Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Kakak Ganteng


__ADS_3

Saat ini akan dan Rea berada di pusat perbelanjaan setelah tadi berbincang singkat di taman, "Kita nonton yuk," ajak Rea.


"Boleh, mau nonton apa?" tanya Alan.


"Hem, terserah sih aku," ucap Rea.


"Kalau gitu aku yang pilih ya," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Eh, tapi jangan yang horor ya soalnya aku gak suka film horor," ucap Rea.


"Iya, kamu tinggi sebentar ya," ucap Alan, lalu pergi meninggalkan Rea dan memesan tiket.


Beberapa saat kemudian, Alan pun datang dan tak lupa Alan juga membawa cemilan dan minuman untuk menonton, "Film apa?" tanya Rea.


"Hem, Zeros and Ones," ucap Alan.


"Film apa itu?" tanya Rea.


"Gak tahu juga sih, aku pilih soalnya namanya bagus," ucap Alan.


'Semoga gak horor,' ucap Rea dalam hati.


Mereka berdua menunggu sampai jam film tersebut tayang, Alan dan Rea segera masuk menuju bioskop dan melihat jika sudah ada beberapa orang yang duduk di sana, "Gak terlalu ramai jadi enak nontonnya," ucap Rea, setelah duduk di kursinya.


Pikiran Rea yang awalnya penontonnya sedikit harus ia tarik kembali karena selang beberapa menit sebelum film tersebut tayang tiba-tiba segerombolan remaja datang dan duduk di sebelah Rea dan Alan bahkan kedatangan para remaja serta beberapa pasangan lainnya yang membuat membuat kursi hampir penuh.


"Kenapa?" tanya Alan, saat melihat Rea yang mendekat padanya.


Rea menatap Alan dan menatap ke sampingnya dimana terdapat remaja putri yang duduk dengan menatap Rea dengan seksama seolah menilai penampilan Rea yang tentunya tidak seperti remaja putri tersebut yang sangat mencolok dengan warna pakaian yang saling bertabrakan, "Ada apa ya?" tanya Alan, pada remaja putri tersebut.


"Oh, gak ada apa-apa kok," ucap remaja putri tersebut.


Namun, bukannya mengalihkan pandangannya remaja tersebut tetap saja menatap Rea mulia dari atas sampai bawah, "Mbaknya ada masalah ya sama saya kenapa lihat saya gitu banget?" tanya Rea.


"Gak tuh," ucapnya dengan sinis.


Akhirnya remaja tersebut mengalihkan pandangannya dari Rea karena film yang akan ia tonton mulai tayang. Begitupun dengan Rea yang menatap layar bioskop dengan seksama.


Beberapa saat kemudian, film selesai alam dan Rea pun sudah keluar dari bioskop, "Gila! kenapa kamu milih film kayak tadi sih, aku rasanya mau mati tau gak," dumel Rea.

__ADS_1


"Aku aja gak tahu Yang kalau filmnya kayak gitu," ucap Alan.


"Masa film kayak tadi banyak yang nonton aku sampe bingung bahkan tadi apa mau keluar ada yang bilang kalau filmnya seru, ya seru sih tapi bikin deg-degan dan gak suka aku sama film kayak gitu," ucap Rea.


"Tapi, suami kamu ini kan tentara jadi nanti kamu bisa bayangin kalau aku lagi tugas kayak gimana," ucap Alan.


"Hiii, gak mau takut aku," ucap Rea.


Alan pun tertawa mendengarnya, "Kita kemana setelah ini?" tanya Alan.


"Masih sore, gimana kalau kita makan aku udah mulai laper nih," ajak Rea dan diangguki Alan.


Alan dan Rea pun menuju lantai atas pusat perbelanjaan tersebut karena memang tempat makanan ada di lantai paling atas, "Mau makan apa?" tanya Alan.


"Kita coba makanan Jepang yuk," ajak Rea.


"Boleh," ucap Alan.


Alan dan Rea pun sampai di restoran Jepang yang ada di lantai tersebut, Alan dan Rea pun duduk di salah satu kursi dan memesan makanan, "Mama udah tahu kalau kita bakal nginep di rumah Bunda malam ini?" tanya Rea.


"Iya, Mama udah tahu kok, kemarin aku udah bilang ke Mama," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Yang duduk di sebelah kamu tadi?" tanya Alan dan diangguki Rea.


