Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Jagain Lea?


__ADS_3

Pagi harinya Lea terbangun dan merasakan berat pada perutnya, Lea pun melihat ke arah perutnya dan betapa terkejutnya ia saat melihat lengan kekar bertengger di perutnya. Lea pun menatap orang yang saat ini tengah tidur di sebelahnya, "Ka-kak Noah," cicit Lea.


Bukannya bangun, Noah justru mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan kepalanya pada leher Lea. Hal itu semakin membuat Lea gugup karena ia dapat merasakan hidung mancung suaminya itu, Lea berusaha untuk melepaskan pelukan tersebut, tapi lagi-lagi semakin ia melepaskan pelukan tersebut maka Noah semakin mengeratkan pelukannya.


"Ka-kak Noah, u-udah pagi," ucap Lea.


"Hem," jawab Noah dan masih dengan posisi yang sama seperti sebelumnya.


"Le-Lea mau mandi," ucap Lea.


"Hem." Lagi-lagi Noah merespon perkataan Lea dengan deheman saja.


"Le-lepas dulu, Lea gimana mau mandi kalau kak Noah ka-kayak gini," ucap Lea.


"Masih pagi, mandinya nanti aja jam 10," ucap Noah.


"Ta-tapi, gak enak sama keluarga yang lain," ucap Lea.


"Mereka ngerti kok, lebih baik tidur lagi," ucap Noah dan lagi-lagi ia mengeratkan pelukannya.


Bahkan tubuh depan Lea saat ini benar-benar menempel pada Noah, Lea dapat merasakan bagaimana kekarnya tubuh Noah dan hal itu membuat Lea salah tingkah, tapi untung saja Noah tidak melihatnya saya ini. Jika, Noah melihat Lea seperti ini maka Lea pastikan ia akan semakin malu.


Setelah Lea mendengar suara dengkuran dari suaminya itu, Lea pun memutuskan untuk tidur kembali padahal saat ini sudah jam 7 entahlah apa yang akan terjadi nanti jika Lea turun ke ruang tamu dan jangan lupakan di rumahnya masih ada mommy Emma dan Daddy Albert. Bisa-bisa Lea dicap sebagai menantu pemalas lagi, pikir Lea.


Sore harinya Lea terbangun karena terganggu dengan seseorang yang mengusap pipinya, "Udah bangun," ucap Noah.


"Ka-kak Noah udah dari tadi bangunnya?" tanya Lea.


"Iya, udah sore kamu mandi dulu," ucap Noah.


"Udah sore!" pekik Lea.


"Gak usah kaget gitu, sekarang kamu mandi, saya tunggu di sini terus kita turun bareng," ucap Noah.


"I-iya kak," ucap Lea dan mengambil pakaiannya lalu setelah itu ia pun menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian, Lea pun n keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang tadi ia bawa, "Udah selesai, ayo kita turun. Kamu pasti laper kan," ucap Noah dan menggandeng tangan Lea.


Lea yang diperlakukan seperti itu pun semakin deg-degan, bagaimana tidak, kalian bayangkan saja Lea sudah menyukai Noah sejak dulu awalnya Lea memang hanya mengangumi sosok Noah yang terlihat keren sejak kecil dan semakin berwibawa serta gagah saat dewasa, tapi lama-kelamaan perasaan kagum itu berubah menjadi suka apalagi saat pertemuan keluarga Lea selalu memperhatikan Noah secara diam-diam dan hanya dia yang tau mengenai perasaannya. Menikah dengan seseorang yang sudah lama disukai membuat Lea bahagia, tapi juga takut karena ia merasa tidak pantas bersanding dengan Noah yang sempurna. Apalagi pernikahan ini terjadi karena perjodohan orangtuanya dan tentunya hanya Lea yang memiliki perasaan suka dan tidak dengan suaminya.


Noah dan Lea pun turun dari kamar Lea dan menuju meja makan. Ternyata di sana sudah ada keluarganya dan keluarga Noah, "Cie, pengantin baru udah keluar kamar, om kirain lupa buat keluar kamar soalnya lebih asik di kamar," goda kak Ray.


"Ngapain aja sampe lupa keluar kamar dari kemarin?" tanya Dea.


"Iya ngapain aja mana waktu makan malam gak ada lagi?" tanya kak Ray.


"Udah ih kak, jangan di ledekin terus anaknya Rea," ucap Rea.


"Hehehe, habisnya kakak gemes sih sama anak kamu yang baru nikah, kayak kamu dulu," ucap kak Ray.


"Udah jangan godain cucu oma terus, sekarang lebih baik kalian berdua makan pasti kalian udah lapar kan," ucap bunda Nara.


Noah dan Lea pun menuju meja makan, "Uluh uluh pegangan terus kayak mau nyebrang jalan aja," goda kak Ray.


"Om Ray," rengek Lea.

__ADS_1


"Iya iya om diem," ucap kak Ray.


"Ka-kak mau makan apa?" tanya Lea, yang berniat mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya itu.


"Nasi," ucap Noah.


"Lauknya?" tanya Lea.


"Udang aja," ucap Noah dan diangguki Lea, Lea pun mengambilkan makanan untuk Noah.


"Gak aku sayuran atau lauk lain?" tanya Lea.


