Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Resiko


__ADS_3

Lea sudah banyak menangis hari ini, bahkan matanya sampai bengkak dan wajahnya juga memerah, "Sayang, udah ya jangan nangis. Aku jadi gak tega buat ninggalin kamu kalau kayak gini," ucap Noah, yang memeluk Lea dan mengusap lembut punggung Lea.


"Hiks hiks, kenapa cepet banget?" tanya Lea, dengan menangis tersedu-sedu dalam pelukan Noah.


"Sayang, kan kamu tau tugas tentara emang kayak gitu. Udah ya jangan nangis lagi nanti yang ada Noah gak bisa fokus sama tugasnya loh," ucap bunda Rea.


"Tapi, lama bunda hiks hiks. Nanti kalau Lea kangen gimana," ucap Lea.


Ucapan Lea membuat semua menahan tawanya, termasuk Noah. "Jadi, ini ceritanya kamu takut kangen sama suami kamu nih," goda ayah Alan.


"Ayah ih, Lea serius ya," ucap Lea.


"Iya iya, terus gimana dong kan udah keputusan jenderal buat milih Noah ikut?" tanya ayah Alan.


"Cieee kak Lea gak mau ditinggal sama kak Noah takut kangen, udah deh kak Noah awal aja kak Lea takut tiba-tiba nyusulin kak Noah nanti," goda Daisy.


"Apa sih kamu, gak jelas," ucap Lea.


"Udah ya jangan nangis lagi, aku jadi gak tenang nanti kalau di sana gara-gara kamu nangis kayak gini," ucap Noah dan menghapus air mata Lea.


"Maafin Lea ya yang udah cengeng kayak gini," ucap Lea.


"Iya gapapa kok," ucap Noah.


"Aku izinin kak Noah kok, kak Noah gak perlu khawatir ya Lea gapapa kok di sini kan di sini juga ada ayah, bunda, Daisy sama yang lain," ucap Lea.


Noah pun tersenyum singkat dan menganggukkan kepalanya lalu mengecup pelipis Lea, hal itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan tertawa geli melihat kebucinan kedua manusia itu.


"Astaga! kalau mau cium-cium di kamar dong kak, masa di sini sih kan masih ada di bawah umur yang baru beberapa Minggu jomblo. Gak boleh nunjukkin kemesraan di depan Daisy, nanti Daisy iri lagi," ucap Daisy.


"Yang jomblo di sini cuma kamu doang loh," ucap Lea.


"Ayah, bunda liat tuh kak Lea gak asik banget masa bawa-bawa kejombloannya Daisy sih," ucap Daisy dan menatap kedua orangtuanya.


"Tapi, bener kan yang dibilang sama Lea, cuma kamu doang yang jomblo di sini," ucap bunda Rea dan memeluk ayah Alan.


'Begini banget nasib gue berada diantara kedua pasangan yang lagi bucin,' ucap Daisy dalam hati.


"Ish, bunda gak seru," ucap Daisy.


"Makanya cari pacar sana, umur kamu udah siap buat nikah loh," ucap bunda Rea.


"Tapi, gak ada yang deketin bundaku sayang," ucap Daisy.


"Yaudah, mau ayah carikan jodoh buat kamu, siapa tau nanti kami sama kayak kakak kamu," ucap ayah Alan.


"Kan kak Lea sama kak Noah udah lama kenalnya, jadi mereka mudah akrab lah kalau Daisy. Gak ah Daisy mau cari sendiri aja, udah ah Daisy mau pergi kalau di sini yang ada Daisy semakin tekanan batin," ucap Daisy dan masuk berjalan menuju kamarnya lalu masuk ke dalam kamar.


"Ada-ada aja tuh anak," ucap bunda Rea.


"Oh iya Noah, barang-barang kamu sudah kamu siapin?" tanya ayah Alan.

__ADS_1


"Belum Yah, mungkin besok Noah ke apartemen buat siapin semuanya," ucap Noah.


"Sama Lea?" tanya bunda Rea.


Belum sempat Noah menjawab Lea sudah berbicara terlebih dahulu, "Iyalah bunda, masa kak Noah harus siapin semuanya sendiri sih," ucap Lea.


"Tapi, kamu gak capek kan besok kamu kerja," ucap Noah.


"Gak dong kak, masa Lea capek mau siapin perlengkapan kakak lagian kan besok Lea cepet pulangnya," ucap Lea.


"Yaudah," ucap Noah.


"Kamu gak boleh sedih lagi loh," ucap bunda Rea.


"Iya Bun, Lea juga tau ini resiko yang Lea hadapi karena Lea menikah sama seorang tentara," ucap Lea.


"Bagus kalau kamu tau ini semua resiko kamu menikah dengan seorang tentara. Mau gak mau kamu harus terima apapun itu keputusan para petinggi jika suami kamu ditugaskan ke daerah yang jauh dari kota," ucap Bunda Rea dan diangguki Lea.


