Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Ngidam


__ADS_3

Pagi harinya Lea jalan kaki ditemani sang suami tentunya, sebenarnya Lea sangat malas untuk jalan kaki, tapi Noah membangunkannya dan memaksanya untuk jalan kaki karena bagus untuk kehamilan.


"Ngantuk kak," rengek Lea.


Padahal mereka baru saja keluar dari area asrama dan Lea sudah merengek saja, Noah harus sabar menghadapi istrinya yang tengah hamil itu karena memang Noah pernah membaca artikel jika perempuan yang tengah hamil akan malas bergerak dan Noah sebagai suami yang baik harus memaksa Lea untuk jalan kaki pagi hari.


"Inget sayang jalan kaki itu bagus loh selama kehamilan karena meningkatkan fleksibilitas dan mengencangkan otot-otot pinggul dan juga dapat membantu persalinan yang lebih cepat, lebih mudah, dan bebas rasa sakit. Terus jalan kaki di pagi hari kayak gini bermanfaat untuk melahirkan secara normal, kan kamu pengen melahirkan secara normal jadi jalan kaki kayak gini harus sering dilakukan gak lama kok ya sekitar 20 menit aja," ucap Noah.


"Ish, iya deh," ucap Lea.


Setelah 20 menit akhirnya mereka selesai jalan kaki pagi dan mereka sudah memasuki area asrama, dimana sudah ada prajurit yang tengah berlatih tak lupa juga ada ayah Alan di sana.


"Kalian darimana?" tanya ayah Alan, yang menghampiri putri dan menantunya.


"Kita habis jalan pagi Yah, soalnya jalan kaki pagi hari bagus untuk ibu hamil," ucap Noah.


Ayah Alan pun tertawa mendengarnya, "Ayah kenapa ketawa? emangnya ada yang lucu ya?" tanya Lea.


"Gak ada yang lucu sih, ayah cuma pengen ketawa aja lihat kamu bangun pagi dan jalan kaki," ucap ayah Alan.


"Kenapa emangnya Yah?" tanya Noah.


"Karena Lea gak pernah bangun pagi terus olahraga ataupun jalan kaki makanya bagi ayah itu lucu," ucap ayah Alan.


"Ayah mah ish, Lea ngambek deh," ucap Lea dan berjalan menuju kamarnya dan Noah.


"Sayang, tunggu!" terima Noah, yang berhasil membuat semua orang yang ada di sana menatap Noah.


Sedangkan, Lea yang tadinya malu karena ayah Alan yang membuka kebiasaan buruknya di hadapan sang suami dan sekarang semakin malu karena Noah yang berteriak memanggilnya apalagi Noah memanggilnya dengan panggilan sayang. Bahkan semua orang yang ada di sana menatap Noah karena secara terang-terangan Noah memanggil Lea.


Lea pun tidak berhenti dan justru mempercepat langkahnya dan menjauh dari dua orang yang membuatnya malu pagi hari ini.


"Yah, Noah ke Lea dulu ya," ucap Noah.


Noah benar-benar khawatir dengan istrinya yang berjalan sendirian bahkan Lea berlari kecil, Noah pun takut jika saat Lea berjalan sendirian terjadi sesuatu dan setelah meminta izin pada ayah Alan, Noah lantas berlari menghampiri istrinya yang sudah sampai di kamar mereka.


"Sayang, jangan jalan sendiri lagi ya," ucap Noah.


Kalau Noah memegang pipi Lea dengan sedikit menekan hingga bibir Lea maju, "Iya kak maaf," ucap Lea dengan bibir yang maju.


Lea yang seperti ini sangat menggemaskan bagi Noah dan dengan refleks Noah mengecup bertubi-tubi bibir Lea yang sudah menjadi candunya.

__ADS_1


"Kenapa kamu makin gemesin gini sih," ucap Noah.


"Lea gak tau ya, ish lepas dulu sakit pipiku," ucap Lea dan Noah pun melepaskan tangannya dari pipi Lea.


Melihat pipi Lea yang merah Noah pun lantas mengecup pipi Lea, "Masih sakit?" tanya Noah.


"Masihlah kak, orang kakak tadi nekennya lumayan kenceng," ucap Lea.


"Padahal udah di cium loh," ucap Noah.


"Mana bisa ciuman buat pipi Lea gak sakit," ucap Lea.


"Bisa dong, kan ciumanku ini obat buat kamu," ucap Noah.


