
Saat ini Noah dan Lea berada di kamar Noah, "Kakak gak keluar?" tanya Lea.
"Kamu ngusir saya?" tanya Noah.
"Bukan gitu kak, maksud Lea itu. Kan diluar ada kak Ira masa kak Noah di kamar," ucap Lea, dengan gugup.
"Huh, pasti ini salah paham lagi," ucap Noah.
"Salah paham lagi? maksudnya?" tanya Lea.
"Ira itu kakaknya Laura, namanya Naira dan panggilannya Ira," ucap Noah.
"Apa! kak Ira kakaknya kak Laura, tapi kok gak mirip," ucap Lea.
"Ya, mereka kan gak kembar, Laura miripnya sama Fathan adiknya," ucap Noah.
"Berarti Lea salah lagi dong hiks hiks," ucap Lea dan tidak mampu menahan tangisannya.
"Loh kok nangis," ucap Noah, yang gelagapan karena melihat Lea menangis.
"Maafin Lea, soalnya Lea udah mikir yang gak-gak," ucap Lea.
"Hush, udah jangan nangis lagi," ucap Noah dan dengan kaku ia memeluk Lea berusaha untuk menenangkan gadisnya.
"Kak Noah ke apa ga kasih tau ke Lea sih?" tanya Lea.
"Ya, kamu gak tanya," ucap Noah.
"Kak Noah kenapa jadi cowok gak peka banget sih, harusnya kalau ada masalah kayak gini kak Noah itu cerita ke Lea. Untung Lea belum marah-marah sama kak Ira," ucap Lea dan membalas pelukan Noah tak kalah erat.
"Emang kamu mikir apa?" tanya Noah.
"Lea mikirnya kak Noah punya pacar dan Lea sebagai pengganggu hubungan kak Noah sama pacar kak Noah," ucap Lea dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Noah, karena ia merasa malu setelah mengatakan hal tersebut.
"Saya seumur hidup tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, kamu adalah perempuan pertama dan satu-satunya yang akan menjalin hubungan dengan saya. Lagipula saya sudah punya istri seperti kamu, jadi untuk apa saya mencari lagi, sangat tidak bersyukur sekali saya jika mencari yang lain, lagian kamu yang satu saja belum saya apa-apa kan," ucap Noah dan mengecup kening Lea secara bertubi-tubi.
Sedangkan, Lea hanya mampu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Noah, apalagi saat merasakan kecupan bertubi-tubi dari sang suami
"Maafin saya," ucap Noah.
"Maaf untuk apa?" tanya Lea.
"Maaf karena tidak bisa mengerti kamu dan juga saya masih kaku sama kamu," ucap Noah.
"Gapapa kok, Lea ngerti. Kak Noah kayak gini bukan hanya sama Lea, tapi juga semua orang, Lea juga bakal berusaha buat ngerubah sikap kak Noah yang terlalu datar," ucap Lea.
"Saya juga akan berusaha, tegur saya kalau saya salah baik sengaja atau tidak sengaja," ucap Noah.
"Iya kak," ucap Lea.
"Saya akan berusaha buat berubah, walaupun sulit," ucap Noah dan diangguki Lea.
"Tidur," ucap Noah.
"Kita nginep di sini?" tanya Lea.
__ADS_1
"Iya, besok kita kembali ke apartemen," ucap Noah.
Malam harinya Noah dan Lea pun turun ke bawah dan melihat ruang tamu yang cukup ramai, "Eh, pengantin barunya ucap turun aja, gimana nih di kamar pasti puas banget ya," ucap Reyhan.
"Gak usah ngadi-ngadi," ucap Noah.
"Hehehe, bisa aja letnan Noah," ejek Reyhan.
"Kenalin ini Amira anaknya kakak," ucap Ira, dengan menggendong anak perempuan.
"Kak Ira udah nikah?" tanya Lea.
"Loh ya sudah dong, ini anaknya kakak, suami kakak gak bisa datang soalnya dia lagi ada urusan di luar kota," ucap Ira.
"Anak kak Ira cangik banget, boleh gendong gak?" tanya Lea.
"Boleh dong, ini sekalian kamu belajar," ucap Ira dan memberikan Amira pada Lea.
"Oh, lucu banget pengen gigit pipinya," ucap Lea dan memainkan pipi Amira.
"Jangan digigit dong aunty nanti Amira gak punya pipi lagi," ucap Ira, dengan menirukan suara anak kecil.
"Amira Lea bawa ya kak," ucap Lea.
"Gak boleh dong, nanti kakak gimana," ucap Ira.