"Dia kenapa emangnya tadi kok lihat kamu kayak gitu?" tanya Alan.


"Mana aku tahu orang pas dia duduk di sebelahku tadi langsung natap gak jelas gitu pas ditanya jawabnya gak ada apa-apa," ucap Rea.


Rea menatap remaja tadi dan saat ini hampir semua remaja tadi menatapnya, "Mampu, mereka natap aku," gumam Rea.


"Kenapa?" tanya Alan.


"Hah, gak apa-apa," ucap Rea.


Baru saja Alan ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba pesanan mereka sampai, Alan dan Rea memakan makanan tersebut dengan nikmat dan Rea juga berusaha untuk tidak memikirkan para remaja yang sejak di bioskop tadi menatap tajam. Beberapa saat kemudian, Alan dan Rea selesai makan makanan mereka.


"Aku ke kamar mandi bentar ya," ucap Alan dan diangguki Rea.


Rea menunggu Alan dengan membuka ponselnya dan membalas pesan dari kedua sahabatnya itu, hingga seseorang membuat Rea terkejut karena berada di dekat Rea dan menatap Rea tajam. Rea pun mendongak dan menatap ke sebelah kirinya ternyata para remaja yang sejak tadi menatapnya saat ini berada di luar restoran dan tepat berada di samping Rea. Jadi Rea dan Alan itu memang duduk di pinggir yang dekat dengan tempat orang berlalu lalang dan hanya ada sekat yang sedikit tinggi dari meja. sehingga Rea dapat melihat para remaja itu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Rea.


"Kakak oplas dimana?" tanya salah satu dari remaja tersebut.


Rea yang mendengarnya pun terkejut, Rea berasa sedang di labrak saja, bayangkan saja Rea berhadapan dengan 8 atau 9 remaja perempuan di sampingnya itu, "Maksudnya apa ya?" tanya Rea.


"Kakak operasi dimana? kok bisa dapet kakak ganteng kayak tadi?" tanyanya.


"Maaf maaf nih ya, saya gak pernah operasi," ucap Rea.


"Bohong, kakak pasti oplas kan biar cantik dan kakak ganteng tadi kepincut sama kakak," ucap lainnya.


"Wah, minta di hajar mereka ini. Gini ya adik-adik, kakak gak pernah operasi apapun bahkan kakak aja gak tahu gimana rasanya dan terima kasih loh karena tanpa sengaja kalian itu muji kakak yang cantik ini," ucap Rea.


"Kita gak muji, kita hanya mau tanya karena gak mungkin kakak gak oplas. Lagian kakak ganteng tadi kok bisa sama kakak, apa jangan-jangan kakak ini adiknya ya. Oke kalau gitu minta nomornya kakak ganteng dong," ucapnya.


"Bener-bener ya kalian itu, kakak ganteng, kakak ganteng. Dia itu suami saya, jadi wajar dong kalau dia sama saya dan enak aja minta nomor suami saya," ucap Rea.


'Ya, walaupun gue kasih nomornya juga percuma sih, ya kali Mas Alan suka sama modelannya kayak mereka, kayak jemuran berjalan sumpah mana bajunya kayak gitu lagi terus rambut pake nutupin mata segala dan yang lebih parah masa mereka pake kacamata hitam di dalam mall, Astaga Rea gak boleh kayak gitu,' ucap Rea dalam hati.


"Masa sih, gak percaya banget kalau kakak ganteng tadi suaminya," ucapnya.


"Yaudah, kalau gak percaya udah sama hus hus pergi," ucap Rea.


Rea tidak tahu saja jika salah satu dari mereka merasa tidak terima karena di usir oleh Rea dan dengan cepat ponsel Rea diambil oleh salah satu dari remaja putri yang tidak terima tadi, "Heh! balikin hp saya," ucap Rea.


"Syukurin makanya jangan sok kecakepan," ucapnya dan membuang ponsel Rea keluar restoran.


Rea pun tidak terima dan segera keluar dari restoran lalu mengambil ponselnya, setelah ponselnya Rea berada di tangannya dan Rea beranjak pergi menuju restoran tiba-tiba ia dihadang oleh para remaja tersebut.


'Ini gue dorong dari lantai 5 mati gak sih,' ucap Rea dalam hati.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2