
"Baru pulang kamu," ucap Rea.
"Iya Bun, Lea gak telat kan," ucap Lea.
"Gak kok," ucap Rea.
"Terus kenapa bunda di sini? nungguin Lea ya?" tanya Lea.
"Gak tuh, bunda malah lagi nungguin ayah kamu," ucap Rea.
"Ayah belum pulang, tumben banget," ucap Lea.
"Ayah kamu lagi ada latihan biasalah," ucap Rea dan diangguki Lea.
"Bun, Lea ke kamar dulu ya," ucap Lea.
"Iya, jangan lupa nanti turun makan," ucap Rea.
"Siap bunda," ucap Lea.
Lea pun ke kamar dan membersihkan dirinya dan beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk turun ke meja makan yang ternyata di sana sudah ada Nial dan Rea, "Ayah belum datang juga Bun?" tanya Lea.
"Udah kok, tapi mandi," ucap Rea dan diangguki Lea.
"Gimana sama tugas kamu dek?" tanya Lea.
"Ya gitu kak gak gimana-gimana," ucap Nial.
"Ck, jawabnya panjangan dikit napa," ucap Lea dan Nial hanya melirik Rea tanpa merespon ucapan Lea.
"Udah lapar nih, ayah mana?" tanya Daisy, yang baru saja datang.
"Sabar," ucap Nial.
"Lama ya nungguin ayah, maaf ya tadi ayah pulang telat," ucap Alan, yang baru saja datang dan duduk di kursi.
"Tau nih ayah mah padahal Daisy udah laper banget loh," ucap Daisy.
"Hush, diem," ucap Lea.
"Hehehehe, bercandaan ayah," ucap Daisy.
Mereka pun mulai makan dengan tenang dan selesai makan mereka duduk di ruang tamu, "Oh iya, tadi katanya kamu ketemu sama Noah ya?" tanya Rea.
"Bunda tau darimana?" tanya Lea.
"Tadi Noah tanya ke bunda, kamu udah izin belum sama bunda kalau jalan-jalan sama temen kamu," ucap Rea.
"Terus bunda jawab apa?" tanya Lea.
"Ya, bunda jawab udah," ucap Rea.
"Terus kak Noah gak bilang sesuatu ke bunda?" tanya Lea.
"Gak, Noah cuma tanya itu doang. Memangnya ada yang harus Noah bilang ke bunda?" tanya Rea.
"Eh, enggak kok Bun," ucap Lea.
"Noah baik ya," ucap Rea dan diangguki Lea.
__ADS_1
"Kalau kamu sama Noah gimana?" tanya Rea.
"Daisy gak bisa Bun, kan Daisy udah punya kak Ardi," ucap Daisy.
"Siapa yang tanya ke kamu, bunda tanya ke kakak kamu," ucap Rea.
"Gimana, Le?" tanya Rea, lagi.
"Apa sih bunda mah gak jelas," ucap Lea.
"Kok salting gitu sih," ucap Daisy.
"Gak ya, ka-kakkak gak salting," ucap Lea.
"Masa sih, kok gugup gitu," ucap Rea.
"Udah deh Bun gak usah aneh-aneh, lagian kak Noah itu udah punya pacar," ucap Lea.
"Masa," ucap Rea.
"Iya Bun, tadi itu Lea ketemu kak Noah sama perempuan cantik banget, siapa lagi kalau bukan pacarnya," ucap Lea.
"Kamu udah tanya sama noahnya?" tanya Rea.
"Belum lah bunda, ngapain juga Lea tanya. Orang semuanya udah jelas juga," ucap Lea.
"Harusnya kamu tanyain ke Noah nya dulu biar kamu gak cemburu kayak gini," ucap Rea.
"Siapa yang cemburu coba, Lea gak cemburu kok," ucap Lea.
"Iya deh, gak cemburu," ucap Rea.
"Makin aneh kamu, siapa juga yang dicampakkan. Kakak aja gak ada hubungan apapun sama kak Noah, udah deh bunda sama Daisy gak usah berasumsi yang gak-gak," ucap Lea.
Mereka kembali mengobrol hingga beberapa saat kemudian, Alan buka suara dan membuat Lea terkejut, "Besok, kita bakal ketemu sama keluarga calon kamu," ucap Alan.
Lea diam sesaat hingga suara menggelegar Daisy menyadarkannya, "Akhirnya kak Lea gak jomblo lagi!" teriak Daisy.
"Ish, jangan teriak-teriak dong, sakit tau gak telinga kakak," ucap Lea.
"Hehehe, ini Daisy terlalu senang karena kak Lea mau nikah," ucap Daisy.
