Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Dasar Jomblo


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana ayah Alan dan uncle Ivan akan kembali kota setelah mereka berada di sini kurang lebih selama satu Minggu, "Ayah pulang duluan ya, kamu jaga diri baik-baik. Ayah, bunda dan keluarga lainnya menunggu kalian berdua pulang," ucap ayah Alan.


"Iya Yah, nanti Lea pulang kalau semuanya sudah selesai ya," ucap Lea dan diangguki ayah Alan.


"Ayah hati-hati sama uncle," ucap Noah.


"Iya, Noah jaga Lea selama dia di sini. Ingat Lea lagi hamil jadi kamu harus ekstra sabar," ucap ayah Alan.


"Iya Yah," ucap Noah.


Beberapa saat kemudian, ayah Alan dan uncle Ivan pun pergi dan tersisalah beberapa tentara di sana.


"Loh kok nangis," ucap Noah, saat melihat sang istri yang ada di sampingnya.


"Hiks hiks kak Noah," ucap Lea, yang diiringi dengan tangisannya.


"Kenapa hem? ada yang sakit? mana yang sakit?" tanya Noah.


"Kangen ayah," cicit Lea, yang masih dapat di dengar Noah.


"Baru juga ayah pergi masa udah kangen sih," ucap Noah.


Noah tidak percaya dengan apa yang dikatakan sang istri padahal belum juga 5 menit ayah Alan pergi dan Lea sudah kangen astaga Noah memang benar-benar harus ekstra sabar menghadapi sikap istrinya yang tengah hamil ini.


"Udah ya sekarang kita balik ke alamat, kamu harus istirahat," ucap Noah.


"Masa Lea istirahat terus sih kak," ucap Lea.


"Ya, mau gimana lagi. Kamu masih hamil sayang dan aku gak mau kamu kenapa," ucap Noah.


"Salah gue di sini, dahlah ayo kita balik aja daripada ngelihat perbucinan ini," ucap Tian.


"Yok yok," ucap Bondan.


"Yaudah deh, tapi hari ini aku mau sama Tyas boleh?" tanya Lea.


"Boleh sayang, mumpung Tyas belum pelatihan kan tadi aku juga udah bilang ke dia kok," ucap Noah.


"Makasih kak," ucap Lea.


"Iya sama-sama sayang, sekarang ke kamar dulu ya," ucap Noah dan diangguki Lea.


Sesampainya di kamar Lea pun duduk santai sambil meluruskan kakinya, "Mau jus?" tanya Noah.


"Jus apa?" tanya Lea.


"Kamu maunya apa biar aku buatin?" tanya Noah.


"Aku gak suka jus," ucap Lea.


"Sukanya apa?" tanya Noah.


"Sukanya kamu," ucap Lea.


Noah pun menatap lekat ke arah sang istri, "Kenapa?" tanya Lea.


Lea berusaha untuk mengurangi rasa gugupnya saat ditatap sang suami saat ini, "Kak Noah kenapa natap aku aneh banget?" tanya Lea.


"Kamu mau godain aku ya," ucap Noah.

__ADS_1


"Gak, Lea gak godain kak Noah kok," ucap Lea.


"Terus kamu tadi kenapa bicara kayak gitu?" tanya Noah.


"Bicara apa?" tanya Lea, ia bingung dengan apa yang dimaksud sang suami.


'Apa gue ngelakuin kesalahan ya sampe kak Noah kayak gitu,' ucap Lea dalam hati.


"Kenapa tadi bilang sukanya aku?" tanya Noah.


"Kan emang bener, Lea sukanya sama kak Noah," ucap Lea.


'Gak salah kan gue bilang kalau gue suka sama kak Noah suami gue sendiri, apa kak Noah gak suka ya gue bicara kayak gitu,' ucap Lea dalam hati.


"Kamu tau gak, dengan kamu bicara kayak gitu buat aku salah tingkah dan pengen makan kamu di ranjang sekarang," ucap Noah dan mendekati Lea.


Saat ini tubuh Lea sudah berada di kungkungan Noah, "Kak Noah mau apa?" tanya Lea.


"Aku hanya menatap perempuan yang sangat aku sayangi melebihi apapun dan perempuan itu berhasil membuat aku salah tingkah. Kalau saja usia kehamilan kamu sudah 13 Minggu sudah aku gagahi kamu," ucap Noah dan berbisik di akhir kalimat.


Lea pun memberanikan diri dan mendorong tubuh Noah, tapi sayang kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki Noah sehingga Lea pun hanya pasrah saat Noah mulai mengecup wajahnya dan berakhir di bibirnya akhirnya mereka pun berciuman di sana.


Saat mereka tengah berciuman tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka, sontak saja mereka berdua terkejut dan menatap sang pelaku yang dengan berani masuk ke dalam kamar dan mengganggu kegiatan panas Noah dan Lea.


Betapa terkejutnya mereka berdua melihat sang pelaku yang tak lain adalah sahabat dari Lea siapa lagi jika bukan Tyas. Lebih tepatnya hanya Lea karena Noah biasa saja dan tetap menunjukkan raut wajah datar.


Tyas sendiri merasakan kaku pada tubuhnya karena ini adalah pertama kalinya melihat pemandangan yang tidak baik untuk matanya apalagi ia saat ini jomblo. Bagaimana bisa ia memergoki pasangan tersebut yang tengah bermesraan di dalam kamar, tapi untung saja mereka hanya ciuman tanpa kegiatan lain.


