Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Pengganggu Datang


__ADS_3

Rea sudah sampai di rumah dan segera membersihkan tubuhnya, ia sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi untuk menumpahkan rasa sakitnya. Ia menyalakan shower dan menangis sejadi-jadinya, ia merasa gagal karena menjadi istri karena melihat suaminya bersama dengan perempuan lain.


"Kenapa sakit banget," gumam Rea.


Cukup lama Rea di dalam kamar mandi, akhirnya Rea pun keluar dari kamar mandi dan baru saja ia keluar ia sudah dihadapkan dengan Alan yang berada di depan kamar mandi, "Sayang, aku bisa jelasin semuanya. Aku sama dua gak ada apa-apa, tadi kita berdua hanya mengobrol karena dia mau dipindahkan ke luar," ucap Alan.


Rea pun menganggukkan kepalanya dan tak lupa ia juga tersenyum pada Alan, ia tidak ingin Alan tahu jika ia sakit melihatnya bersama perempuan lain, "Mas laper, aku masak dulu ya. Mas bersih-bersih dulu aja pasti mas capek kan," ucap Rea dan berlalu meninggalkan Alan.


Alan yang diperlakukan seperti itu pun semakin merasa bersalah dan tidak enak tentunya karena Alan termasuk tipe orang yang tidak bisa dengan cara lembut, lebih baik orang tersebut marah dan memukulnya daripada ia harus lembut padanya seperti Rea saat ini, Alan tahu jika Rea pasti merasa sakit hati melihatnya karena hal itu terlihat jelas dari matanya yang bengkak karena menangis dan juga hidungnya yang merah.


Alan pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu segera menuju meja makan untuk menghampiri istrinya, sesampainya di meja makan Alan melihat Rea yang tengah menata makanan di meja makan, "Sayang, semua yang kamu lihat itu gak bener," ucap Alan.


"Iya, Mas. Rea percaya kok, ini makanannya udah jadi Mas makan dulu aja," ucap Rea.


"Kamu kenapa gak makan juga?" tanya Alan.


"Nanti dulu, Rea masih pengen makan cemilan yang tadi Rea beli di minimarket," ucap Rea.


"Yaudah, kalau gitu Mas makan nanti setelah kamu selesai nyemil," ucap Alan.


"Mas pasti laper kan mendingan Mas makan dulu aja," ucap Rea.


"Gapapa, Mas masih bisa nahan kok," ucap Alan.


Akhirnya Rea pun mengambil makanannya, "Mas makan, Rea kan juga makan. Ini makanannya," ucap Rea dan memberikan makanannya pada Alan.


Mereka pun makan dengan tenang hingga beberapa saat kemudian, Alan dan Rea pun selesai dan Rea segera beranjak dari kursi untuk mencuci piring, "Kamu mau kemana?" tanya Alan.


"Aku mau cuci piring dulu, Mas Alan ke kamar aja pasti Mas Alan capek kan," ucap Rea.


"Yaudah, aku ke kamar. Aku tunggu kamu ya," ucap Alan.


Alan pun akhirnya memilih masuk ke dalam kamar, ia akan menyelesaikan masalahnya dengan Rea secepatnya. Meksipun Rea mengatakan jika ia tidak apa-apa, tapi Alan tidak akan percaya dengan mudah, Alan terus menunggu sampai ia bisa berada di dalam kamar, "Rea kemana ya? udah sejam lebih dia belum masuk ke dalam kamar," tanya Alan.


Alan memilih untuk keluar dari kamar dan mencari keberadaan Rea, ia melihat Rea yang tengah asik berada di meja makan dengan memakan cemilannya, "Kenapa masih di sini? kan aku udah nunggu dari tadi di kamar?" tanya Alan.


"Maaf, Ma. Rea lupa soalnya Rea lagi pengen nyemil sebelum masuk ke kamar," ucap Rea.

__ADS_1


"Yaudah, kalau gitu aki jelasinnya di sini aja ya," ucap Alan.


"Jelasin apa?" tanya Rea.


"Jelasin yang tadi kamu lihat di cafe, semua yang kamu lihat itu gak bener, aku gak ada hubungan apapun sama dia," ucap Alan.


