Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
KESEL!


__ADS_3

Alan menghampiri Rea dan memeluk istrinya itu dari samping, "Sayang, aku mau makan kok tadi," ucap Alan.


"Gak usah, ka-kamu makan makanan yang dibawa sama dokter Sandra aja, kan itu makanan kesukaan kamu. Biar mie instannya aku yang makan hiks hiks," ucap Rea.


Alan yang melihat istri bersedih pun merasa bersalah, ia tahu jika saat hamil Rea memang semakin cengeng dan hal itu tentunya membuat Alan bingung. Hal sepele pun sering di buat besar oleh Rea, tapi Alan juga tidak bisa memarahi Rea karena bisa dibilang bawaan bayi, Mama Dira dan Bunda Nara juga seorang mengatakan itu. Selain itu, Papa Aldi juga sempat mengatakan jika dulu saat Mama Dira saat hamil Dea dulu sampai marah-marah tidak jelas pada Papa Aldi bahkan saat Papa Aldi batu saja pulang Mama Dira langsung marah.


"Gak baik ibu hamil makan kayak gini, udah sini aku yang makan mienya," ucap Alan dan mengambil piring berisi mie instan tersebut dan memakannya.


"Benar kata perempuan itu harusnya kapten Alan makan makanan yang sudah saya bawa aja, kapten Alan pasti bakal suka, dulu kapten Alan kan juga pernah makan masakan ini yang dibuat sama mama terus kata kapten Alan, kapten Alan suka banget dan karena itu saya belajar secara langsung ke mama biar bisa masakin buat kapten Alan," ucap dokter Sandra.


"Oke, kalau gitu sini makanannya," ucap Alan dan dengan senang hati dokter Sandra pun memberikan makanan tersebut pada Alan.


"Terima kasih kapten Alan, saya senang sekali," ucap dokter Sandra.


Alan menaruh piring berisikan mie instan tersebut dan membuka kotak makanan yang dibawa dokter Sandra, "Kamu makan, gak baik buat ibu hamil makan mie instan. Makan ini lebih bagus ada sayurannya, makan yang banyak biar kamu sama baby-nya kenyang," ucap Alan dan memberikan kotak makanan tersebut pada Rea.


"Kapten Alan, itu makanan saya masak khusus untuk kapten Alan loh kok malah di kasih ke perempuan itu sih, saya gak terima ya harusnya kapten Alan yang makan masakan saya dan bukannya perempuan gak jelas itu,," ucap dokter Sandra.


"Jangan pernah mengatakan hal itu pada istri saya yang tidak jelas itu anda!" tekan Alan.


"Tapi, saya tidak terima makanan itu untuk dia," ucap dokter Sandra, dengan menunjuk Rea.


"Dokter Sandra memberikan makanan yang dokter Sandra masak itu untuk saya kan?" tanya Alan dan diangguki dokter Sandra.


"Iya, saya berikan makanan itu untuk kapten Alan," ucap dokter Sandra.


"Kalau begitu terserah saya dong mau saya apakan makanan itu, mau saya buang, mau saya kasih ke kucing atau mau saya kasih ke istri saya kan gak ada masalah karena makanan itu sudah menjadi milik saya, lebih baik dokter Sandra pulang dan jangan ganggu hubungan saya dengan istri saya. Saya sudah bahagia dengan istri saya dan kalau dokter Sandra mau cari mangsa lebih baik dokter Sandra cari yang lain seperti pejabat mungkin," ucap Alan.


"Tapi, kapten Alan gak bisa gitu dong, itu saya masak sudah payah buat kapten Alan," ucap dokter Sandra.


"Iya, benar kata dokter Sandra, dia masak buat kamu harusnya kamu makan yang ini aja dan mie instannya biar aku yang makan," ucap Rea.


Alan tidak merespon perkataan keduanya dan akan justru mengecup bibir Rea tepat di hadapan dokter Sandra, "Gak sayang, kamu yang makan atau mau aku makan kamu," ucap Alan.


"Ish, apaan sih, iya kau makan. Ehm, terima kasih atas makanannya dokter Sandra yang baik," ucap Rea dan memakan makanan yang dimasak oleh dokter Sandra khusus untuk Alan.