"Gak usah," ucap Noah dan mengambil makanan yang dibawa Lea.


"Noah itu anaknya gak terlalu suka sayur sayang, makanya dia makannya cuma polosan kayak gitu," ucap mommy Emma.


"Oh, gitu ya mom," ucap Lea.


Mereka pun menikmati makan sore mereka berdua dan setelah itu mereka memutuskan untuk menuju taman karena di sana semua keluarga kumpul bahkan sahabat dari keluarga mereka dan juga sahabat mereka berdua, "Akhirnya pengantin baru datang juga," ucap Tian.


Lea hanya mampu tersenyum karena sejujurnya ia merasa malu pada semua orang. Sedangkan, sang suami hanya menunjukkan wajah datarnya.


"Hai, kenalin. Aku Sasa," ucap seorang perempuan cantik dengan membawa seorang bayi di gendongannya.


"Sa-saya Lea," ucap Lea.


"Tau kok, panggilnya aku aja ya biar akrab kita," ucap Sasa dan diangguki Lea.


"Dai istrinya Andrew sahabat saya," ucap Noah, seolah mengerti maksud dari kerutan yang diperlihatkan oleh Lea.


"Halo, saya Lea," ucap Lea.


"Salam kenal ya," ucap Valey dan diangguki Lea.


Setelah itu, Lea pun berkenalan dengan semua sahabat Noah dan sebaliknya, bukan hanya Lea yang akrab dengan istri dari sahabat Noah, tapi juga Tyas. Seperti saya ini dimana Lea, Tyas, Sasa dan Valey tengah mengobrol santai membahas segala keperluan setelah menikah, bukan hanya mereka, tapi juga ada para perempuan kedua keluarga yang ikut nimbrung.


"Hai semuanya," panggil seorang perempuan yang membuat para perempuan tersebut pun menatapnya.


"Eh, ada Laura, sini," ucap Sasa.


"Okey," ucap Laura.


"Habis darimana?" tanya Sasa.


"Habis jalan-jalan sama ayang dong," ucap Laura.


"Terus sekarang ayangnya mana?" tanya Valey.


"Lagi sama para cowok tau deh ngapain," ucap Laura.


"Oh iya, habis ini kita barbeque-an yuk," ajak Rea.


"Boleh tante, udah lama juga Tyas gak barbeque-an di sini," ucap Tyas.


Mereka pun menyiapkan alat dan bahan untuk barbeque, "Lea duduk aja ya," ucap mommy Emma.

__ADS_1


"Loh kok duduk mom?" tanya Lea.


"Gapapa biar gak capek ya," ucap mommy Emma.


"Tapi, Lea pengen bantuin mom," ucap Lea.


"Gak usah sayang, masih banyak yang bisa di suruh kok," ucap mommy Emma.


"Kamu sama aku aja Le," ucap Laura dan menarik tangan Lea untuk duduk.


Mereka berdua pun duduk dengan cemilan yang ada di hadapannya, "Kak," panggil Lea.


"Iya, kenapa?" tanya Laura.


"Hem, kak Laura beneran gak ada rasa sama kak Noah?" tanya Lea.


"Astaga Lea, perlu aku bilang berapa kali kalau kakak gak ada hubungan apapun sama kak Noah, lagian kakak kan udah punya tunangan. Tadi kan kamu udah ketemu sama tunangannya kakak," ucap Laura.


"Tapi, kenapa kamu berpikiran kalau kakak suka atau ada hubungan sama kak Noah?" tanya Laura.


"Ya-ya karena Ka-kak Laura kayak suka gitu sama kak Noah," ucap Lea.


"Gak lah," ucap Laura.


"Terus waktu kak Noah mau berangkat tugas ke daerah konflik waktu itu kenapa kak Laura ada di rumahnya kak Noah bahkan kak Laura dan kak Noah masuk ke dalam mobil kak Laura?" tanya Lea.


"Oh itu, jadi waktu itu aku titip sesuatu sama kak Noah buat dikasih ke Reyhan dan kak Noah juga suruh aku buat jagain kamu waktu dia pergi," ucap Laura.


"Jagain Lea?" tanya Lea.


'Uos, keceplosan. Astaga maaf ya kak sepupu cantikmu ini baru saja membuka rahasiamu,' ucap Laura dalam hati.


"Bu-bukan kok, salah denger kali kamu," ucap Laura.


"Kak Laura bohong sama Lea, maksud kakak tadi apa?" tanya Lea.


"Bukan apa-apa kok, gak usah dipikirin ya," ucap Laura.


"Gak bisa kak, kak Laura jawab ya, maksud kak Laura tadi apa? kak Laura disuruh kak Noah buat jagain Lea?" tanya Lea.


"Tanya ke kak Noah sendiri aja ya," ucap Laura.


"Kak Noah gak bakal jawab," ucap Lea.


"Bukan kak Noah yang gak bakal jawab, tapi kamunya aja yang takut kan," ucap Laura.


"Hehehe, kak Laura tau aja," ucap Lea.


"Kamu tanya ke kak Noah aja ya, kakak mau pergi dulu dadah," ucap Laura dan pergi meninggalkan Lea, dengan seribu tanya di kepalanya.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2