"Iya, Mas. aku percaya kok, untuk sekarang jangan bahas dia lagi ya aku masih mau nenangin pikiranku dulu, ini pertama kalinya bagiku dan aku belum bisa beradaptasi sama masalah kayak gini. Maaf kalau aku terkesan berlebihan sama kamu," ucap Rea.


"Iya, aku tahu kok. Ini juga pertama kalinya buat aku juga," ucap Alan.


Beberapa saat kemudian, Alan dan Rea pun masuk ke dalam kamar, "Kamu mau kemana?" tanya Alan, saat melihat Rea beranjak dari kasur.


Padahal mereka baru saja masuk ke dalam kamar bahkan Alan dan Rea baru saja duduk di kasur, tapi tiba-tiba Rea justru berdiri dan berjalan menuju pintu lalu berniat membuka pintu kamar tersebut.


"Aku pengen es krim, tadi aku beli es krim kok," ucap Rea.


"Kamu mau es krim, tapi ini udah malam, kamu istirahat aja ya besok deh kamu boleh makan es krim," ucap Alan.


Akhirnya setelah dibujuk Rea pun kembali duduk di kasur, "Tidur ya udah malam, besok kan kamu harus ke rumah sakit pagi-pagi," ucap Alan.


"Gapapa kok, aku cuma gak bisa tidur aja," ucap Rea.


"Sini aku peluk biar cepet tidur," ucap Alan dan memeluk Rea.


Baru saja Alan memeluk Rea bahkan Rea sendiri mulai memejamkan matanya, tapi pengganggu datang dan membuat Rea kembali membuka matanya dengan sempurna.


"KAPTEN ALAN, DOKTER REA, MINTA MAKAN DONG!" teriak beberapa orang di luar rumah Alan.


"Ck, dasar pengganggu," gumam Alan.


"Pasti anggota kamu ya," ucap Rea.


"Siapa lagi kalau bukan mereka, kamu disini aja gak usah keluar, kamu tidur ya," ucap Alan dan beranjak pergi dari kamar.


"Gak, aku mau keluar kasihan mereka pasti belum makan kelihatan banget dari muka mereka semua," ucap Rea dan mengikuti Alan menuju pintu.


Alan pun membuka pintu rumahnya dan belum Alan mempersilahkan anggotanya masuk, tapi anggotanya sudah masuk terlebih dahulu dan dengan santainya duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

__ADS_1


"Kalian pasti lapar ya, tadi aku masak lumayan banyak kok soalnya udah tahu pasti kalian gak ada yang masakin, kalian ke meja makan aja," ucap Rea.


"Wah, dokter Rea kalau ngomong langsung nusuk banget gitu," ucap Ryan dan membaut semua orang tertawa.


Alan baru saja gabung dengan mereka semua dan duduk di samping Rea, "Sayang, kamu masuk ke kamar gih terus tidur," ucap Alan.


"Hah, tidur. Astaga Lan, ini masih jam 5 dan udah tidur," ucap Ryan.


"Biar malamnya bisa begadang ya kapten Alan," ucap Gara.


"Tau aja," ucap Alan.


"Apa sih Mas, aku gak ngantuk lagian aku juga pengen akrab sama anggota kamu," ucap Rea.


"Kamu jangan akrab sama mereka bisa-bisa otak kamu nanti di racuni sama mereka lagi," ucap Alan.


"Astaga segitu takutnya kapten Alan," ucap Raka.


"Kenapa kalian ke sini?" tanya Alan.


"Ya, karena kita lapar kapten makanya kita minta makan," ucap Iko, yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa makanan yang sudah ia ambil untuk dirinya sendiri.


"Banyak banget lo ngambilnya, Ko," ucap Raka.


"Hehehehe, laper daritadi di pangkalan juga makan dikit terus sayuran semuanya mana agak gambar lagi," ucap Iko.


"Kalian ambil aja makanannya," ucap Rea dan diangguki semua orang yang ada di sana.


"Oh iya, tadi aku ketemu sama dokter Sandra, katanya tadi kapten Alan bicara berdua ya sama dokter Sandra di cafe?" tanya Raka.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2