
Saat ini Alan berada di rumah Sivia karena permintaan dari bumil padahal Alan baru saja pulang, tapi Rea mengatakan ingin bertemu dengan Sivia dan ternyata di sana bukan hanya ada Sivia, tapi juga ada Nina dan Qilla serta suami mereka yaitu Ryan dan Nando. Suasana di rumah Alvin saat ini benar-benar heboh karena para perempuan yang membicarakan entahlah para pria juga tak tau kecuali Ryan karena Ryan ikut dalam pembicaraan para perempuan itu.
"Ck, Ndo. Lo panggil Ryan ke sini deh, gak ikhlas gue liat dia deket sama istri gue," ucap Alvin, saat melihat Ryan yang duduk di samping Sivia.
"Kok gue?" tanya Nando.
"Iyalah, lihat tuh istri gue deket banget duduknya sama si curut," ucap Alvin.
"Gak lah, lo aja yang panggil," ucap Nando.
"Udah Ndo, seret aja tuh orang," ucap Alvin.
"Emang ya dari dulu lo orangnya mageran," ucap Nando, tapi tetap melaksanakan apa yang dikatakan Alvin.
Nando pun mendekat ke arah Ryan dan menarik baju belakang Ryan hingga Ryan pun terseret menuju tempat Alan dan Alvin. Sedangkan, para perempuan yang melihatnya pun terkejut, tapi bukannya membantu mereka justru tertawa melihat Ryan yang diseret seperti itu bahkan Qilla sampai menangis karena tertawa.
"Ngapain lo di sana?" tanya Alan.
"Biasa ikut gosip bareng para ibu-ibu," ucap Ryan.
"Gak pantes lo di sana," ucap Alvin.
"Ck, bilang aja kalau lo gak suka ngelihat gue deket sama istri lo kan," ucap Ryan.
"Tuh tau," ucap Alvin.
Alvin memang salah satu orang pencemburu sehingga Ryan sudah tahu kenapa wajah Alvin sangat tidak mengenakkan itu.
"Aelah, gue kan juga mepetnya ke istri gue sendiri," ucap Ryan.
"Sama aja," ucap Alvin.
"Memang ya nih orang kelewat banget cemburunya," ucap Ryan.
Disisi lain Rea terus mengobrol terutama setelah ia memberitahukan pada mereka jika ia tengah hamil dan semuanya sontak heboh bahkan Sivia sudah mewanti-wanti Rea untuk tidak kecapean dan harus menjaga baby-nya agar tidak seperti dirinya dulu saat melahirkan tentunya hal itu didengarkan oleh Rea.
"Gue gak nyangka lo bakal punya anak dua, padahal baby Lea masih kecil loh," ucap Qilla.
"Gue juga gak tau tiba-tiba aja udah isi," ucap Rea.
"Berarti benihnya kapten Alan mantep tuh, langsung jadi gitu," ucap Nina.
"Setuju, emangnya kalau lagi berhubungan badan kapten Alan gimana?" tanya Qilla, yang mulai memelankan suaranya agar tidak didengar kaum pria.
"Ya, gak gimana-gimana, kayak orang biasanya," ucap Rea.
"Bedalah, gini ya kalau gue dulu waktu malam pertamanya gak di ranjang," ucap Qilla.
__ADS_1
"Hah, beneran lo? terus dimana?" tanya Sivia.
"Di kamar mandi, kalau kalian dimana?" tanya Qilla.
"Gue di ranjang lah," ucap Sivia dan diangguki Rea serta Nina.
"Masa cuma gue doang yang di kamar mandi," ucap Qilla.
"Iya, emang lo doang," ucap Sivia.
"Aneh juga ya," ucap Qilla.
"Gimana gak enak orang suami lo aja Ryan," ucap Sivia.
"Hehehe, iya juga sih," ucap Qilla.
"Kenapa kita jadi bahas kayak gini sih gak penting banget," ucap Rea.
"Tau nih kan itu rahasia dapur," ucap Sivia.
Mereka pun terus mengobrol satu sama lain dan saat tengah asik mengobrol tiba-tiba ponsel Rea bergetar yang menandakan pesan masuk. Rea pun membuka ponselnya dan melihat pesan yang masuk tersebut, saat melihatnya Rea pun terkejut, tapi ia dapat menutupinya sehingga ia bersikap biasa saja. Setelah melihat isi pesan tersebut Rea kembali mematikan ponselnya dan mengobrol dengan sahabatnya itu.
"Kita makan yuk laper nih gue," ajak Qilla.
"Yuk, tadi gue udah masak lumayan banyak," ucap Sivia.
Mereka pun menuju meja makan dan ternyata para pria sudah berada di sana, "Kalian mau makan ya?" tanya Ryan.
"Sama dong kita juga mau makan," ucap Ryan.
"Yaudah, makan bareng aja," ucap Nina.
"Mau pake apa?" tanya Rea pada Alan.
