
Berbeda cerita dengan Noah dan Lea yang tengah kasmaran, saat ini seorang pria yang memiliki wajah tampan serta kepribadian yang tak jauh dari sang ayah pun tengah duduk santai di dalam bus, ia akan pulang ke rumah tapi menggunakan bus karena ia sudah terbiasa bepergian menggunakan bus, siapa lagi jika bukan Nial adik dari Lea.
Keadaan bus sekarang cukup ramai sehingga terdapat beberapa orang yang harus berdiri, tapi untung saja Nial masih dapat duduk. Nial saat ini memakai pakaian biasa karena memang dia akan istirahat selama 3 hari dan setelah itu ia akan kembali bertugas di daerah pelabuhan dengan waktu yang cukup lama.
Saat matanya fokus pada sekitar bus tiba-tiba netranya menangkap pemandangan yang menjijikkan dimana seorang pria yang melakukan pelecahan terhadap seorang perempuan, perempuan tersebut terlihat sekali merasakan risih dan sesekali tangannya menjauhkan tangan pria tersebut, tapi lagi-lagi tangan pria tersebut kembali melecehkan perempuan tersebut dengan menyentuh ****** perempuan itu.
Nial pun menyalakan kamera lalu tak selang beberapa saat kemudian Nial berdiri dan menghampiri perempuan tersebut dengan kamera yang masih menyala, "Silahkan duduk di sana saja," ucap Nial dan memberikan kursi yang ia duduki pada perempuan tersebut.
"Tidak perlu, itu kan kursi masnya. Saya berdiri saja," ucap perempuan tersebut, yang merasa tidak enak jika harus duduk di sana dan membiarkan Nial berdiri.
"Anda ingin pria di belakang anda terus melecehkan anda?" tanya Nial.
"Tidak, terima kasih," ucap perempuan tersebut dan duduk di kursi yang Nial duduki tadi.
Nial pun berdiri di depan pria yang tadi melecehkan perempuan tersebut, Nial membalikkan badannya. "Nanti akan ada tim keamanan yang datang untuk menindaklanjuti tindakan yang baru saja kau lakukan, jadi jangan berusaha kabur karena sekarang kau sudah memiliki gelang yang bisa melacak keberadaanmu," ucap Nial, dengan mengangkat tangan pria tersebut.
Entah sejak kapan gelang tersebut terpasang di tangan pria tersebut, "Apa maksudmu?" tanya pria tersebut.
"Semua tindakan kejahatan akan mendapatkan balasan yang setimpal bukan dan pelecehan termasuk hal yang sangat meresahkan dan harus ditindaklanjuti," ucap Nial.
"Tapi, saya hanya masyarakat kecil yang tidak memiliki apa-apa, saya tidak ingin di hukum," ucap pria tersebut, dengan wajah memelas.
"Biarkan majelis hakim dan para juri yang menilai. Apa tindakanmu pantas di ampuni atau tidak di mata hukum," ucap Nial.
Sedangkan, semua orang yang ada di sana hanya menatap jengkel pada pria tersebut yang berani-beraninya melakukan pelecehan di dalam bus dan menatap kagum pada Nial karena berhasil menangkap salah satu orang yang meresahkan bagi para perempuan tentunya.
Benar saja setelah bus berhenti pria tersebut langsung keluar dan entah kemana karena yang jelas Nial sudah memasangkan gelang tersebut.
Memang Nial juga bekerjasama dengan polisi sehingga jika terdapat kejahatan maka ia bisa dengan langsung memberikan gelang tersebut agar dapat dilacak oleh pihak kepolisian.
Beberapa saat kemudian, bus yang ia tumpangi pun berhenti ditempat pemberhentiannya, Nial pun keluar dari bus dan berjalan kaki menuju rumahnya.
"Tunggu!" teriak seorang perempuan dari belakang.
"Iya ada?" tanya Nial.
"Anda tidak ingat saya?" tanya perempuan tersebut.
"Anda siapa?" tanya Nial.
"Saya perempuan yang tadi anda tolong saat di dalam bus," ucap perempuan tersebut.
"Oh iya, ada apa?" tanya Nial.
__ADS_1
"Ini, sebagai ucapan terima kasih saya karena anda telah membantu saya, saya tidak tau harus bagaimana jika tidak ada anda," ucap perempuan tersebut.
"Tidak masalah dan ini saya kembalikan karena saya tidak suka makanan manis," ucap Nial.
"Eh, gimana kalau saya teraktir anda makan?" tanya perempuan tersebut.
"Tidak perlu, saya masih punya uang untuk makan dan saya lebih memilih masakan ibu saya daripada harus makan diluar, kalau begitu saya permisi," ucap Nial.