Lea menatap Noah dengan tatapan tak percaya, benarkah pria yang dihadapannya ini adalah Noah yang dingin, cuek dan jutek padanya dulu. Tapi, lihat sekarang Noah justru menggombal pada Lea dengan gombalan garing-nya, tapi mampu membuat hati Lea tidak tenang.


"Kak Noah," panggil Lea.


"Kenapa sayang?" tanya Noah.


"Hehehe, Lea pengen ayam bakar," ucap Lea.


"Hah, pagi-pagi kayak gini kamu mau ayam bakar, kamu ngidam ya," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Anak daddy mau ayam bakar ya, yaudah daddy cariin ya," ucap Noah yang jongkok dan menyamakan wajahnya dengan perut Lea.


"Iya daddy," ucap Lea dan menirukan suara anak kecil.


Mereka berdua kemarin sudah sepakat jika anak mereka nantinya akan memanggil mereka berdua dengan sebutan daddy dan mommy karena permintaan Lea. Padahal Noah ingin anak mereka nanti memanggil mereka dengan sebutan ayah dan bunda, tapi Lea tidak setuju dan ingin panggilan daddy dan mommy.


Akhirnya Noah pun setuju saja lagipula panggilan tersebut tidak ada masalah yang terpenting anak mereka saat lahir nanti sehat.


Lea sendiri memang ingin panggilan daddy dan mommy karena dulu saat ia bersekolah banyak teman sekolahnya yang memanggil orangtuanya dengan sebutan daddy dan mommy, sejak saat itu Lea ingin panggilan daddy dan mommy sampai sekarang. Untung saja Noah mengerti dengan alasan Lea dan setuju.


"Yaudah, kalau gitu aku mau cari ayam bakar dulu ya," ucap Noah.


"Iya kak, hati-hati ya," ucap Lea.


"Iya, kamu di kamar aja jangan kemana-mana. Aku bakal bilang ke ayah untuk ke sini nemenin kamu," ucap Noah.


"Lea gapapa kok kak sendirian di sini," ucap Lea.

__ADS_1


"Gak, aku gak mau kamu sendirian. Pokoknya harus ada yang nemenin kamu," ucap Noah.


"Iya deh, terserah sama suaminya tercinta ini," ucap Lea.


"Huh, kalau aja usia kehamilan kamu udah 13 Minggu udah aku makan kamu di kasur," ucap Noah dan Lea hanya tertawa melihatnya.


Ya, memang dokter Zia sempat mengatakan Noah dapat melakukan hubungan intim saat usia kehamilan Lea menginjak 13 Minggu, dokter Zia mengatakan hal tersebut tepat sebelum Noah dan Lea keluar dari ruangan.


"Udah kak sana pergi, baby-nya udah pengen ayam bakar ini," ucap Lea.


"Iya iya sayang. Baby, daddy cari ayam bakar buat kamu sama mommy ya," ucap Noah dan mengecup perut Lea.


Noah pun pergi dari kamar tersebut dan tidak berapa lama ayah Alan datang, "Kak Noah beneran nyuruh ayah datang ke sini nemenin Lea?" tanya Lea.


"Iya, Noah nyuruh ayah buat nemenin kamu soalnya kamu lagi ngidam ayam bakar katanya," ucap ayah Alan.


"Astaga, Lea kira kira Noah cuma bercanda waktu bilang mau panggil ayah buat nemenin Lea," ucap Lea.


"Noah gak kan bercanda kalau buat kamu apalagi sekarang udah mau punya anak," ucap ayah Alan.


"Ayah dulu waktu bunda hamil juga kayak gitu?" tanya Lea.


"Ya, ayah dulu kayak gitu juga sih. Tapi, gak separah suami kamu, tapi ayah ngerti kenapa suami kamu kayak gitu apalagi kamu juga pernah mengalami keguguran dan kondisi ini juga buat Noah khawatir nanti terjadi apa-apa sama kamu dan calon anak kalian," ucap ayah Alan dan diangguki Lea.


"Ayah, Lea mau tanya dong," ucap Lea.


"Tanya apa sayang?" tanya ayah Alan.


"Kenapa ayah terima kak Noah?" tanya Lea.


"Noah sudah menceritakan semuanya ke kamu?" tanya ayah Alan.


"Iya, kak Noah udah ceritain semuanya sama Lea," ucap Lea.


"Ayah harus jawab dong berarti," ucap ayah Alan.


"Harus dong," ucap Lea.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2