'Dasar bodoh, harusnya lo tadi ketuk pintu sebelum masuk,' ucap Tyas dalam hati.


Tyas memang disuruh Noah untuk menemani Lea di kamar tadi, sebab itu dia ke sana. Tyas kira Noah sudah pergi makanya dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena biasanya saat Noah menyuruhnya untuk menemani Lea itu artinya Noah sudah pergi dan ia juga biasanya langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.


Lea sendiri pun langsung mendorong tubuh Noah yang menghimpitnya, "Yas," panggil Lea.


Panggilan Lea membuat Tyas sadar dari lamunannya, "Eh, ma-maaf. Saya keluar dulu nanti saya ke sini lagi," ucap Tyas.


"Tidak perlu, kamu temani Lea sekarang saja," ucap Noah.


Noah pun berdiri dan merapikan pakaiannya lalu menghampiri Lea dan mengecup kening Lea, "Aku pergi dulu ya, kalau ada apa-apa kabarin aku," ucap Noah dan diangguki Lea.


Noah pun pergi dari kamar tersebut, setelah Noah pergi barulah Tyas berlari dan menghampiri Lea.


"Aduh, gue baper lihat lo sama kak Noah," ucap Tyas, dengan heboh.


"Lo tadi liat semuanya?" tanya Lea


"Lihatlah, gara-gara lo sama kak Noah mata suci gue jadi ternodai," ucap Tyas.


"Halah, lo biasanya juga nonton drama banyak adegan kayak gitu malahan lebih panas daripada yang gue lakuin sama kak Noah," ucap Lea.


"Ya iya sih, yakin kan kalo drama gue gak lihat secara langsung sedangkan kalo lo tadi kan gue liat secara langsung pake mata kepala gue sendiri," ucap Tyas.


"Ih, lebay deh lo. Makanya juga suami istri wajar dong kalau kayak gitu," ucap Lea.


"Udah ah gak usah bahas masalah itu, bikin jiwa jomblo gue meronta-ronta aja," ucap Tyas dan Lea pun tertawa mendengarnya.


"Dasar jomblo!" gumam Lea dan Tyas tidak menanggapinya.


"Eh, lo tau Bu Marsya gak?" tanya Tyas.

__ADS_1


"Ya, tau lah. Bu Marsya kan ketua tim," ucap Lea.


"Bukan itu, maksud gue itu lo kondisi Bu Marsya sekarang gak?" tanya Tyas.


"Kondisi Bu Marsya? emangnya Bu Marsya kenapa?" tanya Lea.


"Berarti lo belum tau dong," ucap Tyas.


"Iya, gue belum tau. Kenapa emangnya?" tanya Lea.


"Bu Marsya di hukum," ucap Tyas.


"Di hukum?" tanya Lea.


"Iya, Bu Marsya di hukum sama Bu Maya, lo tau Bu Marsya di suruh selesain laporan seluruh tim dan yang terpenting Bu Marsya bakal di sidang setelah selesai pelatihan," ucap Tyas.


"Kok cepet banget hukumannya?" tanya Lea.


"Iyalah, orang ayah lo langsung kasih tau direktur," ucap Tyas.


"Wah, ayah gue keren banget sih, terus Bu Marsya sekarang dimana?" tanya.


"Bu Marsya sekarang lagi di kamarnya buat nyelesain hukumannya," ucap Tyas.


"Kasihan juga ya," ucap Lea.


"Gak sih gue, gue malah seneng," ucap Tyas.


"Iya ya, semoga Bu Marsya bisa belajar dari kasus ini," ucap Lea.


"Pasti, gue tau Bu Marsya itu baik kok. Tapi, ya cuma dia emang gak tau aja kalau ayah Alan itu udah punya istri bahkan udah punya anak," ucap Tyas dan diangguki Lea.


"Iya, gue setuju. Bu Marsya itu baik kok, dulu waktu gue pertama kali kerja aja Bu Marsya bantuin gue ya walaupun kalau ngomong tuh kadang nyakitin," ucap Lea.


"Betul, gue juga dulu sempat di bantuin Bu Marsya. Kecuali si Ayu, dia mah udah dari sananya jahat," ucap Tyas.


"Hujan, gak boleh ngomong gitu. Ya, walaupun apa yang lo bicarain bener juga sih," ucap Lea.


"Btw, si Ayu gak ada pergerakan sih akhir-akhir ini, tapi kita gak boleh lengah, kita harus tetap waspada sama si Ayu itu," ucap Tyas.


"Ada-ada aja lo, Yas," ucap Lea.


"Tapi, lo mah gak usah takut sama pelakor," ucap Tyas.


"Lah kenapa?" tanya Lea.


"Iyalah orang kak Noah aja udah bucin patah sama lo, mana lo cinta pertamanya lagi terus kak Noah juga cinta pertama lo. Dahlah lengkap cerita lo kayak di novel-novel, si author baik banget sama lo, buat hidup lo bahagia gak kayak gue yang masih jomblo sampe sekarang," ucap Tyas dan Lea pun tertawa mendengarnya.


"Sabar Yas, gue yakin lo bakal ketemu jodoh lo nanti. Pasti itu adalah jodoh terbaik soalnya lo udah sabar nunggunya," ucap Lea.


"Haruslah, gue sampe jomblo kayak gini masa yang dateng gak terbaik sih," ucap Tyas.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2