Noah dan Lea saat ini berada di kamar, "Kak Noah jangan lupa jaga kesehatan loh ya di sana," ucap Lea.


"Iya, sayang," ucap Noah dan membuat Lea tersipu malu kalau menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya itu.


"Gemes banget kalau liat kamu kayak gini," ucap Noah dan mengecup puncak kepala Lea.


Lea sendiri lagi-lagi tersipu malu dan tanpa di duga-duga Lea justru mengecup dada bidang Noah dan membuat Noha terkejut bukan hanya Noah, tapi Lea juga karena terlalu berani mengecup dada bidang Noah.


'Mampus!' ucap Lea, dalam hati.


"Gak kok, tadi Lea gak sengaja beneran," ucap Lea dan menatap ngeri Noah karena saat ini Noah tengah menatap tajam dirinya.


"Yakin?" tanya Noah.


"Iya kak, yakin. Tadi Lea gak sengaja," ucap Lea.


"Kamu masih takut?" tanya Noah.


"Maksud kak Noah?" tanya Lea.


"Kamu masih takut buat berusaha punya anak?" tanya Noah dan mendapat gelengan kepala dari Lea.


"Gak kok kak, Lea justru pengen cepet punya momongan," ucap Lea.


"Yaudah, Ayo kita buat, biar keinginan kamu cepat terwujud," ucap Noah.


Belum sempat Lea merespon perkataan Noah tiba-tiba Noah sudah menerkamnya dan membuat malam tersebut menjadi malam pertama bagi Noah dan Lea setelah mereka kehilangan anak yang sangat dinantikan.


(Setelah itu hanya mereka yang tau)


.


Pagi harinya Lea bangun dan menatap pria yang tidur dengan wajah damai di sebelahnya, "Selamat pagi," ucap Noah, dengan suara khas bangun tidurnya.

__ADS_1


"Selamat pagi," cicit Lea.


"Masih sakit?" tanya Noah.


"Gak kok kak udah gak terlalu sakit," ucap Lea.


Memang benar, ia tidak merasakan sakit yang teramat seperti saya melakukanya untuk pertama kali waktu itu, saat ini Lea hanya merasakan sakit jika ia terlalu banyak gerak pada bagian bawah, tapi jika hanya diam tidak terlalu sakit.


"Mungkin karena kamu udah pernah duku, jadi sekarang gak terlalu sakit," ucap Noah.


"Iya, mungkin," ucap Lea.


"Yaudah, ayo mandi," ajak Noah dan mengangkat tubuh Lea.


Saya ini tubuh mereka benar-benar polos dan Noah justru berjalan santai menuju kamar mandi, "Kita mandi bareng kak?" tanya lawan saat melihat Noah justru menutup pintu kamar mandi.


"Iya, lagipula enakan mandi bareng daripada sendiri-sendiri terus juga biar gak lama aja," ucap Noah.


Akhirnya mereka pun mandi bersama dan untuk kali ini bukan hanya mandi saja, tapi juga ada kegiatan lain yang ingin Noah lakukan saya mandi bersama sebelumnya dan untung saja Lea tidak menolak dan justru mengizinkan Noah untuk melakukannya.


Setelah kegiatan yang cukup lama itu, saat ini Noah dan Lea sudah berada di mobil untuk menuju kantor Lea. Dimana seperti biasa Noah yang akan mengantar Lea.


"Yakin bisa jalan?" tanya Noah.


"Iya kak Noah, Lea masih bisa jalan kok," ucap Lea.


"Maaf, tadi harusnya aku gak ngelakuin itu lagi di kamar mandi," ucap Noah.


"Gapapa kok kak, ternyata lebih enakan di kamar mandi daripada di ranjang," ucap Lea.


"Kalau gitu kapan-kapan kita lakuinnya di kamar mandi aja," ucap Noah.


"Boleh, tapi kalau kak Noah udah pulang ya," ucap Lea.


"Iya, kalau kayak gini. Aku makin semangat kerjanya biar cepet pulang," ucap Noah dan membuat Lea tertawaan mendengarnya.


Kurang lebih selama 20 menit Noah mengendarai mobilnya saat ini mereka sudah sampai di kantor Lea. Lea pun segera masuk ke dalam dan Noah juga segera pergi ke rayon.


Akhirnya Noah sudah berada di rayon untuk latihan terakhir sebelum ia ditugaskan ke daerah A bersama Bondan, Prabu dan Tian.


"Gue gak tega ninggalin istri sama anak gue, tapi ya gimana lagi coba," ucap Tian.


"Gue juga gak tega ninggalin istri gue, apalagi dia baru aja keguguran. Gue kadang sering liat dia nangis sendirian gitu, dia pasti masih trauma dan takut, tapi dia berusaha gak nunjukkin ke gue," ucap Noah.


"Ya itu resiko kita juga gak bisa buat apa-apa kan," ucap Tian dan diangguki Noah.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2