"Pake ayam aja," ucap Alan dan diangguki Rea, lalu ia pun menyiapkan makanan untuk Alan.
Mereka semua makan dengan tenang dan sesekali mereka mengobrol hingga tanpa terasa makanan mereka pun habis dan setelah itu mereka memutuskan untuk mengobrol di ruang tamu.
"Udah malam ini, kayaknya gue sama Nina pulang deh kasihan juga udah ngantuk istri gue," ucap Nando.
"Iya deh pengantin baru sana pulang," ucap Nando dan menggendong Nina yang sudah memejamkan matanya.
"Sayang, kita pulang juga ya baby Lea juga udah tidur kan," ucap Alan.
"Yaudah deh ayo, kita juga pulang ya dadah," ucap Rea.
"Ya udah kita juga pulang kalau gitu soalnya semuanya udah pulang," ucap Ryan.
__ADS_1
"Daritadi kek," ucap Alvin.
"Emang sahabat gue yang satu ini biadabnya gak ketulungan," ucap Ryan dan pergi dari rumah Alvin.
Alan dan Rea pun sampai di rumah, Alan merasa ada yang aneh dari Rea karena ia menjadi lebih pendiam dari biasanya, "Apa aku ngelakuin kesalahan?" tanya Alan, pada dirinya sendiri.
Alan pun masuk ke dalam kamar dan melihat Rea yang tengah menyelimuti baby Lea, "Sayang, kamu kenapa hem?" tanya Alan dan memeluk Rea dari belakang.
"Nanti dulu ya aku jelasin, sekarang aku mau minum susu dulu," ucap Rea dan diangguki Alan.
Alan pun mengikuti Rea menuju dapur dan melihat kegiatan Rea yang membuat susu, Alan sebenarnya ingin membantu Rea, tapi aku teringat dulu saat Rea hamil pertama kali ia pernah membuatkan Rea susu hamil, tapi sayang seribu sayang susu yang Alan buat membuat Rea enek karena Alan memasukkan susunya terlalu banyak dan hal itu bukan hanya sekali atau dua kali, tapi beberapa kali dan karena itu mama Dira dan Rea tidak memperbolehkan Alan membuat susu untuk Rea lagi.
"Udah minumnya?" tanya Alan, saat melihat Rea yang menghabiskan susu tersebut.
"Iya, sini kita duduk di ruang tamu," ucap Rea dan menarik tangan Alan.
"Ada apa?" tanya Alan, saya mereka berdua sudah duduk manis di ruang tamu.
Rea pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan yang tadi ia dapat pada Alan, "Ini kamu lihat sendiri," ucap Rea.
Alan tentunya terkejut melihat apa yang ia lihat ponsel Rea, bagaimana tidak di sana terdapat fotonya dan juga dokter Sandra dan hal yang membuat Alan terkejut adalah di sana dokter Sandra tengah memeluknya, "Sayang, aku bisa jelasin ini semuanya," ucap Alan.
"Silahkan jelaskan," ucap Rea.
"Aku sama dokter Sandra gak ada hubungan apapun, ini kalau gak salah dua hari yang lalu waktu aku ikut mengantar komandan Ivan ke bandara karena beliau akan tugas ke daerah konflik dan ternyata disana ada dokter Sandra yang juga katanya jadi relawan di sana terus saat dia mau masuk pesawat tiba-tiba dia meluk aku, aku gak ada hubungan apapun sama dia bahkan aku aja langsung lepasin pelukan itu," ucap Alan.
"Aku percaya kok, aku cuma mau nunjukkin aja," ucap Rea.
"Makasih sayang, tapi aku bener-bener gak ada hubungan apapun sama dokter Sandra," ucap Alan dan diangguki Rea.
"Kamu gak cemburu?" tanya Alan.
"Bohong kalau aku bilang gak cemburu, istri mana sih yang gak cemburu ngelihat suaminya pelukan sama cewek lain, tapi aku mau berpikir positif aja karena aku percaya sama kamu dan aku juga tau gimana tabiatnya dokter Sandra yang begitu obsesi sama kamu," ucap Rea.
Alan pun tersenyum dan mengecup bertubi-tubi wajah Rea, "Ish, geli tau," ucap Rea.
"Habisnya kau gemes banget sama kamu," ucap Alan dan kembali mengecup wajah Rea.
Setelah berhasil lepas dari kecupan bertubi-tubi Alan, Rea pun memeluk erat Alan, "Tubuh ini yang tadi di peluk sama dokter Sandra kan dan sekarang tubuh ini udah aku hilangkan semua jejak dokter Sandra dan yang ada hanya jejak Rea," ucap Rea. Alan pun tersenyum mendengarnya dan membalas tak kalah era pelukan Rea.
"I love you," bisik Alan.
"I love you too," bisik Rea dan mereka pun larut dalam kemesraan yang mereka buat sendiri.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.