Lea hanya menatap malas ke arah Daisy, lalu menatap sang ayah, "Ayah gak kecepatan emangnya? masa langsung ketemu besok? gak aku nunggu 5 bulan atau satu tahun gitu?" tanya Lea.
"Gak bisa sayang, soalnya calon suami kamu itu orang sibuk banget," ucap Rea.
"Sesibuk ayah kah?" tanya Lea.
"Lebih sibuk malahan," ucap Rea.
"Terus kenapa Lea justru di jodohin sama dia kalau dia nya aja sibuk banget?" tanya Lea.
"Karena ayah merasa dia yang terbaik buat kamu," ucap Alan.
"Tapi kan Lea bisa cari pasangan sendiri," ucap Lea.
"Udah dari umur kamu 25 tahun ayah nyuruh kamu nyari pasangan dan kenalin pasangan kamu, tapi sampai sekarang ayah gak pernah tuh ketemu sama pasangan kamu," ucap Alan.
"Tapi, ayah kan pernah janji gak bakal ngekang Lea," ucap Lea.
__ADS_1
"Iya, ayah memang pernah janji gak bakal ngekang kamu, tapi apa salah jika ayah minta soal pasangan? ayah juga melakukan ini demi kebaikan kamu. Selain itu, juga umur kamu yang gak muda lagi, kalau ayah gak kayak gini apa kamu bakal niatku dalam waktu dekat ini? atau kamu justru nyaman dengan kesendirian kamu?" tanya Alan.
"Tapi, Lea belum siap," ucap Lea.
"Huh, yaudah kalau kamu belum siap gapapa. Ayah gak mau maksa kamu, ayah gak mau kamu tertekan dengan perjodohan ini," ucap Alan.
"Tapi, ayah berharap kamu menerima perjodohan ini karena dengan perjodohan ini adalah harapan dari seseorang," ucap Alan.
"Maksud ayah?" tanya Lea.
"Nanti kamu akan tau," ucap Alan dan beranjak pergi ke kamar diikuti Rea.
"Kakak terima aja perjodohan ini lagian Nial yakin kok kalau kakak bakal bahagia sama calon suami kakak," ucap Nial.
"Tau darimana kamu kalau kakak bakal bahagia?" tanya Lea.
"Percaya aja sama Nial," ucap Nial dan pergi menuju kamarnya.
"Kenapa kak Nial itu irit banget kalau ngomong?" tanya Daisy.
"Gak tau tuh adik kakak kenapa kayak kulkas berjalan gitu," ucap Lea.
"Rasanya Daisy pengen masih stok cerewetnya Daisy," ucap Daisy.
"Sadar juga kamu kalau kamu itu cerewet," ucap Lea.
"Sadar banget dong kak, soalnya udah banyak orang yang bilang Daisy itu cerewetnya minta ampun katanya," ucap Daisy.
"Menurut kamu kakak terima atau kakak tolak?" tanya Lea.
"Kalau kata Daisy sih terserah kak Lea aja soalnya kan yang baka ngejalanin kan kak Lea, kalau kak Lea gak mau ya gak usah diterima, Tapi sebelum itu, Daisy tanya emangnya kakak udah lainya pasangan?" tanya Daisy.
"Belum," jawab Lea.
"Kira-kira kakak bakal punya pasangan gak dalam waktu dekat ini?" tanya Daisy.
"Kayaknya sih gak," ucap Lea.
"Kira-kira kapan kakak bakal punya pasangannya?" tanya Daisy.
"Gak tau," ucap Lea.
"Setelah denger jawaban dari kak Lea, Daisy sebenarnya setuju dengan ayah sama bunda yang pengen jodohin kak Lea sama anak temen ayah sama bunda soalnya kak Lea belum ada tanda-tanda akal punya pasangan, Daisy yakin kok kalau ayah pasti mau yang terbaik buat kak Lea, percaya sama Daisy," ucap Daisy.
"Tapi, kakak gak tau siapa calon suami kakak nantinya, kalau seandainya kasar gimana?" tanya Lea.
"Gak bakal kak, Daisy tau kok siapa calon suami kak Lea. Dia itu baik banget ya walaupun kadang ngeselin," ucap Daisy.
"Siapa nama calon suami kakak?" tanya Lea.
"Ada lah pokoknya, nanti biar calon suami kakak sendiri yang kenalin diri ke kak Lea," ucap Daisy.
Malam ini Lea benar-benar sedang bingung untuk menerima atau menolak perjodohan ini, disisi lain benar kata Daisy jika ia belum memiliki pasangan bahkan setiap ada yang mendekatinya selalu Lea tolak. Entahlah kita lihat saja keputusan Lea besok pagi.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.