__ADS_1


"KESEL!" pekik dokter Sandra dan pergi dari rumah tersebut dengan menghentakkan kakinya.


Setelah dokter Sandra pergi Rea pun menaruh kembali makanan tersebut, "Kamu makan yang ini aja, kamu kan gak suka mie instan, aku takut kalau kamu kenapa-napa," ucap Rea.


"gak sayangku, aku yang makan mie nya oke. Sekarang kamu makan makanan kamu pasti baby-nya udah laper," ucap Alan dan mau tidak mau Rea pun menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun telah menghabiskan makanan masing-masing, "Udah kenyang? atau mau makan lagi?" tanya Alan.


"Udah, gak mau lagi," ucap Rea dan diangguki Alan.


"Yaudah, kalau gitu kamu duduk di sini dulu biar aku cuci piringnya," ucap Alan.


"Biar aku aja yang nyuci," ucap Rea.


"Gak kamu di sini aja," ucap Alan.


Alan pun menuju dapur dan melakukan kegiatan barunya, setelah itu ia pun duduk di samping Rea dan menatap punggung samping Rea dari belakang dan terbitlah senyum indahnya dan sayangnya Rea tidak tahu akan hal itu.


"Tapi, nih ya dokter Sandra kok nekat banget ya ke rumah kamu, seandainya aja aku belum pulang kerja pasti kamu berduaan sama dokter Sandra," ucap Rea.


"Gak sayang, kalau aku cuma sama dia di rumah, aku langsung geret dia keluar," ucap Alan.


"Aku memang harus jahat sama orang yang mau ngerusak hubungan kita," ucap Alan.


"Udah gak ngambek lagi?" tanya Alan dan menaruh dagunya di bahu Rea.


"Aku gak ngambek ya," ucap Rea.


"Terus kenapa pindah ke ruang tamu kalau gak ngambek hem?" tanya Alan.


"Bosen makan di meja makan makanya aku di ruang tamu, pokoknya aku gak ngambek," ucap Rea.


"Iya sayangku, kamu gak ngambek kok," ucap Alan. Ia lebih baik mengalah daripada harus menghadapi amukan dari sang ratu.


"Kamu tau gak?" tanya Rea.

__ADS_1


"Tau apa?" tanya Alan.


"Nina ditembak sama dokter Nando dong," ucap Rea, dengan heboh.


"Mati dong temen kamu Nina itu," ucap Alan.


"Ish, maksud aku itu dokter Nando nyantain cinta ke Nina, jadi kemarin waktu di restoran yang kita ketemu sama Nina dan dokter Nando ternyata mereka jalan-jalan dan dokter Nando nembak Nina, tapi sayang ditolak sama Nina padahal sebenarnya aku setuju loh kalau Nina sama dokter Nando," ucap Rea.


"Terus?" tanya Alan.


"Kok kamu gak kaget sih? harusnya itu kamu kaget terus marahin dokter Nando yang nembak cewek gak bilang-bilang," ucap Rea.


"Emang Nando harus bilang dulu kalau dia mau nembak cewek?" tanya Alan.


"Haruslah, apalagi yang dokter Nando tembak ini sahabat aku," ucap Rea dan diangguki Alan.


"Tunggu deh, kok aku gak kaget sama ceritaku sih. Apa kamu udah tau soal dokter Nando yang nembak Qilla eh Nina maksudku?" tanya Rea.


"Iya, aku udah tau," ucap Alan.


"Kok kamu bisa tau kan aku belum cerita ke kamu?" tanya Rea.


"Waktu kamu sama sahabat kamu lagi asik bicara tiba-tiba Nando bilang kalau dia lagi patah hati dan dia ceritain semuanya," ucap Alan.


"Sebenarnya aku tuh kasihan sama kisah cinta mereka, tapi ya gimana lagi aku gak bisa bantu apa-apa," ucap Rea.


"Kalau emang mereka jodoh yakin deh nanti pasti mereka bakal ketemu lagi di situasi yang lebih baik," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Ku percaya gak kalau aku jodoh kamu?" tanya Rea.


"Percaya dong, kalau aku tidak percaya gak mungkin kamu hamil," ucap Alan.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2