"Kakak buat lagi aja sama suami kakak," ucap Lea.
"Kalau kamu mau minta dong ke Noah," ucap mommy Emma.
"Emang kak Noah punya uang kayak Amira?" tanya Lea. Entahlah sepertinya Lea masih belum paham maksud dari mommy Emma.
"Beneran punya? mana?" tanya Lea, dengan semangat.
"Ya bikin dulu," ucap Noah.
"Yaudah kalau gitu kak Noah bikin yang kayak Amira sekarang," ucap Lea, dengan polos.
Lea benar-benar tidak mengerti maksud Noah dan hal itu membuat Noah terkejut mendengarnya bahan seluruh keluarga yang ada di sana juga terkejut dan juga tersenyum misterius.
"Ayo!" ajak Noah dan memegang tangan Lea.
"Ayo kemana?" tanya Lea.
"Bikin," ucap Noah.
"Bikin apa?" tanya Lea.
"Yang kayak Amira, katanya tadi pengen," ucap Noah.
"Kok sama Lea?" tanya Lea.
"Ya, terus sama siapa lagi, kan istri saya kamu," ucap Noah.
Lea pun tersadar dengan apa yang mereka bicarakan sejak tadi, "Kenapa sayang?" tanya mommy Emma, saat melihat Lea yang melotot.
__ADS_1
"Oh gak kok mom," ucap Lea dan kembali fokus dengan Amira yang berada di pangkuannya.
"Mau bikin gak? kalau aku ayo," ajak Noah.
Lea pun memukul pelan lengan suaminya yang berada tepat di sampingnya, "Kok mukul," ucap Noah.
"Ish, kak Noah mah," ucap Lea.
Lea malu karena apa yang mereka berdua bicarakan termasuk privasi bukan.
Cup
Lea kembali malu dan terkejut dengan tindakan Noah tiba-tiba mengecup pipi kanannya, "Astaga kalian berdua ya, inget masih ada Amira loh," ucap Ira.
"Habisnya Noah gemes sama Lea," ucap Noah.
"Sumpah mommy kaget kamu bisa kayak gini," ucap mommy Emma.
"Ke kamar yuk," ajak Noah, pada Lea.
"Apa sih kak, Lea masih aku sama Amira ya," ucap Lea.
"Kita ke kamar bikin yang kayak Amira," ucap Noah.
"Ish kak Noah mah," rengek Lea.
Akhirnya Noah pun menyerah dan tertawa karena berhasil mengerjai istrinya itu, "Hahaha, iya saya bercanda," ucap Noah.
Semua orang yang ada di sana kembali terkejut karena melihat tawa Noah yang bahkan mereka melihatnya sudah lama sekali terutama setelah kematian kakek Noah, "Kamu ketawa?" tanya mommy Emma.
Noah pun kembali seperti sebelumnya dengan wajah datarnya, "Mommy seneng banget kamu bisa ketawa sayang," ucap mommy Emma dan memiliki Noah bahkan mommy Emma sampai menangis melihatnya.
Lea pun sampai berkaca-kaca, ia tidak tau kenapa suaminya itu sampai sulit sekali untuk berekspresi. Semua orang yang ada di sana mengucapkan syukur karena Noah mulai berubah walaupun perlahan, tapi tetap saja itu merupakan perubahan yang sangat berharga bagi semua orang terutama mommy Emma dan Daddy Albert.
Beberapa saat kemudian, mereka pun makan malam dan setelah itu, Noah dan Lea memutuskan untu beristirahat di kamar Noah, dimana Lea yang tidur di pelukan Noah, "Kak Noah suka warna navy ya?" tanya Lea.
"Iya," jawab Noah.
"Kenapa kak Noah suka warna navy?" tanya Lea.
"Gak tau, suka aja," ucap Noah.
"Kak Noah tau gak arti warna navy?" tanya Lea dan Noah menggelengkan kepalanya.
"Warna navy itu melambangkan kepribadian yang hangat, terkesan bijaksana, dan menunjukkan ketegasan. Bahkan warna yang kak Noah sukai pun sama seperti kak Noah, Lea tau walaupun kak Noah terkesan datar, cuek dan dingin, tapi kak Noah orangnya baik banget dan hangat," ucap Lea.
"Makasih sayang," ucap Noah dan tersenyum hangat pada istrinya itu
Cup
Lea terkejut saat merasakan benda kenyal tersebut bertengger tepat di bibirnya bahkan Lea tidak dapat menutup matanya dan ia justru menatap Noah yang saat ini menutup matanya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.