"Gimana kalau saya makan di rumah anda?" tanya perempuan tersebut.
"Saya tidak mengundang anda untuk makan dirumah saya, jadi anda tidak perlu makan di rumah saya," ucap Nial.
"Nial!" panggil seorang perempuan lain dari belakang perempuan yang tenga berbicara dengan Nial.
"Kyra," gumam Nial.
Ya, perempuan itu adalah Kyra anak pertama pasangan Alvin dan Sivia, selama ini keluarga Alvin memutuskan untuk pindah ke kota C karena memang Alvin di pindah tugaskan ke kota tersebut dan karena itu ia pun memboyong keluarganya untuk pindah.
"Nial, lama banget kita gak ketemu," ucap Kyra dan tiba-tiba memeluk Nial.
"Gimana kabar lo baik-baik aja kan?" tanya Kyra.
"Ya, baik-baik aja, aunty sama uncle mana?" tanya Nial.
"Mereka udah di rumah lo, tadi gue beli cemilan dulu. Yuk ke rumah lo," ucap Kyra.
"Eh, tunggu cewek ini siapa?" tanya Kyra, saat melihat perempuan yang bersama dengan Nial sebelum ia datang.
"Tadi dia perempuan yang gue tolong doang kok, gue juga gak kenal sama dia," ucap Nial dan setelah itu pergi bersama Kyra menuju rumahnya.
Sedangkan, perempuan yang ditinggalkan Nial dan Kyra hanya tersenyum kecut dan kemudian menghela napasnya dan memilih pergi dari tempat tersebut.
"Gimana sama kuliah lo?" tanya Nial.
"Ya, gitu deh lumayanlah," ucap Kyra.
"Lumayan apa nih?" tanya Nial.
"Lumayan bikin pusing," ucap Kyra.
Nial dan kyra memang cukup akrab karena usia mereka yang tidak cukup jauh sehingga mereka mudah akrab, Kyra bukan hanya akrab pada Nial saja, tapi juga pada Daisy bahkan mereka sering jalan-jalan saat keluarga Alvin atau ayah Alan bertemu.
"Udah rame aja," ucap Kyra.
__ADS_1
"Kayaknya mereka semua lagi reunian deh makanya rame," ucap Nial dan diangguki Kyra.
"Eh, ada calon adik ipar kakak nih, apa kabar sayang?" tanya Lea, yang baru saja turun dari mobil yang dikendarai Noah.
Lea menghampiri Kyra dan memeluk perempuan tersebut, "Kyra baik kok kak, kalau kak Lea gimana?" tanya Kyra.
"Kak Lea baik juga dong," ucap Lea.
"Kak Lea makin hari makin cantik ya, jadi wajar deh kalau kak Noah sampe kesemsem sama kak Lea," ucap Kyra.
"Bisa aja kamu, yaudah ayo masuk. Kak, Lea masuk dulu ya sama Kyra," ucap Lea, saat melihat Noah yang berbincang-bincang dengan Nial.
"Iya, oh iya tolong taruh tas aku sekalian ya," ucap Noah dan memberikan tas tersebut dan Lea pun mengambil tas tersebut.
Saat Lea dan Kyra masuk ke dalam, mereka cukup terkejut karena suasana di ruang tamu cukup ramai, "Kok rame banget sih," ucap Lea.
"Ini loh uncle Ryan yang dari tadi becanda muluh," ucap Daisy.
Akhirnya mereka turut dalam obrolan di sana, sedangkan diluar Nial dan Noah tengah mengobrol masalah penting, "Kakak denger kamu bakal di pindah tugaskan ke daerah pelabuhan," ucap Noah.
"Iya kak, 4 hari lagi Nial bakal berangkat," ucap Nial.
"Katanya kamu ingin melamar seseorang," ucap Noah.
"Telat kak," ucap Nial.
"Telat maksudnya?" tanya Noah.
"Dia udah dilamar duluan sama orang," ucap Nial.
"Hah, padahal baru beberapa hari yang lalu kamu bilang kalau kamu suka sama perempuan eh sekarang malah kayak gini, terus rencana kamu gimana?" tanya Noah.
"Nial juga gak tau, sekarang Nial cukup jalanin tugas yang diberikan pada Nial aja dan gak mau ngurus masalah itu dulu," ucap Nial.
"Jangan bilang kalau kamu mengajukan diri ke daerah pelabuhan karena ingin melupakan perempuan yang kamu sukai itu?" tanya Noah.
"Huh, Nial tau kok kalau kak Noah itu pinter dan bisa menilai sendiri," ucap Nial.
"Dasar," ucap Noah.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.