untuk negara kalian," ucap Noah dan tentunya membuat semua orang terkejut.


"Letnan Noah," panggil letnan Louis.


"Tapi, dengan syarat kalian juga harus menyerahkan pertambangan kalian untuk kami," ucap Noah, yang kembali membuat terkejut semua orang.


"Tidak bisa, penghasilan terbesar negara kami hanya dari pertambangan, jika pertambangan di ambil maka ekonomi negara kami akan hancur," ucap tentara tersebut.


"Begitu juga dengan negara kami, negara kami akan hancur jika penghasilan terbesar negara kami diambil oleh kalian," ucap Noah.


"Tapi, negara kalian masih punya lahan teh di daerah lain," ucap tentara tersebut.


"Tapi, penghasilan terbaik ada di daerah ini bukan," ucap Noah.


"Tidak bisa, negara kami butuh teh untuk pengobatan," ucap tentara tersebut.


"Negara kalian masih bisa membeli teh dari negara kami bukan, lagipula negara kami juga butuh sumber daya alam negara kalian bagaimana saling menguntungkan bukan," ucap Noah.


"Tetep tidak bisa," ucap tentara tersebut dengan ragu.


"Bak kalau begitu lebih baik kita berperang saja, tapi dengan elegan," ucap Noah.


"Dengan elegan?" tanya tentara tersebut.


"Iya, berperang tanpa menghilangkan nyawa," ucap Noah.


"Mana bisa," ucapnya.


"Bisa," ucap Noah.


"Saya tidak janji," ucapnya.


"Tidak masalah, dalam prinsip saya nyawa dibalas dengan nyawa," ucap Noah dan pergi dari tempat tersebut menuju tempat yang lebih aman untuk menyusun strategi.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2